<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833</id><updated>2011-11-20T15:34:59.802-08:00</updated><category term='SKI'/><category term='TELEVISI'/><category term='BELAJAR IKLAN'/><category term='Teori Komunikasi'/><category term='Human Relations'/><category term='Manajemen'/><category term='Komunikasi Massa'/><category term='Komunikasi Kelompok'/><category term='Jurnalistik'/><category term='Kamera'/><category term='sinematografi'/><category term='Statistik'/><category term='Filsafat Ilmu'/><category term='Radio'/><category term='Penelitian'/><category term='Film Making'/><category term='Pengantar Ilmu Politik'/><category term='Komunikasi Politik'/><title type='text'>Kuliah Komunikasi</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>70</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-7241200516714369099</id><published>2009-03-24T09:51:00.000-07:00</published><updated>2009-03-24T09:56:29.236-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TELEVISI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sinematografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnalistik'/><title type='text'>Apa Itu Dokumenter?</title><content type='html'>Dokumenter sering dianggap sebagai rekaman ‘aktualitas’—potongan rekaman sewaktu kejadian sebenarnya berlangsung, saat orang yang terlibat di dalamnya berbicara, kehidupan nyata seperti apa adanya, spontan dan tanpa media perantara. Walaupun kadang menjadi materi dalam pembuatan dokumenter, faktor ini jarang menjadi bagian dari keseluruhan film dokumenter itu sendiri, karena materi-materi tersebut harus diatur, diolah kembali, dan diatur strukturnya. Terkadang bahkan dalam pengambilan gambar sebelumnya, berbagai pilihan harus diambil oleh para pembuat film dokumenter untuk menentukan sudut pandang, ukuran shot (type of shot),  pencahayaan dan lain-lain agar dapat mencapai hasil akhir yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John Grierson pertama-tama menemukan istilah dokumenter dalam sebuah pembahasan film karya Robert Flaherty, Moana (1925), yang mengacu pada kemampuan sebuah media untuk menghasilkan dokumen visual suatu kejadian tertentu. Grierson sangat percaya   bahwa “Sinema bukanlah seni atau hiburan, melainkan suatu bentuk publikasi dan dapat dipublikasikan dengan 100 cara berbeda untuk 100 penonton yang berbeda pula.” Oleh karena itu dokumenter pun termasuk didalamnya sebagai suatu metode publikasi sinematik, yang dalam istilahnya  disebut “creative treatment of actuality” (perlakuan kreatif atas keaktualitasan). Karena ada perlakuan kreatif, sama seperti dalam film fiksi lainnya, dokumenter dibangun dan bisa dilihat bukan sebagai suatu rekaman realitas, tetapi sebagai jenis representasi lain dari realitas itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan penonton dokumenter di layar kaca sudah begitu terbiasa dengan kode dan bentuk yang dominan sehingga mereka tak lagi mempertanyakan lebih jauh tentang isi dari dokumenter tersebut. Misalnya penonton sering menyaksikan dokumenter yang dipandu oleh voiceover, wawancara dari para ahli, saksi dan pendapat anggota masyarakat, set lokasi yang terlihat nyata, potongan-potongan kejadian langsung dan materi yang berasal dari arsip yang ditemukan. Semua elemen khas tersebut memiliki sejarah dan tempat tertentu dalam perkembangan dan perluasan dokumenter sebagai sebuah bentuk sinematik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini penting ditekankan, karena dalam berbagai hal, bentuk dokumenter sering diabaikan dan kurang dianggap di kalangan film seni karena seakan-akan dokumenter cenderung menjadi bersifat jurnalistik dalam dunia pertelevisian. Bukti-bukti menunjukkan bahwa, bagaimanapun, dengan pesatnya perkembangan dokumenter dalam bentuk pemberitaan, terdapat perubahan kembali ke arah pendekatan yang lebih sinematik oleh para pembuat film dokumenter akhir-akhir ini. Dan kini perdebatannya berpindah pada segi estetik dokumenter karena ide kebenaran dan keaslian suatu dokumenter mulai dipertanyakan, diputarbalikkan dan diubah sehubungan dengan pendekatan segi estetik dokumenter dan film-film non-fiksi lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu titik awal yang berguna adalah daftar kategori Richard Barsam yang ia sebut sebagai “film non-fiksi”  Daftar ini secara efektif menunjukkan jenis-jenis film yang dipandang sebagai dokumenter dan dengan jelas memiliki ide dan kode etik tentang dokumenter yang sama. Kategori-kategori tersebut adalah:&lt;br /&gt;• film faktual&lt;br /&gt;• film etnografik&lt;br /&gt;• film eksplorasi&lt;br /&gt;• film propaganda&lt;br /&gt;• cinéma-vérité&lt;br /&gt;• direct cinema&lt;br /&gt;• dokumenter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya Barsam menempatkan dokumenter itu sendiri di luar kategori lain karena ia mengatakan bahwa peran si pembuat film dalam menentukan interpretasi materi dalam jenis-jenis film tersebut jauh lebih spesifik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan dokumenter dan genre-nya saat ini sudah sangat pesat dan beragam, tetapi ada beberapa unsur yang tetap dan penggunaannya; yakni undur visual dan verbal yang biasa digunakan dalam dokumenter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur Visual:&lt;br /&gt;1. Observasionalisme reaktif: pembuatan film dokumenter dengan bahan yang sebisa mungkin diambil langsung dari subyek yang difilmkan. Hal ini berhubungan dnegan ketepatan observasi oleh operator kamera/sutradara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Observasionalisme proaktif: Pembuatan film dokumenter dengan memilih materi film secara khusus sehubungan dengan observasi terdahulu oleh operator kamera/sutradara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mode ilustratif: Pendekatan terhadap dokumenter yang berusaha menggambarkan secara langsung tentang apa yang dikatakan oleh narator/voice over.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mode asosiatif: Pendekatan dalam dunia dokumenter yang berusaha menggunakan potongan-potongan gambar dengan berbagai cara. Dengan demikian, diharapkan arti metafora dan simbolis yang ada pada informasi harafiah dalam film, dapat terwakili.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur Verbal:&lt;br /&gt;1. Overheard exchange: Rekaman pembicaraan antaradua sumber atau lebih yang terkesan direkam secara tidak sengaja dan secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kesaksian: Rekaman observasi, opini atau informasi, yang diungkapkan secara jujur oleh saksi mata, pakar dan sumber lain yang berhubungan dengan subyek dokumenter. Hal ini merupakan tujuan utama dari wawancara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Eksposisi: Penggunaan voice over atau orang yang langsung berhadapan dengan kamera, secara khusus mengarahkan penonton yang menerima informasi dan argumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Dokumenter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Dari Travelog hingga Dokumenter Arahan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah film non-fiksi berawal dari perkembangan awal film. Berlanjut dari still photography dan studi tentang gerakan seperti yang dipotret oleh Edward Muybridge hingga meluasnya trend dalam seni untuk merekam ‘realitas, dalam cara yang paling akurat,’ ‘aktual’ atau ‘bersifat dokumenter’.  Trend yang dipopulerkan oleh Lumiere bersaudara pada tahun 1895 ini merupakan sebagian dari film non-fiksi pertama. Beberapa dari film itu adalah Workers Leaving the Lumière Factory dan Arrivèe d’un train en gare à la Ciotat, dan hanya merupakan contoh kejadian sehari-hari yang terekam oleh kamera statis. Penonton takjub karena itulah pertama kalinya mereka menyaksikan peristiwa-peristiwa nyata dalam bentuk film. Film-film pendek serupa dibuat oleh Edison di Amerika dan fenomena itu dengan cepat menyebar ke seluruh dunia, ditandai dengan bermunculannya karya-karya serupa dari Spanyol, India dan Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, contoh-contoh utama yang mencirikan bentuk dokumenter adalah film yang muncul setelah revolusi Rusia tahun 1917 dan terutama karya Dziga Vertov – mengedit sebuah film berita berjudul Kino-Pravda (secara harafiah berarti ‘Kebenaran-Film’) – dan mengembangkan suatu pendekatan yang dipergunakan dalam sebuah film berjudul Kinoki (‘mata-sinema’). Buatnya tugas seorang pembuat film adalah mengungkapkan bahwa dalam hidup itu tidak ada yang terjadi secara kebetulan, pembuat film diharapkan dapat menangkap hubungan dialektis antara kejadian-kejadian yang sangat berlawanan dalam realita; tugasnya adalah untuk mengungkap konflik yang terkandung dalam kekuatan antagonistik di kehidupan dan memaparkan dengan jelas ‘sebab dan akibat’ dari fenomena kehidupan. Penggunaan media film oleh Vertov sangatlah kreatif dan ia secara terus-menerus menekankan pentingnya seni pembuatan film dan terpolitisirnya realita yang berhasil terekam. Pertentangan antara menampilkan ‘aspek’ rekaman (yaitu penggunaan kamera secara tidak lazim, editing yang kompleks, dsb) dan ‘isi’ yang ditunjukkan membuat rancu konsep film sebagai dokumentasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terutama berhubungan dengan karya selanjutnya dan yang paling terkenal, The Man with the Movie Camera (1929). Sutradara cinéma-vérité, Richard Leacock, mengatakan bahwa film berita Vertov bersifat persuasif, walaupun kelaparan dan bencana yang terekam itu terkesan dangkal. Rasa estetika Vertovlah yang dalam pikiran Leacock sangat menjauhkannya dari semangat murni bidang dokumenter dalam menunjukkan kehidupan seperti apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formalisme serupa muncul pada apa yang kemudian dikenal sebagai dokumenter City Symphony yang meliputi Rien que les heures (1926), disutradarai oleh Alberto Cavalcanti, dan Berlin, Symphony of a Great City (1927) karya Walter Ruttman. Kedua karya tersebut diwarnai oleh tehnik-tehnik baru dan surealis. Pada dasarnya, kedua film tersebut merupakan gambaran dari tiap-tiap kota, dengan menggunakan potongan gambar dari berbagai lokasi sesungguhnya untuk mengungkapkan kontradiksi antara kaya dan miskin. Walaupun menghadapi tuntutan para formalis, kedua film tersebut berhasil mencapai sukses dalam memancing pendapat publik, dan berpengaruh dalam keberhasilan mereka menggunakan gambaran kehidupan manusia sehari-hari, obyek dan lokasi untuk efek politis dan simbolis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika, film non-fiksi pada mulanya berbentuk travelog (suatu istilah yang ditemukan oleh Burton Holmes), yaitu potongan gambar yang diambil di negara asing dan dipertontonkan dalam perkuliahan dan pemutaran slide untuk memperkenalkan penonton pada budaya yang berbeda-beda dan berbagai tempat eksotis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1904, pada Pameran St Louis, Tours and Scenes of the World yang dibuat oleh George C. Hale cukup berhasil, tapi tidak mencapai taraf yang sama dengan film perjalanan safari Presiden Teddy Roosevelt ke Afrika atau pengalaman Robert Scott ke Kutub Selatan. Film-film perjalanan (travelog) tersebut menarik minat publik Amerika karena film tersebut menunjukkan jiwa petualangan dan keberanian orang Amerika; mendukung adanya pandangan bahwa kesadaran orang Amerika yang tinggi ini terlihat dari jiwa perintis dan kemampuan bertahan dari ‘daerah perbatasan’.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan ini menopang tradisi aliran Romantis pembuatan film, diawali dengan potongan gambar travelog para koboi dan orang Indian dan mencapai perwujudannya yang sempurna dalam film karya Robert Flaherty. Namun, perlu disebutkan secara khusus mengenai Merian C. Cooper dan Ernest Schoedsack yang membuat Grass (1925), sebuah film tentang suku nomadis Iran mencari padang rumput yang masih segar, dan Chang (1927), yang mengikuti pengalaman sebuah keluarga Thailand di dalam hutan, di dalamnya terdapat juga adegan berbagai binatang predator yang berusaha memangsa para wanita dan anak. Film ini sangat mempengaruhi film Cooper dan Shoedsack yang paling terkenal, King Kong (1933). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Robert Flaherty-lah yang paling memberikan wujud bagi bentuk dokumenter sebagai suatu alat etnografis (studi ilmiah tentang ras lain melalui observasi langsung dan antropologis).  Disponsori oleh perusahaan pakaian yang terbuat dari bulu hewan, Revillon Freres, Flaherty membuat Nanook of the North (1922), sebuah studi tentang suku Inuit Eskimo di sebelah utara Kanada, yang dikenal sebagai salah satu film paling berpengaruh dalam aliran tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin film itu memberikan semua petunjuk yang kita perlukan untuk mendefinisikan baik dokumenter maupun batasan-batasannya yang dapat diterima.  Seperti diungkapkan oleh Barsam dan Calder-Marshall di atas, film karya Flaherty adalah film-film ‘arahan’ dengan tujuan tertentu; suatu tujuan yang dapat kita sebut tak hanya untuk merekam kehidupan orang Eskimo, tapi juga untuk mengingat dan menampilkan kembali masa kehidupan orang Eskimo yang lebih primitif, lebih ‘nyata’, di waktu lalu. &lt;br /&gt;Tujuan nostalgia ini hanya dipakai untuk memitologikan kehidupan orang Eskimo, dan pada taraf tertentu menggesernya dari konteks ‘sebenarnya’; hingga sekali lagi mempertanyakan beberapa prinsip yang melekat, yang kita asumsikan sangat penting dalam menentukan ‘kebenaran’ dokumenter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Campur tangan Flaherty dalam materi film itulah yang paling bermasalah ketika mengevaluasi Nanook sebagai film dokumenter utama. Flaherty tak puas hanya dengan merekam kejadian-kejadian; ia ingin ‘mendramatisir’ kenyataan dengan memfilmkan aspek-aspek kebudayaan orang Eskimo yang ia ketahui dari perjalanan terdahulunya ke Hudson Bay antara tahun 1910-1916. Misalnya, ia ingin memfilmkan orang Eskimo berburu dan menangkap anjing laut dengan seruit (seruit: sejenis tombak bermata satu yang digunakan untuk menangkap jenis ikan besar, pada masa modern digunakan secara ditembakkan) secara tradisional, ketimbang merekam adegan berburu dengan menggunakan senapan, alat yang waktu itu mereka gunakan sehari-hari. Flaherty juga membangun igloo untuk menyesuaikan peralatan kamera, dan mengatur sebagian gaya hidup orang Eskimo untuk dicocokkan dengan keperluan teknis pengambilan gambar dalam kondisi tersebut. Dalam Moana, Flaherty menampilkan upacara ritual pembuatan tato penduduk pulau Samoa, mengetengahkan kembali suatu praktik yang sudah bertahun-tahun tak pernah lagi dilakukan. Sementara dalam Man of Aran (1935), para pemburu ikan hiu juga ditampilkan, padahal tidak lagi mencirikan keberadaan penduduk Pulau Aran pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Dari Ulasan Sosial, Propaganda, hingga Aktualitas Puitis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Flaherty membangun tradisi dokumenter yang muncul dari film perjalanan dan ingin merayakan keberadaan umat manusia, maka John Grierson (berkebangsaan Inggris) mengartikan dokumenter dalam terminologi yang lebih dipolitisir. Terpikat oleh pandangan bahwa dokumenter dapat membantu proses demokrasi dalam mendidik masyarakat, Grierson dengan semangat mengejar tujuannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia dipengaruhi oleh pemikiran Water Lippmann (yang percaya bahwa kompleksitas kehidupan modern mencegah orang awam untuk berpartisipasi dalam masyarakat sebagaimana mestinya) dan karya Sergei Eisenstein (”Battleship Potemkin”, 1925).&lt;br /&gt;Grierson ingin agar film dokumenter secara sosiologis lebih peka dan kurang estetis daripada hasil karya Vertov. Pemikiran inilah yang kemudian mempengaruhi era tersebut, dimulai dengan Drifters (1929), satu-satunya film yang benar-benar disutradarai oleh Grierson, mengisahkan tentang para nelayan penangkap ikan herring di North Sea. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film-film penting lainnya menyusul, yaitu Granton Trawler (1934), disutradarai oleh Edgar Anstey, mengenai dunia perikanan dan nelayan. Song of Ceylon (1934), disutradarai oleh Basil Wright, yang menampilkan usaha pertamanya untuk menggunakan nada penggiring gambar dan bukannya musik atau dialog. Housing Problems (1935), disutradarai bersama oleh Anstey dan Arthur Elton, yang menggunakan gaya film berita jurnalistik dalam mewawancarai orang-orang yang hidup di perumahan kumuh. Nightmail (1936), disutradarai oleh Basil Wright dan Harry Watt, yang menampilkan musik karya Benjamin Britten dan puisi karya W.H. Auden mengenai kereta api malam pengangkut surat dalam perjalanannya dari London ke Glasgow. North Sea (1938), diproduksi oleh Alberto Cavalcanti, dan disutradarai oleh Harry Watt, berkisah tentang hubungan radio dari kapal ke pantai yang direkonstruksikan secara dramatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film-film seperti Squadron 992 (1939), Dover Front Line (1940), dan Target for Tonight (1941) menjadikan Harry Watt sebagai salah satu pembuat film yang paling penting pada periode tersebut, tapi karya Humphrey Jennings-lah yang menunjukkan beberapa aspek yang paling indah dan paling berpengaruh dalam pembuatan film dokumenter Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika perang pecah, Jennings membuat dua film; The First Days (1939) dan Spring Offensive (1939). Namun karya terbesarnya adalah London Can Take It yang dibuat bersama Harry Watt. Film tersebut menceritakan tentang bagaimana orang Inggris selamat dalam menghadapi serangan udara mendadak, dan juga menunjukkan semangat, kegigihan dan ketahanan mereka. Film itu sengaja dibuat untuk menarik minat pasar di Inggris sendiri dan juga di Amerika. Film berikutnya adalah Heart of Britain (1940). Namun, film Words for Battle (1941) lah yang mengukuhkan posisi Jenning sebagai seorang pembuat film yang tak takut untuk mengembangkan berbagai aspek yang ia garap. Termasuk pendekatan yang lebih puitis dan ekspresif dari realisme emosionil. Words for Battle terdiri dari tujuh bagian. Tiap bagian berisi komentar Laurence Olivier. Bagian-bagian tersebut menampilkan gambaran pendekatan dengan cuplikan-cuplikan puisi atau orasi publik – termasuk potongan puisi William Blake yang berjudul ‘Jerusalem’, ‘The Beginnings’ karya Rudyard Kipling, pidato Winston Churchill pada 4 Juni 1940 serta Pidato Abraham Lincoln di Gettysburg (19 November 1863).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jennings dapat menjadikan ‘aktualitas’ puitis secara efektif dan pada saat yang bersamaan, membangun  kembali monumen dan bangunan bersejarah di masyarakat serta mengangkat nilai kemanusiaan rakyat biasa sewaktu menjalani kerasnya hidup selama peperangan dengan tabah. Hal ini menjadikan dokumenter sebagai jenis film yang tidak semata-mata merekam peristiwa, tetapi juga menjadikan peristiwa-peristiwa tersebut sebagai ilustrasi yang sesuai untuk hal-hal puitis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan tersebut diteruskan pada karya-karya Jennings berikutnya; Listen to Britain (1941) dan Fires Were Started (1942). Tujuan dari pendekatan tersebut adalah untuk mengungkapkan secara emosionil dan mengangkat praktik kerja umum yang selama itu terabaikan hingga dianggap penting dan nilainya diakui selama perang. A Diary for Timothy (1946) melengkapi siklus perjuangan Jennings dan mungkin merupakan prestasi terbesarnya. Film tersebut mengisahkan pertumbuhan bayi Timothy sesudah perang, dengan naskah yang digarap oleh E.M. Forster dan dibawakan oleh Michael Redgrave, film tersebut memiliki nuansa sendu dan tak jelas karena optimisme emosionil Jennings yang normal menjadi kabur.  Dokumenter yang seharusnya ‘aktual’; kini  lebih dipengaruhi oleh ‘perasaan’ yang tidak konsisten daripada ‘fakta’ yang konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Propaganda sebagai Dokumenter Mitos&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperlukan satu pembahasan panjang mengenai tradisi pembuatan film dokumenter a la Eropa. Namun demikian, tokoh seperti Joris Ivens (Belanda) dan Henri Storck (Belgia) berperan besar menyumbangkan pengertian tentang masa pra-perang di Eropa melalui film-film mereka. Ironisnya, Leni Riefenstahl, salah satu sutradara Eropa terbesar dan paling kontroversial menciptakan apa yang kemudian dikenal sebagai salah satu film terbaik, baik dokumenter ataupun jenis lainnya, sepanjang masa. Pada tahun 1935, Reifenstahl membuat Triumph of the Will, sebuah catatan tentang rapat akbar partai di Nuremberg yang mengundang perdebatan sengit. Haruskah film yang mengagung-agungkan cita-cita Nazi semacam itu, dipisahkan dari konteks propagandanya untuk kemudian diangkat menjadi film ‘seni’ dan dianggap sebagai salah satu contoh dokumenter terbaik? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reifenstahl membuat Triumph of the Will setelah ia menyelesaikan Victory of Faith (1933) untuk merayakan Kongress Nasional Partai Sosialis Hitler yang pertama, dan Day of Freedom: Our Army (1934) sebuah bentuk penghormatan betapa efisiensnya resimen tentara Jerman. Triumph of the Will secara mendasar menggabungkan kedua tema tersebut dan mengembangkannya menjadi ide propaganda dokumenter sebagai mitos. Tampaknya, dengan dukungan penuh dari Hitler, Goebbels, dan pemerintah, serta sokongan dana dari  berbagai agen pemerintah, Riefenstahl mempekerjakan sekitar 120 kru film dan lebih dari 30 kamera selama pengambilan dan pembuatan filmnya. Kru sebanyak itu  sengaja diadakan untuk menunjang film tersebut dan sengaja membuat sebuah panggung artifisial yang megah. Hal ini langsung mematahkan pernyataan Riefenstahl yang mengatakan bahwa Triumph of the Will adalah cinéma vérité, karena seperti yang ditunjukkan oleh Susan Sontag bahwa ‘dokumen (gambaran) dalam Triumph of the Will, bukan semata-mata rekaman realitas, melainkan ‘realitas’ yang dibangun untuk melengkapi sebuah gambaran yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan ‘mitos’ dokumenter ini berkaitan dengan segi estetik fasis yang ditekankan Sontag dalam evaluasinya tentang Riefenstahl. Sontag mengatakan bahwa rapat akbar ‘ritual’ Nuremberg digambarkan dengan ‘dominasi’ dan ‘perbudakan’, dan hal ini secara simbolis tercermin dalam kumpulan segerombolan orang secara besar-besaran; perubahan orang menjadi sesuatu; pelipatgandaan sesuatu dan semuanya  mengelilingi tokoh pemimpin atau pasukan yang sangat kuat dan berpengaruh. Dramaturgi fasis berpusat pada pertukaran eforia antara kekuatan besar dengan boneka-bonekanya. Koreografinya berubah silih berganti antara gerak tiada henti dan pose beku, statis dan kaku. Seni fasis memuja penyerahan, memuliakan kebodohan; mengagungkan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. DARI BIAS DOKUMENTER HINGGA DIRECT-CINEMA DAN CINEMA-VERITE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1936-37,  Pare Lorentz satu lagi tokoh dalam pembuatan film non-fiksi Amerika, membuat dua film penting,The Plow that Broke the Plains (1936) dan The River (1937). Kedua-duanya disponsori oleh pemerintah dan berusaha mendukung ‘impian Amerika’. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The River adalah dokumenter berdurasi 30 menit yang dibuat dengan film 16 mm, berisi pengalaman sebuah keluarga yang dilanda kemiskinan. Dalam film itu, diberi kesan bahwa mereka ‘berpakaian tidak layak’, ‘tinggal di tempat yang tidak layak’, ‘tidak cukup makan’ dan ‘menggantungkan diri pada hasil panen’. Film itu berusaha membuktikan bahwa campur tangan pemerintah telah memperbaiki daerah tersebut, melalui  Kebijakan “New Deal-nya“ Roosevelt (Proyek The Tennesse Valley Authority dan The Farm Security Administration pada tahun 1933). Tujuannya adalah agar mendapat dukungan penonton kelas menengah Barat dalam meneruskan pendanaan reformasi negara di Mississippi Valley.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patut diperhatikan bahwa keluarga yang difokuskan dalam film tersebut berkulit putih, padahal kemungkinan besarnya yang bekerja di daerah tersebut adalah keluarga berkulit hitam. Disini jelas bahwa Lorentz menggunakan filmnya untuk menarik elit kekuasaan, pembuat undang-undang dan pemilih berkulit putih untuk menjamin perubahan. Singkatnya, film tersebut bukan untuk penonton berkulit hitam, walaupun, dalam kenyataan situasi tersebut lebih berdampak pada banyak keluarga berkulit hitam.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film dokumenter di sini digunakan sebagai alat spesifik dalam proses komunikasi antara pemerintah dan penduduknya. Dalam tradisi dokumenter Amerika, dasar pemikiran inilah yang lebih dari 30 tahun kemudian ingin diubah oleh para pembuat film Amerika. Pembuat film sayap kiri baru ingin ikut serta dalam proses komunikasi antara pemerintah dan rakyatnya dengan mengungkapkan bagaimana pemerintah membangun institusi yang menekan dan seenaknya mengatasnamakan rakyat atas nama demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robert Drew adalah salah seorang pionirnya,  bersama dengan  para sutradara utama direct-cinema, Richard Leacock, Donn Pennebaker, serta Albert dan David Maysles merintis sebuah perlawanan terhadap model-model dokumenter pesanan dan sangat dikonstruksi itu.  Primary (1960), film yang mengabadikan Hubert Humphrey dan John F. Kennedy dalam urutan kampanye partai demokrat pada pemilihan awal di Winsconsin, dan mencoba untuk melihat prosesnya melalui mata para kandidat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan kamera jinjing, film tersebut mengangkat pengalaman para kandidat dan terbukti sangat terbuka dalam fokusnya mengenai kemeriahan acara tersebut. Direct-cinema sepertinya merekam ‘keaktualitasan’ dengan cara yang dapat mencapai kebenaran dan ketepatan sejarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat meninggalkan Drew Associates, Pennebaker mengejar ketertarikannya pada kebudayaan populer pada masa itu. Ia membuat Don’t Look Back (1966), sebuah film mengenai tur Bob Dylan di Inggris pada tahun 1965, dan Monterey Pop, menyajikan penampilan The Who, Simon &amp; Garfunkel, dan Jimi Hendrix. Pennebaker, seperti rekannya Leacock, tampaknya memiliki ketertarikan terhadap musik sebagai barometer tingkah laku populer dan energi komunal. Pennebaker memadang filmnya kurang politis dibandingkan rekan-rekan direct-cinema-nya. Menurutnya: ‘Film-film saya bukan film dokumenter. Film tersebut tidak dimaksudkan untuk menjadi film dokumenter, tapi merupakan rekaman kejadian tertentu saja. Sedangkan dokumenter menurutnya  film untuk tujuan eksplorasi, investigasi dan analisa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian lahir Woodstock (1970) karya Mike Wadleigh dan Gimme Shelter (1970), yang dibuat oleh Maysles bersaudara. Bila Woodstock, rekaman mengenai festival musik rock paling terkenal sepanjang waktu, merupakan perayaan nilai spiritual dari perdamaian, cinta, komunitas dan penggunaan narkotika sebagai pemicu kreatifitas, lalu Gimme Shelter, rekaman mengenai tur keliling Amerikanya the Rolling Stones, menyajikan pembunuhan yang terjadi pada konser band tersebut di Altamont, ditertibkan oleh Hell’s Angels, memberi kesan bahwa era tersebut telah berakhir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maysles bersaudara banyak membuat dokumenter mengenai tokoh-tokoh budaya populer, contohnya, The Beatles dalam What’s Happening! The Beatles in the USA (1964), Marlon Brando dalam Meet Marlon Brando (1965), Mohammed Ali dan Larry Holmes dalam Mohammed and Larry (1980) dan Christo, seniman dengan visi, yang membungkus kawasan terkenal seperti pulau, lembah dan jembatan dengan kain sutera, dalam Christo’s Valley Curtain (1974), Running Fence (1976) dan Islands (1986). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun demikian, salah satu film yang paling penting adalah Salesman (1969), yang mengabadikan empat anggota perusahaan kitab Injil kelas menengah Amerika dalam usaha mereka untuk menjual kitab Injil. Kitab Injil, tentunya, adalah lebih dari sekedar ‘buku suci’, lebih dari sekedar ‘sebuah komoditas’, maka yang akhirnya terjadi adalah ketegangan antara nilai-nilai komersial dan spiritual. Untuk membeli atau menjual kitab Injil penting bagi kita untuk menunjukkan ‘kepercayaan’ kita, dan Paul Brennan, sang tokoh antagonis dijadikan fokus dari film tersebut, dengan jelas memperlihatkan sebuah krisis diri dalam mengerjakan pekerjaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Relativitas sebuah film dokumenter sekali lagi dipertanyakan – sebuah relativitas yang tidak pernah disangkal oleh salah satu pendukungnya dari Amerika yang hebat, Frederick Wiseman. Saya rasa obyektifitas/subyektifitas adalah omong kosong. Saya tidak mengerti bagaimana sebuah film bisa tidak subyektif. Wiseman menghindari gaya pendekatan dokumenter yang mengutamakan tokoh atau kejadian dalam budaya populer. Ia lebih tertarik dengan gaya pembuatan film tertentu yang mengikutsertakan penonton dengan kehidupan sehari-hari institusi Amerika yang familiar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiseman ingin mengetengahkan institusi ini karena institusi tersebut berfungsi sebagai bagian dari struktur dasar masyarakat demokratis, namun begitu menyatunya institusi itu di dalam masyarakat sehingga aktifitas mereka luput dari perhatian dan tidak pernah dipertanyakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara tidak memfokuskan pada cerita individu, Wiseman meciptakan berbagai kejadian ‘mosaic’, interaksi dan proses bekerja, mengungkapkan bentuk-bentuk tingkah laku, yang pada akhirnya merefleksikan moral institusi tersebut dan nilai-nilai sosial masyarakat.  Agar penonton dapat mengenal dan mengartikan materi yang ditayangkan, penting bahwa mereka tidak ‘pasif’ tapi secara aktif terikat dalam merasakan dunia yang mereka sedang hadapi. Akibatnya, Wiseman tidak menggunakan dubbing atau musik untuk memandu agar penonton mengerti film itu. &lt;br /&gt;Walaupun Wiseman ingin penonton membuat keputusan sendiri, ia juga ingin mereka membuat lompatan imajinatif untuk mengerti bahwa institusi apa pun adalah model dari masyarakat, dan aktifitasnya merupakan simbol dan metafora untuk tema-tema yang lebih besar mengenai kekuatan dan kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiseman sudah membuat banyak film. Beberapa karyanya yang paling penting termasuk Titicut Follies (1967), High School (1968), Basic Training (1971), Model (1980), dan Central Park (1989). Titicut Follies, yang merupakan film pertama Wiseman, mungkin tetap merupakan karyanya yang paling kontroversial. Film ini menceritakan tentang orang-orang gila yang bertindak kriminal di Rumah Sakit Bridgewater di Massachusetts. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul film ini berasal dari sandiwara tahunan yang ditampilkan oleh para pegawai dan pasien, yang menceritakan perilaku tidak berperikemanusiaan, langkah-langkah yang diambil pihak berwajib, dan kurangnya perawatan yang baik bagi pasien-pasien dengan gangguan serius. Hal ini merupakan contoh pertama dari salah satu tema utama Wiseman, yaitu usaha oleh individual manapun untuk mempertahankan sisi kemanusiaan  mereka, sementara hal tersebut  jelas-jelas bertentangan dengan peraturan-peraturan kelembagaan yang mempunyai akibat-akibat tidak manusiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;High School adalah film mengenai SMU NorthEast di Philadelphia, dan menceritakan tema yang sama dalam bentuk berbeda dengan menunjukkan bagaimana murid-murid di sekolah tersebut dipaksa untuk menuruti peraturan sekolah yang keras. Bagi pihak sekolah, kepatuhan mutlak tanpa alasan adalah kemestian.  Sebuah cermin dari kepatuhan mutlak yang juga berlaku dalam masyarakat secara keseluruhan. Film ini berakhir dengan adegan ketika Dr. Haller, sang kepala sekolah, membaca surat dari mantan murid sekolah itu, Bob Walter, yang meminta agar uang asuransi GI-nya diberikan kepada sekolah tersebut apabila ia terbunuh di Vietnam. Dalam surat itu, ia berkata ‘Saya cuma tubuh yang melakukan pekerjaan’. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Dokumenter Radikal ke Televisi, Perbedaan dan Bentuk Popular&lt;br /&gt;Sekolah direct-cinema di Amerika sebenarnya ditentang oleh pembuat film bernama Emile de Antonio, yang merasa bahwa ambisi dari pembuatan film semacam itu – naïf dan tidak bisa dicapai. Film De Antonio diilhami oleh politik Marxis dan kritik intelektual yang pedas dari kemunafikan lembaga Amerika. Artinya, ia diawasi oleh J. Edgar Hoover, FBI dan CIA sepanjang karirnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film-filmnya sebagian besar dikumpulkan dari potongan gambar yang ditemukan dan diambil dari banyak sumber, terutama dari banyak film yang tidak digunakan di jaringan liputan berita. Ia dengan sengaja membuat film yang menciptakan pandangan alternatif mengenai budaya Amerika seperti telah diketengahkan melalui televisi dan agen-agen pemerintah. Film-film tersebut termasuk Point of Order (1963), yang menunjukkan kejatuhan Senator McCarthy di acara dengar pendapat Senat Militer pada tahun 1954; Rush to Judgement (1967), yang merupakan dokumenter besar pertama untuk menantang penemuan Komisi Warren mengenai pembunuhan John F. Kennedy pada tahun 1963; In the Year of the Pig (1969), pandangan keras Amerika yang terjadi di Perang Vietnam; dan Milhouse: A Whitehouse Comedy (1972), gambaran satiris dari Richard Nixon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;De Antonio merasa  bahwa karyanya sangat berlawanan dengan laporan berita yang biasa-biasa saja dan banyak disensor yang ditampilkan di jaringan televisi utama. Dalam pandangannya, berita-berita tersebut telah menyensor kenyataan. Ia juga mengutuk  komersialisasi  dari program berita Amerika sebagai mengecilkan arti kengerian perang dan menuntun penonton menjadi kurang sensitif terhadap rasa sakit dan duka cita. De Antonio pada dasarnya percaya bahwa televisi sebagai media sudah disalahgunakan, membosankan dan secara ideologi tidak lagi efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam banyak hal, kenyataan ini telah mempengaruhi dan menganggu para pembuat dokumenter untuk mensahkan kembali bentuk dokumenter. Hal ini telah menuntun beberapa dokumentaris untuk menggunakan media televisi dengan cerita narasi yang lebih radikal, atau untuk dengan  membuat pendekatan-pendekatan mereka lebih berbeda dan eksperimental. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, telah terjadi perkembangan ke bentuk yang lebih populis,  yakni dengan bentuk hibrida antara dokumenter dengan opera sabun, drama fiksi dan rekonstruksi berita. Lebih lanjut, dengan mulai adanya teknologi camcoder yang terjangkau, kaum amatir telah menggunakannya dalam film Video Diaries dan untuk tujuan hiburan, seperti acara yang dibuat sebagai variasi Candid Camera. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Televisilah yang memainkan peranan penting dalam menyerap bentuk dokumenter di tahun 1970-an dan 1980-an. Keanekaragaman bentuk membuat pembuat-pembuat film dari kelompok-kelompok yang pada awalnya minoritas telah mengambil kesempatan untuk tampil lebih istimewa, dengan  suara-suara khusus dan tujuan-tujuan tertentu. Hal ini penting bagi keberadaan dokumenter sebagai alat sosial yang penting untuk kelanjutan prinsip-prinsip demokratis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film-film non-fiksi penting mengenai feminisme telah muncul sehingga langsung menantang dominasi laki-laki dalam dokumenter. Film-film dengan tema tersebut antara lain Three Lives (1971) karya Kate Millet, Woman to Woman (1975) karya Donna Deitch, The Life and Times of Rosie the Riveter (1980) karya Connie Field, dan Daughter Rite (1978) karya Michelle Citron. Film-film ini menginginkan kembalinya ‘bahasa film’ dan menunjukkan sejarah dari problem-problem perempuan dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serupa dengan itu, para pembuat film lesbian dan gay menemukan alat bicara di dalam dokumenter,  contohnya dalam Before Stonewall: The Making of a Gay and Lesbian Community (1984) oleh Greta Schiller, John Scagliotti dan Robert Rosenberg, dan yang paling menyentuh adalah The Times of Harvey Milk (1984) karya Robert Epstein, mengenai pembunuhan Harvey Milk, seorang pejabat dan aktivis hak-hak kaum gay dan lesbian di San Fransisco.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, pembuat film dari kalangan orang kulit hitam telah menggunakan dokumenter untuk mengambil kembali sejarah dan identitas, khususnya mungkin ada di film Eyes on the Prize (1989) karya Henry Hampton, dan dalam konteks Inggris, Handsworth Songs (1986) karya John Akomfrah. Kelompok-kelompok yang ditekan atau tidak terwakilkan telah dapat membicarakan ‘kebenaran’ mereka, menunjukkan ‘fakta’ mereka dan menggambarkan ‘keaslian’ mereka, dan dalam hal ini fleksibilitas  dokumenter telah membantu mereka dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era 1990-an, lebih banyak lagi bentuk dokumenter yang dibuat agak murah dengan teknilogi digital baru, memenuhi jadwal televisi, dan berbicara kepada dengan penonton di seluruh dunia untuk mengambil aspek lain dari diri mereka sendiri dan dunia tempat mereka tinggal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek besar dari Era Informasi dalam memperbaiki komunikasi dan menyediakan lebih banyak waktu, tetapi belum berhasil membuat manusia dapat berkomunikasi lebih efektifl. Oleh sebab itu dokumeter sangat berharga  dalam usahanya untuk mengevaluasi secara kritis kemajuan masyarakat yang seharusnya terjadi, dan implikasi nyata dari sejarah kebudayaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh karya-karya penting lainnya adalah Shoah (1986) karya Claude Lanzmann, epic 9 jam mengenai wawancara dengan orang-orang yang selamat dari bencana; The Thin Blue Line (1988) karya Errol Morris, sebuah studi mengenai kasus pembunuhan pinggir jalan, dan Randall Adams, orang yang dipenjara karena diduga melakukan kejahatan tersebut, terbukti tidak bersalah; dan Roger and Me (1990) karya Michael Moore, sebuah perspektif dari warga yang prihatin mengenai pengkhianatan ekonomi dan sosial oleh General Motors.  Semua berhasil secara internasional dan merupakan sebuah petunjuk bahwa bentuk dokumenter tetap kuat di era kontemporer. Belum lagi nama-nama seperti seperti Nick Broomfield, Molly Dineed, Clive Gordon, Robert Gardner dan Trinh T. Minh-ha yang cukup berhasil dengan film-filmnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bill Nichols, Introduction to Documentary, Indiana University Press, 2001&lt;br /&gt;________, Representing Reality, Indiana University Press, 1991&lt;br /&gt;Alan Rosenthal, Writing, Directing and Producing Documentary Films and Video, Southern Illinois University Press, 1990&lt;br /&gt;Michael Rabiger, Directing The Documentary, Focal Press, 1992&lt;br /&gt;Sharon R. Sherman, Documenting Ourselves, The University Press Of Kentucky, 1998&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-7241200516714369099?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/7241200516714369099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=7241200516714369099' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/7241200516714369099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/7241200516714369099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2009/03/apa-itu-dokumenter.html' title='Apa Itu Dokumenter?'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-4428700055672838760</id><published>2009-01-28T22:31:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T22:34:00.754-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sinematografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film Making'/><title type='text'>Metode Analisis Film menggunakan Teori Strukturalis</title><content type='html'>Penulis: Milhan Santoso&lt;br /&gt;Sumber : http://milhan16.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Historical Overview Structuralism (menyingkap struktur berbagai aspek pemikiran, ungkapan dan tingkah laku)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal ini kelompok kami ingin memaparkan terlebih dahulu bagaimana suatu kajian kualitatif terhadap film ini muncul dan berbagai teori-teori yang terkait dengan sejarah dan teori analisis dilm itu sendiri. Jadi kemunculan awal suatu kajian strukturalis terhadap film diawali bukan terhadap analisis film tetapi film adalah suatu bentuk yang dikemas dari berbagai unsur seperti bahasa dan cara pengmabilan gambar. Teori strukturalis diawali oleh kajian terhadap ilmu bahasa, yang muncul pada zaman pertengahan di Eropa dengan nama gerakan kritis (abad 20 pertengahan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang didasarkan pada teori-teori ilmu bahasa adalah suatu sistim yang disatukan dari tanda-tanda. Jadi mereka berusaha untuk melihat bagaimana suatu sistem bahasa ini terbentuk yang dimunculkan dengan tanda-tanda yang bersatu. Gebrakan ilmu ini terlihat jelas ketika seorang tokoh bernama Levi-Strauss yang memaparkan bagaimana tanda-tanda dari suatu sistem bahasa yang dibahas secara budaya. Kultur-kultur, seperti bahasa-bahasa, dapat dipandang sebagai sistem dari tanda-tanda &amp;yang diteliti dalam kaitan dengan menggunakan istilah hubungan-hubungan yang struktural antar unsur-unsur mereka. Muncullah gerakan Central binary oppositions yang mengungkapkan tentang logika yang tak sadar atau “tatabahasa” dari suatu sistim pandang teks-teks sebagai sistem dari tanda-tanda yang saling berhubungan dan mencari untuk membuat logika eksplisit mereka yang yang tersembunyi dengan tokoh-tokohnya: Foucault, Lacan, Barthes dengan bidang-bidang dari studi: semiotik &amp; narratology. Dari kemajuan bidang analisis tata bahasa inilah suatu kajian terhadap film mulai berkembang dengan menggunakan analisi semiotik yaitu tanda-tanda yang digunakan atau analisis secara narratology, mengungkap makna narasi di balik teks dan percakapan suatu pertunjukan yang lebih sering silakukan pada suatu teater.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan suatu narrative dan semiotik analisi mabawa hawa segar di dalam dunia ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan mengangkat suatu cara berpikir, suatu cara pengawasandian dan mengerti, di dalam film dan teater .Suatu cara melakukan (gerakan seni di dalam yang terlambat; almarhum enam puluh bahwa menemukan suatu rumah terutama di dalam teater &amp;film) .Berbagai hal harus dilihat pada konteks dari struktur-struktur yang lebih besar bahwa mereka menjadi bagian.Arti tidak dimasukkan oleh berbagai hal tetapi diberikan kepada mereka melalui struktur-struktur yang membentuk konteks-konteks mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini Adalah STRUKTUR-STRUKTUR yang MENCIPTAKAN Arti Dari BERBAGAI HAL (bahwa berbagai hal ini mempunyai maksud(arti sendiri di luar konteks-konteks dari mereka maksud(arti)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana film-film menyampaikan maksud(arti melalui pemakaian mengkode dan konvensi-konvensi bukan berbeda kepada jalan bahasa-bahasa digunakan untuk membangun arti komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Christian Metz (Cine-Semiology)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Christian Meltz merupakan tokoh di bidang Semiotic Cinema di mana ia memunculkan bebrapa bahasan mengenai pola pengambilan gambar dan makan di balik pengambilan gambar tersebut. Ia mengungkapkan bahwa cinema bukan suatu sistim bahasa tetapi itu adalah suatu bahasa (suatu tanda yang termotivasi) .Bidikan camera/cinematic seperti kata selagi urutan seperti kalimat .Jadi bidikan kamera itu bila dirututkan menjadi satu akan sama seperti kata-kata yang disusun hingga menjadi suatu kalimat. Ia banyak menjelaskan mengenai shot atau yang kita kenal di Indonesia adalah take gambar untuk film. Shot bersifat tanpa batas dalam jumlah .Shot adalah ciptaan-ciptaan pembuat film .Satu shot banyak sekali dari informasi. Shot itu adalah satu unit yang actualised (hasilkan satu penyajian yang tepat tentangnya makna termaksud) .Shot, tidak seperti kata-kata, jangan mendapatkan maksud yang dapat dibandingkan satu dengan lain.Memilih film dan kombinasikan gambaran-gambaran dan bunyi-bunyi untuk membentuk syntagmas kategori-kategori Syntagmatic untuk film yang naratif (delapan sintagma-sintagma kunci filmic berdasar pada jalan,cara ruang(spasi pemesanan naratif &amp;waktu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis Pengambilan Gambar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.The autonomous shot (e.g. establishing shot, insert)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.The parallel syntagm (montage of motifs)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.The bracketing syntagm (montage of brief shots)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.The descriptive syntagm (sequence describing one moment)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.The alternating syntagm (two sequences alternating)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.The scene (shots implying temporal continuity)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.The episodic sequence (organised discontinuity of shots)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.The ordinary sequence (temporal with some compression)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elemen-Elemen Dasar Semiotika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Komponen tanda (penanda dan petanda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Aksis tanda (paradigma dan sintagma)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Tingkatan tanda (denotasi dan konotasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Relasi antar tanda (metafora dan metonimi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui keempat hal dia atas kita dapat memaknakan suatu tanda-tanda yang ada di dalam suatu film, seperti contohnya film Devil Wears Prada di sana sang sutradara menampilkan sesosok bos yang memiliki kelakuan seperti setan. Untuk memperkuat nilai bagaimana perilaku dari sang bos yang begitu sadis terhadap bawahannya, ia menggunakan tanda sepatu warna merah yang dipakai oleh bos tersbut juga di dalam promosi fil yang menurut budaya Amerika warna merah dan merupakan lambang setan, di sana bila mera menggambarkans etan sering menggunakan warna merah. Dengan melihat elemen-elemen dasar ini kita dapat mebelah-belah film menjadi komponen kecil untuk melihat makna dari film itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 spesifikasi dalam film :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Setting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Nama lokasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Kondisi pencahayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Tipe pengambilan gambar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe pengambilan gambar konvensional :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Jarak kamera ke objek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Ukuran objek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Jenis pengambilan gambar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Extreme close up à Spesifik; mata, mulut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Close up, close shot à Gambar Wajah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Big close up à bagian atas alis hingga dagu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Medium close up à pusar ke atas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Full shot à seluruh badan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Medium full shot à ¾ objek : lutut ke atas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Long shot à diambil penuh, diberi sedikit space kosong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara yang mewakili adegan yang berlangsung:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Diegetic sound : berasal dari sumber saat adengan berlangsung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Non diegetic sound : tidak berasal dari sumber saat adengan berlangsung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Bleed over : suara yang muncul saat adegan berikutnya atau sebelumnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Voice over : dari narator, tidak menggerakkan bibir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Off screen diegetic : suara dari lokasi adegan namun tidak tampak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Filter slight : adegan percakapan telpon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Narration dibagi menjadi 2, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Off screen narrator à tidak terlihat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· On secreen narrator à narrator terlibat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibagi lagi menjadi 2 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· In a homodiegetic narrative à ikut main&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· In a heterodiegetic narrative à tidak ikut main / bukan tokoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Focalization à cara untuk mempresentasikan informasi dari sudur pandang seseorang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goof à kesalahan produksi, mengganggu, menghalangi efek melihat yang sebenarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode analisis film :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Basic approach à menonton kemudian menganalisis film tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Metode analisis semiotic à mempelajari system, aturan, tanda – tanda, dan konvensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Double viewing technique à menonton 2 kali yang lebih terfokus pada “how and why”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-4428700055672838760?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/4428700055672838760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=4428700055672838760' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/4428700055672838760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/4428700055672838760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2009/01/metode-analisis-film-menggunakan-teori.html' title='Metode Analisis Film menggunakan Teori Strukturalis'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-6461252464292160400</id><published>2009-01-26T19:56:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T20:11:06.877-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komunikasi Kelompok'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Komunikasi'/><title type='text'>Komunikasi Kelompok</title><content type='html'>Sumber : http://adiprakosa.blogspot.com&lt;br /&gt;PENGERTIAN KOMUNIKASI KELOMPOK &lt;br /&gt;Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok “kecil” seperti dalam rapat, pertemuan, konperensi dan sebagainya (Anwar Arifin, 1984). Michael Burgoon (dalam Wiryanto, 2005) mendefinisikan komunikasi kelompok sebagai interaksi secara tatap muka antara tiga orang atau lebih, dengan tujuan yang telah diketahui, seperti berbagi informasi, menjaga diri, pemecahan masalah, yang mana anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota-anggota yang lain secara tepat. Kedua definisi komunikasi kelompok di atas mempunyai kesamaan, yakni adanya komunikasi tatap muka, dan memiliki susunan rencana kerja tertentu umtuk mencapai tujuan kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut (Deddy Mulyana, 2005). Kelompok ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. Dalam komunikasi kelompok, juga melibatkan komunikasi antarpribadi. Karena itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.&lt;br /&gt;Klasifikasi kelompok dan karakteristik komunikasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah banyak klasifikasi kelompok yang dilahirkan oleh para ilmuwan sosiologi, namun dalam kesempatan ini kita sampaikan hanya tiga klasifikasi kelompok.&lt;br /&gt;• Kelompok primer dan sekunder. &lt;br /&gt;Charles Horton Cooley pada tahun 1909 (dalam Jalaludin Rakhmat, 1994) mengatakan bahwa kelompok primer adalah suatu kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan akrab, personal, dan menyentuh hati dalam asosiasi dan kerja sama. Sedangkan kelompok sekunder adalah kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan tidak akrab, tidak personal, dan tidak menyentuh hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalaludin Rakhmat membedakan kelompok ini berdasarkan karakteristik komunikasinya, sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Kualitas komunikasi pada kelompok primer bersifat dalam dan meluas. Dalam, artinya menembus kepribadian kita yang paling tersembunyi, menyingkap unsur-unsur backstage (perilaku yang kita tampakkan dalam suasana privat saja). Meluas, artinya sedikit sekali kendala yang menentukan rentangan dan cara berkomunikasi. Pada kelompok sekunder komunikasi bersifat dangkal dan terbatas.&lt;br /&gt;2. Komunikasi pada kelompok primer bersifat personal, sedangkan kelompok sekunder nonpersonal.&lt;br /&gt;3. Komunikasi kelompok primer lebih menekankan aspek hubungan daripada aspek isi, sedangkan kelompok primer adalah sebaliknya.&lt;br /&gt;4. Komunikasi kelompok primer cenderung ekspresif, sedangkan kelompok sekunder instrumental.&lt;br /&gt;5. Komunikasi kelompok primer cenderung informal, sedangkan kelompok sekunder formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kelompok keanggotaan dan kelompok rujukan.&lt;br /&gt;Theodore Newcomb (1930) melahirkan istilah kelompok keanggotaan (membership group) dan kelompok rujukan (reference group). Kelompok keanggotaan adalah kelompok yang anggota-anggotanya secara administratif dan fisik menjadi anggota kelompok itu. Sedangkan kelompok rujukan adalah kelompok yang digunakan sebagai alat ukur (standard) untuk menilai diri sendiri atau untuk membentuk sikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut teori, kelompok rujukan mempunyai tiga fungsi: fungsi komparatif, fungsi normatif, dan fungsi perspektif. Saya menjadikan Islam sebagai kelompok rujukan saya, untuk mengukur dan menilai keadaan dan status saya sekarang (fungsi komparatif. Islam juga memberikan kepada saya norma-norma dan sejumlah sikap yang harus saya miliki-kerangka rujukan untuk membimbing perilaku saya, sekaligus menunjukkan apa yang harus saya capai (fungsi normatif). Selain itu, Islam juga memberikan kepada saya cara memandang dunia ini-cara mendefinisikan situasi, mengorganisasikan pengalaman, dan memberikan makna pada berbagai objek, peristiwa, dan orang yang saya temui (fungsi perspektif). Namun Islam bukan satu-satunya kelompok rujukan saya. Dalam bidang ilmu, Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) adalah kelompok rujukan saya, di samping menjadi kelompok keanggotaan saya. Apapun kelompok rujukan itu, perilaku saya sangat dipengaruhi, termasuk perilaku saya dalam berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kelompok deskriptif dan kelompok preskriptif&lt;br /&gt;John F. Cragan dan David W. Wright (1980) membagi kelompok menjadi dua: deskriptif dan peskriptif. Kategori deskriptif menunjukkan klasifikasi kelompok dengan melihat proses pembentukannya secara alamiah. Berdasarkan tujuan, ukuran, dan pola komunikasi, kelompok deskriptif dibedakan menjadi tiga: a. kelompok tugas; b. kelompok pertemuan; dan c. kelompok penyadar. Kelompok tugas bertujuan memecahkan masalah, misalnya transplantasi jantung, atau merancang kampanye politik. Kelompok pertemuan adalah kelompok orang yang menjadikan diri mereka sebagai acara pokok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui diskusi, setiap anggota berusaha belajar lebih banyak tentang dirinya. Kelompok terapi di rumah sakit jiwa adalah contoh kelompok pertemuan. Kelompok penyadar mempunyai tugas utama menciptakan identitas sosial politik yang baru. Kelompok revolusioner radikal; (di AS) pada tahun 1960-an menggunakan proses ini dengan cukup banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok preskriptif, mengacu pada langkah-langkah yang harus ditempuh anggota kelompok dalam mencapai tujuan kelompok. Cragan dan Wright mengkategorikan enam format kelompok preskriptif, yaitu: diskusi meja bundar, simposium, diskusi panel, forum, kolokium, dan prosedur parlementer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh kelompok pada perilaku komunikasi&lt;br /&gt;• Konformitas.&lt;br /&gt;Konformitas adalah perubahan perilaku atau kepercayaan menuju (norma) kelompok sebagai akibat tekanan kelompok-yang real atau dibayangkan. Bila sejumlah orang dalam kelompok mengatakan atau melakukan sesuatu, ada kecenderungan para anggota untuk mengatakan dan melakukan hal yang sama. Jadi, kalau anda merencanakan untuk menjadi ketua kelompok,aturlah rekan-rekan anda untuk menyebar dalam kelompok. Ketika anda meminta persetujuan anggota, usahakan rekan-rekan anda secara persetujuan mereka. Tumbuhkan seakan-akan seluruh anggota kelompok sudah setuju. Besar kemungkinan anggota-anggota berikutnya untuk setuju juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Fasilitasi sosial.&lt;br /&gt;Fasilitasi (dari kata Prancis facile, artinya mudah) menunjukkan kelancaran atau peningkatan kualitas kerja karena ditonton kelompok. Kelompok mempengaruhi pekerjaan sehingga menjadi lebih mudah. Robert Zajonz (1965) menjelaskan bahwa kehadiran orang lain-dianggap-menimbulkan efek pembangkit energi pada perilaku individu. Efek ini terjadi pada berbagai situasi sosial, bukan hanya didepan orang yang menggairahkan kita. Energi yang meningkat akan mempertingi kemungkinan dikeluarkannya respon yang dominan. Respon dominan adalah perilaku yang kita kuasai. Bila respon yang dominan itu adalah yang benar, terjadi peningkatan prestasi. Bila respon dominan itu adalah yang salah, terjadi penurunan prestasi. Untuk pekerjaan yang mudah, respon yang dominan adalah respon yang banar; karena itu, peneliti-peneliti melihat melihat kelompok mempertinggi kualitas kerja individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Polarisasi.&lt;br /&gt;Polarisasi adalah kecenderungan ke arah posisi yang ekstrem. Bila sebelum diskusi kelompok para anggota mempunyai sikap agak mendukung tindakan tertentu, setelah diskusi mereka akan lebih kuat lagi mendukung tindakan itu. Sebaliknya, bila sebelum diskusi para anggota kelompok agak menentang tindakan tertentu, setelah diskusi mereka akan menentang lebih keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor yang mempengaruhi keefektifan kelompok&lt;br /&gt;Anggota-anggota kelompok bekerja sama untuk mencapai dua tujuan: a. melaksanakan tugas kelompok, dan b. memelihara moral anggota-anggotanya. Tujuan pertama diukur dari hasil kerja kelompok-disebut prestasi (performance) tujuan kedua diketahui dari tingkat kepuasan (satisfacation). Jadi, bila kelompok dimaksudkan untuk saling berbagi informasi (misalnya kelompok belajar), maka keefektifannya dapat dilihat dari beberapa banyak informasi yang diperoleh anggota kelompok dan sejauh mana anggota dapat memuaskan kebutuhannya dalam kegiatan kelompok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu faktor-faktor keefektifan kelompok dapat dilacak pada karakteristik kelompok, yaitu:&lt;br /&gt;1. ukuran kelompok.&lt;br /&gt;2. jaringan komunikasi.&lt;br /&gt;3. kohesi kelompok.&lt;br /&gt;4. kepemimpinan (Jalaluddin Rakhmat, 1994).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar pustaka&lt;br /&gt;Anwar Arifin, 1984, Strategi Komunikasi: Suatu Pengantar Ringkas, Bandung: Armico&lt;br /&gt;Deddy Mulyana, 2005, Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar, Bandung: Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;Jalaludin Rakhmat, 1994, Psikologi Komunikasi, Bandung: Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;Littlejohn, 1999, Theories of Human Communication, Belmont, California: Wadsworth Publishing Company.&lt;br /&gt;Wiryanto, 2005, Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://massofa.wordpress.com&lt;br /&gt;SISTEM KOMUNIKASI KELOMPOK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi Kelompok dan Pengaruh Kelompok pada Perilaku Komunikasi &lt;br /&gt;Kelompok dapat diklasifikasikan dalam empat dikotomi, yaitu: primer, sekunder, ingroup-outgroup rujukan-keanggotaan, dan deskriptif-prespektif. Kelompok mempengaruhi perilaku komunikasi dalam 3 hal, yaitu: konformitas, fasilitas sosial, dan polarisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian menunjukkan bahwa kelompok berkembang melalui beberapa tahap. Tahap-tahap tersebut adalah: orientasi, konflik, kemunculan (emergence), dan penguatan (reinforcement). Adanya kelompok juga menyebabkan terbentuknya budaya kelompok. Budaya kelompok ini berfungsi untuk: (1) membentuk identitas kelompok, dan (2) memberikan rasa kebersamaan dalam kelompok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian menunjukkan bahwa kelompok berkembang melalui beberapa tahap. Tahap-tahap tersebut adalah: orientasi, konflik, kemunculan (emergence), dan penguatan (reinforcement). Adanya kelompok juga menyebabkan terbentuknya budaya kelompok. Budaya kelompok ini berfungsi untuk: (1) membentuk identitas kelompok, dan (2) memberikan rasa kebersamaan dalam kelompok &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efektivitas, Pengambilan Keputusan dan Konflik dalam Kelompok &lt;br /&gt;Efektivitas kelompok dipengaruhi oleh dua factor, yaitu: factor situasional (karateristik kelompok dan factor personal (karateristik para anggota kelompok). &lt;br /&gt;Faktor situasional meliputi: &lt;br /&gt;a. ukuran kelompok, &lt;br /&gt;b. jaringan komunikasi, &lt;br /&gt;c. kohesi kelompok, &lt;br /&gt;d. dan kepemimpinan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan factor personal meliputi: &lt;br /&gt;a. kebutuhan interpersonal, &lt;br /&gt;b. tindak komunikasi, &lt;br /&gt;c. peranan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas penting lainnya di dalam kelompok adalah pengambilan keputusan. Pengambilan dapat dilakukan dengan cara: consensus, kompromi, pengambilan suara mayoritas, keputusan oleh pemimpin, dan orbitrasi. &lt;br /&gt;Konflik dalam kelompok tidak dapat dihindari. Ada dua dimensi penting dalam konflik, yaitu: ketegasan dan kerja sama. Jika dikombinasikan maka kedua dimensi tersebut menghasilkan lima gaya sikap.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sumber : http://kuliah.dagdigdug.com&lt;br /&gt;PRINSIP DASAR KOMUNIKASI DALAM KELOMPOK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana telah diuraikan pada bagian pendahuluan, bahwa kelompok merupakan bagian yang tidak dapat dilepaskan dari aktivitas kita sehari-hari. Kelompok baik yang bersifat primer maupun sekunder, merupakan wahana bagi setiap orang untuk dapat mewujudkan harapan dan keinginannya berbagi informasi dalam hamper semua aspek kehidupan. Ia bias merupakan media untuk mengungkapkan persoalan-persoalan pribadi (keluarga sebagai kelompok primer), ia dapat merupakan sarana meningkatkan pengethuan para anggotanya (kelompok belajar) dan ia bias pula merupakan alat untuk memecahkan persoalan bersama yang dihadapi seluruh anggota (kelompok pemecahan manaslah). Jadi, banyak manfaat yang dapat kita petik bila kita ikut terlibat dalam seuatu kelompok yang sesuai dengan rasa ketertarikan (interest) kita. Orang yang memisahkan atau mengisolasi dirinya dengan orang lain adalah orang yang penyendiri, orang yang benci kepada orang lain (misanthrope) atau dapat dikatakan sebagai orang yang antisocial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasan dalam modul ini mencakup tiga hal, yaitu pengertian mngenai kemonikasi kelompok, karakteristik dari komunikasi kelompok dan kajian tentang fungsi dari komunikasi kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Komunikasi Kelompok&lt;br /&gt;Michael Burgoon dan Michael Ruffner dalam bukunya Human Communiation, A Revisian of Approaching Speech/Comumunication, memberi batasan komunikasi kelompok sebagai interaksi tatap muka dari tiga atau lebih individu guna memperoleh maksud atau tujuan yang dikehendaki seperti berbagai informasi, pemeliharaan diri atau pemecahan masalah sehingga semua anggota kelompok dapat menumbuhkan karateristik pribadi anggota lainnya dengan akurat (the face-to-face interaction of three or more individuals, for a recognized purpose such as information sharing, self-maintenance, or problem solving, such that the members are able to recall personal characteristics of other members accurately).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada empat elemen yang tercakup dalam definisi di atas, yaitu :&lt;br /&gt;1. interaksi tatap muka, jumlah partisipan yang terlibat dalam interaksi, maksud atau tujuan yang dikehendaki dan kemampuan anggota untuk dapat menumbuhkan karakteristik pribadi anggota lainnya. Kita mencoba membahaas keempat elemen dari batasan tersebut dengan lebih rinci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Terminologi tatap muka (face-toface) mengandung makna bahwa setiap anggota kelompok harus dapat melihat dan mendengar anggota lainnya dan juga harus dapat mengatur umpan balik secara verbal maupun nonverbal dari setiap anggotanya. Batasan ini tidak berlaku atau meniadakan kumpulan individu yang sedang melihat proses pembangunan gedung/bangunan baru. Dengan demikian, makna tatap muka tersebut berkait erat dengan adanya interaksi di antara semua anggota kelompok. Jumlah partisipan dalam komunikasi kelompok berkisar antara 3 sampai 20 orang. Pertimbangannya, jika jumlah partisipan melebihi 20 orang, kurang memungkinkan berlangsungnya suatu interaksi di mana setiap anggota kelompok mampu melihat dan mendengar anggota lainnya. Dan karenannya kurang tepat untuk dikatakan sebagai komunikasi kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Maksud atau tujuan yang dikehendaki sebagai elemen ketiga dari definisi di atas, bermakna bahwa maksud atau tujuan tersebut akan memberikan beberapa tipe identitas kelompok. Kalau tujuan kelompok tersebut adalah berbagi informasi, maka komunikasi yang dilakukan dimaksudkan untuk menanamkan pengetahun (to impart knowledge). Sementara kelompok yang memiliki tujuan pemeliharaan diri (self-maintenance), biasanya memusatkan perhatiannya pada anggota kelompok atau struktur dari kelompok itu sendiri. Tindak komunikasi yang dihasilkan adalah kepuasan kebutuhan pribadi, kepuasan kebutuhan kolektif/kelompok bahkan kelangsungan hidup dari kelompok itu sendiri. Dan apabila tujuan kelompok adalah upaya pemecahan masalah, maka kelompok tersebut biasanya melibatkan beberapa tipe pembuatan keputusan untuk mengurangi kesulitan-kesulitan yang dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Elemen terakhir adalah kemampuan anggota kelompok untuk menumbuhkan karateristik personal anggota lainnya secara akurat. Ini mengandung arti bahwa setiap anggota kelompok secara tidak langsung berhubungan dengan satu sama lain dan maksud/tujuan kelompok telah terdefinisikan dengan jelas, di samping itu identifikasi setiap anggota dengan kelompoknya relatif stabil dan permanen.&lt;br /&gt;Batasan lain mengenai komunikasi kelompok dikemukakan oleh Ronald Adler dan George Rodman dalam bukunya Understanding Human Communication. Mereka mengatakan bahwa kelompok atau group merupakan sekumpulan kecil orang yang saling berinteraksi, biasanya tatap muka dalam waktu yang lama guna mencapai tujuan tertentu (a small collection of people who interct with each other, usually face to face, over time order to reach goals).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada empat elemen yang muncul dari definisi yang dikemukakan oleh Adler dan Rodman tersebut, yaitu :&lt;br /&gt;1. elemen pertama adalah interaksi dalam komunikasi kelompok merupakan faktor yang penting, karena melalui interaksi inilah, kita dapat melihat perbedaan antara kelompok dengan istilah yang disebut dengan coact. Coact adalah sekumpulan orang yang secara serentak terkait dalam aktivitas yang sama namun tanpa komunikasi satu sama lain. Misalnya, mahasiswa yang hanya secara pasif mendengarkan suatu perkuliahan, secara teknis belum dapat disebut sebagai kelompok. Mereka dapat dikatakan sebagai kelompok apabila sudah mulai mempertukarkan pesan dengan dosen atau rekan mahasiswa yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. elemen yang kedua adalah waktu. Sekumpulan orang yang berinteraksi untuk jangka waktu yang singkat, tidak dapat digolongkan sebagai kelompok. Kelompok mempersyaratkan interaksi dalam jangka waktu yang panjang, karena dengan interaksi ini akan dimiliki karakteristik atau ciri yang tidak dipunyai oleh kumpulan yang bersifat sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. elemen yang ketiga adalah ukuran atau jumlah partisipan dalam komunikasi kelompk. Tidak ada ukuran yang pasti mengenai jumlah anggota dalam suatu kelompok. Ada yang memberi batas 3-8 orang, 3-15 orang dan 3-20 orang. Untuk mengatasi perbedaan jumlah anggota tersebut, muncul konsep yang dikenal dengan smallness, yaitu kemampuan setiap anggota kelompk untuk dapat mengenal dan memberi reaksi terhadap anggota kelompok lainnya. Dengan smallness ini, kuantitas tidak dipersoalkan sepanjang setiap anggota mampu mengenal dan memberi rekasi pada anggota lain atau setiap anggota mampu melihat dan mendengar anggota yang lain/seperti yang dikemukakan dalam definisi pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. elemen terakhir adalah tujuan yang mengandung pengertian bahwa keanggotaan dalam suatu kelompok akan membantu individu yang menjadi anggota kelompok tersebut dapat mewujudkan satu atau lebih tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik Komunikasi Kelompok&lt;br /&gt;Apapun fungsi yang disandangnya, baik primer maupun sekunder dalam keberadaannya memiliki karakteristik tertentu. Karenanya, memahami karakteristik yang ada merupakan langkah pertama untuk bertindak lebih efektif dalam suatu kelompok di mana kita ikut terlibat didalamnya. Ada dua karakteristik yang melekat pada suatu kelompok, yaitu norma dan peran. Kita akan membahas kedua karakteristik tersbut denga lebih rinci satu persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Norma adalah persetujuan atau perjanjian tentang bagaimana orang-orang dalam suatu kelompok berperilaku satu dengan lainnya. Kadang-kadang norma oelh para sosiolog disebut juga dengan ‘hukum’ (law) ataupun ‘aturan’ (rule), yaitu perilaku-perilaku apa saja yang pantas dan tidak pantas untuk dilakukan dalam suatu kelompok. Ada tiga kategori norma kelompok, yaitu norma sosial, prosedural dan tugas. Norma sosial mengatur hubungan di antara para nggota kelompok. Sedangkan norma prosedural menguraikan dengan lebih rinci bagaimana kelompok harus beroperasi, seperti bagaimana suatu kelompok harus membuat keputusan, apakah melalui suara mayoritas ataukah dilakukan pembicaraan sampai tercapai kesepakatan. Dari norma tugas mmusatkan perhatian pada bagaimana suatu pekerjaan harus dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut kita akan mempelajari norma-norma dalam kelompok dengan mencermati tabel di bawah ini.&lt;br /&gt;TABEL NORMA-NORMA YANG DIHARAPKAN&lt;br /&gt;DALAM SUATU KELOMPOK&lt;br /&gt;SOSIAL PROSEDURAL TUGAS&lt;br /&gt;Mendiskusikan persoalan Memperkenalkan para Mengkritik ide&lt;br /&gt;Yang tidak kontroversial anggota kelompok bukan orangnya&lt;br /&gt;Menceritakan gurauan Membuat agenda Mendukung gagasan&lt;br /&gt;Yang lucu pertemuan yang terbaik&lt;br /&gt;Menceritakan kebenaran Duduk saling bertatap Memiliki kepedulian&lt;br /&gt;Yang tidak dapat dibantah muka untuk pemecahan&lt;br /&gt;Persoalan&lt;br /&gt;Jangan merokok (kalau Memantapkan tujuan Berbagi beban&lt;br /&gt;Dimungkinkan) kelompok pekerjaan&lt;br /&gt;Jangan datang terlambat Jangan meninggalkan Jangan memaksakan&lt;br /&gt;Pertemuan tanpa sebab gagasan kita dalam&lt;br /&gt;Kelompok&lt;br /&gt;Tidak hadir tanpa alasan Jangan memonopoli Jangan berkata kasar&lt;br /&gt;Yang jelas percakapan jika tidak setuju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika norma diberi batasan sebagai ukuran kelompok yang dapat diterima, maka peran (role) merupakan pola-pola perilaku yang diharapkan dari setiap anggota kelompok. Ada dua fungsi peran dalam suatu kelompok, yaitu fungsi tugas dan fungsi pemeliharaan. Kita akan menyimak kedua fungsi tersebut dalam tabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TABEL PERAN FUNGSIONAL DARI ANGGOTA KELOMPOK&lt;br /&gt;FUNGSI TUGAS FUNGSI PEMELIHARAAN&lt;br /&gt;Pemberi informasi Pendorong partisipasi&lt;br /&gt;Pemberi pendapat Penyelaras&lt;br /&gt;Pencari informasi Penurun ketegangan&lt;br /&gt;Pemberi aturan Penengah persoalan pribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi Komunikasi Kelompok&lt;br /&gt;Keberadaan suatu kelompok dalam masyarakat dicerminkan oleh adanya fungsi-fungsi yang akan dilaksanakannya. Fungsi-fungsi tersebut mencakup fungsi hubungan sosial, pendidikan, persuasi, pemecahan masalah dan pembuatan keputusan dan fungsi terapi. Semua fungsi ini dimanfaatkan untuk pembuatan kepentingan masyarakat, kelompok dan para anggota kelompok itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi pertama dalam kelompok adalah hubungan sosial, dalam arti bagaimana suatu kelompok mampu memelihara dan memantapkan hubungan sosial di antara para anggotanya seperti bagaimana suatu kelompok secara rutin memberikan kesempatan kepada anggotanya untuk melakukan sktivitas yang informal, santai dan menghibur.&lt;br /&gt;Pendidikan adalah fungsi kedua dari kelompok, dalam arti bagaimana sebuah kelompok secara formal maupun informal bekerja unutk mencapai dan mempertukarkan pengetahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui fungsi pendidikan ini, kebutuhan-kebutuhan dari para anggota kelompok, kelompok itu sendiri bahkan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Namun demikian, fungsi pendidikan dalam kelompok akan sesuai dengan yang diharapkan atau tidak, bergantung pada tiga faktor, yaitu jumlah informasi baru yang dikontribusikan, jumlah partisipan dalam kelompok serta frekuensi interaksi di antara para anggota kelompok. Fungsi pendidikan ini akan sangat efektif jika setiap anggota kelompk membawa pengetahuan yang berguna bagi kelompoknya. Tanpa pengetahuan baru yang disumbangkan msing-masing anggota, mustahil fungai edukasi ini akan tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam fungsi persuasi, seorang anggota kelompok berupaya mempersuasikan anggota lainnya supaya melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Seseorang yang terlibat usaha-usaha persuasif dalam suatu kelompok, membawa resiko untuk tidak diterima oleh para anggota lainnya. Misalnya, jika usaha-usaha persuasif tersebut terlalu bertentangan dengan nilai-nilai yang berlaku dalam kelompok, maka justru orang yang berusaha mempersuasi tersebut akan menciptakan suatu konflik, dengan demikian malah membahayakan kedudukannya dalam kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi keompok juga dicerminkan dengan kegiatan-kegiatannya untuk memecahkan persoalan dan membuat keputusan-keputusan. Pemecahan masalah (problem solving) berkaitan dengan penemuan alternatif atau solusi yang tidak diketahui sebelumnya; sedangkan pembuatan keputusan (decision making) berhubungan dengan pemilihan antara dua atau lebih solusi. Jadi, pemecahn masalah menghasilkan materi atu bahan untuk pembuatan keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapi adalah fungsi kelima dari kelompok. Kelompok terapi memiliki perbedaan dengan kelompok lainnya, karena kelompok terapi tidak memiliki tujuan. Objek dari kelompok terapi adalah membantu setiap individu mencapai perubahan personalnhya. Tentunya, individu tersebut harus berinteraksi dengan anggota kelompok lainnya guna mendapatkan manfaat, namun usaha utamanya adalh membantu dirinya sendiri, bukan membantu kelompok mencapai konsensus. Contoh dari kelompok terapi ini adalah kelompok konsultasi perkawinan, kelompok penderita narkotika, kelompok perokok berat dan sebagainya. Tindak komunikasi dalam kelompok-kelompok terapi dikenal dengan nama pengungkapan ciri (self disclosure). Artinya, dalam suasana yang mendukung, setiap anggota dianjurkan untuk berbicara secara terbuka tentang apa yang menjadi permasalahannya. Jika muncul konflik antar anggota dalam diskusi yang dilakukan, orang yang menjadi pemimpin atau yang memberi terapi yang akan mengaturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMAHAMI KOMUNIKASI DALAM KELOMPOK &lt;br /&gt;Persoalan-persoalan mengenai tipe kelompok, metode pembuatan keputusan yang terjadi dalam suatu kelompok dan kepemimpinan dalam kelompok merupakan materi pelajaran yang akan dibahas dalam kegiatan belajar 2 berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam wujud nyata yang dapat dita temui sehari-hari, kita nengenal beberapa tipe dari kelompok seperti kelompok belajar, kelompok pemecahan masalah, serta kelompok sosial lainnya. Sementara dalam bahasan mengenai metode pengambilam keputusan dalam kelompok, kita akan mengenal sejumlah metode yang digunakan di mana masing-masing metode yang dipakai bergantung kepada beberapa faktor yang melingkupinya. Dan dalam bahasan mengenai kepemimpinan dalam kelompok, kita diajak untuk memikirkan gaya-gaya kepemimpinan yang terjadi dalam kelompok dan fungsi kepemimpinan dalam kelompok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mencoba membahas ketiga subbahasan dalam kegiatan belajar 2 ini dengan lebih rinci dan mendalam.&lt;br /&gt;Tipe Kelompok&lt;br /&gt;Ronald B. Adler dan Goerge Rodman dalam bukunya Understanding Human Communication membagi kelompok dalam tiga tipe, yaitu kelompok belajar (learning group), kelompok pertumbuhan (growth group), dan kelompok pemecahan masalah (problem-solving group). Masing-masing tipe kelompok memiliki karakteristik dan tujuan yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Belajar (learning group)&lt;br /&gt;Ketika kita mendengar kata ‘belajar’ atau learning, perhatian dan pikiran kita hampir selalu tertuju pada suatu lembaga pendidikan ataupun sekolah. Meskipun institusi pendidikan tersebut termasuk dalam klasifikasi learning group, namun ia bukan satu-satunya. Kelompok yang memberi keterampilan berenang ataupun kelompok yang mengkhususkan kegiatannya pada peningkatan kemampuan dalam memberi pertolongan darurat misalnya, dapat digolongkan ke dalam kelompok belajar tersebut. Jadi, apa pun bentuknya, tujuan dari learning group ini adalah meningkatkan pengetahuan atau kemampuan para anggotanya.&lt;br /&gt;Satu ciri yang menonjol dari learning group ini adalah adanya pertukaran informasi dua arah, artinya setiap anggota dalam kelompok belajar adalah kontributor atau penyumbang dan penerima pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Petumbuhan (growth group)&lt;br /&gt;Jika learning group para anggotanya terlibat dalam persoalan-persoalan aksternal sebagaimana yang telah siuraikan di atas, maka kelompok pertumbuhan lebih memusatkan perhatiannya kepada permasalah pribadi yang dihadapi para anggotanya. Wujud nyata dari growth group ini adalah kelompok bimbingan perkawinan, kelompok bimbingan psikologi, kelompok terapi sebagaimana yang sudah diuraikan pada kegiatan belajar 1, serta kelompok yang memusatkan aktivitasnya kepada penumbuhan keyakinan diri, yang biasa disebut dengan consciousness-raising group.&lt;br /&gt;Karekateristik yang terlihat dalam tipe kelompok ini adalah growth group tidak mempunyai tujuan kolektif yang nyata, dalam arti bahwa seluruh tujuan kelompok diarahkan kepada usaha untuk membentu para anggotanya mengidentifikasi dan mengarahkan mereka untuk peduli dengan persoalan pribadi yang mereka hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Pemecahan Masalah (problem-solving group)&lt;br /&gt;Orang -orang yang terlibat dalam kelompok pemecahan masalah, bekerja bersama-sama untuk mengatasi persoalan bersama yang mereka hadapi. Dalam sebuah keluarga misalnya, bagaimana seluruh anggota keluarga memecahkan persoalan tentang cara pembagian kerja yang memungkinkan mereka terlibat dalam pekerjaan rumah tangga, seperti tugas apa yang harus dilakukan seorang suami, apa yang menjadi tanggung jawab istri, dan pekerjaan-pekerjaan apa yang dibebankan kepada anak-anaknya. Atau dalam contoh lain, bagaimana cara warga yang bergabung dalam satu rukun tetangga (RT) berusaha mengorganisasikan diri mereka sendiri guna mencegah tindakan pencurian melalui kegiatan sistem keamanan llingkungan atau lebih dikenal dengan siskamling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problem solving gorup dalam opersionalsasinya, mlibatkan dua aktivitas penting.&lt;br /&gt;1. Pengumpulan informasi (gathering information); bagaimana suatu kelompok sebelum membuat suatu keputusan, berusaha mengumpulkan informasi yang penting dan berguna untuk landasan pengambilan keputusan tersebut.&lt;br /&gt;2. Pembuatan keputusan atau kebijakan itu sendiri yang berdasar pada hasil pengumpulan informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;1. Sasa Djuarsa S., Teori Komunikasi, Universitas Terbuka, Jakarta. 2003&lt;br /&gt;2. John Fiske, Introduction to Communication Studies, Sage Publications, 1996&lt;br /&gt;3. Stephen W. Littlejohn, Theories of Human Communiation, Wadsworth&lt;br /&gt;Publication, New Jersey, 1996.&lt;br /&gt;4. Drs. Ahmad Mulyana, M.Si&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://apadefinisinya.blogspot.com&lt;br /&gt;Komunikasi Kelompok Kecil (Small Group Communication)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Bentuk Komunikasi&lt;br /&gt;- Komunikasi Personal [Personal Communication]&lt;br /&gt;- Komunikasi intrapersonal [intrapersonal communication]&lt;br /&gt;- Komunikasi antarpersonal [interpersonal communication]&lt;br /&gt;- Komunikasi Kelompok [Group Communication]&lt;br /&gt;- Komunikasi kelompok kecil [small group communication] Ceramah [lecture], diskusi panel [panel discussion], simposium [symposium], forum, seminar, curah saran [brain storming], komunikasi antara manager dengan sekelompok karyawan,&lt;br /&gt;- Komunikasi kelompok besar [large group communication] Public speaking, Rhetorika&lt;br /&gt;- Komunikasi Massa [Mass Communications]&lt;br /&gt; Pers cetak [koran, majalah, tabloid]&lt;br /&gt; Pers elektronik [radio, tv, film]&lt;br /&gt; Pers digital [internet : www.detik.com, www.koridor.com, www.berpolitik.com]&lt;br /&gt;- Komunikasi media [Medioa communication]&lt;br /&gt; Surat, telepon, e-mail, pamflet, poster, brosur, spanduk, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Sifat komunikasi&lt;br /&gt;- Tatap muka [face to face]&lt;br /&gt;- Bermedia [mediated]&lt;br /&gt;- Verbal [verbal]&lt;br /&gt;- Lisan [oral]&lt;br /&gt;- Tulisan/ cetak [written/ printed]&lt;br /&gt;- Nonverbal [non-verbal]&lt;br /&gt;- kial/ isyarat badaniah [gestural]&lt;br /&gt;- bergambar [pictorial] , facial expressions, spatial relationship&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, kelompok kecil adalah sekumpulan perorangan yang relatif kecil yang masing-masing dihubungkan oleh beberapa tujuan yang sama dan mempunyai derajat organisasi tertentu di antara mereka. Karakteristik kelompok kecil adalah sebagai berikut : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kelompok kecil adalah sekumpulan perorangan, jumahnya cukup kecil sehingga semua anggota bisa berkomunikasi dengan mudah sebagai pengirim maupun penerima. Yang penting untuk diingat adalah bahwa setiap anggota harus berfungsi sebagai sumber maupun penerima dengan relatif mudah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, para anggota kelompok harus dihubungkan satu sama lain dengan beberapa cara. Orang-orang di dalam gedung bioskop bukan merupakan kelompok, karena di antara mereka tidak ada hubungan satu sama lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, di antara anggota kelompok harus ada beberapa tujuan yang sama. Hal ini tidak berarti bahwa semua anggota harus mempunyai tujuan yang persis sama untuk menjadi anggota kelompok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, para anggota kelompok harus dihubungkan oleh beberapa aturan dan struktur yang terorganisasi. Pada strukturnya ketat maka kelompok akan berfungsi menurut prosedur tertentu di mana setiap komentar harus mengikuti aturan yang tertulis. &lt;br /&gt;Seiring dengan perkembangan usia dan intelektual kita maka kehidupan sosial kita semakin kompleks, kita mulai masuk menjadi anggota kelompok sekunder; sekolah, lembaga keagamaan, tempat pekerjaan dan kelompok-kelompok sekunder yang sesuai dengan minat dan keterikatan kita. Komunikasi kelompok digunakan untuk saling bertukar informasi, menambah pengetahuan, memperteguh atau mengubah sikap dan perilaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok menjadi kerangka rujukan (frame of reference) kita dalam berkomunikasi. Agar dapat disebut kelompok ketika anggota-anggotanya memiliki kesadaran akan ikatan yang sama yang mempersatukan mereka. Jadi ada sense of belonging yang tidak dimiliki orang yang bukan anggota. Nasib anggota-anggota kelompok juga saling bergantung satu sama lain. Identifikasikan kelompok dimana sekarang anda menjadi anggotanya, dan analisis bagaimana kelompok tersebut mempengaruhi perilaku komunikasi anda ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana komunikasi dalam kelompok mempengaruhi cara pengambilan keputusan. Ada dua aliran besar didalam melihat teori komunikasi kelompok (Liitlejohn, 1999:284-294): &lt;br /&gt;1. The input – process – output model&lt;br /&gt;Input = sesuatu yang mempengaruhi kelompok&lt;br /&gt;Proses = sesuatu yang terjadi dalam kelompok &lt;br /&gt;Output = sesuatu yang dihasilkan kelompok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. The structurational perspective&lt;br /&gt;Ada tiga teori komunikasi kelompok yang diperkenalkan dalam aliran input-process output model :&lt;br /&gt;a. A general organizing model &lt;br /&gt;Menekankan pada bagaimana kelompok memiliki energi yang digunakan untuk aktivitas pengambilan keputusan&lt;br /&gt;b. The functional tradition&lt;br /&gt;Menekankan pada kualitas komunikasi kelompok, membahas kesalahankesalahan yang dibuat oleh kelompok pada waktu pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;c. The interactioanl tradition&lt;br /&gt;Menekankan pada aspek komunikasi yang terjadi di dalam kelompok. Bahwa output kelompok sangat ditentukan oleh interaksi yang terjadi di dalam kelompok. Kelompok kecil melaksanakan kegiatannya dengan berbagai format. Format yang paling populer adalah panel discussion, seminar, simposium, dan simposium-forum. &lt;br /&gt;Panel Discussion. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam format panel atau meja bundar, anggota kelompok mengatur diri mereka sendiri dalam pola melingkar atau semi-melingkar. ereka berbagi informasi atau memecahkan permasalahan tanpa pengaturan siapa dan kapan mereka berbicara. Anggota akan memberikan kontribusinya jika mereka sendiri merasakan merasakan layak itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceramah (lecture)&lt;br /&gt;Dalam seminar, anggota kelompok adalah “para pakar” dan berpartisipasi dalam format panel atau meja bundar. Perbedaannya adalah dalam seminar terdapat peserta yang anggotanya diminta untuk berkontribusi. Mereka ini bisa diminta untuk mengajukan pertanyaan atau memberikan beberapa umpan balik. Modifikasi lain dari seminar adalah format seminar dua-panel, yang terdiri dari panel pakar dan panel awam. Panel awam mendiskusikan topik, tetapi jika mereka memerlukan informasi teknis, tambahan data, atau pengarahan, mereka akan meminta bantuan kepada anggota panel pakar untuk memberikan informasi yang diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Symposium&lt;br /&gt;Dalam simposium, setiap anggota menyajikan presentasi yang telah disiapkan, seperti halnya pidato di depan umum. Semua pembicara menilik dari aspek yang berbeda mengenai suatu topik. Dalam simposium, pemimpin atau moderator akan memperkenalkan para pembicara, mengatur alur dari satu pembicara ke pembicara lain, dan bisa juga menyampaikan ringkasannya secara berkala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brain Storming.&lt;br /&gt;Simposium-forum terdiri dari dua bagian: simposium, dengan pembicara yang sudah disiapkan, dan forum, yang mempersilakan para hadirin untuk mengajukan pertanyaan dan dijawab oleh pembicara selain itu juga forum yang berbentuk curah pendapat, tukar pikiran. Pimpinan akan memperkenalkan para pembicara dan menjadi moderator dalam acara tanya jawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-6461252464292160400?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/6461252464292160400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=6461252464292160400' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/6461252464292160400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/6461252464292160400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2009/01/komunikasi-kelompok.html' title='Komunikasi Kelompok'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-3391953763852599636</id><published>2009-01-21T05:39:00.000-08:00</published><updated>2009-01-21T06:00:03.067-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sinematografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kamera'/><title type='text'>Kamera dan Alat Pendukungnya</title><content type='html'>Sumber : http://wakji.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita dibuat takjub, terperangah, dan terbawa emosi kita hanya dengan melihat tayangan gambar di televisi atau di film-film. Gambar dan suara yang ditampilkan telah tersusun rapi dan sarat informasi sehingga mampu mempengaruhi emosi penonton. Untuk menghasilkan sebuah gambar film yang baik sudah barang tentu berkaitan dengan cara pengambilan gambar dan proses editingnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang bisa membuat karya film video asalkan tahu dan paham proses pembuatannya dan cara-cara penggunaan peralatannya. Asalkan ada kemauan dan peralatan tidak susah untuk mempelajarinya. Apalagi saat ini kamera video sudah bukan barang asing lagi. Dalam lingkup keluarga pun sudah dikenal handycam, peralatan sederhana yang sudah dipenuhi beberapa fasilitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali yang perlu kita ketahui untuk pengambilan gambar adalah pengenalan terhadap kamera. Kamera merupakan salah satu bagian penting dalam sebuah pengambilan gambar. Tanpa menyepelekan bagian yang lain, tanpa kamera sebuah produksi tidak bisa berjalan, karena di kamera inilah gambar dan suara direkam ke dalam film atau pita video.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada berbagai macam jenis kamera yang beredar, mulai dari kamera handycam sampai kamera professional broadcast. (nama handycam bermula dari merek dagang kamera video keluaran Sony Corp dan istilah umumnya adalah camcorder). Kamera handycam disebut juga kamera keluarga karena lebih banyak digunakan untuk kepentingan keluarga dan pengoperasiannya juga mudah, meskipun ada beberapa jenis camcorder yang bisa digunakan untuk kualitas broadcast (seperti : Canon XL-2). Sedangkan kamera professional dipakai oleh seorang yang professional dibidangnya, karena penggunaannya perlu beberapa ketrampilan dan pengetahuan khusus tentang fasilitas kamera itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis- jenis Kamera:&lt;br /&gt;- Betamax&lt;br /&gt;- VHS&lt;br /&gt;- SVHS&lt;br /&gt;- Betacam&lt;br /&gt;- Digital Betacam&lt;br /&gt;- Hi8&lt;br /&gt;- D8&lt;br /&gt;- Mini DV&lt;br /&gt;- DV&lt;br /&gt;- DVCAM&lt;br /&gt;- HDTV (hi definition television)&lt;br /&gt;- Seluloid (8mm, 16mm, 35mm. 65mm, 70mm)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing jenis kamera mempunyai kelas yang berbeda sesuai kebutuhannya, namun fungsi dan pengoperasiannya tidak jauh berbeda, hanya mungkin fasilitas dan kualitas hasil rekamannya yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya setiap kamera terdiri dari tiga bagian utama, yaitu : 1. Lensa&lt;br /&gt;2. Tubuh Kamera&lt;br /&gt;3. Recorder/VCR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. LENSA Lensa mempunyai fungsi untuk memilih bidang pandang tertentu dan ditangkap secara optik yang menghasilkan gambar dan diteruskan ke permukaan tabung kamera (yang nantinya oleh tabung kamera diubah lagi dari optik ke elektrik).&lt;br /&gt;Ada beberapa jenis lensa menurut panjang fokalnya. Panjang fokal adalah jarak antara pusat optik lensa dengan titik di mana gambar terlihat dalam keadaan focus. Ada beberapa jenis lensa, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Lensa Normal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lensa ini sering disebut dengan lensa standart. Gambar yang dihasilkan dengan lensa normal ini memberi kesan yang biasa dan datar. Tidak ada efek distorsi atau melengkung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Lensa Wide/Sudut Lebar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut lensa sudut lebar karena jangkauan dari subyek yang bisa ditangkap oleh lensa cukup lebar, sebagai gambaran dengan menggunakan lensa sudut lebar, kita tidak perlu mundur mengambil jarak karena ada beberapa bagian yang tidak tertangkap lensa, terutama pada pengambilan gambar grup shot, arsitektur, keramaian sebuah pasar, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Lensa Tele&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lensa dengan focal length yang panjang, bila menggunakan lensa ini subyek jadi terasa dekat sehingga kedalam menjadi kurang, keuntungannya kita bisa merekam gambar dari jarak cukup jauh tetapi dapat menghasilkan gambar seperti kalau kita dari jarak dekat. Selain itu penggunaan tele lens memberikan keuntungan pada kita akan ruang tajam yang sempit, sehingga kita dengan leluasa bisa melokalisir subyek, sementara yang lainnya akan terlihat blur. Kerugiannya disamping kedalam kurang, sedikit saja goyangannya pada kamera akan terlihat sekali dari hasil rekamannya, biarpun kita sudah memperoleh focus yang maksimal. Untuk menghindari goyangan kamera, kita bisa menggunakan tripod atau monopod.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Lensa Macro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lensa ini sangat baik digunakan untuk merekam benda-benda kecil, seperti capung, serangga, buah yang kecil-kecil. Panjang fokal lensa macro antara 55-105 mm, tetapi didalam lensa macro (beda dengan lensa biasanya) ditambah beberapa jenis lensa sehingga kita bisa merekam gambar dari jarak dekat sekali, dan perbandingan antara subyek dengan yang ditangkap oleh lensa bisa mencapai 1:1. &gt; Lensa Vario/Zoom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lensa jenis ini merupakan penggabungan dari lensa sudut lebar sampai ke lensa tele. Jadi kita tidak perlu lagi mengganti lensa, cukup satu lensa sudah mencakup semua jenis lensa : lensa normal, lensa wide, lensa tele, dan lensa macro. Pada umumnya kamera video sudah dilengkapi dengan lensa zoom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. TUBUH KAMERA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh kamera ini berisi tabung pengambil gambar (pick up tube) yang berfungsi untuk merubah gambar optik yang dihasilkan lensa menjadi sinyal elektrik. Di tubuh kamera ini biasanya juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas kamera, seperti white balance, optical stabilization, shutter speed, iris dan lain-lain. Tergantung jenis kamera dan kebutuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FOKUS&lt;br /&gt;Secara sederhana kita artikan saja ketajaman dari suatu titik ataupun benda yang kita lihat dengan mata telanjang. Begitu juga bila mata kita melihat sebuah benda melalui viewfinder kamera, maka benda yang tampak di viewfinder tersebut mungkin tajam, mungkin pula tidak. Untuk mengatur agar benda yang kita lihat malalui viewfinder nampak tajam, kita harus mengatur focus dengan cara memutar gelang pengatur jarak yang ada pada lensa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F-STOP, DIAFRAGMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F-stop adalah bilangan yang menunjukkan perbandingan antara panjang fokal dengan diameter lensa. Diafragma/Iris adalah bukaan lensa untuk menangkap sinar yang masuk. Semakin kecil angka f-stop, maka bukaan diafragma/irisnya semakin besar, dan sebaliknya semakin besar f-stop, bukaan diafragmanya semakin kecil. Pengaturan diafragma ini akan berkaitan pula dengan depth of field.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SHOOTER SPEED&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan kamera SLR kamera video/film memiliki shooter speed. Fungsinya untuk mengatur seberapa cepat kamera dalam mengambil gambar. Jika memakai speed rendah missal 1/30 sec, maka gambar yang terekam mampu menimbulakan efek berbayang (slow motion) bila obyek bergerak cepat. Bila memakai speed tinggi missal 1/1000 sec maka gambar akan bergerak seperti normalnya atau tidak berefek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OPTICAL STABILIZATION&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berfungsi menurangi getaran pada saat kamera berjalan mengikuti onbyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEPTH OF FIELD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud ruang tajam adalah ruang atau area pada foto semuanya akan terlihat tajam. Ruang tajam bisa kita atur sesuai dengan yang kita inginkan. Ruang tajam sangat dipengaruhi oleh seberapa besar aperture dibuka (besar bukaan diafragma), berapa milimeter panjang focal dari lensa yang digunakan, dan jarak lensa terhadap subyek yang akan dijepret. Semakin besar bukaan diafragma dan dengan kombinasi panjang focal lensa yang cukup panjang dan pengambilan dari jarak yang tidak terlalu dekat maka Depth of field menjadi sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WHITE BALANCE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kewajiban kita sebelum merekam gambar adalah harus mengeset white balance kamera terlebih dulu. Pada intinya televisi atau video menerima cahaya dari 3 warna primer RGB, red, green, dan blue. Bila ketiga warna ini dipadukan dalam perbandingan yang sama, maka akan menghasilkan warna cahaya putih. Warna putih inilah yang harus kita sesuaikan agar obyek putih benar-benar terlihat putih di lensa kamera. Padahal warna putih jika terkena cahaya warna lain sedikit saja akan berubah, seperti kekuning-kuningan atau kebiru-biruan. Jika di luar ruang/outdoor, maka warna yang ditangkap kamera video cenderung kebiru-biruan. ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan di dalam ruangan/indoor cenderung kemerah-merahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah di beberapa kamera video dilengkapi filter koreksi warna dan white balance yang dipasang di antara lensa dan tabung kamera. Pada umumnya kamera video dilengkapi 2 filter koreksi untuk outdoor dan indoor. Tetapi ada juga yang dilengkapi 4 jenis filter koreksi warna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIEWFINDER&lt;br /&gt;Viewfinder merupakan monitor kecil sebagai jendela pengamat kita untuk bisa melihat obyek yang masuk ke dalam kamera. Pada umumnya viewfinder ini hanya monitor hitam putih. Tetapi ada beberapa yang berwarna seperti Handycam Sony dan Canon XL-2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam viewfinder biasanya disertai informasi fasilitas dan indicator pada saat rekaman, seperti indicator posisi kamera record atau pause/stand by, white balance, iris, dan battery atau kaset habis dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. RECORDER/VCR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bagian dari kamera adalah VCR (Video Casette Recorder) alat perekam gambar dan suara. Di beberapa kamera ada yang recordernya terpisah seperti jenis U-matic. Tetapi ada juga yang menjadi satu dengan bodi kamera. Kelebihan menjadi satunya bodi kamera dengan recorder adalah keringanan dan efisiensi waktu. Pekerjaan menjadi lebih mudah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-3391953763852599636?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/3391953763852599636/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=3391953763852599636' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/3391953763852599636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/3391953763852599636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2009/01/kamera-dan-alat-pendukungnya.html' title='Kamera dan Alat Pendukungnya'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-2834668129727578580</id><published>2009-01-21T05:19:00.000-08:00</published><updated>2009-01-21T06:34:00.212-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TELEVISI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sinematografi'/><title type='text'>Istilah-istilah dalam Produksi Film dan Acara TV</title><content type='html'>&lt;p&gt;Sumber : http://wakji.wordpress.com&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Cuplikan dari buku berjudul MARI MEMBUAT FILM, karya HERU EFFENDY, diterbitkan oleh PANDUAN tahun 2002-2005&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Berikut ini adalah beberapa Glossary/Istilah yang umum dipakai di dunia Sinematografi &amp;amp; Produksi Teleisi.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Acting :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebuah proses pemahaman dan penciptaan tentang perilaku dan karakter pribadi dari seseorang yang diperankan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Addes Scenes :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Adegan yang ditambahkan kedalam konsep&lt;span id="more-212"&gt;&lt;/span&gt; asli, biasanya diambil setelah film diselesaikan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Agent (Agent Model) :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang dipekerjakan oleh satu atau lebih talent agency atau serikat pekerja untuk mewakili keanggotaan mereka dalam berbegosiasi kontrak individual yang termasuk gaji, kondisi kerja, dan keuntungan khusus yangtidak termasuk dalam standard guilds atau kontrak serikat kerja. Orang ini diharapkan oleh para aktor/aktris untuk mencarikan mereka pekerjaan dan membangun karir mereka&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Anamorphic :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lensa yang digunakan dalam fotografi untuk memperkecil gambar widescreen ke ukuran 35mm. Proses ini dibalik ketika memproyeksikan hasil akhir film, memunculkan gambar kembali ke ukuran normal pada layarlebar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Answer Print :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Married Print pertama dari film yang dibuat oleh lab pemroses film, dan kemudian akan digunakan untuk menetapkan standar kualitas film yang akan diedarkan kepada publik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apple Box :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Digunakan untuk meninggikan seorang aktor/aktris serta suatu obyek sesuai dengan ketinggian yang tepat untuk pengambilan gambar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Art Departement :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagian artistik. Bertanggung jawab terhadap perancang set film. Seringkali bertanggung jawab untuk keseluruhan desain priduksi. Tugasnya biasanya dilaksanakan dengan kerjasama yang erat dengan sutradara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ascpect Ratio :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perbandingan antara lebar dan tinggi bingkai gambar (frame)&lt;br /&gt;Rasio untuk tayangan televisi adalah 1,33:1 yang artinya lebar frame yang muncul di televisi adalah 1,33 kali dari tinggi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Art Director :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seorang asisten sutradara film yang memperhatikan administrasi, hal yang penting sehingga departemen produksi selalumengetahui perkembangan terbaru proses pengambilan film. Ia bertanggung jawab akan kehadiran aktor/aktris pada saat dan tempat yang tepat, dan juga untuk melaksanakan instruksi sutradara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Available Lighting :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan gambar tanpa tambahan cahaya buatan manusia&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Audio Visual :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebutan untuk perangkat yang menggunakan unsur suara dan gambar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Art Director :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengarah artistik dari sebuah produksi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Asisten Produser :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang membantu produser dalam menjalankan tugasnya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Audio Mixing :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Proses penyatuan dan penyelarasan suara dari berbagai macam jenis dan bentuk suara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Angle :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sudut pengambilan gambar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Animator :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebutan bagi seorang yang berprofesi sebagai pembuat animasi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Audio Effect :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Efek suara&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ambience :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Suara natural dari obyek gambar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Broadcaster :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebutan untuk seseorang yang bekerja dalam industri penyiaran&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Background :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Latar belakang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Barn Doors :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pintu berengsel yang dipasangkan di depan lampu studio yang dapat dibuka atau ditutup untuk memunculkan cahaya pada area tertentu di set.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Barney :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bungkus kain pada pelindung yang dapat dipakaikan pada kamera film atau blimped kamera film, untuk mengurangi siara mekanisme. Ada juga heated barney yang digunakan dalam suhu dingin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Best Boy :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Asisten Gaffer atau asisten Key Grip.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Blank :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selongsong senapan atau pistol yang berisi peluru buatan untuk menggantikan peluru yang sesungguhnya. Blank dipergunakan dalam film untuk mencegah terjadinya kecelakaan, walaupun sesungguhnya peluru kosong itu sendiri masih berbahaya jika ditembakan dan mengenai orang dalam jarak dekat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Blimp :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ruangan kedap suara yang mengelilingi kamera film untuk mencekah ikutn terekamnya bunyi mekanisme kamera kedalam alat perekam suara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Blow Up :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perbesaran ukuran film dari 16mm ke 35mm yang dilakukan di laboratorium untuk diputar di bioskop. Istilah ini juga dipergunakan dalam fotografi untuk memperbesar foto guna keperluan display atau promosi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Body Frame, Body Pod :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Digunakan untuk menunjang hand held camera di lapangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Boom Man :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Individu yang mengoperasikan mikrofon boom.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Booth Man :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Operator proyektor film. Orang yang bekerja dalam ruang proyeksi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Breakaway :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebuah set atau hand property, misalnya botol atau kursi yang dirancang untuk rusak dengan cara-cara tertentu sesuai aba-aba.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Breakdown :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Biasanya merujuk pada jumlah spesifik rincian pengeluaran dalam sebuah produksi film. Dapat juga berarti pengaturan atau perencanaan berbagai adegan beserta urutan pengambilannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Budget :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengeluaran keseluruhan dari produksi film.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Blocking :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penempatan obyek yang sesuai dengan kebutuhan gambar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bridging Scene :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Adegan perantara di antara adegan-adegan lainnya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Back Light :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penempatan lampu dasar dari sudut belakang obyek&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Breakdown Shot :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penentuan gambar yang sesuai dengan naskah atau urutan acara&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bumper In :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penanda bahwa program acara tv dimulai kembali setelah iklan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bumper Out :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penanda bahwa program acara tv akan berhenti sejenak untuk iklan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Call :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang diharapkan dari seorang individu anggota staf perusahaan, pemain, atau kru untuk berada di set. Jadwal biasanya didaftarkan pada call sheet yang menjadi tanggung jawab asisten sutradara dan manajer produksi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Camera :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sistem perangkat mekanik atau elektronik yang mengontrol pergerakan dari film yang belum diekspos di belakang lensa dan shutter dan yang menentukan gambar serta tingkatan cahaya yang masuk kedalam film. Mekanisme ini mungkin memiliki kontrol kecepatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Camera Boom :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tempat kamera yang dapat berpindah, biasanya berukuran besar, tempat kamera dapat diproyeksikan keluar set dan atau dinaikan di atasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Camera Departement :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bertanggung jawab untuk memperoleh dan merawat semua peralatan kamera yang dibutuhkan untuk memfilmkan sebuah motion picture. Juga bertanggung jawab untuk penanganan film, pengisian film, dan berhubungan dengan laboratorium pemrosesan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cameraman :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- First Cameraman sering disebut sebagai Penata Fotografi (Director of Photography) atau kepala kameramen, bertanggung jawab terhadap pergerakan dan penempatan kamera dan juga pencahayaan dalam suatu adegan. Kecuali dalam unit produksi yang kecil, Penata Fotografi tidak melakukan pengoperasian kamera selama syuting yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;- Second Cameraman sering disebut sebagai asisten kameramen atau operator kamera, bertindak sesuai instruksi dari kameramen utama dan melakukan penyesuaian pada kamera atau mengoperasikan kamera selama syuting.&lt;br /&gt;- First Assistant Cameramen sering disebut Kepala Asisten untuk pada operator kamera. Seringkali bertanggung jawab untuk mengatur fokus kamera (untuk kamera film)&lt;br /&gt;- Second Assistant Cameraman, menjadi asisten operator kamera.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Camera Noise :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bunyi Kamera. panggilan dari bagian tata suara (Sound Departement) di set untuk mereangkan bahwa ia menerima bunyi dari kamera sehingga harus digunakan kamera lain, melakukan perbaikan kamera atau diperlukan penghalusan tambahan terhadap kamera dengan menggunakan barney atau selimut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Camera Report :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Salinan yang disimpan dalam tiap magazine film tempat asisten kameramen mencatat panjang pengambilan tiap adegan, nomer adegan, dan perintah untuk mencetak atau tidak. Laporan kamera diberikan ke laboratorium proses, bagian kamera, dan bagian produksi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;“Camera Right”, “Camera Left” :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk bagi seorang aktor/aktris untuk berputar atau bergerak. Petunjuk ini berdasarkan sudut pandang sutradara atau kamera dan dibalik sesuai dengan keadaan aktor. Ketika menghadap lensa maka bagian kanan aktor adalah bagian kiri kamera dan juga sebaliknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Camera Tracks :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lintasan Kamera yang terbuat dari metal atau lembaran kayu lapis ukuran 4 x 8 yang diletakkan dilantai untuk membawa dolly atau camera boom. Lintasan digunakan untuk menjamin kehalusan gerakan kamera.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Can :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tempat/wadah untuk film.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Canned Music :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Musik yang belum ditulis untuk film tertentu namun telah direkam dan dikatalogkan menurut gayanya dalam perpustakaan sehingga dapat dibeli dan dipergunakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Casting Director :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang yang memimpin pemilihan dan pengontrakan aktor/aktris untuk memenuhi bagian yang dibutuhkan dalam sebuah naskah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Century Stand :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Digunakan untuk menahan berbagai jenis bendera yang diperlukan untuk mengurangi intensitas cahaya atau untuk menghalangi sejumlah cahaya tertentu. Juga digunakan untuk menahan atau mendukung ranting daun atau efek lain yang berhubungan dengan pencahayaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Changing Bag :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tas kedap cahaya dengan ritsleting ganda tempat magazines film dapat diletakkan untuk memindahkan film yang telah diekspose dan mengisi ulang magazine. Juga dibuat sehingga memungkinkan asisten kamera memasukkan tangan dan lengannya tanpa membiarkan film terkena cahaya. Biasanya digunakan jauh dari studio kaerna di studio, magazine diisi ulang diruang gelap di bagian kamera.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Character Man or Woman :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada saat-saat tertentu seorang aktor/aktris bermain karakter, biasanya istilah ini merujuk pada aktor/aktris yang paling sesuai secara fisik untuk peran-peran selain pemain utama romantis, peran remaja atau peran sederhana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cinema :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Merujuk pada Motion Picture. Berasal dari kata Yunani Kinema yang berarti gambar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cinema Scope :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nama dagang untuk tujuan pemrosesan fotografi dan proyeksi yang mengikutsertakan kamera dengan lensa anamorfik atau proyektor dan ayar berlekuk ekstra panjang. Memungkinkan proyeksi dari gambar yang jauh lebih besar dari ukuran biasanya. Banyak film epic dibuat dalam Cinema Scope karena pengaruh dari ukuran terhadap penonton.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cinematographer (Sinematografer) :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penata Fotografi. Orang yang melaksanakan aspek teknis dari pencahayaan dan fotografi adegan. Sinematografer yang kreatif juga akan membantu sutradara dalam memilih sudut, penyusunan, dan rasa dari pencahayaan dan kamera.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cinemobile :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nama dagang untuk unit lokasi pembuatan film yang lengkap dan dapt berpindah-pindah, membawa peralatan dan petugasnya dan memiliki banyak ukuran mulai dari van peralatan kecil sampai dengan bus besar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Clapper Boards :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sepasang papan berengsel yang diketukkan saat syuting dialog ketika kamera gambar dan alat rekam suara berputar dalam kecepatan yang sinkron. frame pertama ketika papan bersentuhan kemudian disinkronkan dalam ruang pemotongan dengan bunyi “bang”, memantapkan sync antara alur suara dan alur gambar. Pada banyak tipe sistem penanda elektronik dipasangkan sisi kamera.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Commercial :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Iklan. Film pendek yang umumnya berdurasi 60, 30, atau 15 detik yang dibuat khusus untuk menjual suatu produk.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Composite Print :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Film yang telah diedit termasuk semua gambar, suara, dan musik yang telah dicetak ke dalam sebuah film.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Contact Glass :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Alat bantu penglihatan terbuat dari kaca berwarna gelap berbentuk seperti monacle yang dipakaikan ke salah satu mata Penata Fotografi selama pencahayaan set untuk memeriksa tingkatan kontras dari pencahayaan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cook, Cookie :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dapat berupa kain dengan bingkai kawat atau lembaran kayu lapis atau plastik yang diberi pola daun ranting atau bunga untukmemunculkan bayangan pada permukaan datar. kadang buram atau tembus cahaya seperi sebuah scrim. berasal dari bahasa Yunani kukaloris yang berarti memecah cahaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Copter Mount :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Copter kamera untuk penggunaan dalam pengambilan gambar aerial helikopter yang berfungsi menjaga kamera dari vibrasi helikopter. Nama dagangnya adalah Tyler Mount.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Costume Designer :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang yang merancang dan memastikan produksi kostum secara sementara maupun permanen untuk sebuah film.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Coverage :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keseluruhan koleksi hasil pengambilan gambar individual, sudut, dan set yang terdiri dari segala kebutuhan film untuk membuat sebuah cerita lengkap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cover Set :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Set yang digunakan untuk syuting bila adegan eksterior yang diusahakan ternyata terganggu oleh kondisi cuaca yang tidak mendukung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cover Shot :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagian dari pengambilan film untuk menyediakan materi transisi dari satu bagian adegan ke bagian adegan lain dalam sebuah adegan yang sama. Bisa juga digunakan sebagai gamabr tambahan atau cadangan kalau perekaman pertama tidak berhasil. Juga disebut sebagai “insurance”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cue :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tanda bagi aktor/aktris dalam film untuk memunculkan bagiannya dalam dialog atau tindakan. Isyarat ini dapat berupa tindakan aktor/aktris lainnya, bagian akhir dari sebuah dialog, tanda dari sutradara atau isyarat cahaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cue Light :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bola lampu kecil yang dapat dinyalakan atau dimatikan oleh sutradara atau asisten sutradara dan diletakkan diluar jangkauan pandang kamera tetapi dalam jangkauan pandang aktor untuk memberi isyarat. Isyarat cahaya ini menghindari isyarat secara verbal yang dimunculkan oleh aktor.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cut and Hold :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perintah dari sutadara agar adegan diberhentikan namun aktor/aktris tetap berada dalam posisinya. Sutradara mungkin ingin memeriksa pencahayaan, posisi, atau mengatur adegan lain yang saling bersinggungan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cut Back :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mengubah gambar dalam film secara cepat dari adegan saat ini ke adegan lain yang telah dilihat sebelumnya. Pemotongan ini Dilakukan tanpa ada transisi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cutting on The Action :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan sebuah tindakan besar dari seorang aktor/aktris sebagai titik untuk masuk lebih dekat atau lebih jauh dari orang tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cutting Room :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tempat peralatan seorang editor film berada, misalnya moviola dan lain sebagainya dan tempat film akan digabungkan sesuai cerita yang berkesinambungan. Ruang ini biasanya ada dalam sebuah studio namun dapat saja berada pada lokasi tersendiri dan terpisah dari daerah studio.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cut to :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Secara cepat mengubah gambar dalam film dari adegan masa kini ke adegan lainnya tanpa adanya transisi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Credit Title :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Urutan nama-nama tim produksi dan pendukung acara&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Chroma Key :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebuah metode elektronis yang melakukan penggabungan antara&lt;br /&gt;gambar video yang satu dengan gambar video lainnya dimana dalam&lt;br /&gt;prosesnya digunakan teknik Key Colour yang dapat diubah sesuai&lt;br /&gt;kebutuhan foreground dan background&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cutting on Beat :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Teknik pemotongan gambar berdasarkan tempo&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Clip Hanger :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebutan bagi adegan atau gambar yang akan mengundang rasa ingin&lt;br /&gt;tahu penonton tentang kelanjutan acara, namun harus ditunda karena&lt;br /&gt;ada jeda iklan komersial&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cut :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemotongan gambar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cutting :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Proses pemotongan gambar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Camera Blocking :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penempatan posisi kamera yang sesuai dengan kebutuhan gambar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Clear-Com :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebutan bagi penggunaan headset audio yang dihubungkan dengan&lt;br /&gt;Master Control&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Channel :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saluran&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Crazy Shot :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gambar yang direkam melalui kamera yang tidak beraturan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Composition :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Komposisi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Continuity :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kesinambungan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cross Blocking :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penempatan posisi obyek secara silang sesuai dengan kebutuhan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Crane :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Alat khusus/katrol untuk kamera dan penata kamera yang dapat&lt;br /&gt;bergerak keatas dan kebawah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Clip On :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mikrofon khusus yang dipasang pada obyek tanpa terlihat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Casting :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Proses pemilihan pemain sesuai dengan karakter dan peran yang&lt;br /&gt;akan diberikan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Close Up :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan gambar dari jarak dekat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dailies :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hasil cetakan positif, dikirimkan setiap hari dari laboratorium berasal dari negatif film yang dipergunakan di hari sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Depth of Focus :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Area tempat berbagai benda yang diletakkan dengan berbagai ukuran jarak di depan lensa akan tetap memperoleh fokus yang tajam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dialogue Coach or Dialogue Director :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang dalam set yang bertanggung jawab membantu para aktor/aktris dalam mempelajari kalimat mereka selama pembuatan film. Mungkin juga membantu pengaturan dialog saat pre-syuting.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Diffusers :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Potongan materi difusi diletakkan di depan lampu studio untuk memperhalus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Director :&lt;br /&gt;Orang yang mengontrol tindakan dan dialog di depan kamera dan bertanggung jawab untuk merealisasikan apa yang dimaksud oleh naskah dan produser.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Documentary :&lt;br /&gt;Film yang menyajikan cerita nyata, dilakukan pada lokasi yang sesungguhnya. Juga sebuah gaya dalam memfilmkan dengan efek realitas yang diciptakan dengan cara penggunaan kamera, sound, dan lokasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dolly :&lt;br /&gt;Kendaraan/alat beroda untuk membawa kamera dan operator kamera selama pengambilan gambar. Dolly biasanya dapat didorong dan diarahkan oleh satu orang yang disebut Dolly Grip.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dollying :&lt;br /&gt;Pergerakan kamera selama pengambilan gambar dengan menggunakan kendaraan/alat beroda yang mengakomodasikan kamera dan operator kamera. Kadang disebut juga tracking atau trucking.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Double :&lt;br /&gt;Bisa diartikan pemain tambahan yang menggantikan aktor/aktris selama pengaturan cahaya atau dapat berarti stunt yang menggantikan aktor/aktris dalam adegan berbahaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dress The Set :&lt;br /&gt;Perintah untuk menempatkan banyak benda (misal lampu, asbak, bunga, atau lukisan) di set untuk memunculkan realitas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Drift :&lt;br /&gt;Ketika seorang aktor/aktris hampir tidak disadari bergerak keluar dari posisinya. Dapat juga berupa petunjuk untuk menghilang dengan suatu cara tertentu, dengan arti melakukan perlahan dan bertahap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dual Role :&lt;br /&gt;Pemutaran lebih dari satu bagian peran seorang aktor/aktris dalam sebuah film yang sama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dubbing :&lt;br /&gt;Perekaman suara manusia secara sinkron dengan gambar film. Suaranya mungkin atau mungkin tidak berasal dari aktor/aktris yang sesungguhnya serta bisa juga bahasa yang digunakan ketika film tersebut dibuat.&lt;br /&gt;Dubbing biasanya diselesaikan dengan menggunakan Film Loops - bagian pendek dari sebuah gambar beserta dialognya dalam bentuk married print. Aktor/aktris menggunakan gambar dan soundtrack playback sebagai panduan untuk mensinkronkan gerakan bibir dalam gambar dengan perekaman suara terbaru. Umumnya digunakan untuk memperbaiki perekaman asli yang buruk., performa artistik yang tidak dapat diterima atau kemungkinan kesalahan dalam dialognya. Juga digunakan untuk perekaman lagu dan versi bahasa lain setelah proses pemfilman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dulling Spray :&lt;br /&gt;Sebuah penyemprot aerosol yang menyisakan lapisan yang tidak mengkilat pada permukaan apapun dan tidak mengakibatkan penyilauan pada lensa kamera.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Durasi :&lt;br /&gt;Waktu yang diberikan atau dijalankan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dimmer :&lt;br /&gt;Digunakan untuk mengontrol naik turunnya intensitas cahaya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dissolve :&lt;br /&gt;Teknik penumpukan gambar pada editing maupun syuting multi kamera&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Depth of Field :&lt;br /&gt;Area dimana seluruh obyek yang duterima oleh lensa dan kamera&lt;br /&gt;muncul dengan fokus yang tepat. Biasanya hal ini dipengaruhi oleh&lt;br /&gt;jarak antara obyek dan kamera, focal length dari lensa dan f-stop&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dramatic Emotion :&lt;br /&gt;Emosi gambar secara dramatis&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Editing :&lt;br /&gt;Proses pemotongan gambar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Editor :&lt;br /&gt;Sebutan bagi seseorang yang berprofesi sebagai ahli pemotongan&lt;br /&gt;gambar video dan audio.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Editorial Departement :&lt;br /&gt;Divisi dimana semua potongan film yang telah dihasilkan digabungkan sehingga membentuk urutan yang koheren, kadang dengan bantuan asisten sutradara atau produser.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Electric Departement :&lt;br /&gt;Bertanggung jawab terhadap penjagaan dan penyediaan segala alat elektrik. (misalnya: lampu, kabel, dan lain sebagainya) untuk kebutuhan film.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Electrician :&lt;br /&gt;Orang yang bertanggung jawab terhadap penempatan dan penyesuaian cahaya serta menyediakan listrik sesuai kebutuhan tiap alat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Exclusive Contract :&lt;br /&gt;Kontrak yang menyatakan bahwa seseorang dapat bekerja hanya untuk orang atau perusahaan tertentu yang mengontraknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Exhibitor :&lt;br /&gt;- Orang atau perusahaan yang memiliki bioskop atau drive-in atau rantai lain yang memungkinkan ditontonnya sebuah film.&lt;br /&gt;- Teater atau drive-in yang mempertunjukkan sebuah film.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Exposed :&lt;br /&gt;Bahan baku film yang telah dipakai untuk merekam gambar. Kata “exposed” wajib dicantumkan pada setiap can film yang telah dipakai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ext. :&lt;br /&gt;Eksterior. Bagian manapun dari film yang direkam di luar ruangan; jalanan kota, stadium, gurun, hutan, atau puncak gunung, beberapa lokasi dapat dibuat ulang di sounstage studio namun tetap dinamakan eksterior dalam naskah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Extra :&lt;br /&gt;Orang yang dipekerjakan sebagai pemain latar, misalnya sebagai salah satu orang dalam kerumunan dalam adegan di jalan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Engineering :&lt;br /&gt;Sebutan dalam pengerjaan dan pembagian kerja dalam masalah&lt;br /&gt;teknis penyiaran&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Establish Shot :&lt;br /&gt;Gambar yang natural dan wajar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Extreme Close Up :&lt;br /&gt;Pengambilan gambar dari jarak dekat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fade Out, Fade In :&lt;br /&gt;Efek berupa gamabr yang perlahan hilang dan menjadi gelap (fade out) atau gambar yang muncul dari kegelapan (fade in). Digunakan untuk menekankan berlalunya waktu atau akhir dari adegan atau cerita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;False Move :&lt;br /&gt;Gerakan yang tidak terencana oleh aktor/aktris sebelum melakukan gerakan yang telah direncanakan. False Move yang dilakukan aktor dapat memunculkan masalah dengan mengatur Dolly Grip untuk bergerak bersama dolly dan kamera karena ia berpikir bahwa gerakan aktor adalah isyarat untuk menggerakan kamera.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fast Motion :&lt;br /&gt;Melakukan pemfilman dengan kecepatan dibawah standar kemudian memproyeksikan dengan kecepatan standar untuk membuat tindakan terlihat lebih cepat dari normal. Juga menciptakan efek masa lalu dan film bisu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Feature Part :&lt;br /&gt;Peran yang tidak terlalu penting untuk seorang bintang, tapi cukup besar untuk memunculkan perhatian khusus. Biasanya dilakukan oleh aktor/aktris yang telah dikenal baik oleh penonton. Saat ini lebih dikenal dengan Cameo.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fifty-fifty :&lt;br /&gt;Biasanya sudut kamera atau pengambilan gamabr ketika dua orang aktor/aktris saling berhadapan, berbagi lensa dengan adil. Juga disebut sebagai a two shot atau a two.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fill Light :&lt;br /&gt;Set pencahayaan umum yang digunakan untuk memperhalus kontras dari key lighting.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Film :&lt;br /&gt;Media untuk merekam gambar yang menggunakan selluloid sebagai bahan dasarnya. Memiliki berbagai macam ukuran lebar pita seperti 16mm dan 35mm.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Film Clip :&lt;br /&gt;Bagian pendek dari sebuah film.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Film Loader :&lt;br /&gt;Pengisi Film. Anggota tim kamera kadang adalah asisten kameramen yang mengisi film yang belum diekspose ke dalam magazine dan mengeluarkan film yang telah diekspose ke dalam can.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;First Run :&lt;br /&gt;Pertama kali sebuah film dilepas ke bioskop untuk ditonton. Saat ini lebih dikenal dengan premiere.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fishpole Boom :&lt;br /&gt;Sebuah tiang ringan yang dapat digenggam dan dapat dipindahkan untuk digunakan meletakkan mikrofon di lokasi yang sulit selama pemfilman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Flag :&lt;br /&gt;Miniatur Gobo dari kayu lapis atau kain pada bingkai metal yang diletakkan pada century stand.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Flare :&lt;br /&gt;Ketika suatu obyek atau cahaya dari set memantulkan cahaya yang tidak diinginkan scara langsung pada lensa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Flashback :&lt;br /&gt;Bagian dari cerita film yang mengisahkan waktu periode awal, tergantung dari cerita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Flub :&lt;br /&gt;Ketika aktor/aktris melakukan kesalahan dalam pengucapan dialog - flubbed his line&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fluid Head :&lt;br /&gt;Landasan pada tripod kamera yang memberikan gerakan halus untuk kamera melalui penggunaan flywheel yang diletakkan dalam wadah berisi minyak dalam landasan itu sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Focus :&lt;br /&gt;Penyelarasan gambar secara detail, tajam, dan jernih hingga mendekati&lt;br /&gt;obyek aslinya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fog Maker :&lt;br /&gt;Menggunakan cairan khusus sehingga fog maker dapat memunculkan efek kabut, asap, efek kabur (blur), dan kelembaban. Dengan menggunakan cairan jenis lain maka dapat digunakan untuk menghilangkan kabur yang tidak diinginkan. Alat ini dapat berukuran kecil, mesin yang dapat digenggam atau mesin besar yang diletakkan di kereta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Follow Focus :&lt;br /&gt;Perubahan fokus kamera selama adegan untuk mempertahankan fokus pada aktor/aktris yang bergerak mendekati atau menjahui kamera. Biasanya menjadi tugas first assistant cameraman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Follow Shots :&lt;br /&gt;Pengambilan gambar dengan kamera bergerak memutar untuk mengikuti pergerakan pemeran dalam adegan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Final Editing :&lt;br /&gt;Proses pemotongan gambar secara menyeluruh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Floor Director :&lt;br /&gt;Seseorang yang bertanggungjawab membantu mengkomunikasikan&lt;br /&gt;keinginan sutradara dari master control ke studio produksi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Footage :&lt;br /&gt;Gambar-gambar yang tersedia dan dapat digunakan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Footage Counter :&lt;br /&gt;Alat penghitung yang berada pada kamera untuk tetap dapat mengikuti jumlah film yang telah diekspose.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Four Walled Set :&lt;br /&gt;Sebuah set yang memiliki 4 dinding bukan 3 seperti biasanya. Keempat dinding menutup area aksi secara sempurna namun mungkin dapat dipindahkan untuk memungkinkan pergerakan cahaya dan kamera selama melakukan pengambilan gambar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Frame :&lt;br /&gt;- Suatu gambar dari banyak gambar pada gulungan film yang telah diekspose, ukuran frame bervariasi sesuai format yang akan diambil gambarnya.&lt;br /&gt;- Menyesuaikan kamera dan lensa sehingga gambar yang akan diambil memiliki batasan yang diinginkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Frame per Second (fps) :&lt;br /&gt;Sebuah film 35mm berputar dalam kamera dengan kecepatan normal menghasilkan 24 frame perdetiknya sehingga bila banyak frame yang diputar tiap detiknya aksi dari subyek akan diperlambat ketika diproyeksikan dalam kecepatan normal. Bila lebih sedikit dari 24 frame yang diputar maka aksi tampat dipercepat bila diproyeksikan dengan kecepatan normal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Freelancer :&lt;br /&gt;Orang yang tidak terikat kontrak dengan produser atau perusahaan manapun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Freeze :&lt;br /&gt;Perintah bagi aktor/aktris untuk menghentikan aksi namun mempertahankan posisinya. Dalam film yang aktor/aktris atau obyek lain muncul dengan tiba-tiba misalnya “pop in” pada layar maka aktor/aktris dalam adegan akan diminta untuk diam. Orang atau obyek kemudian ditempatkan di posisinya kemudian perintah untuk “action” diberikan dan adegan dilanjutkan. Dalam pemotongan film di bagian tengah dari masuknya aktor/aktris atau penempatan obyek akan dihilangkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gaffer :&lt;br /&gt;Pemimpin electrician yang bertanggung jawab di bawah Director of Photography mengenai pencahayaan set.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Geared Head :&lt;br /&gt;Unit dimana kamera dipasangkan yang dapat dihubungkan pada dolly atau crane dan panned (gerakan secara horisontal) atau tilted (gerakan secara vertikal) memungkinkan kamera untuk mengikuti gerakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gen :&lt;br /&gt;Truk generator yang digunakan untuk menyediakan tenaga listrik ketika unit film berada di lokasi atau tambahan penyediaan tenaga di studio. Juga disebut sebagai genset.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gobo :&lt;br /&gt;Layar kayu yang dicat hitam. Digunakan untuk menghalangi cahaya dari sati atau lebih pencahayaan lampu studio, suatu set peralatan yang digunakan untuk mecegah jatuhnya cahaya yang tidak diinginkan ke lensa kamera atau area set. Biasanya diletakkan pada sanggahan yang dapat disesuaikan. Gobo tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Green Departement :&lt;br /&gt;Bertanggungjawab untuk menyediakan pepohonan, semak, bunga, rumput, dan benda-benda hidup lainnya baik yang asli maupun buatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Grip :&lt;br /&gt;Orang yang berwenang memindahkan dan mengatur trek atau jalannya kamera - apapun yang membutuhkan cengkeraman yang kuat - di set.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Grip Chain :&lt;br /&gt;Rantai ringan yang digunakan untuk berbagai keperluan yang dilakukan oleh bagian grip. pada set biasanya digunakan pada sekitar kaki kursi atau sofa yang ditempati pemain untuk mencegahnya bergerak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hairdresser :&lt;br /&gt;Spesialis penata rambut untuk film. Seorang hairdresser mungkin bekerja dengan penata rambut laki-laki maupun perempuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hairdresser Departement :&lt;br /&gt;Bertanggungjawab atas kebutuhan rambut asli maupun wig untuk para aktor dan aktris.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hand Cue :&lt;br /&gt;biasanya diberikan oleh sutradara atau asistennya untuk menunjukan waktu masuk seorang aktor/aktris atau bagian khusus dari suatu adegan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hand Held :&lt;br /&gt;Mengambil gambar dengan kamera ringan seperti handycam, jenis yang dapat ditahan oleh operator kamera dengan tangannya selagi mengambil gambar, berlawanan dengan meletakkannya pada gear head atau tripod. Memberikan fleksibilitas yang lebih. Teknik penggunaan kamera dengan tangan tanpa tripod&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Headroom :&lt;br /&gt;Ruangan bagian atas suatu obyek dalam gambar dengan bagian atas frame.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;High Head :&lt;br /&gt;Tripod logam kecil dengan ketinggian tertentu yang dapat dipasangkan ke lantai untuk mempertahankan posisinya. Digunakan untuk menahan kamera saat pengambilan gambar dengan sudut rendah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hot Set :&lt;br /&gt;Suatu set yang telah diisi barang dan dekor untuk syuting. Penggambaran ini biasanya mengindikasikan bahwa set tersebut tidak boleh dimasuki atau digunakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hot Spot :&lt;br /&gt;Area dalam set yang memiliki pencahayaan yang sangat terang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hunting Location :&lt;br /&gt;Proses pencarian dan penggunaan lokasi yang tepat dan terbaik&lt;br /&gt;untuk syuting.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Idiot Cards :&lt;br /&gt;Kartu besar tempat dialog dituliskan untuk aktor yang tidak dapat mengingat kalimatnya. Dapat juga berarti sebuah bagian mesin elektronik yang mahal disebut Tele-Prompter, dimana sebuah gulungan kertas ditempatkan di depan atau dekat dengan kamera dan dituliskan dialognya dengan huruf yang besar sehingga mudah untuk dibaca. Bisa juga disebut dengan Cue cards.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Independent :&lt;br /&gt;Seseorang yang membuat film tanpa dipekerjakan oleh sebuah studio besar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Insert Shot :&lt;br /&gt;Suatu obyek biasanya yang dicetak seperti surat kabar atau sebuah jam, dan dimasukkan ke dalam rangkaian untuk menjelaskan tindakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Int. :&lt;br /&gt;Interior. Bagian dari film yang diambil didalam ruangan. Interior dapat berupa set yang dibentuk di studio atau diluar studio. Lebih dikenal sekarang ini sebagai location interiors.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Intercut :&lt;br /&gt;Mengubah urutan tindakan dari belakang ke depan dari sebuah adegan ke adegan lain, biasanya dilakukan dengan kecepatan cukup tinggi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Iris :&lt;br /&gt;bagian yang terbuka dari sebuah lensa atau bagian belakang yang mengatur masuknya cahaya kdalam film. ukuran Iris dapat dikontrol oleh operator kamera.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jell :&lt;br /&gt;Gelatin atau materi plastik berwarna yang digunakan di depan sebuah lampu untuk mengubah warna cahaya dari lampu tersebut. Bisa juga disebut dengan Gel.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jumping Shot :&lt;br /&gt;Proses pengambilan gambar secara tidak berurutan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jimmy Jib :&lt;br /&gt;Katrol kamera otomatis yang digerakan dengan remote&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Key Grip :&lt;br /&gt;Orang yang memimpin para pekerja grip.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Key Light :&lt;br /&gt;Cahaya utama yang digunakan untuk menerangi subyek tertentu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lab :&lt;br /&gt;Secara umum disebut sebagai suatu tempat untuk memproses exposed film pada tahap akhir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lens (Lensa) :&lt;br /&gt;Konstruksi dari berbagai macam potongan kaca yang dipasang sesuai kebutuhan dan dimasukkan kedalam tube metal. Beberapa jenis lensa bersifat tetap dalam arti tidak dapat diubah-ubah panjangnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Light Meter :&lt;br /&gt;Instrumen kecil dan dapat dipegang dengan tangan yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lining Up :&lt;br /&gt;Membatasi adegan. Operator kamera atau sutradara mengatur penempatan kamera sehingga mencakup ruang pengelihatan yang diinginkan. Dapat juga berarti framing.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Limbo :&lt;br /&gt;Melakukan pengambilan gambar pada area atau set yang tidak dapat dijelaskan sebagai suatu lokasi khusus. Dapat digunakan untuk adegan close-up, insert, dan lain sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lip-Sync :&lt;br /&gt;Sesi perekaman saat seoarang aktor/aktris menyesuaikan suaranya dengan gerakan bibir dari gambar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Location Departement :&lt;br /&gt;Bertanggung jawab untuk mendapatkan lokasi khusus yang dibutuhkan untuk syuting film serta membuat penagturan agar seluruh kru dan peralatan dapat mencapai lokasi tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Long Focus Lens :&lt;br /&gt;Istilah yang relatif digunakan untuk menggambarkan lensa yang lebih panjang dari ukuran fokus normal (telephoto) dan memberikan perbesaran image.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Looks :&lt;br /&gt;Arah khusus yang diminta pada aktor/aktris untuk menagrahkan matanya dengan tujuan untuk menyesuaikan tindakan pada gambar sebelumnya. Bisa juga untuk mengindikasikan lokasi seseorang atau benda yang tidak ada dalam gambar, misalnya diluar kamera.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Long Shot :&lt;br /&gt;Gambar direkam dari jarak jauh. Biasanya digunakan dengan cara&lt;br /&gt;pengambilan gambar dari sudut panjang dan lebar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Magazine :&lt;br /&gt;Wadah film yang membentuk bagian dari suatu kamera atau proyektor. Magazine bersifat tahan cahaya serta tidak memungkinkan cahaya untuk masuk ke film yang belum atau sudah exposed didalam magazine.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Magnetic Recorder :&lt;br /&gt;Alat perekam pita magnetik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Make-Up Call :&lt;br /&gt;Waktu untuk aktor/aktris berada pada bagian make-up atau ruang rias sebelum dimulainya syuting.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Make-Up Departement :&lt;br /&gt;bagian yang bertanggung jawab terhadap penampilan aktor/aktris agar sesuai dengan kebutuhan skenario pada saat syuting.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mark It :&lt;br /&gt;Perintah terhadap asisten kamera untuk melepaskan clapper stick pada slate board untuk memberikan tanda suara pada adegan ketika kamera sedang berjalan pada kecepatan fotografi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Marks :&lt;br /&gt;Digunakan untuk memberikan referensi pada aktor/aktris atau dolly mengenai posisi tertentu dalam suatu adegan. Tanda ini dapat dibuat ditanah atau lantai dengan menggunakan kapur, kertas perekat, tees atau segitiga dari kayu serta metal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Married Print :&lt;br /&gt;Gabungan antara track gambar dan suara setelah film tersebut selesai diedit. Istilah ini tidak dikenal dalam produksi dengan menggunakan format video.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Match :&lt;br /&gt;Menghasilkan ulang suatu tindakan yang dilakukan dalam adegan lain sehingga keduanya dapat dipotong sehingga menghasilkan posisi yg dapat disesuaikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Matching Directions :&lt;br /&gt;Penyesuaian adegan dalam film seperi masuk dari kiri ke kanan sehingga orang atau alat transportasi dalam film tidak memiliki arah yang terbalik ketika pengambilan gambar lain dimasukkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Matte :&lt;br /&gt;Sebuah cut-out atau penutup sebagian yang diletakkan didepan lensa untuk mencegah ekspose dari bagian film. Misalnya sepasang kembar identik sedang berbicara, padahal hanya satu aktor/aktris yang memerankan peran tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Matte Box :&lt;br /&gt;Sebuah frame yang dipasang didepan lensa kamera dan didesain untuk menahan matte kamera yang digunakan pada suatu efek khusus. Matte Box biasanya dikombinasikan dengan sunshade.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Measuring Tape :&lt;br /&gt;Alat ukur yang digunakan untuk mengukur jarak dari lensa ke subyek dengan tujuan untuk menentukan fokus secara tepat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Microphone Shadow :&lt;br /&gt;Munculnya bayangan dari mikrofon pada bagian set yang masuk pada area pandang kamera. Bila muncul pada gambar maka it’s a no-no (gambar tidak terpakai)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mock-Up :&lt;br /&gt;Tiruan suatu benda yang dibuat seperti asli tapi hanya berupa bagian tertentu saja menurut kebutuhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Montage :&lt;br /&gt;Urutan gambar yang mengalir, menyatu, atau kadang dipotong dari yang satu ke yang lainnya. Digunakan untuk memperlihatkan peningkatan atau pembalikan waktu terhadap perubahan lokasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;M.O.S. :&lt;br /&gt;Porsi gamabr dari sebuah adegan yang diambil tanpa merekam suaranya. Inisial ini awalnya muncul dari sutradara Eropa yang tidak dapat mengucapkan WS dan mengatakan Mit Out Sound.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Moving Shot :&lt;br /&gt;Teknik pengambilan gambar dari obyek yang bergerak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Music Departement :&lt;br /&gt;Bertanggungjawab dalam pengaturan atau menyediakan musik yang akan digunakan dalam film.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Master Control :&lt;br /&gt;Perangkat teknis utama penyiaran untuk mengontrol proses distribusi audio dan video dari berbagai input pada suatu produksi acara&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Medium Close Up :&lt;br /&gt;Pengambilan gambar dari jarak yang cukup dekat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Medium Shot :&lt;br /&gt;Gambar diambil dari jarak dekat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Medium Long Shot :&lt;br /&gt;Gambar diambil dari jarak yang panjang dan jauh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Middle Close Up :&lt;br /&gt;Pengambilan gambar dari jarak sedang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Master Shot :&lt;br /&gt;Gambar pilihan utama dari sebuah adegan yang kemudian dijadikan referensi atau rujukan pada saat melakukan proses editing.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;N.G. :&lt;br /&gt;No Good (tidak baik) Istilah ini dipakai sebagai komentar terhadap pengambilan gambar yang tidak baik pada laporan kamera dan suara, misalnya N.G. Sound, N.G. Action&lt;/p&gt; &lt;p&gt;NTSC (National Television Standards Committee)&lt;br /&gt;Sistem warna televisi yang dipergunakan di negara Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya, NTSC terdiri dari 525 garis pemindaian yang berada pada rate 30 frame perdetiknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Non-Exclusive Contract :&lt;br /&gt;Kesepakatan dimana sesorang dijamin untuk ikut dalam sejumlah produksi namun diperbolehkan untuk bekerja pada produksi lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Non-Theatrical Film :&lt;br /&gt;Film yang tidak dipertontonkan di bioskop melainkan untuk film pelatihan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;O.S. :&lt;br /&gt;Off Screen (tidak tampak pada layar)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Outs, Out Takes :&lt;br /&gt;Bagian gambar yang tidak masuk pada versi lengkap dari sebuah film.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Overlap :&lt;br /&gt;Perintah untuk aktor/aktris agar memulai dialog tanpa harus menunggu pemeran lainnya menyelesaikan dialognya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Opening Scene :&lt;br /&gt;Adegan yang dirancang khusus untuk membuka acara atau cerita.&lt;br /&gt;Biasanya adegan ini dikemas secara kreatif dan menarik untuk&lt;br /&gt;mendapatkan perhatian dari penonton&lt;/p&gt; &lt;p&gt;PAL (Phase Alternation by Line) :&lt;br /&gt;Sistem warna televisi yang pertama kali dibuat di Jerman, dan digunakan di Eropa dan beberapa negara lain termasuk Indonesia. PAL terdiri dari 625 garis pemindaian berada pada rate 25 frame perdetiknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Plot :&lt;br /&gt;Alur cerita dari sebuah naskah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;P.O.V. :&lt;br /&gt;Point of View (Sudut Pandang).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Practical :&lt;br /&gt;Deskripsi dari sesuatu dalam sebuah set film seperti pada kehidupan nyata. Misalnya kompor gas, bak cuci, pintu terbuka, pencahayaan lampu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Print :&lt;br /&gt;Perintah ketika pengambilan gambar telah lengkap dan dikirim ke laboratorium untuk dikembangkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Producer :&lt;br /&gt;Sebutan ini untuk orang yang memproduksi sebuah film tetapi bukan dalam arti membiayai atau menanamkan investasi dalam sebuah produksi. Tugas seorang produser adalah memimpin seluruh tim produksi agar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan bersama, baik dalam aspek kreatif maupun manajemen produksi dengan anggaran yang telah disetujui oleh executive producer.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Production Departement :&lt;br /&gt;Bagian yang menentukan batasan biaya dan menangani persiapan dan pelaksanaan atas segala keperluan dalam sebuah produksi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Production Assistant :&lt;br /&gt;Bertanggung jawab atas segala hal yang terjadi dilapangan selama proses produksi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Production Manager :&lt;br /&gt;Orang yang bertanggung jawab atas detail produksi dari awal sampai produksi itu selesai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Production Unit :&lt;br /&gt;Terdiri dari sutradara, kru kamera, kru tata suara, bagian listrik dan semua orang yang diperlukan dalam suatu produksi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Prop Box (Kotak Properti) :&lt;br /&gt;Tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran serta memiliki roda yang gunanya sebagai tempat penyimpanan barang-barang kebutuhan suatu produksi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Prop Man :&lt;br /&gt;Bertugas untuk memastikan bahwa properti ada ditempat yang seharusnya pada saat dibutuhkan untuk suatu produksi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Power Pack :&lt;br /&gt;Tempat khusus untuk pembagian arus listrik&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Panning :&lt;br /&gt;Pergerakan horisontal kamera dari kiri kekanan maupun sebaliknya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rain Cluster :&lt;br /&gt;Sebuah perangkat sprinkler yang dapat digantung diatas kepala untuk memberikan simulasi efek dari hujan. Di sini sering memakai semburan dari mobil pemadam kebakaran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Raw Stock :&lt;br /&gt;Film yang belum diekspose.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Reaction Shot :&lt;br /&gt;Pengambilan gambar yang dimasukkan dalam sebuah adegan untuk menunjukkan efek kalimat atau tindakan terhadap partisipan lain dalam adegan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Reel of Film :&lt;br /&gt;Jumlah film yang akan diproyeksikan dalam waktu 10 menit. 900 feet untuk ukuran 35mm atau 360 feet untuk ukuran 16mm. Gulungan standar dapat menampung film sepanjang 1000 feet untuk 35mm dan 400 feet untuk 16mm.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Reflector :&lt;br /&gt;Pemantul yang permukaannya berlapis perak digunakan untuk memantulkan cahaya. Untuk pengambilan film eksterior reflektor sering digunakan untuk mengarahkan sinar matahari ke bagian dalam suatu adegan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Release Print :&lt;br /&gt;Married Print yang dibuat untuk didistribusikan ke bioskop setelah answer print (telah disetujui)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Re-Load :&lt;br /&gt;Penanda dari departemen kamera atau tata suara ketika mereka telah kehabisan persediaan untuk merekam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Remake :&lt;br /&gt;Produksi suatu film yang sebelumnya telah diproduksi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Re-Run :&lt;br /&gt;Memutar ulang suatu film atau acara televisi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Research Departement :&lt;br /&gt;bagian riset yang terdiri dari orang-orang yang menilai otentisitas artikel, benda, kostum, dan peristiwa dalam sebuah film sebelum produksi film tersebut dijalankan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Resolution, Resolving Power :&lt;br /&gt;Kemampuan lensa atau film untuk menangkap serta menunjukkan detail yang halus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Re-Take :&lt;br /&gt;Pengulangan sebuah adegan dalam syuting.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Reverse, Reverse Angle :&lt;br /&gt;Lawan dari sudut kamera dari adegan yang baru saja diselsaikan untuk memperlihatkan sisi lain dari gambar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rigging :&lt;br /&gt;Sebuah rangka pondasi untuk penyangga lampu penerangan pada suatu set. Sering disebut juga dengan Scaffolding.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Roll, Rool ‘em :&lt;br /&gt;Perintah yang biasanya diberikan oleh asisten sutradara ketika sutradara merasa adegan telah siap untuk pengambilan gambar dengan memfungsikan kamera film dan peralatan rekam lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rough Cut :&lt;br /&gt;Penggabungan dari berbagai adegan film menurut suatu cerita yang komprehensip, biasanya sudah dengan dialog dan soundtrack.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Running Shot :&lt;br /&gt;Menggerakkan kamera untuk menyesuaikan dengan aktor/aktris ketika mereka menyeberangi set atau lokasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rushes :&lt;br /&gt;Cetakan dari hasil pengambilan gambar hari itu yang diproses pada hari yang sama sehingga dapat dilihat pada besoknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rundown :&lt;br /&gt;Susunan isi dan alur cerita dari program acara yang dibatasi oleh&lt;br /&gt;durasi, segmentasi, dan bahasa naskah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Run Through :&lt;br /&gt;Latihan akhir bagi seluruh pendukung acara yang disesuaikan dengan&lt;br /&gt;urutan acara dalam rundown&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Retake :&lt;br /&gt;Pengambilan ulang suatu gambar/adegan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sandbag :&lt;br /&gt;Tas/bungkusan berisi pasir untuk pemberat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Scouting :&lt;br /&gt;Mencari lokasi untuk produksi atau bisa juga mencari orang yang berbakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Screen Play :&lt;br /&gt;Naskah lengkap yang menjadi bahan untuk melakukan produksi film.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Screen Test :&lt;br /&gt;Sebuah adegan yang memberikan kesempatan bagi aktor/aktris untuk memperlihatkan kemampuannya. Adegan ini biasanya diambil dari film untuk mempertimbangkan seorang aktor/aktris diambil lengkap dengan menggunakan kostum, set, dan riasan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Scrim :&lt;br /&gt;Sebuah bendera yang dibuat dari materi tembus cahaya. Kegunaannya adalah sebagian untuk mengurangi dan mendifusikan sumber cahaya. Berada ditengah antara sebuah gobo dan sebuah diffuser.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Script Supervisor, Script Clerk :&lt;br /&gt;Bertanggungjawab untuk mencatat seluruh adegan dan pengambilan gambar yang diproduksi. termasuk semua informasi yang diperlukan seperti durasi, arah gerakan, penagrahan mimik wajah, penempatan aktor/aktris dan properti, serta gerakan fisik yang harus disesuaikan aktor/aktris dalam semua cakupan yang berurutan untuk kemungkinan pengambilan gamabr ulang. Semua informasi ini dimasukkan dalam salinan naskah milik supervisi naskah dan digunakan oleh editor ketika tahap editing. Dalam salinan ini juga dimasukkan catatan dari sutradara untuk editor.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sequence :&lt;br /&gt;Sebuah rangkaian adegan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Shutter :&lt;br /&gt;Mekanisme kamera yang mencegah cahaya masuk ke film diantara pengukuran frame segingga serial foto yang terpisah memiliki jarak walaupun gulungan film tetap diputar dalam kamera.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sneak, Sneak Preview :&lt;br /&gt;Pemutaran film di bioskop tanpa pemberitahuan sehingga pembuat film dapat memperoleh tanggapan dari penonton sebelum didistribusikan secara umum. Seringkali tanggapan dari penonton untuk membuat perubahan dalam film yang menurut produser akan membuat film tersebut lebih berhasil dipasaran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Soft Focus :&lt;br /&gt;pengambilan gambar dengan lensa yang diatur sedikit out of focus sehingga subyek tampak agak buram. seringkali digunakan ketika memfoto seorang aktor.aktris yang mulai terlihat berkerut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Soft Light :&lt;br /&gt;Pencahayaan lampu yang memungkinkan tidak menghasilkan bayangan dan berpendar secara keseluruhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sound Camera :&lt;br /&gt;Kamera yang beroperasi dengan tenan selama perekaman gambar sehingga suara dapat direkam tanpa adanya bunyi dari kamera.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Splice, Splicing :&lt;br /&gt;Penggabungan akhir dari 2 buah film sehingga terbentuk sebuah kesatuan yang berkesinambungan. Proses ini disebut splicing, hubungannya disebut splice.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sprocket :&lt;br /&gt;Roda dengan gerigi teratur yang mencengkeram bagian pinggir film untuk menggerakkannya didalam kamera.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Still man, Photographer :&lt;br /&gt;Bertanggungjawab atas publiitas dan pembuatan foto set serta lokasi. Dapat juga digunakan pada kesempatan tertentu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Stop Frame :&lt;br /&gt;Pengulangan sebuah frame film untuk memberikan efek diam pada aksi. Juga disebut dengan freeze frame.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Story Board :&lt;br /&gt;Sketsa yang menggambarkan adegan dalam film. Digunakan untuk mempemudah pengambilan gambar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sunshade (Lens Shade) :&lt;br /&gt;Kotak persegi panjang untuk meningkatkan ukuran lensa keluar, dipasangkan pada kamera diabgian lensa depan untuk mencegah masuknya cahaya kedalam lensa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Super, Superimposure :&lt;br /&gt;Penempatan sebuah gambar diatas gambar lainnya, misalnya title atau subtitle terjemahan bahasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Swish Pan :&lt;br /&gt;Gerakan panning ketika kamera digerakkan secara cepat dari sebuah sisi ke sisi lainnya, menyebabkan gambar menjadi kabur untuk memunculkan kesan gerakan mata secara cepat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Simply Shot :&lt;br /&gt;Gambar yang diambil dari sudut yang mudah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Script Format :&lt;br /&gt;Format penulisan naskah acara&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Script Marking :&lt;br /&gt;Penandaan pada naskah untuk menjadi catatan bagi sutradara maupun&lt;br /&gt;pendukung produksi lainnya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Stock Shot :&lt;br /&gt;Berbagai bentuk gambar yang diciptakan untuk menjadi pilihan pada&lt;br /&gt;saat gambar-gambar tersebut memasuki proses editing&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suspense :&lt;br /&gt;Istilah yang digunakan untuk menunjukkan adegan yang menegangkan&lt;br /&gt;dan mengundang rasa was-was bagi penonton&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Steady Shot :&lt;br /&gt;Gambar sempurna dan tidak terlalu banyak bergerak dan dapat dinikmati&lt;br /&gt;dengan posisi diam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Slow Motion :&lt;br /&gt;Pergerakan gambar yang diperlambat sesuai dengan kebutuhan cerita&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tag, Tag Line :&lt;br /&gt;Kalimat atau tindakan dalam sebuah adegan terakhir dari sebuah film yang diharapkan dapat menjadi puncak dari apa yang telah disuguhkan sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Teaser :&lt;br /&gt;Adegan pertama dari keseluruhan gambar dari cerita. Biasanya adegan yang menarik, digunakan di televisi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tele-Photo Lens :&lt;br /&gt;Lensa dengan panjang fokus lebih besar dari normal yang digunakan untuk membuat obyek jauh menjadi dekat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;That’s a Hold :&lt;br /&gt;Perintah dari sutradara pada script supervidor dan asisten kamera bahwa pengambilan gambar yang baru saja selesai tidak akan dikirim ke lab untuk dicetak tapi diberi label “hold” sampai pengambilan gambar lainnya telah selesai dan sutradara memutuskan gambar mana yang akan dicetak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tilt :&lt;br /&gt;Menggerakan kamera secara vertikal (naik-turun)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tone Track :&lt;br /&gt;Soundtrack yang memunculkan bunyi latar yang diasosiasikan dengan lokasi interor atau eksterior. Suara ini biasanya tidak disadari namun memberikan sentuhan realitas yang dibutuhkan oleh sebuah film.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Top Lighting :&lt;br /&gt;Cahaya dari sumber yang diletakkan diatas subyek sehingga turun menyinari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Transportation Departement :&lt;br /&gt;Bertanggungjawab terhadap semua kendaraan yang digunakan oleh kru dan pemain selama syuting berlangsung. Dalam hal ini termasuk antar dan jemput kru atau pemain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Treatment :&lt;br /&gt;Presentasi detail dari cerita sebuah film namun belum berbentuk naskah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Triangle :&lt;br /&gt;Alat yang digunakan untuk menahan kaki-kaki tripod agar tidak bergerak jika diletakkan di lantai yang licin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Two/Three Shot :&lt;br /&gt;Perintah yang seringkali digunakan oleh sutradara untuk mengarahkan kamera pada dua/tiga obyek yang dituju.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Unit Manager :&lt;br /&gt;Bertanggungjawab atas kelancaran operasi perusahaan film di lokasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Variable Speed Motor :&lt;br /&gt;Variasi kecepatan film di kamera untuk keperluan efek khusus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Viewfinder :&lt;br /&gt;Instrumen optik yang diletakkan samping kiri blimp yang memungkinkan operator kamera untuk mengikuti aksi sementara kamera sedang berputar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Voice Cue :&lt;br /&gt;Sinyal vokal dari sutradara atau aktor/aktris dalam adegan bahwa sudah waktunya aktor/aktris lain masuk.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;VTR :&lt;br /&gt;Video Tape Recording&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Very Long Shot :&lt;br /&gt;Gambar yang diambil dari jarak yang sangat jauh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Voice Over :&lt;br /&gt;Suara dari announcer atau penyiar untuk mendukung isi cerita (narasi)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wardrobe Box :&lt;br /&gt;Kotak penyimpanan kostum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wardrobe Departement :&lt;br /&gt;Bertanggungjawab atas pemilihan kostum yang akan dipergunakan untuk produksi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wild Line :&lt;br /&gt;Kalimat yang biasanya direkam setelah pengambilan gambar atau diakhir syuting pada hari itu. Dipergunakan untuk mengulang kalimat dari suatu adegan yang telah diambil karena tidak jelas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;White Balance :&lt;br /&gt;Prosedur untuk mengoreksi warna gambar dari kamera dengan&lt;br /&gt;mengubah sensitivitas CCD ke dalam spektrum warna.&lt;br /&gt;Umumnya prosedur ini menggunakan warna putih sebagai dasar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wild Recording :&lt;br /&gt;Perekaman yang tidak dilakukan selama proses fotografi. efek suara dan bunyi acak biasanya direkam dengan cara ini, kadang untuk narasi dan musik juga. Seringkali disebut Non-Sync.&lt;br /&gt;Wind Machine :&lt;br /&gt;Kipas angin besar yang ditutup dengan kawat pengaman. Digunakan untuk menciptakan efek angin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wipe :&lt;br /&gt;Efek optik antara 2 gambar dimana gambar ke-2 mulai di bagian luar layar dan menghapus gambar pertama sampai dengan garis yang masih terlihat dan pada akhirnya menutupi gambar pertama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wrap :&lt;br /&gt;Perintah yang digunakan untuk memberitahukan pada semua orang bahwa syuting pada hari itu sudah selesai.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-2834668129727578580?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/2834668129727578580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=2834668129727578580' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/2834668129727578580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/2834668129727578580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2009/01/istilah-istilah-dalam-produksi-film-dan.html' title='Istilah-istilah dalam Produksi Film dan Acara TV'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-1546894567648859387</id><published>2009-01-19T05:37:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T05:39:06.505-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengantar Ilmu Politik'/><title type='text'>Kewenangan dan Legitimasi</title><content type='html'>Oleh Uwes Fatoni, M.Ag&lt;br /&gt; &lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;KEWENANGAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Kewenangan adalah kekuasaan yang mendapatkan keabsahan atau legitimasi. Kewenangan adalah hak moral untuk membuat dan melaksanakan keputusan politik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Prinsip moral kewenangan: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;menentukan siapa yang berhak memerintah&lt;b style=""&gt; &lt;/b&gt;dan mengatur cara dan prosedur melaksanakan wewenang&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Sumber kewenangan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;1. Tradisi – keluarga atau darah biru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;2. Kekuatan sakral seperti Tuhan, Dewa dan wahyu seperti kerajaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;3. Kualitas pribadi seperti atlit, artis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;4.Peraturan perundang-undangan yang mengatur prosedur dan syarat menjadi pemimpin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;5. Instrumental yaitu kekayaan dan keahlian iptek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Tipe kewenangan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;1. Kewenangan prosedural yaitu berasal dari peraturan perundang-undangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;2. Kewenangan substansial yaitu berasal dari tradisi, kekuatan sakral, kualitas pribadi dan instrumental&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Setiap masyarakat pasti memakai kedua tipe kewenangan ini hanya yang satu dijadikan sebagai yang utama dan yang lain sebagai pelengkap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Peralihan kewenangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;a. Turun temurun – keturunan atau keluarga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;b. Pemilihan – langsung atau perwakilan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;c. Paksaan – revolusi, kudeta atau ancaman kekerasan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Sikap terhadap kewenangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;1) Menerima&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2) Mempertanyakan (skeptis)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;3) Menolak &lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;4) Kombinasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;LEGITIMASI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Pengakuan dan penerimaan masyarakat kepada pemimpin untuk memerintah, membuat dan melaksanakan keputusan politik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Persamaan antara kekuasaan, kewenangan dan legitimasi karena ketiganya berkaitan dengan hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin atau masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Perbedaannya kekuasaan adalah penggunaan sumber-sumber kekuasaan untuk mempengaruhi pembuat dan pelaksana kebijakan politik, sedangkan kewenangan adalah hak moral untuk membuat dan melaksanakan keputusan politik (bersifat top down), adapun legitimasi adalah pengakuan dan penerimaan kepada pemimpin (bersifat bottom up)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Objek legitimasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;1. Masyarakat politik - krisis identitas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;2. Hukum - krisis konstitusi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;3. lembaga politik - krisis kelembagaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;4. pemimpin politik - krisis kepemimpinan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;5. kebijakan - krisis kebijakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;krisis ini terjadi secara berurutan ketika sudah mencapai krisis kebijakan maka sebenarnya sudah terlewati krisis identitas, krisis konstitusi, krisis kelembagaan dan krisis kepemimpinan. Maka bila semuanya sudah mengalami krisis disebutlah krisis legitimasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Kadar legitimasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Pra legitimasi, ada dalam pemerintahan yang baru terbentuk yang      meyakini memiliki kewenangan tapi sebagian kelompok masyarakat belum      mengakuinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Berlegitimasi, yaitu ketika pemerintah bisa meyakinkan masyarakat dan      masyarakat menerima dan mengakuinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Tak berlegitimasi, ketika pemimpin atau pemerintah gagal mendapat      pengakuan dari masyarakat tapi pemimpin tersebut menolak untuk      mengundurkan diri, akhirnya muncul tak berlegitimasi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Untuk mempertahankan      kewenangannya biasanya digunakan cara-cara kekerasan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Pasca legitimasi, yaitu ketika dasar legitimasi sudah berubah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Cara mendapat legitimasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;1. Simbolis, yaitu memanipulasi kecenderungan moral, emosional, tradisi, kepercayaan dilakukan secara ritualistik seperti upacara kenegaraan, parade tentara atau pemberian penghargaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;2. Materiil/instumental yaitu menjanjikan dan memberikan kebutuhan dasar masyarakat &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(&lt;i&gt;basic needs&lt;/i&gt;) seperti sembako, pendidikan, kesehatan dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;3. Pemilu untuk memilih orang atau referendum untuk menentukan kebijakan umum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Tipe legitimasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Tradisional – tradisi      yang dipelihara dan dilembagakan contoh kerajaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Ideologi – penafsir dan pelaksana ideologi, untuk mendapat dan      mempertahankan legitimasi bagi kewenangannya juga menyingkirkan pihak yang      membangkan terhadap kewenangannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Kualitas pribadi – kharisma, penampilan pribadi, atau prestasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Prosedural – peraturan      perundang-undangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Instrumental – menjanjikan dan menjamin kesejahteraan materiil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Pemimpin yang mendapatkan legitimasi berdasarkan prinsip tradisional, ideologi dan kualitas pribadi menggunakan metode simbolis. Sedangkan pemimpin hasil dari prinsip prosedural dan instrumental menggunakan metode prosedural dan metode intrumental.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Manfaat legitimasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;menciptakan stabilitas politik dan perubahan sosial&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;mengatasi masalah      lebih cepat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;mengurangi penggunaan      saran kekerasan fisik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;memperluas bidang kesejahteraan atau meningkatkan kualita      kesejahteraan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Krisis legitimasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;peralihan prinsip      kewenangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;persaingan yang tajam dan tidak sehat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;pemerintah tidak      memenuhi janjinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;sosialisasi kewenangan      berubah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Munculnya kekecewaan dan keresahan pada masyarakat akan menimbulkan krisis legitimasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-1546894567648859387?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/1546894567648859387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=1546894567648859387' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/1546894567648859387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/1546894567648859387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2009/01/kewenangan-dan-legitimasi.html' title='Kewenangan dan Legitimasi'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-427820006500139419</id><published>2009-01-12T05:59:00.000-08:00</published><updated>2009-01-12T07:16:36.352-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TELEVISI'/><title type='text'>Video Transfer / Streaming</title><content type='html'>Penulis : Yusrizal&lt;br /&gt;Sumber : kamerawanjurnalisindonesia.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Video transfer&lt;br /&gt;Ada dua cara melakukan tranver file vdeo melalui internet provider client, pertama melalui ftp dan yang kedua melaui  server,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. FTP&lt;br /&gt;FTP adalah file transfer protocol  yang memungkinkan kita mengirim data dalam kapasitas besar diantara dua computer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melakukan transfer dengan cara ini pertama teman teman harus memiliki FTP client dan server (bisa di download secara gratis) dengan kedua client dan server ini memungkinkan kita berhubungan secara langsung antara computer di lapagan dengan computer di kantor dalam window terdapat fungsi yang sama yang di sebut remote desktop sharing dan remote access server&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama  pilih file yang hendak di kirim – dan tinggal copy paste  dari client ke server   …&lt;br /&gt;Permasalahannya adalah kapasitas file yang terlalu besar, nah ada sedikit tips t mempermudah teman pengiriman gambar dan tidak menghabiskan waktu berjam jam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 down convert video file  file ingest / import  biasanya file asli  saat kita import memiliki codec  &lt;b&gt;avi, mpeg-4, mpeg2, dv-pal&lt;/b&gt;  atau   &lt;b&gt;wmv video codec&lt;/b&gt; ( tergantung camera) pada umumnya codec file ini memiliki kapasitas file yang sangat besar untuk memperkecil file ini kita bisa mengconvert file ini kedlaam bentuk &lt;b&gt;xvid, divx, flc&lt;/b&gt; atau adopt flash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari pengalaman saya div x dapat mengkompress file sangat baik, unutk durasi 5 menit kita hanya memiliki file sebesar 75 mega sedang file asli hapir mencapai 2 Gb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa bila melakukan pengiriman melalui dialup modem pilih &lt;b&gt;hsupa&lt;/b&gt; modem jangan &lt;b&gt;hsdpa&lt;/b&gt; ( huawei memiliki  dua pilihan hsupa atau hsdpa)  hsupa memiliki kemampuan upload hingga 7,2 Mb persecon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan system konversi dan hsupa modem ini saya pernah mencoba hanya di butuhkan waktu 7 menit untuk mengirim gambar dengan durasi 6 menit .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permaslahannya kemudian adalah apakah file ini layak tayang atau tidak? Nah saat di kantor file ini kit kembalikan ke bentuk semula dengan mereconvert file yang kita kirim kalo dilapangan kita melakukan prose decoder maka di kantor harus di lalukan proses uncoder untuk mengembalikan kualitas gambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar info saat ini sangat banyak di jual modem hsupa dengan harga sangat terjangkau, bahkan beberapa handphone set juga sudah memiliki fasilitas ini, jadi kita bisa mengirim gambar melalu hp juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BGAN (broadband  global area network adalah jaringan internet dengan menggunakan satelit yang di prakarsai oleh imarsat/  Bgan sitem sendiri terbagi 2 yaitu REGIONAl bgan dan GLOBAL access &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara garis besar bgun bisa juga dikatakan kumunikasi dengan menggunakan satelit/ penggunaan bgan secara dasar adalah unutk komunikasi suara dan transfer data,  jadi bgan hanya memberi access internet sedangkan untuk proses lainnya di butuhkan software penunjang pengalaman pelatihan, bgan hanya mampu mentranfer data dengan kecepatan maksimal 429 kbs dengan lokasi di gedung indosat jakarta barat/ kecepatan ini jauh lebih rendah dengan kecepatan broadband yang mampu mencapai kecepatan hingga 7,2 MBs&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara sistem transfer sendiri  terserah kita menggunakan apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara LIVEWIRE adalah nama software yang di gunakan unutk melakukan streaming video dan audio/ livewire ini juga dapat berfungsi sebgai internet tv searching&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara garis besar software ini mampu melakukan pencarian video dan audio melalui streaming livewire ini sendiri saat ini masih menggunakan format hyperlink .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;unutk saat ini mungkin stream box lebih ungul dibanding livewire/ karena stream box memungkina kita untuk siaran life dengan badwith sangat kecil/ menurut data stream box ini hanya membutuhkan speed kisaran 200 KBs untuk melakukan tranfers data in real times.&lt;br /&gt;untuk lebih jalas informasi tentang stream box ini silahkan liat di bgan (broadband global area network adalah jaringan internet dengan menggunakan satelit yang di prakarsai oleh imarsat/&lt;br /&gt;Bgan sitem sendiri terbagi 2 yaitu REGIONAl bgan dan GLOBAL access  network&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara garis besar bgun bisa juga dikatakan kumunikasi dengan menggunakan satelit/ penggunaan bgan secara dasar adalah unutk komunikasi suara dan transfer data,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengalaman pelatihan, bgan hanya mampu mentranfer data dengan kecepatan maksimal 429 kbs dengan lokasi di gedung indosat jakarta barat/ kecepatan ini jauh lebih rendah dengan kecepatan broadband yang mampu mencapai kecepatan hingga 7,2 MBs&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk saat ini mungkin stream box lebih ungul dibanding livewire/ karena stream box memungkina kita untuk siaran life dengan badwith sangat kecil/ menurut data stream box ini hanya membutuhkan speed kisaran 200 KBs untuk melakukan tranfers data in real times. info lebih lanjut tentang streambox silakah liat di &lt;a href="http://www.streambox.com/" target="_blank" rel="nofollow"&gt;www.streambox.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedikit tambahan cara melihat bandwith adalah &lt;br /&gt;1 KB= 8Kb jadi jika  kecepayan 256 kbs ,sebenarnya hanya memiliki bandwith sebesar 64 KB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-427820006500139419?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/427820006500139419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=427820006500139419' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/427820006500139419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/427820006500139419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2009/01/video-transfer-streaming.html' title='Video Transfer / Streaming'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-6723417963512308198</id><published>2009-01-12T03:42:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T05:53:49.683-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komunikasi Massa'/><title type='text'>Bentuk-Bentuk Media Massa</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Sumber : http://oliviadwiayu.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Surat Kabar&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18pt; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span&gt;Menurut Agee, surat kabar memiliki tiga fungsi utama dan fungsi sekunder. Fungsi utama media adalah : (1) to inform (menginformasikan kepada pembaca secara objektif tentang apa yang terjadi dalam suatu komunitas, negara dan dunia, (2) to comment (mengomentari berita yang disampaikan dan mengembangkannya ke dalam focus berita, (3) to provide (menyediakan keperluan informasi bagi pembaca yang membutuhkan barang dan jasa melalui pemasangan iklan di media.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span&gt;Fungsi Sekunder media adalah : (1) untuk mengkampanyekan proyek-proyek yang bersifat kemasyarakatan, yang diperlukan sekali untuk membantu kondisi-kondisi tertentu, (2) memberikan hiburan kepada pembaca dengan sajian cerita komik,kartun dan cerita-cerita khusus, (3) melayani pembaca sebagai konselor yang ramah, menjadi agen informasi dan memperjuangkan hak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span&gt;A. Sejarah Singkat Surat Kabar di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Zaman Belanda, di Jakarta terbit Javasche Courant tahun 1828 isinya tentang berita resmi pemerintah, berita lelang dan berita kutipan harian di Eropa. Surat kabar pada masa itu tidak mempunyai arti secara politis karena lebih merupakan surat kabar periklanan. Tirasnya mencapai 1000-1200 eksemplar setiap kali terbit. Pada tahun 1885 terdapat 16 surat kabar berbahasa Belanda dan 12 surat kabar berbahasa Melayu satu berbahasa Jawa yang terbit di Solo.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;Zaman Jepang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -9pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;               &lt;/span&gt;Jepang datang, surat kabar diambil alih secara pelan-pelan. Beberapa surat kabar disatukan dengan alasan untuk menghemat alat-alat, tenaga. Tujuan sebenarnya adalah agar pemerintah dapat memperketat pengawasan terhadap isi surat kabar. Kantor Berita Antara pun diambil alih dan diteruskan oleh kantor Berita Yashima. Surat kabar bersifat propaganda dan memuji-muji pemerintah dan tentara Jepang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;Zaman Kemerdekaan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;Surat kabar yang diterbitkan pada masa itu merupakan tandingan dari surat kabar yang diterbitkan pemerintahan Jepang. Pada zaman ini, banyak sekali pembredelan surat kabar karena isi bersifat propaganda bagipemeritnah pada waktu itu, seperti surat kabar Berita Indonesia, Harian rakyat, Soera Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Zaman Orde Lama&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Setelah dekrit 5 Juli 1959, terdapat larangan kegiatan politik, termasuk pers. Persyaratan mendapatkan SIT dan Surat Izin Cetak diperketat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Zaman Orde Baru&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Pertumbuhan pers cukup marak di satu pihak cukup menggembirakan, tapi di pihak lain perlu diwaspadai. Pertumbuhan pers yangbebas dan merdeka, suatu pertanda bahwa kehidupan demokrasi terjamin. Penggunaan hak kebebasan pers yang kurang wajar dan bertanggung jawab, masih banyak surat kabar yang terdorong oleh tujuan komersil ataupun motif lainnya menyajikan berita-berita sensasional yang pada gilirannya akan dapat merusak stabilitas nasional. Pemerintah memberikan ganjaran berupa pencabutan Surat Izin Terbit, dan Surat izin Usaha Penerbitan Pers, seperti Sinar Harapan, tabloid Monitor dan Detik, majalah Tempo dan Editor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 225pt; text-indent: -207pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;B.&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Fungsi Surat Kabar&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt;"&gt;Dari empat fungsi media massa (informasi, edukasi, hiburan dan persuasive), fungsi yang paling menonjol pada surat kabar adalah informasi. Hal ini sesuai dengan tujuan utama khalayak membaca surat kabar, yaitu keingintahuan akan setiap peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Fungsi hiburan dapat ditemukan pada rubric artikel ringan, feature, komik atau kartun seta cerita bersambung. Fungsi mendidik dan mempengaruhi akan ditemukan pada artikel ilmiah, tajuk rencana atau editorial dan rubric opini. Fungsi pers bertambah, yiatu sebgai alat kontrol sosial yang konstruktif.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 225pt; text-indent: -207pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;C.&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Karakteristik Surat Kabar&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt;"&gt;Untuk dapat memanfaatkan media massa secara maksimal dan tercapainya tujuan komunikasi, maka seorang komunikator harus memahami kelebihan dan kekurangan media tersebut. Karakteristik surat kabar sebagai media massa mencakup: &lt;em&gt;publisitas, periodisitas, universalitas, aktualitas dan terdokumentasikan&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span&gt;Untuk menyerap isi surat kabar, dituntut kemampuan intelektualitas tertentu. Khalayak yang buta huruf tidak dapat menerima pesan surat kabar begitu juga yang berpendidikan rendah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 225pt; text-indent: -207pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;D.&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Kategorisasi Surat Kabar&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt;"&gt;Dilihat dari ruang lingkupnya, surat kabar nasional, regional, dan local. Ditinjau dari bentuknya, ada surat kabar biasa dan tabloid. Dilihat dari bahasa yang digunakan, ada surat kabar Berbahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Daerah.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Majalah&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18pt; text-indent: 18pt;"&gt;Menurut Dominick, klasifikasi majalah dibagi kedalam lima kategori utama, yakni: (1) general consumer magazine (majalah konsumen umum), (2) business publication (majalah bisnis), (3) literacy reviews and academic journal (kritik sastra dan majalah ilmiah), (4) newsletter (majalah khusus terbita berkala), (5) Public Relations Magazines (Majalah Humas).&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 117pt; text-indent: -99pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;A.&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Sejarah Majalah Di Indonesia&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span&gt;Keberadaannya dimulai pada masa menjelang dan awal kemerdekaan Indonesia.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Tahun 1945 terbit majalah bulanan dengan nama Panja raja pimpinan Markoem Djojo Hadisoeparto&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Awal Kemerdekaan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Majalah Revue Indoensia yang diterbitkan oleh Soemanang, SH telah mengemukakan gagasannya perlunya koordinasi penerbitan surat kabar yang jumlahnya sudah mencapai ratusan. Terbit semuanay dengan satu tujuan, yaitu menghancurakan sisa-sisa kekuasaan Belanda, mengobarkan semangat perlawanan rakyat terhadap bahaya penjajahan, menempa persatuan nasional utnuk keabadian kemerdekaan bangsa dan penegakan kedaulatan rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span&gt;Zaman Orde Lama&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Penguasa Perang Tertinggi mengeluarkan pedoman resmi untuk penerbit surat kabar dan majalah di seluruh Indonesia. Pedoman itu intinya adalah surat kabar dan majalah wajib menjadi pendukung, pembela dan alat penyebar. Pada masa ini perkembangan majalah tidak begitu baik, karena relative sedikit majalah yang terbit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span&gt;Zaman Orde baru&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Banyak majalah yang terbit dan cukup beragam jenisnya. Hal ini sejalan dengan kondisi perekonomian bangsa Indonesia yang makin baik, serta tingkat pendidikan masyarakat yang makin maju. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 117pt; text-indent: -99pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;B.&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Kategori majalah&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt;"&gt;Tipe majalah ditentukan oleh sasaran khalayak yang dituju, artinya redaksi sudah menentukan siapa yang akan menjadi pembacanya. Kategori majalah pada masa Orde baru; majalah berita, keluarga, wanita, pria, remaja wanita, remaja pria, anak-anak, ilmiah popular, umum, hukum, pertanian, humor, olahraga, daerah.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 117pt; text-indent: -99pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;C.&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Fungsi Majalah&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 72pt;"&gt;Fungsi majalah mengacu pada sasaran khalayak yang spesifik.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 117pt; text-indent: -99pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;D.&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Karakteristik Majalah&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt;"&gt;Majalah media yang paling simple organisasinya, relative lebih mudah mengelolanya, serta tidak membutuhkan modal yang banyak. Majalah tetap dibedakan dengan surat kabar karena majalah memiliki karakteristik tersendiri : Penyajian lebih dalam, Nilai aktualitas Lebih lama, Gambar/Foto lebih banyak, Cover/sampul sebagai daya tarik.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Radio&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18pt; text-indent: 18pt;"&gt;Radio adalah media elektronik tertua dan sangat luwes. Radio telah beradaptasi dengan perubahan dunia, dengan mengembangkan hubungan saling menguntungkan dan melengkapi dengan media lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18pt; text-indent: 18pt;"&gt;Keunggulan radio adalah berada dimana saja, di tempat itdur, di dapur, di dalam mobil, di kantor, di jalan, di pantai dan berbagai tempat lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 127pt; text-indent: -109pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;A.&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Sejarah Radio di Indonesia&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;Zaman Belanda&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Siaran pertama di Indonesiaialah bataviase radio siaran Vreniging (BRV) di Batavia yang resminya pada tanggal 16 Juni 1925 pada saat Indonesia masih dijajah Belanda dan berstatus swasta, kemudian berdirilah radio di daerah karena mendapat bantuan dari Hindia Belanda.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt;"&gt;Zaman Jepang&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Radio siaran yang tadinya berstatus perkumpulan swasta dinonaktifkan dan diurus oleh jawatan khusus bernama Hoso Kanri Kyoku, merupakan pusat radio yang berkedudukan di Jakarta. Namun beberapa pemuda secara sembunyi-sembunyi mendengarkan siaran luar negeri, sehingga mereka dapat mengetahui bahwa pada Jepang telah menyerah kepada sekutu.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt;"&gt;Zaman Kemerdekaan&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Ketika proklamasi tidak dapat disiarkan melalui siaran radio, karena masih dikuasai oleh Jepang. Baru pada tanggal 18 Agustus naskah proklamasi dapat didengar di seluruh tanah air. Tanggal 11 September dibentuk sebuah organisasi radio siaran (RRI).&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt;"&gt;Zaman Orde baru&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;span&gt;                        &lt;/span&gt;Peran dan fungsi radio ditingkatkan selain berfungsi sebagai media informasi dan hiburan, pada masa orde baru, radio siaran melalui RRI menyajikan acara pendidikan dan persuasi. Selanjutnya, station RRI regional juga membantu menginformasikan program-program pemerintah, seperti Keluarga Berencana, kebersihan lingkungan, imunisasi ibu hamil dan balita. &lt;span&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 127pt; text-indent: -109pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;B.&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Radio Siaran Sebagai &lt;em&gt;The Fifth Estate&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Surat kabar memperoleh julukan sebagai kekuatan keempat, maka radio siaran mendapat julukan kekuatan kelima atau the fifith estate. Karena radio siaran juga dapat melakukan fungsi kontrol sosial seperti surat kabar, disamping empat fungsi lain yakni memberi informasi, menghibur, mendidik dan melakukan persuasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan radio siaran adalah daya langsung, daya tembus dan daya tarik.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 127pt; text-indent: -109pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;C.&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Karakteristik Radio Siaran&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Pada Radio siaran terdapat cara tersendiri, yakni apa yang disebut radio siaran style atau gaya radio siaran. Gaya radio siaran ini disebabkan oleh sifat radio siaran yang mencakup : Imanjinatif, Auditori, Akrab, Gaya Percakapan.&lt;span&gt;                 &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Televisi&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18pt; text-indent: 18pt;"&gt;Dari semua media massa, televisilah yang paling berpengaruh pada kehidupan manusia. Televisi dijejali hiburan, berita dan iklan. Mereka menghabiskan waktu menonton televisi sekitar tujuh jam dalam sehari.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18pt; text-indent: 18pt;"&gt;Televisi mengalami perkembangan secara dramatis terutama melalui pertumbuhan televise kabel. Sistem penyampaian program lebih berkembang lagi, kini sedikitnya terdapat lima metode penyampaian program televise yang telah dikembangkan : Over the air reception of network and local station program, Cable, Digital Cable, Wireless Cable, Direct Broadcast satellite (DBS).&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 117pt; text-indent: -99pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;A.&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Siaran Televisi di Indonesia&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt;"&gt;Dimulai pada tanggal 24 Agustus 1962, bertepatan dengan berlangsungnya pembukaan pesta olah raga Asean Games di Senayan. Selama tahun 1962-1963 TVRI berada di udara rata-rata satu jam sehari dengan segala kesederhanaannya. Sejalan dengan kepentingan pemerintah dan keinginan rakyat Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah, pada tanggal 16 Agustus 1976 diresmikan penggunaan satelit Palapa A2, selanjutnya Palapa B, Palapa B-2, Palapa B2R dan Palapa B-4 yang diluncurkan tahun 1992.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt;"&gt;Televisi siaran dan radio siaran, serta media lainnya berperan saling mengisi. Televise siaran menggeser radio siaran mungkin dalam hal porsi iklan.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 117pt; text-indent: -99pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;B.&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Fungsi Televisi&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span&gt;Memberikan informasi, menghibur dan memujuk. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Tetapi fungsi menghibur lebih dominan pada media televisi. Tujuan utama khalayak menonton televisi adalah untuk memperoleh hiburan, selanjutnya untuk memperoleh informasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 117pt; text-indent: -99pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;C.&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span&gt;Karakteristik Televisi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span&gt;Ditinjau dari stimulasi alat indera, dalam radio siaran, surat kabar dan majalah hanya satu alat indera yang mendapat stimulus, yaitu : Audiovisual, Berpikir dalam Gambar, Pengoperasian lebih Kompleks&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 117pt; text-indent: -99pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;D.&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span&gt;Faktor yang perlu diperhatikan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span&gt;Pesan yang akan disampaikan melalui media televisi, memerlukan pertimbangan-pertimbangan lain agar pesan tersebut dapat diterima oleh khalayak sasaran. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan itu adalah pemirsa, waktu, durasi dan metode penyajian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span&gt;Film&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18pt; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span&gt;Gambar bergerak adalah bentuk dominan dari komunikasi massa. Film lebih dulu menjadi media hiburan dibanding radio siaran dan televisi. Menonton televisi menjadi aktivitas populer bagi orang Amerika pada tahun 1920-an sampai 1950-an.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Film adalah industri bisnis yang diproduksi secara kreatif dan memuhi imajinasi orang-orang yang bertujuan memperoleh estetika.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 117pt; text-indent: -99pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;A.&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span&gt;Perfilman di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span&gt;Film pertama yang diputar berjudul lady Van Java yang diproduksi di Bandung pada tahun 1926 oleh David. Pada saat perang Asia Timur Raya di penghujung tahun 1941, perusahaan perfilman yang diusahakan oleh orang Belanda dan Cina itu berpindah tangan kepada pemerintah Jepang. Jepang telah memanfaatkan film untuk media informasi dan propaganda. Setelah proklamasi kemerdekaan, maka pada tanggal 6 Oktober 1945 &lt;em&gt;Nippon Eiga Sha&lt;/em&gt; diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Republik Indonesia. Pada 6 Oktober 1945 lahirlah Berita Film Indonesia atau BFI bersamaan dengan pindahnya Pemerintah RI dari Yogyakarta. BFI bergabung dengan Perusahaan Film Negara, yang pada akhirnya berganti nama menjadi Perusahaan Film Nasional.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 117pt; text-indent: -99pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;B.&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span&gt;Fungsi Film&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span&gt;Khalayak menonton film terutama untuk hiburan. Akan tetapi dalam film terkandung fungsi informatif maupun edukatif, bahkan persuasif. Film nasional dapat digunakan sebagai media edukasi untuk pembinaan generasi muda dalam rangka nation and character building. Fungsi edukasi dapat tercapai&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;apabila film nasional memproduksi film-film sejarah yang objektif atau film dokumenter dan film yang diangkat dari kehidupan sehari-hari secara berimbang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 117pt; text-indent: -99pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;C.&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span&gt;Karakteristik Film&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span&gt;Faktor-faktor yang dapat menunjukkan karakteristik film adalah layar lebar, pengambilan gambar, konsentrasi penuh dan identifikasi psikologis&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 117pt; text-indent: -99pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;D.&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span&gt;Jenis-jenis Film&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span&gt;Bagi seorang komunikator adalah penting untuk mengetahui jenis-jenis film agar dapat memanfaatkan film tersebut sesuai dengan karakteristiknya. Film dapat dikelompokkan pada jenis film cerita, film berita, film dokumenter, dan film kartun&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;6.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span&gt;Komputer dan Internet&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18pt; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span&gt;Situs juga menjadikan sumber informasi untuk hiburan dan informasi perjalanan wisata. Pengguna internet menggantungkan pada situs untuk memperoleh berita. Dua sampai tiga pengguna internet mengakses situs untuk mendapatkan berita terbaru setiap minggunya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18pt; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span&gt;Industri media komputer memiliki beberapa bidang utama, antara lain: pabrik perangkat keras kompputer, perangkar lunak komputer. Content provider adalah yang mengembangkan isi dan database yang didistribusikan melalui jaringan komputer. Bagian dari perangkat lunak komputer terdapat pula Internet Service Provider (ISPs), yakni perusahaan yang menjual akses internet.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18pt; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span&gt;Bisnis perangkat keras komputer terbagi menjadi empat bidang umum : (1) the computer terdiri dari supercomputers, mainframes, maincomputers, workstations dan personal computer (2) storage devices (3) peripheral seperti printer dan modem (4) komponen atau material komputer.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18pt; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span&gt;Perangkat lunak komputer terbagi ke dalam tiga bidang utama, (1) prepackeged software, yang merancang sistem terpadu untuk penggunaan lebih luas dan otomatis (2) prepackage software, yang menyediakan aplikasi-aplikasi program populer seperti word processing, electronic&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;spreadsheet, computer games untuk personal computer (3) software industry, untuk pembuatan gambar bergerak atau film.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18pt; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span&gt;Menurut Laquey, internat merupakan jaringan longgar dari ribuan komputer yang menjangkau jutaan orang di seluruh dunia. Misi awalnya adalah sarana bagi para peneliti untuk&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;mengakses data dari sejumlah sumber daya perangkat keras menjadi ajang komunikasi yang sangat cepat dan efektif. Saat ini internet telah tumbuh menjadi sedemikian besar dan berdaya sebagai alat informasi dan komunikasi yang tak dapat diabaikan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18pt; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span&gt;Menurut Laquey, asal mula internet adalah tercipta suatu ledakan tak terduga di tahun 1969, yaitu dengan lahirnya Arpanet, suatu proyek eksperimen Kementrian Pertahanan Amerika Serikat bernama DARPA. Misi awalnya sederhana yaitu mencoba menggali teknologi yang dapat menghubungkan para peneliti dengan berbagai sumber daya jauh seperti sistem komputer dan pangkalan data yang besar. Arpanet berhasil membantu membudidayakan sejumlah jaringan lain yang kemudian saling berhubungan. 25 tahun kemudian sistem ini berevolusi menjadi suatu ’organisme’ yang semakin luas perkembangannya, yang mencakup puluhan juta orang dan ribuan jaringan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18pt; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span&gt;Sebagian besar komputer dan jaringan yang tersambungkan ke internet masih berkaitan dengan masyarakat pendidikan dan penelitian. Kenyataan ini tidaklah mengejutkan karena internet memang lahirr dari benih penelitian. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18pt; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span&gt;Menurut LaQuey yang membedakan internet (dan Jaringan global lainnya) dari teknologi komunikasi tradisional adalah tingkat interaksi dan kecepatan yang dapat dinikmati pengguna untuk menyiarkan pesannya. Tak ada media yang memberi setiap penggunanya kemampuan untuk berkomunikasi secara seketika dengan ribuan orang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18pt; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span&gt;Internet unggul dalam menghimpun berbagai orang, karena geografis tak lagi menjadi pembatas, berbagai orang dari negara dan latar belakang yang berbeda dapat saling bergabung berdasarkan kesamaan minat dan proyeknya. Internet menyebabkan begitu banyak perkumpulan antara berbagai orang dan kelompok. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span&gt;Menurut Reddick dan King (1996), informasi yang menarik, tepat waktu dan cermat sangat penting untuk jurnalisme yang baik&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-6723417963512308198?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/6723417963512308198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=6723417963512308198' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/6723417963512308198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/6723417963512308198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2009/01/bentuk-bentuk-media-massa.html' title='Bentuk-Bentuk Media Massa'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-1684341593123268103</id><published>2009-01-01T06:56:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T07:26:44.612-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Sejarah Perkembangan Ilmu Manajemen</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penulis: Ritha F. Dalimunthe, SE, MSi&lt;br /&gt;Fakultas Ekonomi&lt;br /&gt;Jurusan Manajemen&lt;br /&gt;Universitas Sumatera Utara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pendahuluan&lt;br /&gt;Seperti diketahui ilmu manajemen berkembang terus hingga saat ini. Ilmu manajemen memberikan pemahaman kepada kita tentang pendekatan ataupun tata cara penting dalam rneneliti, menganalisis dan memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan manajer.&lt;br /&gt;Oleh karena itu masalah ini berisikan uraian tentang perkembangan (evolusi), teori manajemen dari masa ke masa. Selain memberikan gambaran bagaimana aliran pikiran masa lalu diharapkan tulisan ini dapat memberikan sumbangan terhadap ruang lingkup dan perkembangan ilmu manajemen.&lt;br /&gt;   Tulisan ini juga membahas tentang terjadinya perkembangan (evolusi) ilmu manajemen. Dimana dalam ilmu manajemen dikemukakan ada beberapa aliran sebagai dasar pemikiran yang dibagi berdasarkan aliran klasik, aliran hubungan manusiawi dan manajemen modern yang merupakan cikal bakal teori manajemen yang berkembang terus dengan berbagai aliran lainnya.&lt;br /&gt;Adapun aliran pemikiran klasik dikenal dengan pendekatan proses dan produksi sedangkan aliran hubungan manusiawi lebih melihat dari sisi bagaimana sumber daya manusia yang berada dalam organisasi.&lt;br /&gt;Seseorang manajer hendaklah mempelajari dan memahami secara keseluruhan tentang perkembangan (evolusi) manajemen yang telah rnenghasilkan teori-teori manajemen yang muncul dari berbagai aliran, sehingga manajer dapat menggunakan teori yang paling sesuai untuk menghadapi situasi tertentu.&lt;br /&gt;Dengan demikian bila seorang manajer menghadapi situasi bagaimanapun kompleksnya akan dapat mencari solusi atau membuat keputusan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Perkembangan Ilmu Manajemen&lt;br /&gt;Pada perkembangan peradaban rnanusia, ilmu terbagi dalam tiga kelompok besar, yaitu :&lt;br /&gt;1. Ilmu yang mempelajari setia/seluruh gejala, bentuk dan eksistensinya yang erat hubungannya dengan alam beserta isinya dan secara universal mempunyai sifat yang pasti dan sarna serta tidak dipisahkan oleh ruang dan waktu, disebut ilmu eksakta, contoh : fisika, kimia dan biologi.&lt;br /&gt;2. IImu yang mempelajari seluruh gejala rnanusia dan eksistensinya dalam hubungannya pada setiap aspek kehidupan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat dinamakan ilmu sosial/non eksakta, misalnya : ekonomi, politik, psikologi, sosiologi, hukum, administrasi dan lain-lain.&lt;br /&gt;3. IImu humaniora, kumpulan pengetahuan yang erat hubungannya dengan seni, misalnya : seni tari, seni lukis, seni sastra, dan seni suara.&lt;br /&gt;IImu manajemen merupakan salah satu disiplin ilmu sosial. Pada tahun 1886 Frederick W. Taylor melakukan suatu percobaan time and motion study dengan teorinya ban berjalan. Dari sini lahirlah konsep teori efisiensi dan efektivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Taylor menulis buku berjudul The Principle of Scientific Management (1911) yang merupakan awal dari lahirnya manajemen sebagai ilmu.&lt;br /&gt;Di samping itu ilmu manajemen sebagai ilmu penegtahuan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Adanya kelompok manusia, yaitu kelompok yang terdiri atas dua orang atau lebih.&lt;br /&gt;2. Adanya kerjasama dari kelompok terse but.&lt;br /&gt;3. Adanya kegiatan Iproses/usaha&lt;br /&gt;4. Adanya tujuan&lt;br /&gt;Selanjutnya ilmu manajemen merupakan kumpulan disiplin ilmu sosial yang mempelajari dan melihat manajemen sebagai fenomena dari masyarakat modem. Dimana fenomena masyarakat modem itu merupakan gejala sosial yang membawa perubahan terhadap organisasi.&lt;br /&gt;Ada beberapa adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kehidupan suatu organisasi, yaitu :&lt;br /&gt;1. Tekanan pemilik perusahaan&lt;br /&gt;2. Kemajuan teknologi&lt;br /&gt;3. Saingan baru&lt;br /&gt;4. Tuntutan masyarakat&lt;br /&gt;5. Kebijaksanaan pemerintah&lt;br /&gt;6. Pengaruh dunia Internasional&lt;br /&gt;   Pada kenyataannya rnanajemen sulit dedifenisikan karena tidak ada defenisi manajemen yang diterima secara universal. Mary Parker Follet mendefenisikan manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Defenisi ini rnengandung arti bahwa para manajer untuk mencapai tujuan organisasi melalui pengaturan orang lain untuk melaksanakan berbagai tugas yang mungkin dilakukan.&lt;br /&gt;   Manajemen memang bisa berarti seperti itu, tetapi bisa juga mempunyai pengertian lebih dari pada itu. Sehingga dalam kenyataannya tidak ada defenisi yang digunakan secara konsisten oleh semua orang. Stoner mengemukakan suatu defenisi yang lebih kompleks yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;"Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan, usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber dayasumber daya organisasi lainnya agar rnencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan".&lt;br /&gt;   Dari defenisi di atas terlihat bahwa Stoner telah rnenggunakan kata "proses", bukan "seni". Mengartikan manajernen sebagai "seni" mengandung arti bahwa hal itu adalah kemampuan atau ketrampilan pribadi. Sedangkan suatu "proses" adalah cara sistematis untuk rnelakukan pekerjaan. Manajemen didefenisikan sebagai proses karena semua manajer tanpa harus rnemperhatikan kecakapan atau ketrampilan khusus, harus melaksanakan kegiatan-kegiatan yang saling berkaitan dalam pencapaian tujuan yang diinginkan.&lt;br /&gt;   Berdasarkan uraian diatas disimpulkan bahwa pada dasarnya manajemen merupakan kerjasama dengan orang-orang untuk menentukan, menginterpretasikan dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating), dan pengawasan (controlling).&lt;br /&gt;Sampai sekarang belum ada suatu teori manajernen dapat diterapkan pada semua situasi. Seorang manajer akan menjumpai banyak pandangan tentang manajemen. Setiap pandangan mungkin berguna untuk berbagai masalah yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;Ada tiga aliran pemikiran manajemen yaitu :&lt;br /&gt;a. Aliran klasik&lt;br /&gt;b. Aliran hubungan manusiawi&lt;br /&gt;c. Aliran manajemen modem&lt;br /&gt;Tingkatan manajemen dalam organisasi akan membagi manajer menjadi tiga golongan yang berbeda :&lt;br /&gt;1. Manajer lini pertama&lt;br /&gt;Tingkat paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan menagwasi&lt;br /&gt;tenaga-tenaga operasional disebut manajemen lini (garis) pertama.&lt;br /&gt;2. Manajer menengah&lt;br /&gt;Manajemen menengah dapat meliputi bebrapa tingkatan dalam suatu organisasi.&lt;br /&gt;Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya dan kadang-kadang juga karyawan operasional.&lt;br /&gt;3. Manajer puncak&lt;br /&gt;Klasifikasi manajer training pada suatu organisasi. Manajemen puncak bertanggung jawab atas keseluruhan manajemen organisasi.&lt;br /&gt;III. Prinsip Teori Manajemen Aliran Klasik&lt;br /&gt;Awal sekali ilmu manajemen timbul akibat terjadinya revolusi industri di Inggris pada abad 18.&lt;br /&gt;Para pemikir tersebut rnemberikan pematian temadap masalah-masalah manajemen yang timbul baik itu di kalangan usahawan, industri maupun masyarakat. Para pemikir itu yang terkenaI antara lain, Robert Owen, Henry Fayol, Frederick W Taylor dan lainnya.&lt;br /&gt;1. Robert Owen (1771 -1858)&lt;br /&gt;Robert Owen adalah orang yang menentang praktek-praktek memperkerjakan anak-anak usia 5 atau 6 tahun dan standar kerja 13 jam per hari. Tersentuh dengan kondisi kerja yang amat menyedihkan itu, beliau mengajukan adanya perbaikan temadap kondisi kerja ini.&lt;br /&gt;   Pada tahun-tahun awal revolusi industri, ketika para pekerja dianggap instrumen yang tidak berdaya, Owen melihat rneningkatkan kondisi kerja di pabrik, rnenaikkan usia minimum kerja bagi anak-anak, mengurangi jam kerja karyawan, menyediakan makanan bagi karyawan pabrik, mendirikan toko-toko untuk menjual keperluan hidup karyawan dengan harga yang layak, dan berusaha memperbaiki lingkungan hidup tempat karyawan tinggal, dengan membangun rumah-rumah dan membuat jalan, sehingga lingkungan hidup dan pabrik rnenjadi menarik. Sebab itu, beliau disebut "Bapak Personal Manajemen Modem". Selain itu, Owen lebih banyak memperhatikan pekerja, karena menurutnya, investasi yang penting bagi manajer adalah sumber daya manusia. Selain mengenai perbaikan kondisi kerja, beliau juga membuat prosedur untuk meningkatkan produktivitas, seperti prosedur penilaian kerja dan bersaing juga secara terbuka.&lt;br /&gt;2. Charles Babbage (1792 -1871)&lt;br /&gt;Charles Babbage adalah seorang guru besar matematika yang tertarik pada usaha penilaian efisiensi pada operasional suatu pabrik, dengan menerapkan prinsip-prinsip ilmiah agar terwujud peningkatan produktivitas dan penurunan biaya. Beliau pertarna kali mengusulkan adanya pembagian kerja berdasarkan spesialisasi pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan tertentu, sehingga pekerjaan dibuat rutin dan lebih mudah dapat dikendalikan dengan alat kalkulator. Babbage merupakan penemu kalkulator mekanis pada tahun 1822, yang disebut "rnesin penambah dan pengurang (Difference Machine)", Prinsip- prinsip dasamya digunakan pada mesin-mesin hitung hampir seabad kemudian. Pada tahun 1833 beliau menyusun sebuah Mesin analitis (Analysical Machine), yaitu sebuah komputer otomatis dan merupakan dasar komputer modern, sehingga beliau sering dinamakan Bapak Komputer".&lt;br /&gt;   Tulisannya dituangkan dalam bukunya yang beljudul "On the Economy Of Machinery and Manufactures" (1832). Beliau juga tertarik pada prinsip efisiensi dalam pembagian tugas dan perkembangan prinsip-prinsip ilmiah, untuk menentukan seorang manajer harus memakai fasilitas, bahan, dan tenaga kerja supaya rnendapatkan hasil yang sebaik-baiknya. Disamping itu Babbage sangat memperhatikan faktor manusia, dia menyarankan sebaiknya ada semacam sistem pembagian keuntungan antara pekerja dan pemilik pabrik, sehingga para pekerja memperoleh bagian keuntungan pabrik, apabila mereka ikut menyumbang dalam peningkatan produktivitas. Beliau menyarankan para pekerja selayaknya menerirna pembayaran tetap atas dasar sifat pekerjaan mereka, ditambahkan dengan pembagian keuntungan, dan bonus untuk setiap saran yang mereka berikan dalam peningkatkan produktivitas.&lt;br /&gt;3. Frederick W. Taylor (1856 -1915)&lt;br /&gt;Frederick W. Taylor dikenal dengan manajemen ilmiahnya dalam upaya meningkatkan produktivitas. Gerakannya yang terkenal adalah gerakan efisiensi kerja. Taylor membuat prinsip-prinsip yang menjadi intinya manajemen ilmiah yang terkenal dengan rencana pengupahan yang menghasilkan turunnya biaya dan meningkatkan produktivitas, mutu, pendapatan pekerjaan dan semangat kerja karyawan. Adapun filsafat Taylor memiliki 4 prinsip yang ditetapkan yaitu :&lt;br /&gt;1. Pengembangan manajemen ilmiah secara benar.&lt;br /&gt;2. Pekerjaan diseleksi secara ilmiah dengan rnenempatkan pekerjaan yang cocok untuk satu pekerjaan.&lt;br /&gt;3. Adanya pendidikan dan pengambangan ilmiah dari para pekerja.&lt;br /&gt;4. Kerjasama yang baik antara manajernen dengan pekerja.&lt;br /&gt;Dalam menerapkan ke-empat prinsip ini, beliau menganjurkan perlunya revolusi mental di kalangan manajer dan pekerja. Adapun prinsip-prinsip dasar menurut Taylor mendekati ilmiah adalah :&lt;br /&gt;1. Adanya ilmu pengetahuan yang menggantikan cara kerja yang asal-asalan.&lt;br /&gt;2. Adanya hubungan waktu dan gerak kelompok.&lt;br /&gt;3. Adanya kerja sarna sesama pekerja, dan bukan bekerja secara individual.&lt;br /&gt;4. Bekerja untuk hasil yang maksimal.&lt;br /&gt;5. Mengembangkan seluruh karyawan hingga taraf yang setinggi-tingginya, untuk tingkat kesejahteraan maksimum para kaayawan itu sendiri dan perusahaan. Buku-buku Taylor yang terkenal adalah "Shop management (1930)", Principles Of Scientific Management (1911)", dan "Testimory Before Special House Comittee (1912)". Dan pada tahun 1947, ketiga buku tersebut digabungkan dalam 1 (satu) buku dengan judul "Scientific Management.&lt;br /&gt;4. HenryL Gant (1861 -1919)&lt;br /&gt;Sumbangan Henay L. Grant yang terkenal adalah sistem bonus harian dan bonus ekstra untuk para mandor. Beliau juga memperkenalkan sistem "Charting" yang terkenal dengan "Gant Chart".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menekankan pentingnya mengembangkan minat hubungan timbal balik antara manajernen dan para karyawan, yaitu kerja sarna yang harmonis. Henry beranggapan bahwa unsur manusia sangat penting sehingga menggarisbawahi pentingnya mengajarkan, mengembangkan pengertian tentang sistem pada pihak karyawan dan manajemen, serta perlunya penghargaan dalam segala masalah manajemen. Metodenya yang terkenal adalah rnetode grafis dalam menggambarkan rencana-rencana dan memungkinkan adanya pengendalian manajerial yang lebih baik. Dengan rnenekankan pentingnya waktu maupun biaya dalam merencanakan dan rnengendalikan pekerjaan. Hal ini yang menghasilkan terciptanya "Gantt Chart" yang terkenal tersebut. Teknik ini pelopor teknikteknik modern seperti PERT (Program Evaluation and Review Techique).&lt;br /&gt;5. The Gilbreths (Frank B. Gilbreth : 1868 -1924 dan Lilian Gilbreth : 1878 -1972)&lt;br /&gt;Suami istri ini selain rnempelajari masalah gerak dan kelelahan, juga tertarik dengan usaha membantu pekerja menampilkan potensinya secara penuh sebagai makhluk manusia. Setiap langkah yang dapat rnenghasilkan gerak dapat mengurangi kelelahan. Mereka juga terkenaI dengan tiga peran dari setiap pekerja yaitu sebagai pelaku, pelajar dan pelatihan yang senantiasa&lt;br /&gt;mencari kesempatan baru, atau terkenal dengan konsep "three position plan of promotion". Banyak manfaat dan jasa yang diberikan oleh manajemen ilmiah, namun satu hal penting dilupakan oleh manajemen ini, yaitu kebutuhan sosial manusia dalam berkelompok, karena terlalu mengutamakan keuntungan dan kebutuhan ekonomis dan fisik perusahaan dan pekerjaan. Aliran ini melupakan kepuasan pekerjaan pekerja sebagai manusia biasa.&lt;br /&gt;Perhatian Lilian Gilbreth tertuju pada aspek manusia dari kerja dan perhatian suamianya pada efisiensi -yaitu usaha untuk menemukan cara satu-satunya yang terbaik dalam melaksanakan tugas tertentu. Dalam menerapkan prinsipprinsip manajemen ilmiah, harus memandang para pekerja dan mengerti kepribadian serta kebutuhan mereka. Ketidakpuasan di antara pekerja karena kurang adanya perhatian dari pihak manajemen terhadap pekerja.&lt;br /&gt;6. Henry Fayol (1841 -1925)&lt;br /&gt;Henry Fayol mengarang buku "General and Industrial management". Pada tahun 1916, dengan sebutan teori manajemen klasik yang sangat memperhatikan produktivitas pabrik dan pekerja, disamping memperhatikan manajemen bagi satu organisasi yang kompleks, sehingga beliau menampilkan satu metode ajaran manajemen yang lebih utuh dalam bentuk cetak biru. Fayol berkeyakinan keberhasilan para manajer tidak hanya ditentukan oleh mutu pribadinya, tetapi karena adanya penggunaan metode manajemen yang tepat.&lt;br /&gt;Sumbangan terbesar dari Fayol berupa pandangannya tentang manajemen yang bukanlah semata kecerdasan pribadi, tetapi lebih merupakan satu keterampilan yang dapat diajarkan dari dipahami prinsip-prinsip pokok dan teori umumnya yang telah dirumuskan. Fayol membagi kegiatan dan operasi perusahaan ke dalam 6 macam kegiatan :&lt;br /&gt;a. Teknis (produksi) yaitu berusaha menghasilkan dan membuat barang- barang produksi.&lt;br /&gt;b. Dagang (Beli, Jual, Pertukaran) dengan tara mengadakan pembelian bahan mentah dan menjual hasil produksi.&lt;br /&gt;c. Keuangan (pencarian dan penggunaan optimum atas modal) berusaha mendapatkan dan menggunakan modal.&lt;br /&gt;d. Keamanan (perlindungan harga milik dan manusia) berupa melindungi pekerja dan barang-barang kekayaan perusahaan.&lt;br /&gt;e. Akuntansi dengan adanya pencatatan dan pembukuan biaya, utang, keuntungan dan neraca, serta berbagai data statistik.&lt;br /&gt;f. Manajerial yang terdiri dari 5 fungsi :&lt;br /&gt;1) Perencanaan (planning) berupa penentuan langkah-langkah yang memungkinkan organisasi mencapai tujuan-tujuannya.&lt;br /&gt;2) Pengorganisasian dan (organizing), dalam arti mobilisasi bahan materiil dan sumber daya manusia guna melaksanakan rencana.&lt;br /&gt;3) Memerintah (Commanding) dengan memberi arahan kepada karyawan agar dapat menunaikan tugas pekerjaan mereka&lt;br /&gt;4) Pengkoordinasian (Coordinating) dengan memastikan sumber-sumber daya dan kegiatan organisasi berlangsung secara harmonis dalam mencapai tujuannya.&lt;br /&gt;5) Pengendalian (Controlling) dengan memantau rencana untuk&lt;br /&gt;membuktikan apakah rencana itu sudah dilaskanakan sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;Selain hal-hal pokok diatas, masih ada beberapa ajaran Fayol lainnya yaitu :&lt;br /&gt;1. Keterampilan yang dibutuhkan oleh manajer tergantung kepada tempat pada tingkatan organisasi, yang rendah lebih membutuhkan keterampilan dan kemampuan teknis dibandingkan dengan keterampilan manajerial pada manajer tingkat atas.&lt;br /&gt;2. Kemampuan dan ketrampilan manajemen harus diajarkan dan dipelajari, sehingga tidak mungkin hanya diperoleh melalui praktek, timbul tenggelam sepertl orang belajar menyelam tanpa guru.&lt;br /&gt;3. Kernampuan dan keterampilan manajemen dapat diterapkan pada segala bentuk dan jenis organisasi, seperti rumah tangga, pemerintah, partai, industri dan lainlain.&lt;br /&gt;4. Prinsip-prinsip manajemen lebih baik daripada hukum manajemen, karena hukum bersifat kaku, sedang prinsip bersifat lebih luwes, sehingga dapat disesuaikan pada keadaan yang dihadapi.&lt;br /&gt;5. Ada 14 macam prinsip manajemen dari Fayol, yaitu :&lt;br /&gt;a. Pembagian kerja (Division of labor), yaitu sernakin mengkhusus manusia dalam pekerjaannya, semakin efisien kerjanya, seperti terdapat pada ban berjalan.&lt;br /&gt;b. Otoritas dan tanggung jawab (Authority and Responsibility) diperoleh melalui perintah dan untuk dapat memberi perintah haruslah dengan wewenang formil. Walaupun demikian wewenang pribadi dapat mernaksa kepatuhan orang lain.&lt;br /&gt;c. Disiplin (discipline), dalam arti kepatuhan anggota organisasi terhadap aturan dan kesempatan. Kepemimpinan yang baik berperan penting bagi kepatuhan ini dan juga kesepakatan yang ad ii, seperti penghargaan terhadap prestasi serta penerapan sangsi hukum secara adil terhadap yang menyimpang.&lt;br /&gt;d. Kesatuan komando (Unity of commad), yang berarti setiap karyawan hanya menerima perintah kerja dari satu orang dan apabila perintah itu datangnya dari dua orang atasan atau lebih akan timbul pertentangan perintah dan kerancuan wewenang yang harus dipatuhi.&lt;br /&gt;e. Kesatuan pengarahan (unity of Direction), dalam arti sekelompok kegiatan yang mempunyai tujuan yang sarna yang harus dipimpin oleh seorang manajer dengan satu rencana kerja.&lt;br /&gt;f. Menomorduakan kepentingan perorangan terhadap terhadap kepentingan umum (Subordination of Individual interest to general interes), yaitu kepentingan perorangan dikalahkan terhadap kepentingan organisasi sebagai satu keseluruhan.&lt;br /&gt;g. Renumerasi Personil (Renumeration of personnel), dalam arti imbalan yang adil bagi karyawan dan pengusaha.&lt;br /&gt;h. Sentralsiasi (Centralisation), dalam arti bahwa tanggung jawab akhir terletak pada atasan dengan tetap memberi wewenang memutuskan kepada bawahan sesuai kebutuhan, sehingga kemungkinan adanya desentralisasi.&lt;br /&gt;i. Rantai Skalar (Scalar Chain), dalam arti adanya garis kewenangan yang tersusun dari tingkat atas sampai ke tingkat terendah seperti tergambar pada bagan organisasi.&lt;br /&gt;j. Tata-tertib (Order), dalam arti terbitnya penempatan barang dan orang pada tempat dan waktu yang tepat.&lt;br /&gt;k. Keadilan (Equity), yaitu adanya sikap persaudaraan keadilan para manajer terhadap bawahannya.&lt;br /&gt;l. Stabilitas masa jabatan (Stability of Penure of Personal) dalam arti tidak banyak pergantian karyawan yang ke luar masuk organisasi.&lt;br /&gt;m. Inisiatif (Initiative), dengan memberi kebebasan kepada bawahan untuk berprakarsa dalam menyelesaikan pekerjaannya walaupun akan terjadi kesalahan-kesalahan.&lt;br /&gt;n. Semangat Korps (Esprit de Corps), dalam arti meningkatkan semangat berkelompok dan bersatu dengan lebih banyak menggunakan komunikasi langsung daripada komunikasi formal dan tertulis.&lt;br /&gt;Banyak kritik yang dilemparkan kepada teori organisasi dan peranannya terhadap prilaku manajer yang efektif. Juga keyakinannya bahwa prinsip-prinsip manajemen itu dapat diajarkan dan dipelajari. Kritik terhadap teori salah satu datang dari Henry Mintzberg yang menyatakan bahwa teori ini hanya sesuai untuk organisasi masa lampau yang lebih stabil dengan lingkungan yang lebih mudah diramalkan. Teori ini juga terlalu berpegang kepada kewenangan formil dan sering antara satu prinsip tidak sejalan dengan prinsip lainnya, seperti antara prinsip “Division of Labor” dengan “Unity of Command”.&lt;br /&gt;Teori peralihan dari teori organisasi klasik dilanjutkan oleh periode peralihan yang diwakili antara lain oleh 3 (tiga) orang tokoh manajemen yaitu :&lt;br /&gt;7. Mary Parker Folett (1868-1933)&lt;br /&gt;Mari percaya bahwa adanya hubungan yang harmonis antara karyawan dan manajemen brdasar persamaan tujuan, namun tidak sepenuhnya benar untuk memisahkan atasan sebagai pemberi perintah dengan bawahan sebagai penerima perintah. Beliau menganjurkan kedudukan kepemimpinan dalam organisasi, bukan hanya karena kekuasaan yang bersumber dari kewenangan formil, tapi haruslah berasal dari pada pengetahuan dan keahliannya sebagai manajer.&lt;br /&gt;8. Oliver Sheldon (1894 -1951)&lt;br /&gt;Filsafat rnanajemen yang pertama kali ditulis dalam bukunya pada tahun 1923, yang menekankan tentang adanya tanggung jawab sosial dalam dunia , usaha, sehingga etika sarna pentingnya dengan ekonomi alam manajemen, dalam arti melakukan pelayanan barang dan jasa yang tepat dengan harga yang wajar kepada masyarakat. Manajemen juga harus memperlakukan pekerja dengan adil dan jujur. Beliau menggabungkan nilai-nilai efisiensi manajemen ilmiah dengan etika pelayanan kepada masyarakat. Ada 3 prinsip dari Oliver, yaitu :&lt;br /&gt;a. Kebijakan, keadaan dan metoda industri haruslah sejalan dengan kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;b. Manajemen seharusnyalah mampu menafsirkan sangsi moral tertinggi masyarakat sebagai keseluruhan yang memberi makna praktis terhadap gagasan keadilan sosial yang diterima tanpa prasangka oleh masyarakat.&lt;br /&gt;c. Manajemen dapat mengambil prakarsa guna meningkatkan standar etika yang umum dan konsep keadilan sosial.&lt;br /&gt;9. ChesterL. Barnard (1886 -1961)&lt;br /&gt;Berdasarkan kesukaannya dalam bacaan-bacaan sosiologi dan filsafat, kemudian Bernard merumuskan berbagai teori tentang kehidupan organsasi. Menurut dia rnanusia itu masuk organisasi karena ingin mencapai tujuan pribadinya melalui pencapaian tujuan organisasi yang tak mungkin dapat dicapainya sendiri. Chester L. Bernard beasumsi bahwa perusahaan akan berjalan efisien dan hidup terus, apabila dapat menyeimbangkan antara pencapaian tujuan dan kebutuhan individu. Beliau juga menyatakan peranan organisasi informal sangat menentukan suksesnya suatu tujuan perusahaan.&lt;br /&gt;Bukunya yang terkenal berjudul "The Functions of the Executive" (1983). Yang menulis tentang rnanajer berdasarkan suatu pendekatan sistem sosial, untuk mengerti dan menganalisis fungsi-fungsi eksekutif. Ia juga memperhatikan tugas-tugas utama eksekutif dalam kegiatan beroperasi perusahaan. Adapun tugas eksekutif adalah memelihara suatu sistem usaha kerja sarna dalam organisasi formal. Ada beberapa alasan dalam logika analisisnya hila dilihat dalam langkah-langkah yang disajikan pada bukunya sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Adanya pembatasan fisis dan biologis terhadap setiap individu membuat mereka bekerjasama dalam kelompok ; meskipun ada pembatasanpembatasan dasar bersifat fisis dan biologis, adanya kerja sarna membuat batasan psikologis dan sosial yang ada pada setiap individu inilah yang mernainkan peran dalam mendorong kerjasama.&lt;br /&gt;2. Adapun tindakan kerjasama mendorong terbentuknya sistem kerjasama beberapa unsur-unsur fisis, biologis, kepribadian, dan sosial (Barnard mencontohkan kelas dalam kuliah sebagai suatu sistem kerjasama, yang terdiri dari unsur-unsur seperti ruangan, bangku, papan tuns, manusia sebagai makhluk hidup, pribadi-pribadi, pertukaran pendapat, dan sebagainya). Adanya kelanjutan kerjasama biasanya tergantung pada efektivitas (apakah tujuan kerjasama itu tercapai ?) dan efisiensi (apakah tujuan itu dapat dicapai dengan ketidakpuasan dan pengorbanan yang seminimum mungkin dari pihak anggota yang bekerjasama ?).&lt;br /&gt;3. Setiap sistem kerjasama dibagi ke dalam dua bagian yaitu : "Organisasi", yang merupakan interaksi-insteraksi dari individu yang berada di dalam sistem itu, dan "unsur-unsur lainnya".&lt;br /&gt;4. Organisasi dapat dibagi ke dalam dua jenis, pertama : organiasi "formal", yaitu kumpulan interkasi sosial yang memang dikoordinasikan dan mempunyai tujuan bersama. Kedua adalah organisasi "informal", yaitu interaksi-interaksi sosial tanpa tujuan bersama dan tidak dikoordinasikan secara sengaja.&lt;br /&gt;5. Organisasi formal dapat berlangsung hanya bila orang-orang yang didalamnya (a) dapat saling berkomunikasi, (b) mau memberi sumbangan pikiran kepada kegiatan kelompok, dan (c) memiliki kesadaran mempunyai tujuan umum.&lt;br /&gt;6. Setiap organisasi formal harus memiliki unsur-unsur : (a) sistem fungsionalisasi sehingga orang-orang dapat berspesialisasi dengan dibentuknya departementasi : (b) adanya sistem perangsang yang efektif dan efisien yang akan mendorong setiap orang menyumbang ke pikirannya kepada kegiatan kelompok; (c) sistem kekuasaan ("otoritasf') yang menyebabkan setiap anggota kelompok menerima keputusankeputusan para eksekutif : dan (d) sistem pengambilan keputusan yang logis sehingga tujuan dapat tercapai dengan baik.&lt;br /&gt;7. Adapun tugas eksekutif dalam organisasi formal adalah : (a) menjaga hubungan komunikasi organisasi melalui suatu skema organisasi, ditambahkan dengan adanya bawahan yang setia, bertanggung jawab, dan mampu bekerja, serta satu organisasi informal" yang baik; (b) membuat perlindungan terhadap pekerjaan pokok dari individu –individu di dalam organisasi; dan (c) adanya perumusan dan penentuan tujuan perusahaan.&lt;br /&gt;8. Fungsi-fungsi eksekutif mernasuki proses melalui pekerjaan eksekutif dalam mengintegrasikan keseluruhannya dan dalam menemukan keseimbangan di antara kekuatan-kekuatan dan kejadian-kejadian yang berlawanan.&lt;br /&gt;9. Untuk mengefektifkan eksekutif, adanya suatu tata kepemimpinan yang mempunyai tanggung jawab tinggi; sebagaimana telah dinyatakannya bahwa Kerjasamalah, dan bukan kepemimpinan, yang rnembuat proses kreatif; tetapi kepemimpinan merupakan suatu kekuatan yang sangat diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Aliran Hubungan Manusiawi&lt;br /&gt;Pada tahap aliran perilaku atau hubungan manusiawi organisasi melihat pada hakikatnya adalah sumber daya manusia. Aliran ini mernandang aliran klasik kurang lengkap karena terlihat kurang mampu rnewujudkan efisiensi produksi yang sempurna dengan keharmonisan di tempat kerja. Manusia dalam sebuah organisasi tidak selalu dapat dengan mudah diramalkan prilakunya karena sering juga tidak rasional. Oleh sebab itu para manajer perlu dibantu dalam menghadapi rnanusia, melalui antar lain ilmu sosiologi dan psikologi. Ada tiga orang pelopor aliran perilaku yaitu :&lt;br /&gt;1. Hugo Munsterberg (1863 -1916) yaitu Bapak Psikologi Industri.&lt;br /&gt;Sumbangannya yang terpenting adalah berupa pernanfaatan psikologi dalam mewujudkan tujuan-tujuan produktivitas sarna seperti dengan teori-teori manajemen lainnya. Bukunya "Psychology and Indutrial Efficiency", ia memberikan 3 cara untuk meningkatkan produktivitas:&lt;br /&gt;a. Menempatkan seorang pekerja terbaik yang paling sesuai dengan bidang pekerjaan yang akan dikerjakannya.&lt;br /&gt;b. Menciptakan tata kerja yang terbaik yang memenuhi syarat-syarat psikologis untuk memaksimalkan produktivitas.&lt;br /&gt;c. Menggunakan pengaruh psikologis agar memperoleh dampak yang paling tepat dalam mendorong karyawan.&lt;br /&gt;2. Elton Mayo (1880 -1949) gerakan memperkenalkan hubungannya yang diartikan sebagai satu gerakan yang memiliki hubungan timbal batik manajer dan bawahan sehingga mereka secara serasi mewujudkan kerjasama yang memuaskan, dan tercipta semangat dan efisiensi kerja yang memuaskan. Disini terlihat adanya peran faktor-faktor sosial dan psikologis dalam memberi dorongan kerja kepada karyawan. Satu hal yang menarik dari hasil percobaan Mayo dengan kawan-kawan adalah rangsangan uang tidak menyebabkan membaiknya produktivitas. Mereka menyatakan dalam meningkatkan produktivitas adalah satu karena sikap yang dimiliki karyawan yang merasa rnanajer ataupun atasannya memberikan perhatian yang cukup terhadap kesejahteraan mereka yang dikenal dengan sebutan "Hawthorne effect", Selain itu, juga ditemukan pengaruh kehidupan lingkungan sosial dalam kelompok yang lebih informal lebih&lt;br /&gt;besar pengaruhnya terhadap produktivitas. Mayo beryakinan terhadap konsepsnya yang terkenal dengan "Social man” yaitu seharusnyalah dimotivasi oleh kebutuhan-kebutuhan sosial dalam hubungan yang lebih efektif daripada pengawasan ataupun pengendalian manajemen. Konsep "socialmanl”dapat menggantikan konsep "rational man” yaitu seseorang bekerja didorong semata-mata oleh kebutuhan ekonomis pribadi yang terkenal dengan julukan "rational economic man” yang oleh Robert Owen diperkenalkan dengan istilah "vital machine”.&lt;br /&gt;Dalam pendidikan dan pelatihan bagi para manajer dirasa semakin pentingnya "people management skillsl” daripada "engineering atau technicall skillsl”, Sehingga konsep dinamika kelompok dalam praktek manajemen lebih penting daripada manajemen atas dasar kemampuan&lt;br /&gt;perseorangan (individu), Walaupun demikian ada beberapa kelemahan temuan Mayo yang dinyatakan oleh orang-orang yang beranggapan kepuasan karyawan bersifat kompleks, karena selain ditentukan oleh lingkungan sosial, juga oleh faktor-faktor lainnya yaitu tingkat gaji, jenis pekerjaan, struktur dan kultur organisasi, hubungan karyawan manajemen dan lain-lain. Gerakan hubungan manusia terus berkembang dengan munculnya pemikiran-pemikiran lain yang juga tergolong dalam aliran perilaku yang labih maju.&lt;br /&gt;Penggunaan ilmu-ilmu sosial seperti Sosiologi, Psikologi, dan Antropologi terus dipergunakan dengan penelitian yang lebih sempurna, dan para penelitinya lebih dikenal dengan sebutan "behavioral scientists" daripada 'human relations theorists". Di antara mereka yang terkenal adalah Argyris, Maslow and Mc Gregor yang lebih mengutamakan konsep "self actualizing man" daripada hanya sekedar "social man" dalam memberi dorongan kepada karyawan. Teori Mayo ini pun kemudian lebih ditingkatkan dengan pendapat bahwa rnanusia tidak hanya didorong oleh&lt;br /&gt;berbagai kebutuhan yang dikenal dengan konsep "complex-man". Karena tidak ada dua orang yang persis sarna, oleh sebab itu seorang manajer yang efektif akan berusaha mempelajari kebutuhan-kebutuhan setiap individu yang terkait dalam organisasinya agar dapat mempengaruhi individu tersebut.&lt;br /&gt;3. William Ouchi (1981)&lt;br /&gt;William Ouchi, dalam bukunya "theory Z -How America Business Can Meet The Japanese Challen ge (1981)", memperkenalkan teori Z pada tahun 1981 untuk menggambarkan adaptasi Amerika atas perilaku Organisasi Jepang. Teori beliau didasarkan pada perbandingan manajemen dalam organisasi. Jepang disebut tipe perusahaan Jepang dengan manajemen dalam&lt;br /&gt;perusahaan Amerika -disebut perusahaan tipe Amerika. Berikut adalah perbedaan organisasi tipe Amerika dan tipe Jepang.&lt;br /&gt;Sumbangan para ilmuan yang beraliran hubungan manusiawi ini terlihat dalam peningkatan pemahaman terhadap motivasi perseorangan, perlaku kelompok, ataupun hubungan antara pribadi dalam kerja dan pentingnya kerja bagi manusia.&lt;br /&gt;Para manajer diharapkan semakin peka dan terampil dalam menangani dan berhubungan dengan bawahannya. Bahkan muncul berbagai jenis konsep yang lebih mengaji pada masalah-masalah kepemimpinan, penyelesaian perselisihan, memperoleh dan memanfaatkan kekuasaan, perubahan organisasi dan konsep komunikasi.&lt;br /&gt;Walaupun demikian aliran ini tidak bebas dari kritikan, karena di samping terlalu umum, abstrak dan kompleks, sukar sekali bagi manajer untuk menerangkan tentang perilaku manusia yang begitu kompleks dan sukar memilih nasehat ilmuwan yang mana yang sebaiknya harus dituruti dalam mencapai solusi di dalam perusahaan.&lt;br /&gt;V. Aliran Manajemen Modern&lt;br /&gt;Muncul aliran ini lebih kepada aliran kuantitatif merupakan gabungan dari Operation Research dan Management Science. Pada aliran ini berkumpul para sarjana matematika, pisik, dan sarjana eksakta lainnya dalam memecahkan masalahmasalah yang lebih kompleks. Tim sarjana ini di Inggris, di Amerika Serikat, sesudah perang Dunia II dikenal dengan sebutan "OR Tema” dan setelah perang dimanfaatkan dalam bidang industri. Masalah-masalah ruwet yang memerlukan "OR Tim" ini antara lain di bidang transportasi dan komunikasi.&lt;br /&gt;Kehadiran teknologi komputer, membuat prosedur OR lebih diformasikan menjadi aliran IImu Manajemen Modem. Pengembangan model-model dalam memecahkan masalah-masalah manajemen yang kompleks. Adanya bantuan komputer, maka dapat memberi pemecahan masalah yang lebih berdasar rasional kepada para manajer dalam membuat putusan-putusannya. Teknik-teknik ilmu manajemen ini membantu para manajer organisasi dalam berbagai kegiatan penting, seperti dalam hat penganggaran modal, manajemen cash flow, penjadwalan produksi, strategi pengembangan produksi, perencanaan sumber daya manusia dan sebagainya.&lt;br /&gt;Aliran ini juga memiliki kelemahan karena kurang memberi perhatian kepada hubungan manusia. Oleh karena itu sangat cocok untuk bidang perencanaan dan pengendalian, tetapi tidak dapat menjawab masalah-masalah sosial individu seperti motivasi, organisasi dan kepegawaian. Konsep dari aliran ini sebenarnya sukar dipahami oleh para manajer karena dapat menyangkut kuantitatif sehingga para manajer itu merasa jauh dan tidak terlibat dengan penggunaan teknik-teknik ilmu manajemen yang sangat ilmiah dan kompleks.&lt;br /&gt;VI. Perkembangan Teori Manajemen&lt;br /&gt;Ketiga aliran manajemen yang telah diuraikan di atas ternyata sampai sekarang berkembang terus. Aliran hubungan manusiawi dan ilmu manajemen memberikan pendekatan yang penting dalam meneliti, menganalisis dan memecahkan masalahmasalah manajemen. Demikian pula aliran klasik yang telah berkembang ke arah pemanfaatan hasil-hasil penelitian dari aliran lain dan terus tumbuh menjadi pendekatan baru yang disebut pendekatan sistem dan kontingensi.&lt;br /&gt;Aliran klasik dikenal dengan pendekatan proses dan operasi manajemen. Dengan terjadinya proses perkembangan yang saling berkaitan di antara berbagai aliran ini, maka kemudian sudah sulit untuk terlalu membedakan dan memisahkan antara aliran-aliran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses perkembangan teori manajemen terus berkembang hingga saat ini yang dilihat dari lima sisi yaitu :&lt;br /&gt;1. Dominan, yaitu aliran yang muncul karena adanya aliran lain. Pengkajian dari masing-masing aliran masih dirasakan bermanfaat bagi pengembangan teori manajemen.&lt;br /&gt;2. Divergensi, yaitu dimana ketiga aliran masing-masing berkemabng sendiri-sendiri tanpa memanfaatkan pandangan aliran-aliran lainnya.&lt;br /&gt;3. Konvergensi, yang menampilkan aliran dalam satu bentuk yang sarna sehingga batas antara aliran nlenjadi kabur. Perkembangan seperti inilah yang sudah terjadi sekalipun bentuk pengembangannya tidak seimbang karena masih terlihat bentuk dominan dari satu rnazhab terhadap yang lain.&lt;br /&gt;4. Sintesis, berupa pengembangan menyeluruh yang lebih bersitat integrasi dari aliran-aliran seperti yang kemudian tampil dalam pendekatan sistem dan kontingensi.&lt;br /&gt;5. Proliferasi, merupakan bentuk perkembangan teori manajemen dengan munculnya teori-teori manajenlen yang baru yang memusatkan perhatian kepada satu permasalahan manajenlen tertentu.&lt;br /&gt;Seperti kita ketahui hingga saat organisasi bisnis nlerupakan penciptaan pengetahuan dan menjadi sumber inovasi yang penting bagi manajemen. Hal ini dapat dilihat bagaimana perusahaan-perusahaan Jepang dan perusahaan besar lain di belahan dunia ini berhasil dan berkembang karena keahlian danpengalaman dari para manajer dan perusahaan secara keseluruhan menciptakan pengetahuan baru, service, system, produk.&lt;br /&gt;Adanya inovasi yang terns menerus sebenamya rnerupakan inisiatif dari individual dan interaksi datam kelompok sehingga perubahan terns teljadi merupakan hasil dari pengalaman, penyatuan, diskusi, dialog yang menciptakan pengetahuan baru.&lt;br /&gt;Seperti yang dikatakan oleh Ikuijiro Nanoka dakam bukunya Knowledge Creating Company (1995), yang dikutip dari Dirlanudin (hal. 10, 1996) bahwa pengembangan kerangka kelja teori khususnya teori manajemen adalah :&lt;br /&gt;"pengembangan kerangka kerja teori, dengan menjelaskan pada dua dimensi, epistemological dan ortological mengenai kreasi pengetahuan organisasional.&lt;br /&gt;Dimensi epistemological yang digambarkan pada garis vertikal, yang mana konversi pengetahuan tacit dan pengetahuan eksplisit. Sedangkan dimensi ortologi yang mewakili garis horisontal, dimana pengetahuan diciptakan melalui individu-individu yang kemudian ditransformasi pada pengetahuan tingkat kelompok, organisasi dan antar organisasi dan berinteraksi secara terus-menerus".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VII. Penutup&lt;br /&gt;Manajer saat ini dituntut mempelajari dan memahami semua teori manajemen yang dihasilkan oleh berbagai aliran, karena manajer bisa memilih teori yang paling sesuai untuk menghadapi situasi tertentu. Disamping itu seorang manajer dapat saja menggabungkan dan memanfaatkan teori dan konsep yang paling cocok atau pendekatan untuk menghadapi masalah sederhana maupun yang kompleks dan pendekatan-pendekatan ini yang menggambarkan kedudukan dan peranan manajemen saat ini dan di masa datang.&lt;br /&gt;Ada beberapa alasan untuk mengetahui dan mempelajari perkembangan ilmu manajemen yang akan diuraikan di bawah ini yaitu antara lain:&lt;br /&gt;1. Membentuk pandangan kita mengenai organisasi.&lt;br /&gt;Mempelajari teori manajemen juga memberi petunjuk kepada kita di mana kita mendapatkan beberapa ide mengenai organisasi dan manusia didalamnya.&lt;br /&gt;2. Membuat kita sadar mengenai lingkkungan usaha.&lt;br /&gt;Mempelajari berbagai teori manajemen berdasarkan perkembangannya, kita dapat memahami bahwa setiap teori adalah karena berdasarkan lingkungannya yaitu ekonomi, sosial, politik dan pengaruh teknologi yang dirasakan pada waktu dan tempat terjadinya peristiwa tertentu. Pengetahuan ini membantu setiap orang untuk memahami apa sebabnya teori tertentu cocok terhadap keadaan yang berbeda.&lt;br /&gt;3. Mengarahkan terhadap keputusan manajemen.&lt;br /&gt;Mempelajari evolusi manajemen membantu memahami proses dasar sehingga dapat memilih suatu tindakan yang efektif. Pada hakekatnya suatu teori merupakan asumsi-asumsi yang koheren/logis, untuk menjelaskan beberapa fakta yang diobservasi. Teori yang absah, dapat memprediksi apa yang akan terjadi pada situasi tertentu. Dengan adanya pengetahuan ini, kita bisa rnenerapkan teori manajemen yang berbeda terhadap situasi yang berbeda.&lt;br /&gt;4. Merupakan sumber ide baru.&lt;br /&gt;Mempelajari perkembangan teori manajemen memungkinkan kita pada suatu kesempatan mengambil pandangan yang berbeda dari situasi sehari-hari.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-1684341593123268103?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/1684341593123268103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=1684341593123268103' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/1684341593123268103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/1684341593123268103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2009/01/sejarah-perkembangan-ilmu-manajemen.html' title='Sejarah Perkembangan Ilmu Manajemen'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-8902698576314077791</id><published>2009-01-01T06:27:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T06:30:44.794-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Human Relations'/><title type='text'>9 Teori Motivasi</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;1. Teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;(1) kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : rasa lapar, haus, istirahat dan sex; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;(2) kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;(3) kebutuhan akan kasih sayang (love needs); &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;(4) kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status; dan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;(5) aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Kebutuhan-kebutuhan yang disebut pertama (fisiologis) dan kedua (keamanan) kadang-kadang diklasifikasikan dengan cara lain, misalnya dengan menggolongkannya sebagai kebutuhan primer, sedangkan yang lainnya dikenal pula dengan klasifikasi kebutuhan sekunder. Terlepas dari cara membuat klasifikasi kebutuhan manusia itu, yang jelas adalah bahwa sifat, jenis dan intensitas kebutuhan manusia berbeda satu orang dengan yang lainnya karena manusia merupakan individu yang unik. Juga jelas bahwa kebutuhan manusia itu tidak hanya bersifat materi, akan tetapi bersifat pskologikal, mental, intelektual dan bahkan juga spiritual.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Menarik pula untuk dicatat bahwa dengan makin banyaknya organisasi yang tumbuh dan berkembang di masyarakat dan makin mendalamnya pemahaman tentang unsur manusia dalam kehidupan organisasional, teori “klasik” Maslow semakin dipergunakan, bahkan dikatakan mengalami “koreksi”. Penyempurnaan atau “koreksi” tersebut terutama diarahkan pada konsep “hierarki kebutuhan “ yang dikemukakan oleh Maslow. Istilah “hierarki” dapat diartikan sebagai tingkatan. Atau secara analogi berarti anak tangga. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Logikanya ialah bahwa menaiki suatu tangga berarti dimulai dengan anak tangga yang pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Jika konsep tersebut diaplikasikan pada pemuasan kebutuhan manusia, berarti seseorang tidak akan berusaha memuaskan kebutuhan tingkat kedua,- dalam hal ini keamanan- sebelum kebutuhan tingkat pertama yaitu sandang, pangan, dan papan terpenuhi; yang ketiga tidak akan diusahakan pemuasan sebelum seseorang merasa aman, demikian pula seterusnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Berangkat dari kenyataan bahwa pemahaman tentang berbagai kebutuhan manusia makin mendalam penyempurnaan dan “koreksi” dirasakan bukan hanya tepat, akan tetapi juga memang diperlukan karena pengalaman menunjukkan bahwa usaha pemuasan berbagai kebutuhan manusia berlangsung secara simultan. Artinya, sambil memuaskan kebutuhan fisik, seseorang pada waktu yang bersamaan ingin menikmati rasa aman, merasa dihargai, memerlukan teman serta ingin berkembang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Dengan demikian dapat dikatakan bahwa lebih tepat apabila berbagai kebutuhan manusia digolongkan sebagai rangkaian dan bukan sebagai hierarki. Dalam hubungan ini, perlu ditekankan bahwa :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;a. Kebutuhan yang satu saat sudah terpenuhi sangat mungkin akan timbul lagi di waktu yang akan datang;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;b. Pemuasaan berbagai kebutuhan tertentu, terutama kebutuhan fisik, bisa bergeser dari pendekatan kuantitatif menjadi pendekatan kualitatif dalam pemuasannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;c. Berbagai kebutuhan tersebut tidak akan mencapai “titik jenuh” dalam arti tibanya suatu kondisi dalam mana seseorang tidak lagi dapat berbuat sesuatu dalam pemenuhan kebutuhan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Kendati pemikiran Maslow tentang teori kebutuhan ini tampak lebih bersifat teoritis, namun telah memberikan fundasi dan mengilhami bagi pengembangan teori-teori motivasi yang berorientasi pada kebutuhan berikutnya yang lebih bersifat aplikatif..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;2. Teori McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Dari McClelland dikenal tentang teori kebutuhan untuk mencapai prestasi atau Need for Acievement (N.Ach) yang menyatakan bahwa motivasi berbeda-beda, sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi. Murray sebagaimana dikutip oleh Winardi merumuskan kebutuhan akan prestasi tersebut sebagai keinginan :“ Melaksanakan sesuatu tugas atau pekerjaan yang sulit. Menguasai, memanipulasi, atau mengorganisasi obyek-obyek fisik, manusia, atau ide-ide melaksanakan hal-hal tersebut secepat mungkin dan seindependen mungkin, sesuai kondisi yang berlaku. Mengatasi kendala-kendala, mencapai standar tinggi. Mencapai performa puncak untuk diri sendiri. Mampu menang dalam persaingan dengan pihak lain. Meningkatkan kemampuan diri melalui penerapan bakat secara berhasil.”&lt;br /&gt;Menurut McClelland karakteristik orang yang berprestasi tinggi (high achievers) memiliki tiga ciri umum yaitu : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;(1) sebuah preferensi untuk mengerjakan tugas-tugas dengan derajat kesulitan moderat; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;(2) menyukai situasi-situasi di mana kinerja mereka timbul karena upaya-upaya mereka sendiri, dan bukan karena faktor-faktor lain, seperti kemujuran misalnya; dan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;(3) menginginkan umpan balik tentang keberhasilan dan kegagalan mereka, dibandingkan dengan mereka yang berprestasi rendah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;3. Teori Clyton Alderfer (Teori “ERG)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Teori Alderfer dikenal dengan akronim “ERG” . Akronim “ERG” dalam teori Alderfer merupakan huruf-huruf pertama dari tiga istilah yaitu : E = Existence (kebutuhan akan eksistensi), R = Relatedness (kebutuhanuntuk berhubungan dengan pihak lain, dan G = Growth (kebutuhan akan pertumbuhan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Jika makna tiga istilah tersebut didalami akan tampak dua hal penting. Pertama, secara konseptual terdapat persamaan antara teori atau model yang dikembangkan oleh Maslow dan Alderfer. Karena “Existence” dapat dikatakan identik dengan hierarki pertama dan kedua dalam teori Maslow; “ Relatedness” senada dengan hierarki kebutuhan ketiga dan keempat menurut konsep Maslow dan “Growth” mengandung makna sama dengan “self actualization” menurut Maslow. Kedua, teori Alderfer menekankan bahwa berbagai jenis kebutuhan manusia itu diusahakan pemuasannya secara serentak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Apabila teori Alderfer disimak lebih lanjut akan tampak bahwa :&lt;br /&gt;a. Makin tidak terpenuhinya suatu kebutuhan tertentu, makin besar pula keinginan untuk memuaskannya;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;b. Kuatnya keinginan memuaskan kebutuhan yang “lebih tinggi” semakin besar apabila kebutuhan yang lebih rendah telah dipuaskan;&lt;br /&gt;c. Sebaliknya, semakin sulit memuaskan kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi, semakin besar keinginan untuk memuasakan kebutuhan yang lebih mendasar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Tampaknya pandangan ini didasarkan kepada sifat pragmatisme oleh manusia. Artinya, karena menyadari keterbatasannya, seseorang dapat menyesuaikan diri pada kondisi obyektif yang dihadapinya dengan antara lain memusatkan perhatiannya kepada hal-hal yang mungkin dicapainya.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;4. Teori Herzberg (Teori Dua Faktor)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Ilmuwan ketiga yang diakui telah memberikan kontribusi penting dalam pemahaman motivasi Herzberg. Teori yang dikembangkannya dikenal dengan “ Model Dua Faktor” dari motivasi, yaitu faktor motivasional dan faktor hygiene atau “pemeliharaan”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya intrinsik, yang berarti bersumber dalam diri seseorang, sedangkan yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupan seseorang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Menurut Herzberg, yang tergolong sebagai faktor motivasional antara lain ialah pekerjaan seseorang, keberhasilan yang diraih, kesempatan bertumbuh, kemajuan dalam karier dan pengakuan orang lain. Sedangkan faktor-faktor hygiene atau pemeliharaan mencakup antara lain status seseorang dalam organisasi, hubungan seorang individu dengan atasannya, hubungan seseorang dengan rekan-rekan sekerjanya, teknik penyeliaan yang diterapkan oleh para penyelia, kebijakan organisasi, sistem administrasi dalam organisasi, kondisi kerja dan sistem imbalan yang berlaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Salah satu tantangan dalam memahami dan menerapkan teori Herzberg ialah memperhitungkan dengan tepat faktor mana yang lebih berpengaruh kuat dalam kehidupan seseorang, apakah yang bersifat intrinsik ataukah yang bersifat ekstrinsik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;5. Teori Keadilan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Inti teori ini terletak pada pandangan bahwa manusia terdorong untuk menghilangkan kesenjangan antara usaha yang dibuat bagi kepentingan organisasi dengan imbalan yang diterima. Artinya, apabila seorang pegawai mempunyai persepsi bahwa imbalan yang diterimanya tidak memadai, dua kemungkinan dapat terjadi, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;a. Seorang akan berusaha memperoleh imbalan yang lebih besar, atau&lt;br /&gt;b. Mengurangi intensitas usaha yang dibuat dalam melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Dalam menumbuhkan persepsi tertentu, seorang pegawai biasanya menggunakan empat hal sebagai pembanding, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 37.5pt; text-align: justify; text-indent: -19.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Harapannya tentang jumlah imbalan yang dianggapnya layak diterima berdasarkan kualifikasi pribadi, seperti pendidikan, keterampilan, sifat pekerjaan dan pengalamannya;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 37.5pt; text-align: justify; text-indent: -19.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Imbalan yang diterima oleh orang lain dalam organisasi yang kualifikasi dan sifat pekerjaannnya relatif sama dengan yang bersangkutan sendiri;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 37.5pt; text-align: justify; text-indent: -19.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Imbalan yang diterima oleh pegawai lain di organisasi lain di kawasan yang sama serta melakukan kegiatan sejenis;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 37.5pt; text-align: justify; text-indent: -19.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Peraturan perundang-undangan yang berlaku mengenai jumlah dan jenis imbalan yang merupakan hak para pegawai&lt;br /&gt;Pemeliharaan hubungan dengan pegawai dalam kaitan ini berarti bahwa para pejabat dan petugas di bagian kepegawaian harus selalu waspada jangan sampai persepsi ketidakadilan timbul, apalagi meluas di kalangan para pegawai. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Apabila sampai terjadi maka akan timbul berbagai dampak negatif bagi organisasi, seperti ketidakpuasan, tingkat kemangkiran yang tinggi, sering terjadinya kecelakaan dalam penyelesaian tugas, seringnya para pegawai berbuat kesalahan dalam melaksanakan pekerjaan masing-masing, pemogokan atau bahkan perpindahan pegawai ke organisasi lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;6. Teori penetapan tujuan (goal setting theory)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Edwin Locke mengemukakan bahwa dalam penetapan tujuan memiliki empat macam mekanisme motivasional yakni : (a) tujuan-tujuan mengarahkan perhatian; (b) tujuan-tujuan mengatur upaya; (c) tujuan-tujuan meningkatkan persistensi; dan (d) tujuan-tujuan menunjang strategi-strategi dan rencana-rencana kegiatan. Bagan berikut ini menyajikan tentang model instruktif tentang penetapan tujuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;7. Teori Victor H. Vroom (Teori Harapan )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Victor H. Vroom, dalam bukunya yang berjudul “Work And Motivation” mengetengahkan suatu teori yang disebutnya sebagai “ Teori Harapan”. Menurut teori ini, motivasi merupakan akibat suatu hasil dari yang ingin dicapai oleh seorang dan perkiraan yang bersangkutan bahwa tindakannya akan mengarah kepada hasil yang diinginkannya itu. Artinya, apabila seseorang sangat menginginkan sesuatu, dan jalan tampaknya terbuka untuk memperolehnya, yang bersangkutan akan berupaya mendapatkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Dinyatakan dengan cara yang sangat sederhana, teori harapan berkata bahwa jika seseorang menginginkan sesuatu dan harapan untuk memperoleh sesuatu itu cukup besar, yang bersangkutan akan sangat terdorong untuk memperoleh hal yang diinginkannya itu. Sebaliknya, jika harapan memperoleh hal yang diinginkannya itu tipis, motivasinya untuk berupaya akan menjadi rendah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Di kalangan ilmuwan dan para praktisi manajemen sumber daya manusia teori harapan ini mempunyai daya tarik tersendiri karena penekanan tentang pentingnya bagian kepegawaian membantu para pegawai dalam menentukan hal-hal yang diinginkannya serta menunjukkan cara-cara yang paling tepat untuk mewujudkan keinginannnya itu. Penekanan ini dianggap penting karena pengalaman menunjukkan bahwa para pegawai tidak selalu mengetahui secara pasti apa yang diinginkannya, apalagi cara untuk memperolehnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;8. Teori Penguatan dan Modifikasi Perilaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Berbagai teori atau model motivasi yang telah dibahas di muka dapat digolongkan sebagai model kognitif motivasi karena didasarkan pada kebutuhan seseorang berdasarkan persepsi orang yang bersangkutan berarti sifatnya sangat subyektif. Perilakunya pun ditentukan oleh persepsi tersebut.&lt;br /&gt;Padahal dalam kehidupan organisasional disadari dan diakui bahwa kehendak seseorang ditentukan pula oleh berbagai konsekwensi ekstrernal dari perilaku dan tindakannya. Artinya, dari berbagai faktor di luar diri seseorang turut berperan sebagai penentu dan pengubah perilaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Dalam hal ini berlakulah apaya yang dikenal dengan “hukum pengaruh” yang menyatakan bahwa manusia cenderung untuk mengulangi perilaku yang mempunyai konsekwensi yang menguntungkan dirinya dan mengelakkan perilaku yang mengibatkan perilaku yang mengakibatkan timbulnya konsekwensi yang merugikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Contoh yang sangat sederhana ialah seorang juru tik yang mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik dalam waktu singkat. Juru tik tersebut mendapat pujian dari atasannya. Pujian tersebut berakibat pada kenaikan gaji yang dipercepat. Karena juru tik tersebut menyenangi konsekwensi perilakunya itu, ia lalu terdorong bukan hanya bekerja lebih tekun dan lebih teliti, akan tetapi bahkan berusaha meningkatkan keterampilannya, misalnya dengan belajar menggunakan komputer sehingga kemampuannya semakin bertambah, yang pada gilirannya diharapkan mempunyai konsekwensi positif lagi di kemudian hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Contoh sebaliknya ialah seorang pegawai yang datang terlambat berulangkali mendapat teguran dari atasannya, mungkin disertai ancaman akan dikenakan sanksi indisipliner. Teguran dan kemungkinan dikenakan sanksi sebagi konsekwensi negatif perilaku pegawai tersebut berakibat pada modifikasi perilakunya, yaitu datang tepat pada waktunya di tempat tugas.&lt;br /&gt;Penting untuk diperhatikan bahwa agar cara-cara yang digunakan untuk modifikasi perilaku tetap memperhitungkan harkat dan martabat manusia yang harus selalu diakui dan dihormati, cara-cara tersebut ditempuh dengan “gaya” yang manusiawi pula.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;9. Teori Kaitan Imbalan dengan Prestasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Bertitik tolak dari pandangan bahwa tidak ada satu model motivasi yang sempurna, dalam arti masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan, para ilmuwan terus menerus berusaha mencari dan menemukan sistem motivasi yang terbaik, dalam arti menggabung berbagai kelebihan model-model tersebut menjadi satu model. Tampaknya terdapat kesepakan di kalangan para pakar bahwa model tersebut ialah apa yang tercakup dalam teori yang mengaitkan imbalan dengan prestasi seseorang individu .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Menurut model ini, motivasi seorang individu sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Termasuk pada faktor internal adalah : (a) persepsi seseorang mengenai diri sendiri; (b) harga diri; (c) harapan pribadi; (d) kebutuhaan; (e) keinginan; (f) kepuasan kerja; (g) prestasi kerja yang dihasilkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;Sedangkan faktor eksternal mempengaruhi motivasi seseorang, antara lain ialah : (a) jenis dan sifat pekerjaan; (b) kelompok kerja dimana seseorang bergabung; (c) organisasi tempat bekerja; (d) situasi lingkungan pada umumnya; (e) sistem imbalan yang berlaku dan cara penerapannya.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-8902698576314077791?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/8902698576314077791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=8902698576314077791' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/8902698576314077791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/8902698576314077791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2009/01/9-teori-motivasi.html' title='9 Teori Motivasi'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-749925037701601738</id><published>2009-01-01T05:36:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T06:12:05.813-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filsafat Ilmu'/><title type='text'>Filsafat Kehidupan dan Kematian</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Kehidupan Manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Teori Adam Manusia Pertama VS Teori Evolusi Darwin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Hingga saat ini ada dua teori besar tentang awal mula kehidupan manusia. Teoi pertama adalah kisah penciptaan nabi Adam sebagai manusia pertama yang diyakini oleh hampir semua pemeluk agama samawi (islam, kristen, yahudi) yang dilandasi pada penafsiran terhadap kitab suci yang mereka yakini kebenarannya. Kisah tersebut berisi keyakinan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; bahwa Adam diciptakan oleh Tuhan dari tanah liat yang dibentuk semisal sebuah boneka. Kemudian ditiupkan kepadanya &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;ruh&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Maka jadilah adam manusia dewasa yang hidup seketika itu juga. Selanjutnya di tempatkan di dalam surga. Tapi Adam merasa kesepian karena hanya seorang diri. Maka Tuhan pun menjadikan calon istrinya – Hawa. Caranya, Tuhan mengambil salah satu tulang rusuk Adam. Dari tulang rusuk Adam itulah kemudian tercipta Hawa sebagai manusia dewasa yang hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Dogma Adam sebagai manusia pertama pun masih menimbulkan multi tafsir dari para agamawan, karena memang tidak ada ayat dalam kitab suci yang secara eksplisit menyatakan Adam sebagai manusia pertama, dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memunculkan beberapa pertanyaan besar; apakah Adam diciptakan atau dilahirkan? Apakah Adam hidup di zaman dinosaurus atau tidak? Apakah secara kemampuan “akal”, Adam merupakan manusia purba atau manusia modern?.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Teori kedua adalah teori evolusi Darwin, Charles Darwin menyatakan teori tesebut dalam buku “the Origin Species” dan “The Descent Man”, yang menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari sebuah spesies tunggal yang kemudian mengalami evolusi untuk mempertahankan hidupnya, sehingga manusia pun merupakan suatu bentuk/hasil dari proses evolusi yang berlangsung selama ribuan tahun tersebut. Bahkan secara eksplisit &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Darwin&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; juga menyatakan bahwa manusia merupakan hasil evolusi dari kera. Teori ini menjadi kontroversi besar, dan mendapat penolakan terutama dari kaum agamawan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Tidak hanya agamawan, para ilmuwan pun masih mempertanyakan keabsahan teori evolusi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Darwin&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, karena hingga saat ini kera masih hidup berdampingan dengan manusia, sehingga tidak perlu melakukan evolusi. Teori Darwin yang menyatakan bahwa manusia adalah Evolusi dari kera atau keturunan kera adalah hal yang mustahil karena bertentangan dengan hukum genetika. Secara ilmu, gen kera akan melahirkan kera, gen manusia akan melahirkan manusia. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Perseteruan kedua teori besar tersebut sepertinya akan terus berlanjut, hingga suatu saat nanti manusia mampu menguraikan sejarah keturunan manusia melalui genetika DNA atau penemuan-penemuan lain tentang kehidupan manusia. Wallahu a’lam bishowab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Namun secara pribadi sebagai seorang muslim, saya lebih tetarik untuk mencoba mempelajari kehidupan manusia melalui versi Alquran. Terutama setelah saya membaca sebuah artikel menarik di internet tentang pemikiran Al Kindi, seorang ahli filsafat islam yang mencoba menganalogikan ayat-ayat Alquran tentang kehidupan manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Berikut cuplikan artikel tersebut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;FILSAFAT AL-NAFS (JIWA) AL-KINDI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;Pada suatu kesempatan tuhan berwacana: “aku menciptakan menusia dari lempung busuk, dan kemudian berkata kepada malaikat : “aku ingin menciptakan menusia dari tanah”, dan kemudian ia berkata lagi : “apabila aku telah selesai membentuknya, barulah aku meniupkan ruh-ku kepadanya”. (QS.al-hijr:29). Apa yang dimaksudkan meniupkan tersebut ?. apabila yang dimaksudkan adalah tiupan (ruh) yang meninggalkan tuhan dan kemudian bersatu dangan manusia, maka intinya bahwa sangat dimungkinkan terjadinya pembelahan sifat tuhan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;Dan ini tidak akan pernah terjadi : jawabannya bisa digambarkan dengan ilustrasi tentang matahari. Apabila matahari berkata, “ aku telah memberikan sinar pada bumi”,maka hal itu benar. Ruh atau jiwa itu ada dibawah perintah tuhanmu. (Ar-ruhu min amr-i-rabbi). Oleh sebab itu, jiwa yang ada dibawah kata perintah,dan akal muncul sesudah melewati tiga tahap (Ahdiyah,Wahdat, dan Wahidiyyat) dan didalam pembatasan. Jiwa atau ruh ini adalah Ruh-I-A`dzam ( Haqiqati Muhammad ) yang merupakan tahap wahdah itu sendiri;dan tidak dibawah pembatasan. Walau jiwa itu pribadi adalah sebuah pembatasan, namun ia bebas dari materi dan eksistensi, serta dari warna dan bentuk. Ia merupakan pengenal bagi diri dan bukan – diri, tetapi tidak dapat di-indra oleh pancaindra yang ada. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;Pembatas bagi ruh-I-A`dzam adalah jiwa – jiwa manusia, dan apabila pembatas semacam itu muncul didalam jasad, jadilah ia ruh binatang atau ruh makhluk. Sifatnya sangat halus dan setiap bagian terkecil darinya bertautan dengan partikal jasad. Jiwa inilah yang menerima ganjaran dan siksaan,dan ia pula yang merasakan kenikmatan jasmani.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;Menurut al-kindi, jiwa merupakan substansi yang berasal dari tuhan. Tidak tersusun, mempunyai arti penting, sempurna dan mulia. Substansi yang sangat halus, bertabiat mulia dan substansinya adalah sebagian dari substansi Allah. Cahaya dari cahayanya, seperti cahaya dari matahari, juga bersifat independen dari jasmani. Jiwa selalu menentang kekuatan syahwat dan kemarahan, serta selalu mengatur kedua kekuatan tersebut dalam batas – batasnya dan tidak dibenarkan melampaui kekuatan jiwa itu sendiri. Selain itu jiwa bersifat spritual, ilahiah, terpisah dan berbeda dengan jisim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Menurut saya, dalam artikel tersebut, Al Kindi dengan cukup jelas menggambarkan pandangannya tentang hakikat kehidupan versi Alquran dengan logika pemikirannya. Bahwa manusia terbagi dua hal yaitu jiwa (ruh) dan jasad. Perpaduan kedua bahan material inilah yang oleh kita manusia awam ditafsirkan sebagai ”kehidupan manusia”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Fakta bahwa secara biologis tubuh manusia terbentuk dari hasil ”pertemuan” sel sperma dan ovarium, lalu membentuk zygot, berkembang menjadi janin dan lahir menjadi seorang bayi, adalah proses biologis pertumbuhan jasad manusia. Sedangkan pertumbuhan sang bayi menjadi dewasa, lalu meninggal dunia adalah proses dari ”hidup manusia” itu sendiri. Dimana secara agama, tingkah laku atau perbuatan manusia pada ”proses hidup” inilah yang akan di&lt;i style=""&gt;hisab &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;oleh Allah SWT.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Al Kindi tidak secara sains menafsirkan proses penciptaan manusia, tapi mencoba menganalogikan bahwa dalam proses kehidupan manusia ada ”tujuan” yang harus dicapai, ada ”akal” yang harus dipergunakan dan ada ”jiwa” yang abadi. Akal dan jiwa itulah yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Akal dipergunakan untuk berpikir sebelum bertindak dan jiwa yang bersifat kekal, akan menanggung segala akibat dari pemikiran akal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Adanya visi misi dan tujuan hidup manusia lah, yang menjadikan teori penciptaan manusia versi Alquran terasa lebih berisi dan terarah. Karena manusia hidup tidak mungkin tanpa adanya sebuah tujuan, demikian juga pemberian akal bagi manusia pun pasti dimaksudkan untuk memberi manfaat terhadap sesama manusia dan seluruh makhluk hidup di alam semesta ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Bagaimana Hidup?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Allah SWT berfirman: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari&lt;br /&gt;kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;(QS. Al-Imran:185)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Dalam salah satu syairnya yang bercerita tentang kehidupan, sastrawan Taufik Ismail pernah menulis:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hidup itu bagaikan garis lu&lt;/span&gt;rus tak pernah kembali ke masa yang lalu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Hidup bukan bulatan bola yang tiada ujung tiada pangkal&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hidup melangkah terus semakin mendekat ke titik terakhir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Setiap langkah hilangkan jarak menikmati hidup, nikmati dunia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pesan nabi jangan takut mati karena mati pasti terjadi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Setiap insan pasti mati hanya soal waktu kapan terjadinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pesan nabi tentang mati, janganlah minta mati datang kepadamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Janganlah engkau berbuat menyebabkan mati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pesan nabi jangan takut mati, meski kau sembunyi dia menghampiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Takutlah akan kehidupan sesudah kau mati, renungkanlah itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Syair ” &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Hidup itu bagaikan garis lu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;rus tak pernah kembali ke masa yang lalu” menggambarkan bahwa secara ilmu fisika, waktu tidak mungkin kembali ke awal, tetapi bergerak terus ke depan. Demikian juga hidup manusia, tidak mungkin kembali ke masa lalu dan menghapus atau mengubah perbuatan yang telah dilakukannya. Tidak ada manusia yang bisa kembali ke bayi menjelang kematiannya di hari tua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Karena tidak bisa diulang, maka manusia harus menggunakan hidupnya sebaik mungkin, agar tidak menyesal di kemudian hari. Karena penilaian Tuhan terhadap tindakan manusia bersifat absolute.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Setiap manusia memiliki ”kenikmatan duniawi” yang berbeda satu dengan yang lain, ada yang menjadi presiden dan ada yang menjadi rakyat, ada yang menjadi konglomerat dan ada juga yang fakir miskin. Ada manusia baik dan ada juga manusia jahat. Kehidupan manusia tersebut secara garis besar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merupakan kehendak Allah SWT, namun secara individu apa yang disebut takdir tersebut, ternyata masih masih bisa dirubah oleh individu tersebut tergantung usahanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Kolaborasi antara takdir Tuhan dan usaha manusia inilah yang menjadi landasan utama ”perhitungan Tuhan” terhadap kualitas hidup manusia setelah kematiannya. Semakin bermanfaat hidup manusia bagi sesamanya, akan semakin banyak pahala yang diberikan Allah. Semakin banyak &lt;i style=""&gt;mudharat&lt;/i&gt; nya, maka kualitas hidup manusia itu sendiri menjadi semakin rendah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Bagaimana hidup manusia itu, sangat ditentukan oleh individu tersebut. Ada individu yang meraih kekayaan dengan cara bekerja keras, menuntut ilmu, dan mengoptimalkan segala kemampuannya. Namun ada juga yang mengambil jalan pintas dengan cara korupsi, mencuri atau menipu orang lain. Secara materi, hasil yang akan diperoleh mungkin akan sama, tapi cara yang ditempuh sangat berbeda. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;"&gt;Pada proses dan cara pencapaian inilah, penilaian terhadap baik buruk hidup manusia terjadi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Tujuan Hidup?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;” Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKu..”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt; &lt;b style=""&gt;(QS: Adz-Dzaariyaat: 56).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Secara islam, pengertian Ibadah adalah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, baik berupa ucapan atau perbuatan, yang nampak (lahir) maupun yang tersembunyi (batin). Sebagian ulama menambahkan dengan: disertai oleh ketundukan yang paling tinggi dan rasa kecintaan yang paling tinggi kepada Allah SWT.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Ibadah itu banyak macamnya dan terbagi menjadi ibadah hati, lisan, dan anggota badan. Rasa khauf (takut kepada Alloh &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;subhaanahu wa ta’ala&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;), raja’ (mengaharap rahmat Alloh &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;subhaanahu wa ta’ala&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;), mahabbah (cinta kepada Alloh &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;subhaanahu wa ta’ala&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;), tawakkal adalah ibadah yang berkaitan dengan hati. Sedangkan membaca Al-Qur’an, tasbih, tahlil, takbir, tahmid adalah ibadah lisan dan hati. Sedangkan shalat, zakat, haji, berbakti pada orang tua, membantu orang kesulitan adalah ibadah badan dan hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Ibadah menurut bahasa artinya adalah taat (patuh, tunduk). Secara umum adalah mentaati segala perintah dan menjauhi segala larangan-larangan Allah. Secara khusus adalah ketaatan kepada hukum syara’ yang mengatur hubungan antara manusia dengan tuhannya, seperti shalat, zakat, haji, do’a, dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Melaksanakan ibadah dalam makna umum secara konkrit merupakan misi hidup manusia di dunia menurut Islam. Inilah hakikat hidup manusia di dunia, dan yang wajib menjadi landasan segala pemikirannya. Realiti ibadah terwujud ketika seorang muslim mengikat dirinya dengan hukum-hukum syara’ dalam hubungan dengan Tuhan, Manusia lainnya dan dirinya sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Apa itu Kematian?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Kematian, semua orang tahu tapi terlalu sedikit yang mau menyadari, banyak manusia yang berusaha lari dari kematian, membebaskan fikirannya dari bayang-bayang maut. Namun sia-sialah usaha mereka. Ibarat bejana, semua orang akan meminumnya, ibarat binatang buas tak pernah bosan mengejar mangsanya, dia berjalan dan tak pernah memperlambat langkahnya, dia pasti datang tak pernah ingkat akan janjinya." Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya.Itulah yang kamu selalu lari dari padanya. &lt;b style=""&gt;(QS. 50:19)&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati... &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;(QS. 3:185)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Secara kedokteran, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;indikator yang menunjukkan kematian seseorang dan berhentinya kehidupan padanya, adalah matinya batang otak (brain stem). Batang otak adalah semacam tangkai pada otak yang berbentuk penyangga atau tonggak, yang terletak pada pertengahan bagian akhir dari otak sebe­lah bawah, yang berhubungan dengan jaringan syaraf di leher. Di dalamnya terdapat jaringan syaraf yang jalin menjalin. Batang otak merupakan sirkuit yang menghubungkan otak dengan seluruh anggota tubuh dan dunia luar, yang berfungsi membawa stimulus penginderaan kepada otak dan membagikan seluruh respons yang dikeluarkan oleh otak untuk melaksanakan pesan-pesan otak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Manusia,&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;melalui&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;nalar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pengalamannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mampu mengetahui hakikat kematian,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karena&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kematian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dinilai sebagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;salah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;satu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gaib nisbi yang paling besar. Walaupun pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hakikatnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kematian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merupakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sesuatu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;tidak diketahui,&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;namun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;setiap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyaksikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bagaimana&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kematian merenggut nyawa yang hidup manusia semakin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terdorong&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk mengetahui&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hakikatnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;paling tidak, ketika itu akan terlintas dalam benaknya, bahwa suatu ketika&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pasti mengalami nasib yang sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebenarnya akal dan perasaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;manusia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;umumnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;enggan menjadikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kehidupan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;eksistensi mereka terbatas pada puluhan tahun saja. Walaupun manusia menyadari bahwa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mereka harus mati, namun pada umumnya menilai kematian buat manusia bukan berarti kepunahan. Keengganan manusia menilai kematian sebagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kepunahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tercermin antara lain melalui penciptaan berbagai cara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menunjukkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;eksistensinya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Misalnya, dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyediakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kuburan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tempat-tempat tersebut dikunjunginya dari saat ke&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;manifestasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari keyakinannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahwa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang telah meninggalkan dunia itu tetap masih hidup walaupun jasad mereka telah tiada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam artikel Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat, M. Quraish Shihab, M.A menuliskan; Socrates&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pernah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berkata,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagaimana&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dikutip oleh Asy-Syahrastani dalam bukunya Al-Milal wa An-Nihal (I:297),&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt; &lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="SV"&gt;"Ketika aku menemukan kehidupan (duniawi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;kutemukan bahwa akhir kehidupan adalah kematian,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;namun ketika aku menemukan kematian, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;aku pun menemukan kehidupan abadi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Karena itu, kita harus prihatin dengan kehidupan (duniawi) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;dan bergembira dengan kematian. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Kita hidup untuk mati dan mati untuk hidup."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Secara lahiriah, kematian memang akan memisahkan manusia dengan kehidupan duniawinya. Tetapi hasil karya, pemikiran manusia, atau ilmu yang bermanfaat merupakan peninggalan duniawi yang akan terus dikenang oleh generasi selanjutnya, pasca kematiannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Sebagaimana sabda Nabi Muhammad :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;“Apabila seorang anak Adam meninggal, maka akan terputus amalannya kecuali tiga perkara : shadaqoh jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakan kepadanya” (HR Abu Hurairah)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Puluhan atau bahkan ratusan tahun pasca kematiannya, umat manusia akan selalu mengingat karya-karya para pemikir dunia. Siapa tak kenal tokoh pemikir islam, Al Kindi, Al Farabi, Ibnu Sina, Ibnu Khaldun dll. Atau ahli filsafat, Plato, Socrates, Aristoteles hingga filsuf ”si pembunuh Tuhan” &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Verdana; color: black; font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Friedrich Nietzsche&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt; . Atau si genius Albert Einstein dengan teori relativitasnya, Issac Newton dengan teori gravitasinya, atau si kontroversi penemu teori evolusi, Charles Darwin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Salah satu cara manusia agar tetap bisa abadi pasca kematiannya, adalah menghasilkan karya-karya brilian. Dengan berkarya manusia akan dihargai oleh sesamanya &lt;i&gt;(hablun min annaas),&lt;/i&gt; yang juga secara otomatis juga akan dihargai oleh Tuhan &lt;i&gt;(hablun min allah). &lt;/i&gt;Relevansi dari bermanfaat bagi sesama manusia adalah kenikmatan surgawi yang dijanjikan oleh semua agama samawi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;Daftar Pustaka:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36.75pt; text-align: justify; text-indent: -18.75pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Artikel : Pandangan al-kindi tentang filsafat agama dan al-nafs, oleh Aldicool. &lt;b style=""&gt;&lt;a href="http://one.indoskripsi.com/"&gt;http://one.indoskripsi.com&lt;/a&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36.75pt; text-align: justify; text-indent: -18.75pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Artikel : Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat, oleh M. Quraish Shihab, M.A&lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Berbagai Artikel di Internet&lt;/span&gt;&lt;pre style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-749925037701601738?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/749925037701601738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=749925037701601738' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/749925037701601738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/749925037701601738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2009/01/filsafat-kehidupan-dan-kematian.html' title='Filsafat Kehidupan dan Kematian'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-2541627637727404527</id><published>2008-12-28T19:40:00.000-08:00</published><updated>2009-01-21T03:53:42.257-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kamera'/><title type='text'>Creative Shooting Tips</title><content type='html'>Sumber: kamerawanjurnalisindonesia.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak menu di camera yang dapat menambah kualitas visual, dengan mengexplore menu menu ini kita dapat meningkatkan aspek estetika gambar dan memberikan evek visual yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;b&gt;martix&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;matrx hampir sama dengan color corection , menggunakan funsi matrix ini memungkinkan kita mengadjust warna wanan tertentu dalam satu frame dengan merubah level saturasi dan fhase. biasanya semakin tinggi nilai matrik semakin dalam efek warna yang kita peroleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;b&gt;m black/ pedestal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berfungsi untuk mempertegak area gelap dalam gambar/ funsi ini sangat baik di gunakan untuk menampilkan kesan tajam pada area area gelap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 &lt;b&gt;chroma &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;chroma berkaitan dengan saturasi gambar semakin rendah chroma semakin pucat gambar dan sebaliknya kombinasi antara chroma dan matrix akan memberikan effect warna yang sangt dramatis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4&lt;b&gt; coring&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;coring dapat mengaburkan noise pada gambar, kebalikan dari detail level coring dapat membypass pnoise yang di sebabkan detail level, detail coring juga memperhalus tekture hanya saja gambar akan terlihat blur/softer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;b&gt;detail level&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;detail level berpengaruh pada  sharpness / ketajaman gambar&lt;br /&gt;Mata manusia  menggunakan 2 kriteria untuk menentukan ketajaman yaitu resolution dan contrast&lt;br /&gt;Semakin kecil detail semakin blur gambar dan semakin tinggi semakin tajam namun apabila detail sangat tinggi gambar tidak terlihat alami,&lt;br /&gt;detail level juga dapat di gunakan unutk menambah ketajaman detail bagian pinggir objek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;b&gt;skin dtail/ tone skin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;di gunakan untuk memperhalus tampak kulit, saat di matikan kulit warna kulit akan terlihat lebih tajam sehingga memberikan effek kasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;b&gt;gamma&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;gamma adalah relasi antara input dan output signal camera semakin dekat korelasi antara out put dan input semakin normal gambar terlihat, meski camera sudah memiliki defaul gamma, penggunaan gama ini dapat memberi efect HD meski kita melakukan shooting dengan sd format&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-2541627637727404527?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/2541627637727404527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=2541627637727404527' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/2541627637727404527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/2541627637727404527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2008/12/creative-shooting-tips.html' title='Creative Shooting Tips'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-8336720322188863464</id><published>2008-12-24T06:38:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T06:40:42.743-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film Making'/><title type='text'>Crew Produksi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Agent (Agent Model) : Seseorang yang dipekerjakan oleh satu atau lebih talent agency atau serikat pekerja untuk mewakili keanggotaan mereka dalam berbegosiasi kontrak individual yang termasuk gaji, kondisi kerja, dan keuntungan khusus yangtidak termasuk dalam standard guilds atau kontrak serikat kerja. Orang ini diharapkan oleh para aktor/aktris untuk mencarikan mereka pekerjaan dan membangun karir mereka&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Art Departement : Bagian artistik. Bertanggung jawab terhadap perancang set film. Seringkali bertanggung jawab untuk keseluruhan desain priduksi. Tugasnya biasanya dilaksanakan dengan kerjasama yang erat dengan sutradara dan cameraman&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Asst. Director :Seorang asisten sutradara film yang memperhatikan administrasi, hal yang penting sehingga departemen produksi selalumengetahui perkembangan terbaru proses pengambilan film. Ia bertanggung jawab akan kehadiran aktor/aktris pada saat dan tempat yang tepat, dan juga untuk melaksanakan instruksi sutradara.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Art Director :Pengarah artistik dari sebuah produksi&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Asisten Produser :Seorang yang membantu produser dalam menjalankan tugasnya&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Broadcaster :Sebutan untuk seseorang yang bekerja dalam industri penyiaran&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Best Boy :Asisten Gaffer atau asisten Key Grip.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Boom Man :Seorang yang mengoperasikan mikrofon boom.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Booth Man :Operator proyektor film. Orang yang bekerja dalam ruang proyeksi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Camera Departement :Bertanggung jawab untuk memperoleh dan merawat semua peralatan kamera yang dibutuhkan untuk memfilmkan sebuah motion picture. Juga bertanggung jawab untuk penanganan film, pengisian film, dan berhubungan dengan laboratorium pemrosesan.&lt;br /&gt;Cameraman :- First Cameraman sering disebut sebagai Penata Fotografi (Director of Photography) atau kepala kameramen, bertanggung jawab terhadap pergerakan dan penempatan kamera dan juga pencahayaan dalam suatu adegan. Kecuali dalam unit produksi yang kecil, Penata Fotografi tidak melakukan pengoperasian kamera selama syuting yang sesungguhnya.- Second Cameraman sering disebut sebagai asisten kameramen atau operator kamera, bertindak sesuai instruksi dari kameramen utama dan melakukan penyesuaian pada kamera atau mengoperasikan kamera selama syuting.- First Assistant Cameramen sering disebut Kepala Asisten untuk pada operator kamera. Seringkali bertanggung jawab untuk mengatur fokus kamera (untuk kamera film)- Second Assistant Cameraman, menjadi asisten operator kamera.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Cinematographer (Sinematografer) :Penata Fotografi. Orang yang melaksanakan aspek teknis dari pencahayaan dan fotografi adegan. Sinematografer yang kreatif juga akan membantu sutradara dalam memilih sudut, penyusunan, dan rasa dari pencahayaan dan kamera.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Costume Designer :Orang yang merancang dan memastikan produksi kostum secara sementara maupun permanen untuk sebuah film.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dialogue Coach or Dialogue Director :Orang dalam set yang bertanggung jawab membantu para aktor/aktris dalam mempelajari kalimat mereka selama pembuatan film. Mungkin juga membantu pengaturan dialog.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Director : Orang yang mengontrol tindakan dan dialog di depan kamera dan bertanggung jawab untuk merealisasikan apa yang dimaksud oleh naskah dan produser.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Editor :Sebutan bagi seseorang yang berprofesi sebagai ahli pemotongangambar video dan audio.&lt;br /&gt;Editorial Departement :Divisi dimana semua potongan film yang telah dihasilkan digabungkan sehingga membentuk urutan yang koheren, kadang dengan bantuan asisten sutradara atau produser.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Electric Departement :Bertanggung jawab terhadap penjagaan dan penyediaan segala alat elektrik. (misalnya: lampu, kabel, dan lain sebagainya) untuk kebutuhan film.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Engineering :Sebutan dalam pengerjaan dan pembagian kerja dalam masalahteknis penyiaran&lt;br /&gt;Film Loader :Pengisi Film. Anggota tim kamera kadang adalah asisten kameramen yang mengisi film yang belum diekspose ke dalam magazine dan mengeluarkan film yang telah diekspose.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Floor Director :Seseorang yang bertanggungjawab membantu mengkomunikasikankeinginan sutradara dari master control ke studio produksi&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Gaffer :Pemimpin electrician yang bertanggung jawab di bawah Director of Photography mengenai pencahayaan set. berbagai bentuk dan ukuran.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Green Departement : Bertanggungjawab untuk menyediakan pepohonan, semak, bunga, rumput, dan benda-benda hidup lainnya baik yang asli maupun buatan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hairdresser : Spesialis penata rambut untuk film. Seorang hairdresser mungkin bekerja dengan penata rambut laki-laki maupun perempuan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hairdresser Departement : Bertanggungjawab atas kebutuhan rambut asli maupun wig untuk para aktor dan aktris.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Key Grip : Orang yang memimpin para pekerja grip.&lt;br /&gt;Make-Up Departement :bagian yang bertanggung jawab terhadap penampilan aktor/aktris agar sesuai dengan kebutuhan skenario pada saat syuting.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Music Departement : Bertanggungjawab dalam pengaturan atau menyediakan musik yang akan digunakan dalam film.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Producer : Sebutan ini untuk orang yang memproduksi sebuah film tetapi bukan dalam arti membiayai atau menanamkan investasi dalam sebuah produksi. Tugas seorang produser adalah memimpin seluruh tim produksi agar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan bersama, baik dalam aspek kreatif maupun manajemen produksi dengan anggaran yang telah disetujui oleh executive producer.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Production Departement : Bagian yang menentukan batasan biaya dan menangani persiapan dan pelaksanaan atas segala keperluan dalam sebuah produksi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Production Assistant : Bertanggung jawab atas segala hal yang terjadi dilapangan selama proses produksi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Production Manager : Orang yang bertanggung jawab atas detail produksi dari awal sampai produksi itu selesai.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Production Unit : Terdiri dari sutradara, kru kamera, kru tata suara, bagian listrik dan semua orang yang diperlukan dalam suatu produksi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Prop Man : Bertugas untuk memastikan bahwa properti ada ditempat yang seharusnya pada saat dibutuhkan untuk suatu produksi.&lt;br /&gt;Research Departement : bagian riset yang terdiri dari orang-orang yang menilai otentisitas artikel, benda, kostum.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Script Supervisor, Script Clerk : Bertanggungjawab untuk mencatat seluruh adegan dan pengambilan gambar yang diproduksi. termasuk semua informasi yang diperlukan seperti durasi, arah gerakan, penagrahan mimik wajah, penempatan aktor/aktris dan properti, serta gerakan fisik yang harus disesuaikan aktor/aktris dalam semua cakupan yang berurutan untuk kemungkinan pengambilan gamabr ulang. Semua informasi ini dimasukkan dalam salinan naskah milik supervisi naskah dan digunakan oleh editor ketika tahap editing. Dalam salinan ini juga dimasukkan catatan dari sutradara untuk editor.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Still man, Photographer : Bertanggungjawab atas publiitas dan pembuatan foto set serta lokasi. Dapat juga digunakan pada kesempatan tertentu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Transportation Departement :Bertanggungjawab terhadap semua kendaraan yang digunakan oleh kru dan pemain selama syuting berlangsung. Dalam hal ini termasuk antar dan jemput kru atau pemain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;VTR Man : Orang yang mengoperasikan VTR (Video tape Recorder) selama proses pembuatan acara televisi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wardrobe Departement : Bertanggungjawab atas pemilihan kostum yang akan dipergunakan untuk produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: pojokspy.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-8336720322188863464?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/8336720322188863464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=8336720322188863464' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/8336720322188863464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/8336720322188863464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2008/12/crew-produksi.html' title='Crew Produksi'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-6390086743080049361</id><published>2008-12-24T06:34:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T06:36:37.011-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film Making'/><title type='text'>Empat Points menjadi Profesional TV/Filmmaker</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sebagai seorang profesional Video maker atau Filmmaker, kita seringkali harus bekerjasama dengan berbagai profesional lain (kru, DOP, Produser, Sutradara, Penulis Skenario, Penata Artistik, dll) dalam proyek dan produksi yang berbeda-beda. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan keberagaman ini sangat penting untuk tetap menumbuhkan kreativitas seni visual yang "Fresh" dan "Different" sehingga hasil akhirpun menjadi sebuah karya yang sesuai dengan production design yang diinginkan. Untuk itu, bila anda ingin maju, sebaiknya hindari bekerjasama dengan tim langganan yang itu-itu saja. Atau bila sudah ada tim yang solid, cobalah bereksplorasi dengan profesional lain untuk mendapatkan penciptaan-penciptaan baru. Steven Spielberg saja, tidak pernah mempunyai langganan tim produksi yang solid. Bahkan dalam karyanya Schinder List, Spielberg justru bekerjasama dengan profesional dokumentaris yang kuat dalam produksi dokumenter.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kunci utama keberhasilan sebagai seorang profesional ada Empat Points:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1.Skill&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Skill, ini persyaratan utama. Anda wajib menguasai skill dalam bidang profesi anda baikuntuk teknis maupun non teknis. Biasanya Skill bisa dipelajari di berbagai sekolahTV/Film, bisa juga dengan berguru pada para senior dan mencari pengalaman.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2.Network&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sedangkan Networking dibutuhkan agar anda masuk ke dalam jaringan industri yang mengakui skill anda. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3.TeamWork&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau sudah mendapatkan Network maka yang diuji adalah kemampuan anda untuk Team Work dengan tim produksi yang selalu berbeda, bukan hanya dengan orang yang itu-itu saja. Kalau anda tidak dapat bekerjasama dengan orang lain, maka Networking ini akan terhenti dengan sendirinya. Dan anda tidak diakui lagi sebagai seorang Profesional.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4.Etika&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; Yang terakhir adalah Etika! nah ini sering dilupakan oleh para tv maker/filmmaker instant yang terburu-buru ingin segera tampil sebagai profesional. Etika ini tumbuh dari bawah, bila anda memulai karir anda sebagai seorang asisten produksi atau kru unit atau kru lighting dsb maka anda akan merasakan bekerja sebagai kru dilapangan. Ini akan menumbuhkan rasa solidaritas dan etika ketika anda menjadi profesional. Bila tidak, anda akan terbuang dari industri hanya karena tidak punya etika yang baik. Etika ini juga termasuk dengan tata cara bekerja, menjaga kepentingan klien, tata bahasa, menjaga networking dengan para senior, dsb. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sesungguhnya banyak anak2 muda kreatif bahkan punya modal finansial yang kuat untuk maju. Tapi mereka terjungkal karena tidak dimodali keempat points diatas. Sekarang saja, puluhan ribu anak2 muda kuliah broadcast, komunikasi dan film di dalam dan diluar negeri. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ratusan lainnya membeli peralatan digital dan langsung berkarya.... namun bila tidak ada Skill, Network, TeamWork dan Skill... you will be gone no matter what.....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: pojokspy.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-6390086743080049361?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/6390086743080049361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=6390086743080049361' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/6390086743080049361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/6390086743080049361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2008/12/empat-points-menjadi-profesional.html' title='Empat Points menjadi Profesional TV/Filmmaker'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-5039119926379217754</id><published>2008-12-24T06:33:00.001-08:00</published><updated>2008-12-24T06:33:52.498-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TELEVISI'/><title type='text'>Tips Menjadi Reporter</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Siapa Itu Reporter?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berdasar arti kata yang berasal dari bahasa asing, “pembuat laporan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Fungsi Reporter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan musafir, yang mengembara ke mana-mana, kemudian menyampaikan cerita yang menarik hasil pengembaraannya kepada orang lain yang ingin mendengarkan ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Apa Saja Yang Harus Diperhatikan?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Tanggung jawab (kebenaran, urgensi dan relevansi terhadap situasi)&lt;br /&gt;2. Menulis efisien (pendek, tapi bermutu)&lt;br /&gt;3. Bahasa gambar (tiap naskah, apa gambarnya?)&lt;br /&gt;4. 2 in 1 dengan cameraman&lt;br /&gt;5. Pengetahuan luas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Sudahkah Anda Meningkatkan Pengetahuan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Apakah kemarin membaca buku? Buku apa? Berapa bab atau halaman?&lt;br /&gt;2. Apakah kemarin membaca koran? Berapa koran?&lt;br /&gt;3. Apakah sudah menulis kemarin? Tentang apa dan berapa banyak?&lt;br /&gt;4. Nonton film? Ikut seminar atau ceramah? Dapat input apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Modal Lain?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Jaringan/ persahabatan&lt;br /&gt;2. Rasa ingin tahu yang besar&lt;br /&gt;3. Perpustakaan sendiri. Why not?&lt;br /&gt;4. Bahasa asing&lt;br /&gt;5. Internet and technology minded&lt;br /&gt;6. Intuisi&lt;br /&gt;7. Berani tampil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Yang Dibutuhkan Industri?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Reporter yang kritis, kreatif dan penuh vitalitas untuk memperoleh berita yang baru dan bermakna bagi banyak orang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: pojokspy.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-5039119926379217754?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/5039119926379217754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=5039119926379217754' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/5039119926379217754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/5039119926379217754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2008/12/tips-menjadi-reporter.html' title='Tips Menjadi Reporter'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-4266836075527139332</id><published>2008-12-24T06:30:00.001-08:00</published><updated>2008-12-24T06:30:57.454-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Radio'/><title type='text'>Membuat Naskah Berita Radio yang Bernyawa</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_KRaO2yo1L_Y/SFHobZ6wAqI/AAAAAAAAACA/_rA8niUSgAo/s1600-h/Mic1_jpg506D3FB2-0965-4A68-B8D3D1A5172F1724_jpgLarge.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5211201801355788962" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 221px; height: 166px;" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_KRaO2yo1L_Y/SFHobZ6wAqI/AAAAAAAAACA/_rA8niUSgAo/s320/Mic1_jpg506D3FB2-0965-4A68-B8D3D1A5172F1724_jpgLarge.jpg" border="0" height="189" width="259" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pendengar cenderung menganggap berita radio adalah hal yang membosankan, kaku dan monoton. Kunci utama mengapa sebuah berita radio menjadi membosankan untuk didengar terletak pada kata-kata yang dipilih oleh si penulis berita. Jika si penulis berita kurang tepat memilih kata-kata, maka penyiar atau pembaca berita tidak akan bisa atau akan mengalami kesulitan memberikan nyawa agar berita tersebut nampak hidup pada saat disiarkan.&lt;br /&gt;Apa saja yang harus dilakukan oleh seorang scriptwriter agar berita yang ditulisnya bisa hidup sewaktu disampaikan oleh newscaster?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Penggunaan kata kerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kata kerja memegang peranan penting dalam penulisan bahasa tutur. Pikirkanlah secara serius, karena pemilihan kata kerja akan mempengaruhi gaya penyampaian.&lt;br /&gt;Contoh: Gempa bumi hebat mengguncang kawasan barat daya China. Di provinsi Sichuan gedung-gedung bertingkat terkoyak dan hancur luluh lantak. Gempa yang memukul China dengan kekuatan 7,8 pada skala richter ini merenggut nyawa sedikitnya 10.000 jiwa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Hati-hati menggunakan kata sifat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penulisan naskah naratif dan deskriptif, akan banyak ditolong oleh penggunaan kata sifat. Namun perlu dihindari penggunaan kata sifat yang bisa menimbulkan berbagai macam persepsi karena justru dapat mengaburkan pesan yang ingin kita sampaikan.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;               besar -&gt; sebaiknya rincikan besarnya seperti apa&lt;br /&gt;               berwarna-warni -&gt; sebaiknya sebutkan apa saja warnanya&lt;br /&gt;               drastis -&gt; sebaiknya dijelaskan seberapa drastis dan lain sebagainya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Gunakan kalimat aktif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam membuat bahasa tutur, penggunaan kalimat aktif adalah yang terbaik. Susunan kalimat aktif ‘Subyek - Predikat - Obyek’ akan mempermudah pemahaman naskah yang akan dibaca, sehingga newscaster akan menjadi lebih lancar dalam menyampaikan sebuah kalimat berita.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;            Bukan : 10.000 jiwa direnggut dalam gempa berkekuatan 7,8 skala richter di China&lt;br /&gt;            Tetapi : Gempa berkekuatan 7,8 skala richter merenggut 10.000 jiwa di China &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Gunakan kalimat ‘kini’ atau present tense&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Teorinya, sebuah berita radio menyajikan apa yang baru saja terjadi, apa yang sedang terjadi dan kira-kira apa yang akan segera terjadi. Sehingga lebih tepat jika sebuah naskah berita radio disusun dengan menggunakan present tense. Penggunaan kalimat yang mengesankan bahwa sebuah peristiwa sedang terjadi akan menimbulkan kesan bahwa berita yang kita siarkan adalah berita fresh dan menjadi hal yang menyegarkan di telinga pendengar.&lt;br /&gt;Sedangkan susunan kalimat yang menggambarkan kejadian kemarin (past tense) dan yang akan datang (future tense) lebih cocok digunakan oleh jurnalis media cetak.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;            Bukan : Gempa bumi dahsyat telah mengguncang China.&lt;br /&gt;            Tetapi : Gempa bumi dahsyat mengguncang China.&lt;br /&gt;            Bukan : China akan menjadi tuan rumah olimpiade 2008&lt;br /&gt;            Tetapi : China menjadi tuan rumah olimpiade 2008 &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Bumikan kalimat dengan bahasa sehari-hari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan bahasa sehari-hari akan membuat berita kita membumi, lebih akrab dengan telinga pendengar dan menambah vitalitas dari berita yang kita sampaikan. Caranya adalah dengan menyederhanakan bahasa formal, baik kata-kata maupun frasa yang kita jumpai dalam sebuah berita.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;Bukan: Banjir telah membuat bengkel mendapat banyak pesanan untuk menservice banyak mobil yang tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;Tetapi: Bengkel kebanjiran order memperbaiki mobil yang rusak terkena banjir.&lt;br /&gt;Rasakan, bahasa sehari-hari seperti ‘kebanjiran order’ justru lebih ‘bernyawa’ dibandingkan dengan bahasa resmi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Hindari bentuk negatif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya penggunaan kalimat aktif, sebuah naskah berita radio akan lebih mudah dipahami dan dibawakan oleh newscaster jika dibuat dengan menggunakan kalimat positif. Untuk itu rubahlah kalimat negatif menjadi positif, terutama pada saat membuat kalimat awal atau lead berita.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;         Bukan : Jika pemerintah tidak mengurangi subsidi BBM, sektor keuangan dan  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;                         perekonomian Indonesia bisa mengalami krisis hebat seperti pada tahun 1997 &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;                         silam dan yang paling menderita adalah rakyat.&lt;br /&gt;         Tetapi : Pemerintah mengurangi subsidi BBM. Jika hal ini tidak dilakukan, sektor &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;                         keuangan dan perekonomian Indonesia bisa mengalami krisis hebat seperti pada &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;                         tahun 1997 silam dan yang paling menderita adalah rakyat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Berikan tanda baca yang benar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selain titik, koma, dan tanda tanya, tanda baca yang lazim digunakan dalam penulisan naskah radio adalah slash ‘/’ sebagai tanda jeda dan double slash ‘//’ untuk berhenti atau mengakhiri sebuah kalimat. Penggunaan tanda baca yang benar dan pada tempatnya, akan membantu penyiar dalam menyampaikan pesan yang tertulis melalui naskah. Selain agar pendengar bisa menangkap dengan tepat apa yang disampaikan oleh penyiar. Penggunaan tanda baca juga akan membantu penyiar dalam menata suara dan melagukan susunan kalimat yang disiarkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seorang newscaster diharuskan membaca terlebih dahulu naskah berita atau tulisan yang akan disiarkannya dan biasakan untuk memberikan tanda secara pribadi, seperti garis bawah atau tanda-tanda tertentu dibagian yang harus diberi penekanan, dibaca dengan intonasi naik atau turun dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: pojokspy.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-4266836075527139332?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/4266836075527139332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=4266836075527139332' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/4266836075527139332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/4266836075527139332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2008/12/membuat-naskah-berita-radio-yang.html' title='Membuat Naskah Berita Radio yang Bernyawa'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_KRaO2yo1L_Y/SFHobZ6wAqI/AAAAAAAAACA/_rA8niUSgAo/s72-c/Mic1_jpg506D3FB2-0965-4A68-B8D3D1A5172F1724_jpgLarge.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-1712656909135466527</id><published>2008-12-24T06:28:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T06:36:04.802-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Radio'/><title type='text'>Radio media komunikasi yang Unik</title><content type='html'>Radio menyediakan dunia imajinasi tanpa batas dan membebaskan pendengar mengimajinasikan dunia visual dalam kepalanya.&lt;br /&gt;Di antara sekian banyak jenis program acara radio, sandiwara radio merupakan media yang memungkinkan pendengar membebaskan imajinasinya.&lt;br /&gt;Sandiwara radio atau drama radio menurut situs ensiklopedia, Wikipedia, adalah sebuah bentuk penyampaian cerita yang berbasis audio dan disiarkan di radio. Tanpa kehadiran komponen visual, sandiwara radio sangat tergantung pada kekuatan dialog, musik dan efek suara.&lt;br /&gt;Dalam menulis naskah sandiwara radio, kita diharapkan untuk memperhatikan beberapa hal :&lt;br /&gt;1. Cerita /plot.&lt;br /&gt;Ada banyak cerita di sekeliling kita. Yang harus kita lakukan adalah menentukan mana yang akan kita jadikan sebagai tema utama. Jika kita telah menemukan tema cerita, segera tentukan plot atau alur cerita.&lt;br /&gt;2. Karakter.&lt;br /&gt;Karakter adalah tokoh yang akan memainkan peran dalam sandiwara radio kita, baik yang bersifat baik (protagonis) maupun jahat (antagonis). Karakter yang kita ciptakan sebaiknya cukup realistis dan sesuai dengan cerita.&lt;br /&gt;3. Musik dan Efek suara.&lt;br /&gt;Berbagai variasi efek suara dapat digunakan untuk menarik perhatian pendengar dan merekatkan imajinasinya sehingga menjadi satu gambaran yang utuh. Meski demikian, efek suara yang terdengar aneh/tidak lazim, bisa jadi malah membingungkan pendengar. Oleh karena itu, sebaiknya kita menggunakan efek suara yang familiar di telinga pendengar kita.&lt;br /&gt;4. Dialog.&lt;br /&gt;Dialog dalam naskah diharapkan cukup jelas menceritakan keadaan.&lt;br /&gt;Setiap calon penulis drama radio harus paham karakteristik radio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana membuat naskah drama yang menarik ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sampaikan karakter sejelas mungkin dan sesering mungkin.&lt;br /&gt;Agar pendengar selalu tahu siapa yang berbicara. Karakter ini bisa disampaikan oleh dirinya sendiri atau oleh karakter lain. Bisa pula oleh narator. Sebaiknya, setiap karakter khususnya karakter utama, disampaikan secara berkala, terutama di awal setiap scene. Karakter ini juga bisa ditunjukkan oleh suara yang khas/berbeda.&lt;br /&gt;2. Buat naskah yang menarik pada awal setiap scene atau episode.&lt;br /&gt;Sebenarnya, daya tarik ini bukan hanya naskah tapi juga sound effect atau musik. Tapi, naskah menjadi yang utama, karena berisi pesan yang jelas.&lt;br /&gt;3.Jangan terlalu banyak pesan inti yang disampaikan dalam setiap episode/scene.&lt;br /&gt;Buat inti cerita yang simpel dan mudah dicerna.&lt;br /&gt;4. Ulangi beberapa pesan yang penting.&lt;br /&gt;Caranya bermacam-macam. Bisa berupa pertanyaan dari lawan bicara, pengulangan oleh lawan bicara atau pengulangan dari pembicara.&lt;br /&gt;5. Jelaskan setting drama dengan jelas dalam setiap scene.&lt;br /&gt;Bisa disampaikan oleh narator, oleh para karakter atau menggunakan sound effect. Sampaikan di awal episode tentang cerita pada episode sebelumnya secara singkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: pojokspy.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-1712656909135466527?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/1712656909135466527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=1712656909135466527' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/1712656909135466527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/1712656909135466527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2008/12/radio-media-komunikasi-yang-unik.html' title='Radio media komunikasi yang Unik'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-8013343034979009941</id><published>2008-12-24T06:23:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T06:25:56.094-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TELEVISI'/><title type='text'>Stasiun TV (Indonesia)</title><content type='html'>&lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_televisi"&gt;Stasiun televisi &lt;/a&gt;di Indonesia ada sejak berdirinya TVRI pada 1962 silam . Selama 27 tahun, Indonesia hanya bisa menyaksikan satu saluran saja , Namun pada tahun 1989 , Pemerintah akhirnya mengizinkan RCTI sebagai stasiun televisi swasta pertama di Indonesia , meski hanya penduduk yang mempunyai Parabola dan Dekoderlah yang dapat menyaksikan RCTI tetapi akhirnya dibuka untuk masyarakat mulai Tanggal 21 Maret 1992 di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_uHA6CV6Flrc/SBXQmKV1C-I/AAAAAAAAADA/oVZra2CQre4/s1600-h/tabel+tv.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_uHA6CV6Flrc/SBXQmKV1C-I/AAAAAAAAADA/oVZra2CQre4/s400/tabel+tv.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194287099271252962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah daftar stasiun televisi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Televisi nasional&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Antv"&gt;Cakrawala Andalas Televisi (antv)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Global_TV"&gt;Global TV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indosiar"&gt;Indosiar Visual Mandiri (Indosiar)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/TvOne"&gt;tvOne&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/MetroTV"&gt;MetroTV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/RCTI"&gt;Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/SCTV"&gt;Surya Citra Televisi (SCTV)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/TPI"&gt;Televisi Pendidikan Indonesia (TPI)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Trans_TV"&gt;Televisi Transformasi Indonesia (Trans TV)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Trans_7"&gt;Trans 7&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi_Republik_Indonesia"&gt;Televisi Republik Indonesia (TVRI)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Televisi khusus&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/TV_E"&gt;Televisi Edukasi (TV E)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Swara"&gt;Swara&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/QTV"&gt;QTV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Televisi lokal&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_TV_Lokal_Indonesia"&gt;Daftar TV Lokal Indonesia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Televisi berbayar&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Astro_Nusantara"&gt;Astro Nusantara&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=B-TV&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;B-TV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/HomeCable"&gt;HomeCable&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/IM2_PayTV"&gt;IM2 PayTV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indovision"&gt;Indovision&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=M2V_Mobile_TV&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;M2V Mobile TV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Telkomvision"&gt;Telkomvision&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat pula&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_stasiun_radio_di_Indonesia"&gt;Daftar stasiun radio di Indonesia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pranala luar&lt;br /&gt;(id) &lt;a href="http://www.asiawaves.net/indonesia-tv.htm"&gt;Stasiun TV di Indonesia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs Televisi nasional&lt;br /&gt;(id) &lt;a href="http://www.an.tv/"&gt;Situs web antv&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(id) &lt;a href="http://www.globaltv.co.id/"&gt;Situs web Global TV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(id) &lt;a href="http://www.indosiar.com/"&gt;Situs web Indosiar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(id) &lt;a href="http://www.metrotvnews.com/"&gt;Situs web MetroTV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(id) &lt;a href="http://www.rcti.tv/"&gt;Situs web RCTI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(id) &lt;a href="http://www.sctv.co.id/"&gt;Situs web SCTV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(id) &lt;a href="http://www.tpi.tv/"&gt;Situs web TPI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(id) &lt;a href="http://www.transtv.co.id/"&gt;Situs web Trans TV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(id) &lt;a href="http://www.trans7.co.id/"&gt;Situs web Trans 7&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(id) &lt;a href="http://www.tvone.co.id/"&gt;Situs web tvOne&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(id) &lt;a href="http://www.tvri.co.id/"&gt;Situs web TVRI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs Televisi khusus&lt;br /&gt;(id) &lt;a href="http://www.swara.tv/"&gt;Situs web SWARA Channel&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(id) &lt;a href="http://www.qchannel.tv/"&gt;Situs web Qtv Network&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs Televisi berbayar&lt;br /&gt;(id) &lt;a href="http://www.astro-nusantara.com/"&gt;Situs web Astro Nusantara&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(id) &lt;a href="http://www.firstmedia.com/"&gt;Situs web HomeCable&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(id) &lt;a href="http://www.indosatm2.com/"&gt;Situs web IM2 Pay TV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(id) &lt;a href="http://www.indovision.tv/"&gt;Situs web Indovision&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(id) &lt;a href="http://www.m2v-indonesia.com/"&gt;Situs web M2V Mobile TV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(id) &lt;a href="http://www.telkomvision.com/"&gt;Situs web Telkomvision&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Televisi lokal di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aceh_TV"&gt;Aceh TV&lt;/a&gt; · &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agropolitan_TV"&gt;Agropolitan TV &lt;/a&gt;· &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ambon_TV&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Ambon TV&lt;/a&gt; · &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Amuntai_TV&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Amuntai TV&lt;/a&gt; · &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/ATV_Madiun"&gt;ATV&lt;/a&gt; · &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bali_TV"&gt;Bali TV&lt;/a&gt; · &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandung_TV"&gt;Bandung TV&lt;/a&gt; · &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Banjar_TV"&gt;Banjar TV&lt;/a&gt; · &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Banten_TV"&gt;Banten TV&lt;/a&gt; · &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batam_TV"&gt;Batam TV&lt;/a&gt; · &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Batu_TV&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Batu TV&lt;/a&gt; · &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bengkulu_TV"&gt;Bengkulu TV&lt;/a&gt; · &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=BiTV&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;BiTV &lt;/a&gt;· &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/BMS_TV"&gt;BMS TV&lt;/a&gt; · &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bogor_TV"&gt;Bogor TV&lt;/a&gt; · &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Borneo_TV"&gt;Borneo TV &lt;/a&gt;· Bukittinggi TV · Bunaken TV · Cahaya TV · Carita TV · Cakra TV · CB Channel · CT Channel · Da Ai TV · Deli TV · Depok TV · Dhamma TV · Dhoho TV · Duta TV · Elshinta TV · Eskape TV · Fajar TV · Fativi · Ganesha TV · Gemilang TV · Gajayana TV · GO TV · GNTV · Gorontalo TV · GTV · HKTV · IMTV · INTV · Jabar TV · JakTV · Jatilihur TV · Jogja TV · JTV · Kandangan TV · Karesidenan TV · KCTV · Kendari TV · KSTV TV · L TV · Logis TV · Lombok TV · Mahameru TV · Makassar TV · Malang TV · Megaswara TV · Metro Papua TV · MGTV · Minang TV · MQTV · Murakarta TV · nTV · O Channel · Pacific TV · Padang TV · Padjadjaran TV · Palembang TV · Pal TV · PKTV · Plaza TV · Pro TV · PKTV · Rantau TV · Ratih TV · RBTV · Riau TV · Riauchannel · SAM TV · Semarang TV · Selidah TV · Siger TV · SJTV · Sky TV · Spacetoon (TV Anak) · Sri Junjungan TV · Sriwijaya TV · SSTV · STV Bandung · STV Batam · Suma TV · Suroboyo TV · TA TV · Tabalong TV · Tarakan TV · Televisi Tegal · Televisi Manado · Terang Abadi TV · Tugu TV · TPKS · TVB · TV Borobudur · TVKU · TV Majta · TVT · TV5d · Universitas Gunadarma TV · VTV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber lengkap:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a target="_blank" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_stasiun_televisi_Indonesia"&gt;Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-8013343034979009941?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/8013343034979009941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=8013343034979009941' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/8013343034979009941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/8013343034979009941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2008/12/stasiun-tv-indonesia.html' title='Stasiun TV (Indonesia)'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_uHA6CV6Flrc/SBXQmKV1C-I/AAAAAAAAADA/oVZra2CQre4/s72-c/tabel+tv.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-2238081442843943671</id><published>2008-12-24T06:12:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T06:13:45.786-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film Making'/><title type='text'>Cahaya dan Pencahayaan (1)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 78%;"&gt;&lt;em&gt;oleh : Supriyadi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shooting adalah melukis dengan cahaya. Unsur cahaya berarti sangat penting dalam pembuatan film maupun acara televisi. Cahaya tidak selalu berurusan dengan lampu. Ada sumber cahaya lain selain dari sumber lampu. Secara sederhana ada dua jenis sumber pecahayaan, yakni pencahayaan alami (natural) dan pencahayaan buatan(artificial).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya merupakan gelombang elektromagnestis yang diterima oleh indera penglihat (mata) yang kemudian diteruskan ke otak yang akan merespon, menanggapi ransangan cahaya terebut. Sederhanya, tanpa cahaya maka benda tidak akan kelihatan. Atas dasar itulah, produksi film dan video memerlukan cahaya agar subyek bisa terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencahayaan televisi dan film memiliki fungsi-fungsi berikut:&lt;br /&gt;• Menyinari obyek/subyek&lt;br /&gt;• Menciptakan gambar yang artistik,&lt;br /&gt;• Menghilangkan bayangan yang tidak perlu&lt;br /&gt;• Membuat efek khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyinari objek artinya memberikan pencahyaan agar objek atau subjek bisa terlihat jelas sesuai konsep film itu sendiri. Tidak semua bayangan itu diperlukan dan tidak semua bayangan tidak diperlukan. Dengan pencahayaan tetentu bayangan bisa dihilangkan, dikurangi,atau bahkan ditambah. Perlu tidaknya bayangan atau shadow, lagi-lagi sangat tergantung dari konsep film itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Three Points Lighting&lt;br /&gt;Ini sudah menjadi rumusan atau formula dasar sebuah pencahayaan dalam produksi video, film, dan foto. Tiga poin penting itu terdiri atas : Key Light, Fill Light, Back Light.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Key Light adalah pencahayaan utama yang diarahkan pada objek. Keylight merupakan sumber pencahayaan paling dominan. Biasanya keylight lebih terang dibandingkan dengan fill light. Dalam desain 3 poin pencahyaan, keylight ditempatkan pada sudut 45 derajat di atas subjek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fill Light merupakan pencahyaan pengisi, biasanya digunakan untuk menghilagkan bayangan objek yang disebabkan oleh key light. Fill light ditempatkan berseberangan dengan subyek yang mempunyai jarak yang sama dengan keylight. Intensitas pencahyaan fill light biasanya setengah dari key light.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back Light, pencahayaan dari arah belakang objek, berfungsi untuk meberikan dimensi agar subjek tidak “menyatu” dengan latar belakang. Pencahyaan ini diletakkan 45 derajat di belakang subyek. Intensitas pencahyaan backlight sangat tergantung dari pencahayaan key light dan fill light, dan tentu saja tergantung pada subyeknya. Misal backlight untuk orang berambut pirang akan sedikit berbeda dengan pencahayaan untuk orang dengan warna rambut hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain 3 poin pencahayaan tadi masih ada jenis pencahyaan lainnya, yakni Background Light dimaksudkan agar setting/panggung tetap bisa kelihatan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arah Cahaya&lt;br /&gt;Arah cahaya dari pencahayaan akan bergantung pada ketinggian dan sudut dari sumber cahaya tadi. Dari atas, bawah, atau rata dengan obyek? Dengan demikian kita akan tahu bayangan yang dihasilkan cahaya tadi jatuh dimana. Peletakan sumber cahaya di atas subyek akan menghasilkan efek yang berbeda jika dibandingkan dengan peletakkan sumber cahaya dari arah bawah subyek. Arah pencahyaan ini biasanya disebut sebagai down angle dan up angle. Dengan down angle akan menghasilkan bayangan yang jatuh kea rah tubuh (kalau subyeknya orang). Sebagai contoh, konsep down angle bisa dilakukan pada scene interograsi, akan kelihatan dramatis. Sedangkan up angle akan menghasilkan pencahayaan yang kurang lazim, namun dengan penempatan pencahayaan seperti ini subyek akan kelihatan powefull dan gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280278053578702418" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 320px; height: 320px; text-align: center;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_KRaO2yo1L_Y/SUdQ6eLZflI/AAAAAAAAAEw/B39_nAj-sGo/s320/untitled.bmp" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;gambar dari http://www.dvxuser.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas Cahaya Kualitas pencahayaan berkaitan dengan keras atau lembutnya pencahyaan itu sendiri. Secara garis besar ada dua kualitas pencahayaan, yaitu hard light dan soft light. Hard light mempunyai karakteristik pencahyaan yang kuat dimana shadow atau bayangan lebih terlihat jelas. Softlight memiliki karakter sebaliknya, antara pencahyaan dengan bayangan hanya memiliki perbedaan yang tipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasio Pencahayaan&lt;br /&gt;Lighting Ratio merupakan perbandingan antara brightness dan lightnest. Misalnya perbandingan 2:1, dimana pencahayaan area terang dua kali lipat dibanding area gelap. Teknologi video memungkinkan sampai pada rasio 4:1, area terang memiliki intensitas 4 kali lebih terang dibandingkan area gelap. Jika lebih dari itu, maka unsur detail bayangan atau shadow akan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontrol Cahaya&lt;br /&gt;Ini merupakan metode untuk menambah atau mengurangi pencahayaan dari sumber cahaya. Penambahan atau pengurangan ini untuk menghasilkan efek tertentu. Misalnya efek cahaya matahari yang memancar masuk pada jendela kamar tidur, digunakan translucent yang ditempelkan dekat sumber cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengukur Intensitas&lt;br /&gt;Intensitas cahaya yang yang dihasilkan dari key light, fill light,serta backlight bisa diukur oleh sebuah alat yakni Lightmeter. Ada dua jenis alat ini yaitu Incident and Reflectant. Incident diperuntukkan untuk mengukur intensitas cahaya yang “jatuh” pada subjek. Sedangkan Reflectant dipergunakan untuk mengukur intensitas cahaya yang dipantulkan oleh subyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-Jenis Lighting Banyak sekali jenis lampu yang digunakan dalam proses pengambilan gamar atau shooting. Jenis lampu itu terdiri atas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blonde :1000-2000 watt, biasanya digunakan sebagai pencahayaan flood untuk area yang luas&lt;br /&gt;Readhead : 650 - 1000 watt, digunakan sebagai key flood untuk area yang luas&lt;br /&gt;Pepper Light : 100 - 1000 watt, lampu dengan intensitas rendah digunakan khusus untuk key atau fill light&lt;br /&gt;HMI : ini merupakan jenis lampu kualitas tinggi&lt;br /&gt;Hallogen : 100 - 500 watt, digunakan sebahgai key flood untuk area luas, jenis lampu ini biasanya digunakan untuk produksi dengan budgeting rendah.&lt;br /&gt;Fresnell : jenis lampu yang memiliki lensa khusus yang memancarkan cahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temperatur Warna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280278954668771730" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 446px; height: 201px; text-align: center;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_KRaO2yo1L_Y/SUdRu7AAyZI/AAAAAAAAAE4/wMD0qme9Bio/s320/untitled1.bmp" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Temperatur Warna merupakan kesan yang ditimbulkan oleh cahaya terhadap sebuah obyek ketika cahaya itu mengenai obyek. Ukuran temperatur warna dinyatakan dalam satuan derajat Kelvin (K). Semakin besar ukuran derajat Kelvin, maka warna obyek semakin putih, kebalikkanya maka obyek akan terlihat semakin menguning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: pojokspy.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-2238081442843943671?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/2238081442843943671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=2238081442843943671' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/2238081442843943671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/2238081442843943671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2008/12/cahaya-dan-pencahayaan-1.html' title='Cahaya dan Pencahayaan (1)'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KRaO2yo1L_Y/SUdQ6eLZflI/AAAAAAAAAEw/B39_nAj-sGo/s72-c/untitled.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-1482822641578710390</id><published>2008-12-24T06:05:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T06:08:34.043-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TELEVISI'/><title type='text'>Show Director/Program Director</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;    Di Amerika bahkan muncul berbagai istilah dengan Job Description yang lebih spesifik seperti Stage Director, Floor Director, Floor Manager, Program Director, Event Coordinator, Event Manager,Festival Organizer, Network Director dll. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;    Istilah ini bebas dipakai oleh institusi mana saja (broadcast dan non broadcast) sesuai dengan keperluan, fungsi dan tujuan masing2x. Yang menarik walau istilah ini banyak yang membingungkan tapi job descriptionnya sangat jelas dan tidak bertabrakan satu dengan lainnya.Saya mencoba mencari jawaban tentang ini dari berbagai referensi buku seperti The Film Industry (by Fred Yager &amp;amp; Jan Yager/checkmark book), Basic Studio Directing (By Rod Fairweather/ Focal Press)dan This Business of Music Marketing &amp;amp; Promotion (by Lathrop) tapi tidak ada definisi yang baku. Setiap events mempunyai job desc yang berbeda. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;    Jadi, untuk lebih jelasnya, saya akan mencoba menuliskan perbedaan berdasarkan fungsi dan kob descnya, bukan dari definisinya.Show DirectorBertugas menjadi Sutradara Pentas atau Pengarah Lakon Panggung atau Pengarah Pagelaran. Disini, Show Director bertanggungjawab pada kemasan pagelaran diatas panggung mulai dari Tata Artistik Panggung, Sound, Rundown Pentas Acara, Lighting Direction hingga ke urusan Stage Management lainnya seperti Wardrobe, Make Up, Props, dan lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;    Show Director tidak bertanggung- jawab pada liputan tayangan Broadcast namun wajib berkompromi dengan Program Director dari Stasiun Televisi untuk mendapatkan Blocking yang Pas dan bagus, baik untuk Penonton Panggung maupun untuk Penonton Televisi.... Namun istilah ini seringkali dirancukan dengan Art Director. Misalnya, Jay Subijakto itu dikenal sebagai Art Director konser2xnya Erwin Gutawa. Disini Jay mempunyai kapasitas lebih memikirkan dimensi2x artistik dari pagelaran dan sebenarnya, Jay sudah merangkum pekerjaan Show Director. Namun, Jay justru membagi pekerjaan stage management dengan Stage Manager... Stage ManagerBertugas membantu Show Director dalam mengkoordinasikan seluruh aktifitas dibalik panggung. Stage Manager ini mempunyai kewenangan penuh untuk mengatur jalannya konser/acara dari balik panggung, termasuk menyiapkan seluruh pengisi acara untuk siap tampil. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;    Kalau Show Director mengarahkan dari depan panggung dan mensupervisi Lighting dan Audio, Stage manager justru berada dibalik panggung. Stage manager tidak bertanggung jawab sama sekali dengan liputan Broadcast dan on-air. TV Director/Program DirectorDi Amerika dikenal sebagai Program Director yang dapat didefinisikan sebagai seseorang yang mampu menyutradarai produksi Drama atau Non Drama dengan Single atau Multi Camera untuk studio maupun outdoor. Bila program acara diproduksi oleh Stasiun Televisi maupun Production House, seorang Program Director merangkap sebagai Show Director dan bertanggung jawab pada STAGE dan ON-AIR. Inilah yang dilakukan oleh para PD2x di Indosiar dan ANTV. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;    Sedangkan di RCTI ataupun SCTV, PD hanya bertanggung jawab pada ON-AIR saja, sedangkan content untuk STAGE dipegang oleh Produser ataupun Production Assistant. Nah, istilah Program Director ini ternyata diinterpretasikan secara SALAH orang para senior kita di TVRI. Program Director diterjemahkan bebas menjadi Pengarah Acara! padahal seharus tetap diinterpretasikan menjadi Sutradara Acara atau Sutradara Program. Ini memang kacau, sementara istilah Floor Manager tidak diistilahkan menjadi Manajer Lantai atau Manajer Ubin, tapi tetap memakai istilah Floor Manager..... Lainnya, lagi kalau di Amerika dikenal TV Director ini artinya Sutradara TV tapi kalau di Indonesia dipakai TV Director maka diartikan menjadi Direktur TV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: pojokspy.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-1482822641578710390?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/1482822641578710390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=1482822641578710390' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/1482822641578710390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/1482822641578710390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2008/12/show-directorprogram-director.html' title='Show Director/Program Director'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-8627988415255682628</id><published>2008-12-24T06:04:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T06:05:34.566-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TELEVISI'/><title type='text'>Elemen Programming</title><content type='html'>Ada empat elemen dalam mengatur strategi penjadwalan atau programming televisi:&lt;br /&gt;1. Programming:&lt;br /&gt;Menganalisa angka peringkat rating penonton berdasarkan SES (Social Economy Status), segmentasi, jam tayang, pola penonton, genre dan juga trend.&lt;br /&gt;2. Production:&lt;br /&gt;Mengkaji sisi produksi dari setiap acara mulai dari Format (drama, non drama, news/sport), Story Treatment, Production Cast (artis, bintang,band, dll), directing, production design (artistik,grafik, shot,editing, wardrobe) dsb.&lt;br /&gt;3. Marketing:&lt;br /&gt;Membahas strategi marketing dan sales untuk mendapatkan profit. Topik antara lain tentang harga spot iklan, build in product, pre-sales, brand awareness, brand differentiation, target konsumen, blocking time, packaging price, product values, dll&lt;br /&gt;4. Purchasing &amp;amp; Distribution:&lt;br /&gt;Disinilah perhitungan harga produksi, pembelian program/film, distributors, suppliers, dll, yang disesuaikan dengan kemampuan daya beli stasiun televisi. Dikaji juga Programming Value per detik dari biaya rata2x operasional stasiun tv setiap detik.Jadi,bisa dibayangkan kan? kalau penempatan jam tayang sinetron atau film sering dianggap tidak tepat, itu menurut versi publik/penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau menurut versi stasiun tv pasti sudah melewati tahap elemen diatas, yang dianggap merupakan hasil analisa penonton juga. Memang kusut, tapi begitulah media kapitalis televisi. Sebagai input, di Amerika saja sampai ada gerakan moral yang disebut "You own your tv".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan ini mengajak publik untuk mengontrol tontonan televisi karena pesawat tv milik kita bukan milik stasiun/kabel tv. Jadi, mengapa harus bergantung pada mereka? Merekalah yang harus mendengarkan kemauan publik.&lt;br /&gt;Dan ini bukanlah kesalahan lembaga riset AC Nielsen. Karena AC Nielsen hanya mengeluarkan hasil peringkat rating berdasarkan tontonan yang disajikan oleh para programmer televisi... begitu isi gerakan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: pojokspy.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-8627988415255682628?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/8627988415255682628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=8627988415255682628' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/8627988415255682628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/8627988415255682628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2008/12/elemen-programming.html' title='Elemen Programming'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-309578346072444961</id><published>2008-12-24T06:02:00.001-08:00</published><updated>2008-12-24T06:02:52.967-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TELEVISI'/><title type='text'>Riset Dalam Produksi Dokumenter</title><content type='html'>Ide film bukan wahyu yang datang begitu saja, tapi merupakan kumulatif dari serangkaian pengamatan dan pengalaman yang mengendap dalam ingatan lalu muncul kembali sebagai sebuah ide. Secara tidak sadar, proses penemuan ide adalah bagian dari proses riset yang sudah kita lakukan ketika kita mengalami ataupun mengamati sebuah gejala.&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rangkaian kegiatan sistematis yang dilakukan untuk memahami sebuah fenomena, baik fenomena alam maupun fenomena sosial-budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Fungsi Riset Dalam Produksi Dokumenter&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;1. Proses Kreatif&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Merumuskan ide film, film statement, dan alur bertutur film. Termasuk di dalamnya &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;membangun raport dengan subyek dan menggali elemen audio visual yang akan menjadi &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;bagian dari film.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Manajemen Produksi&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengatur jadwal, perijinan, akses, budgeting, dsb. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Pengumpulan Data di Lapangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Observasi (pengamatan, partisipasi)&lt;br /&gt;2. Wawancara&lt;br /&gt;3. Audio Visual (merekam) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Menuliskan Kembali Hasil Riset&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Mengkategorisasi data&lt;br /&gt;2. Mengidentifikasi data-data penting&lt;br /&gt;3. Mencari hubungan sebab akibat&lt;br /&gt;4. Mengaitkan fenomena spesifik dengan konteks yang lebih besar &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Tips-tips melakukan penelitian lapangan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;1. Stay alerted (peka terhadap berbagai hal)&lt;br /&gt;2. Bertanya&lt;br /&gt;3. Mencatat&lt;br /&gt;4. Merekam secara visual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: pojokspy.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-309578346072444961?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/309578346072444961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=309578346072444961' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/309578346072444961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/309578346072444961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2008/12/riset-dalam-produksi-dokumenter.html' title='Riset Dalam Produksi Dokumenter'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-4814744414107785918</id><published>2008-12-24T06:00:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T06:15:20.919-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TELEVISI'/><title type='text'>Penyutradaraan Dokumenter</title><content type='html'>Menempatkan KAMERA dalam menyampaikan IDE&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;GOAL UTAMA&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; - Mengarahkan penonton untuk mencapai sebuah kesatuan ide, memahami pesan, secara   persuasif.&lt;br /&gt;- Mempersiapkan sebuah hasil teknis perekaman gambar dan suara yang baik untuk tahap penyelesaian film (Pasca Produksi). &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Menjadikan manusia sebagai SUBYEK bukan OBYEK&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;MENAMPILKAN SUBYEK&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;- Menempatkan kamera dalam menunjukkan apa yang dilakukan Subyek dalam   menyampaikan gagasan.&lt;br /&gt;- Melakukan observasi visual yang mendalam terhadap subyek&lt;br /&gt;- Membuat subyek mengungkapkan PIKIRAN (verbal) yang mendasari atau menjelaskan apa  yang dilakukannya&lt;br /&gt;- Pengadeganan ulang terhadap apa yang diceritakannya, mengarahkan subyek dan menempatkan kamera seperti dalam pendekatan observasi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;OBSERVASI&lt;br /&gt;Menempatkan kamera berada dalam jarak aman dan jarak dekat dengan subyek.&lt;br /&gt;Menciptakan hubungan sehingga subyek nyaman terhadap kamera.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;MENGOPTIMALKAN PENGGUNAAN UNSUR SUARA&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;- Sumber informasi audio yang membentuk visual menjadi utuh. Mengarahkan gagasan. Suara hasil wawancara, rekaman pembicaraan subyek, musik, suara musik dan suara lingkungan.&lt;br /&gt;- Menghindarkan sumber suara ganda dalam proses perekaman yang melibatkan suara, seperti dalam wawancara dan lainnya.&lt;br /&gt;- Merekam suara dari adegan agar dapat digunakan dalam proses penyelesaian. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Prinsip dasar dalam melakukan wawancara&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;1. Harus selalu kontak mata antara si pewawancara dengan yang diwawancarai.&lt;br /&gt;2. Si pewawancara harus penuh ketekunan mendengarkan semua jawaban narasumber dengan sesekali memberikan respon visual (mengangguk, menggeleng, atau yang lainnya) sehingga nampak terjalin komunikasi dengan narasumber.&lt;br /&gt;3. Jangan memberikan respon suara yang akan mengganggu konsentrasi narasumber dan masuk dalam rekaman sehingga nantinya menyulitkan penyuntingan (editing). &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;4. Bila ingin hasil yang natural, maka pertama-tama si pewawancara dahulu yang harus nampak natural ketika melemparkan pertanyaan, terutama jangan sekali-kali menggunakan bahasa formal sehingga nampak aneh dan membuat jarak dengan narasumber.&lt;br /&gt;5. Coba bangun suasana layaknya dua orang sedang ngobrol santai. Bisa dimulai sejak sebelum rekaman dimulai, si pewawancara sudah melakukan pendekatan terlebih dahulu dengan narasumber. Yakinkan narasumber jangan takut salah dan bisa diulang dengan mudah.&lt;br /&gt;6. Pertanyaan yang diajukan harus jelas dan singkat, sehingga narasumber tidak salah menanggapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Jangan pernah membuat pertanyaan yang sifatnya mengkonfirmasi saja dan membuat jawabannya sangat pendek dan tidak memberikan informasi apa-apa.&lt;br /&gt;8. Pertanyaannya harus membuat narasumber bercerita, maka bunyi pertanyaannya akan banyak di dominasi oleh “Coba ceritakan pengalamanmu....?” “Bagaimana...? Mengapa? Apa yang kamu rasakan? Dan lain-lain.&lt;br /&gt;9. Untuk menjamin wawancara dengan narasumber terekam dengan baik, pastikan suaranya juga terdengar jelas di kamera. Agar suara terdengar jelas, letak kamera tidak boleh terlalu jauh dari sumber suara. Baik sekali kalau ada microphone eksternal yang bisa diletakkan dekat dengan narasumber.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;MEMBUAT B-ROLL&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Menempatkan kamera pada situasi di luar subyek yang mendukung gagasan subyek, dan memperkuat gagasan berkait dengan apa yang diceritakannya.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;Situasi situasi di sekitar subyek. Foto foto dan gambar gambar pendukung&lt;br /&gt;Rekaman rekaman yang menarik dari lingkungan yang menciptakan suasana : Musik, situasi komikal dan kontras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;GAYA dalam PENYUTRADARAAN&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;1. Observasional&lt;br /&gt;2. Free handheld kamera&lt;br /&gt;3. Pendekatan jurnalistik. Hand Held, Teleshot observasion&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;KAMERA SEBAGAI PENA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam film yang baik kamera menjadi kuas yang di-eksplorasi dalam berbagai dimensinya. Tebal dan tipis, halus dan kasar.&lt;br /&gt;Menyampaikan gagasan juga memiliki tujuan untuk MENYENTUH perasaan penontonnya&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PROSES PASCA PRODUKSI&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;Melakukan proses re-konstruksi dari semua materi visual dalam membentuk ide utama dan menyampaikan pesan /gagasan.&lt;br /&gt;Mengarahkan konstruksi unsur suara. Insert dari bahan bahan wawancara, sumber suara B-roll, musik dan lain lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: pojokspy.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-4814744414107785918?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/4814744414107785918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=4814744414107785918' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/4814744414107785918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/4814744414107785918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2008/12/penyutradaraan-dokumenter.html' title='Penyutradaraan Dokumenter'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-5390068346019013732</id><published>2008-12-24T05:56:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T06:15:45.999-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TELEVISI'/><title type='text'>Video Klip</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;VIDEO KLIP&lt;/span&gt; adalah kumpulan potongan-potongan visual yang dirangkai dengan atau tanpa efek-efek tertentu dan disesuaikan berdasarkan ketukan-ketukan pada irama lagu, nada, lirik, instrumennya dan penampilan band, kelompok musik untuk mengenalkan dan memasarkan produk (lagu) agar masayarakan dapat mengenal yang selanjutnya membeli kaset, CD, DVD.&lt;br /&gt;Memberikan imbas bagi seluruh stasiun TV untuk mendapatkan pemasukan dari iklan yang membeli tayangannya baik dalam bentuk program musik atau sebagai iklan itu sendiri, bahkan juga memberikan kesempatan bagi seluruh insan muda yang kreatif baik sebagai sutradara atau crew kreatif di dalamnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MEMBUAT VIDEO KLIP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. SIMBOL&lt;br /&gt;Tidak perlu adanya keselarasan antara gambar dan lirik, bahkan seringkali tidak&lt;br /&gt;ada hubungan antar keduanya.&lt;br /&gt;2. VERBAL&lt;br /&gt;Gaya desain penggambaran akan disesuaikan dengan isi lirik (gambar dan lirik saling &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;menyatu).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;UNSUR VIDEO KLIP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Bahasa Ritme (irama)&lt;br /&gt;Pelajari birama dulu apakah slow beat, fast beat, middle beat dan coba rasakan&lt;br /&gt;dengan ketukan-ketukan kaki untuk memperoleh tempo yang pas.&lt;br /&gt;2. Bahasa Musikalisasi (instrument musik)&lt;br /&gt;Pembuat Video Klip atau biasa disebut VIDEO CLIPPER haruslah mempunyai&lt;br /&gt;sebuah wawasan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan musik baik itu jenis&lt;br /&gt;musik, alat musik, bahkan juga profil band.&lt;br /&gt;3. Bahasa Nada&lt;br /&gt;Perhatikan aransemen nada, diskusikan dengan piñata musiknya tentang aransemen&lt;br /&gt;yang dibuat. Selanjutnya rasakan dengan hati nada-nada tersebut.&lt;br /&gt;4. Bahasa Lirik&lt;br /&gt;Seorang VIDEO CLIPPER dituntut mempunyai sebuah imajinasi visual terhadap&lt;br /&gt;lirik dan lagu walaupun tidaklah harus secara verbal.&lt;br /&gt;Jika ada lirik yang mengungkapkan kata ‘CINTA’ maka sebagai simbolisasi tidak&lt;br /&gt;harus dengan bunga, warna pink, atau hati. Bisa saja berupa kertas (surat), sepatu&lt;br /&gt;butut (cinta tanpa mengenal status social), air (cinta yang mengalir). Atau bahkan&lt;br /&gt;bias dengan tarian kontemporer.&lt;br /&gt;5. Bahasa Performance (penampilan)&lt;br /&gt;Selami karakter pemusik, penyanyi, pemain band baik dari latar belakang&lt;br /&gt;bermusiknya, hingga ke profil fisiknya (hidung, mata, style, fashion dan gerak tubuh).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;TEKNIS SEDERHANA PEMBUATAN VIDEO KLIP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. PENENTUAN LOKASI SYUTING&lt;br /&gt;INDOOR&lt;br /&gt;Indoor on place (café, rumah, gedung pekantoran)&lt;br /&gt;Kebutuhan akan property sedikit lebih simple karena kebutuhan property seperti seperti meja, kursi, lemari, lampu hias, buku, dan sebagainya sudah tersedia. Penambahan property cenderung untuk melengkapi kebutuhan story board.&lt;br /&gt;Indoor Studio&lt;br /&gt;Harus mampu menata, membuat bahkan membangun set design sesuai denga kebutuhan story board. Hal ini menjadikan kemampuan pengembangan estetika seni mendapat peranan besar, karena tudgas seorang piñata artistic haruslah menciptakan bukan memanfaatkan set yang sudah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OUTDOOR&lt;br /&gt;Cenderung memanfaatkan segala property dan nuansa alam yang sudah ada dan cenderung yang lebih banyak diadopsi adalah natural keunikan alam atau lingkungannya (di pantai, pasar, gunung, dsb)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. STORY BOARD&lt;br /&gt;Dalam memproduksi video klip hal pertama yang harus dituangkan dari konsep adalah STORY BOARD, karena dari story board seorang sutradara video klip dapat mengungkapkan imajinasinya melalui gambar-gambar konsep visual yang bercerita.&lt;br /&gt;Dari story board lah seorang klipper akan lebih mudah berkonsentrasi dalam hal-hal yang bersifat teknis visual, penataan cahaya, penataan artistic, camera angle, ataupun performance sang artis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. PERALATAN SYUTING/ PRODUKSI&lt;br /&gt;Peralatan yang dibutuhkan sangat ditentuntukan oleh klip seperti apa yang akan dibikin, hanya saja pasti ada alat utama yang harus ada terutama :&lt;br /&gt;CAMERA dengan kelengkapan seperti tripod, dolly, dolly track, crane.&lt;br /&gt;LIGHTING dengan kelengkapan stang, filter, dsb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. MEMPERKUAT CREW&lt;br /&gt;Pastikan anda bersama crew dan tim yang kompak dengan dipimpin seorang sutradara dalam pelaksanaan produksinya. Dalam penentuan crew tidak ada patokan berapa jumlahnya. Semuanya sangat tergantung dari produksi itu sendiri seberapa banyak ia membutuhkan tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. PENGAMBILAN GAMBARSetiap gambar yang diambil tentunya berdasarkan story board yang telah dibuat. Shot-shot untuk video klip sebenarnya tidak ada aturan khusus secara teknis tetapi dalam instruksi dan istilah-istilah yang dipakai tetap menggunakan aturan secara umum. Misal : Close Up, Medium shot, Cut, Cue, Running, dsb. Hal ini tentunya adalah untuk memudahkan dalam hal pelaksanaan teknis saat pra produksi, produksi dan editing.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6. EDITING&lt;br /&gt;Pada era yang serba digital ini, editing mempunyai peranan yang cukup penting dalam proses akhir produksi sebuah video klip. Bahkan editing juga dapat mengatasi segala keterbatasan alat pada saat produksi untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan story board.&lt;br /&gt;Namun dengan hebatnya teknologi editing yang ada, sebagai seorang video klipper tetap dituntut harus mampu memperoleh produksi semaksimal mungkin tanpa tergantung dari editing.&lt;/div&gt;Selamat berkarya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: pojokspy.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-5390068346019013732?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/5390068346019013732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=5390068346019013732' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/5390068346019013732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/5390068346019013732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2008/12/video-klip.html' title='Video Klip'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-2044244353769855</id><published>2008-12-24T05:55:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T06:16:06.404-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TELEVISI'/><title type='text'>Feature</title><content type='html'>Feature adalah jenis berita yang sifatnya ringan dan menghibur. Menjadi seorang penulis feature harus memiliki ketajaman dalam memandang dan menghayati suatu peristiwa. Serta mampu menonjolkan suatu hal yang meski umum namun belum terungkap seutuhnya yaitu sisi humanisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;BERDASARKAN TIPENYA FEATURE DAPAT DIBEDAKAN MENJADI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Feature Human Interest&lt;br /&gt;Langsung menyentuh keharuan, kegembiraan, kejengkelan, simpati). Misalnya, cerita tentang penjaga mayat di rumah sakit, lika-liku kehidupan seorang guru atau dokter di daerah terpencil, atau kisah seorang menimbulkan kejengkelan (Contoh tayangannya : Program kejamnya Dunia, Investigasi, Jendela, Delik, derap Hukum, dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Feature Pribadi-Pribadi Menarik Atau Feature Biografi&lt;br /&gt;Misalnya riwayat hidup seorang tokoh yang meninggal, tentang seorang yang berprestasi atau seorang yang memiliki keunikan sehingga bernilai berita tinggi (Contoh tayangannya : Program Silet, dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Feature Perjalanan&lt;br /&gt;Misalnya kunjungan ke tempat bersejarah di dalam ataupun di luar negri, atau ke tempat yang jarang dikunjungi orang. Dalam feature jenis ini, biasanya unsur subjektifitas menonjol, karena biasanya penulisannya yang terlibat langsung dalam peristiwa/perjalanan itu mempergunakan “Aku”, “Saya”, atau “Kami” (sudut pandang ‘Point Of View’ orang pertama) (Contoh tayangannya : Program Menantang batas, Koper &amp;amp; Ransel, dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Feature Sejarah&lt;br /&gt;Yaitu tulisan tentang peristiwa masa lalu, misalnya peristiwa proklamasi kemerdekaan, atau peristiwa keagamaan, dengan memunculkan “tafsir baru” sehingga tetap terasa aktual untuk masa kini. (Contoh tayangannya : Program Silet, Program Khusus, dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Feature Petunjuk Praktis (TIPS)Yaitu mengajar keahlian, how to do it. Misalnya tentang memasak, merangkai bunga, membangun rumah, dan sebagainya (contoh tayangan : Program Sisi Lain, Good Morning, dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STRUKTUR TULISAN&lt;br /&gt;Menulis Feature tidak ada aturan khusus. Namun demikian, dalam menulis feature, usahakan apa yang ditulis itu tidak monoton. Data yang diungkapkan kuat, detail, fakta, harus ada dan benar. Sebenarnya menulis feature lebih tergantung pada kekuatan menulis atau ketrampilan menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;JENIS-JENIS FEATURE&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Adapun jenis-jenis feature di antaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Feature Berita&lt;br /&gt;Yang lebih banyak mengandung unsur berita berhubungan dengan peristiwa aktual yang menarik perhatian khalayak. Biasanya merupakan pengembangan dari sebuah straight news. (Contoh tayangan : Program Investigasi, Delik, Sigi 30 menit, dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Feature Artikel&lt;br /&gt;Yang lebih cenderung segi sastra. Biasanya dikembangkan dari sebuah berita yang tidak aktual lagi atau berkurangnya aktualitasnya. Misalnya, tulisan mengenai suatu keadaan atau kejadian, seseorang suatu hal, suatu pemikiran, tentang ilmu pengetahuan, dan lain-lain yang dikemukakan sebagai laporan (informasi) yang dikemas secara ringan dan menghibur. (contoh tayangan : Program Jakarta Underground (atmosphere) Jejak Malam, Fenomena dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: pojokspy.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-2044244353769855?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/2044244353769855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=2044244353769855' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/2044244353769855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/2044244353769855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2008/12/feature.html' title='Feature'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-5364416191125064137</id><published>2008-12-24T05:51:00.002-08:00</published><updated>2008-12-24T05:54:21.019-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film Making'/><title type='text'>Creative dan Producer</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dalam industri Media Televisi, ada bermacam-macam istilah dan jabatan Produser seperti Line Producer, News Producer, Supervising Producer, Creative Producer, Producer/Director dll. Walau istilah ini berbeda, namun "job description" nya seringkali sama atau mirip. Tentunya, semua istilah ini disesuaikan dengan Sistem dan Manajemen Penyiaran yang dipakai, apakah memakai American System atau Hongkong System ataupun Mix keduanya. Bahkan, kalau perlu dibuat istilah dan Job Description baru yang sesuai dengan kebutuhan misalnya Segment Producer atau Production Specialist (dipakai oleh VOA).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Namun secara umum, Jenis Produser terbagi dalam 4 kategori&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Producer who create the content&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ini adalah para kreator dibalik program2x TV drama dan non-drama (variety show, reality show, games, quiz, musik, magazine show,etc). Mereka adalah orang2x kreatif yang berada di departemen Produksi/Content Acara. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Producer who manage administration and money&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Produser ini dikenal sebagai produser lapangan yang profesional dalam manajemen administrasi (kontrak, proposal, jadwal, dll) dan finansial. Dibutuhkan talent kepemimpinan yang kuat untuk Produser ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Producer who sell programming and work on marketing &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Biasanya Produser ini berada dibawah Departemen Programming atau Marketing. Mereka ini yang membangun dengan kreatif berbagai paket2 program tv agar laku dijual ke sponsor dan disukai publik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Producer who produce News and Sport&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Produser ini adalah para Jurnalis Televisi yang mampu memproduksi berita2/feature yang akurat sesuai dengan filosofi dari jurnalistik yaitu aktual dan faktual. Jadi, pengembangan berbagai istilah dari Produser, bebas saja asalkan sesuai dengan kebutuhan dari manajemen siaran yang dipakai.... &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Reference:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;- Get on TV! by Jacqie Jordan, Source book Inc, Naperville &gt; Illinois.2006 - Pengetahuan dan Pengalaman pribadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nah sampai sekarangpun tiap Stasiun TV punya nama sendiri utk job desk tersebut, tp tugas dan fungsinya sama.&lt;/div&gt;Creative dan Producer? Di Departemen Produksi?&lt;br /&gt;Yang pasti dua-duanya sih orang Kreatif, tapi dibedakan pada detil job descriptionnya sesuai dengan sistem penyiaran yang dipakai. Misalnya, di Indosiar dikenal profesi Research Writer -RW-(mirip dengan TVB Hongkong) yang mempunyai Job Description sebagai penulis skenario non-drama. RW ini adalah orang kreatif yang menciptakan berbagai ide2 program televisi untuk Variety SHow, Quiz, Musik,GameShow, Talk Show,Magazine,Reality TV, dsb. Tugasnya merancang program yang bisa dijual ke iklan. Nah, seorang RW mempunyai karir meningkat sebagai Supervisor Produksi hingga Executive Producer. Tapi tidak menjadi Producer karena di Indosiar, seorang producer juga merangkap sebagai seorang Program Director (Pengarah Acara), dan jabatan ini disebut Producer/Director. Jadi, dalam sebuah produksi maka Producer/Director bekerjasama dengan Research Writer untuk menciptakan sebuah karya kretif. Dengan kata lain, Producer/Director bertanggung jawab pada teknis dan artistik visual, sedangkan Research Writer bertanggung jawab pada content, skenario dan flow acara....&lt;br /&gt;Sementara di RCTI, sistemnya berbeda lagi. Seorang Produser belum tentu adalah seorang Program Director. Sedangkan untuk creative content, Producer dibantu oleh tim kreatif yang juga bertugas menulis skenario. Mereka kemudian merancang program pada saat Pra Produksi, sedangkan saat produksi, Producer menyerahkan kepada Program Director.... Sistem ini mirip dengan sistem di TV broadcast Amerika. Sedangkan untuk TV Kabel, sistemnya lebih lentur karena jumlah SDMnya terbatas....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengapa harus ada Partner: Creative dan Producer? Ini sebenarnya adalah bentuk simplifikasi dari "Triangle Production System: Producer, Scenario, Director". Produser dipegang oleh produser, Scenario dipegang orang Creative dan Program Director dipegang oleh Producer atau PD lain. Berbeda dengan FILM, dalam televisi semuanya bersifat industrial sehingga seorang produser bisa saja menghandle lebih dari 5 acara tv setiap minggu. Demikian juga dengan orang kreatif. Sementara PD,biasanya malah Pool PD, alias jadwal syuting seminggu berdasarkan assignment. Jadi bisa saja dalam seminggu seorang PD mengerjakan 10 program televisi mulai dari musik, sport sampai acara Mimbar Agama....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: pojokspy.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-5364416191125064137?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/5364416191125064137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=5364416191125064137' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/5364416191125064137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/5364416191125064137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2008/12/creative-dan-producer.html' title='Creative dan Producer'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-7673861788781950518</id><published>2008-12-24T05:51:00.001-08:00</published><updated>2008-12-24T05:51:46.829-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film Making'/><title type='text'>Film dan Ilusi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Ilusi&lt;/strong&gt;. Secara material film terdiri atau dibangun oleh gambar-gambar dan bukan secara seluloid. Gambar-gambar ini menimbulkan ilusi yang kuat sekali pada kita bahwa apa yang diproyeksikan pada layar sungguh-sungguh kenyataan. Ini disebabkan karena gambar-gambar itu berbeda dengan gambar-gambar pada seni lukis misalnya, tapi merupakan gambar-gambar mekanis (dibuat oleh dan dengan suatu mekanik). Sifat utama dari gambar atau imaji (image) itu adalah sifat reproduktifnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Proyeksi dan photogenic&lt;/strong&gt;. Ilusi tadi bisa timbul secara kuat pada kita karena tidak saja besarnya obyektivitas yang terdapat pada pernyataan sinematografi itu, tapi juga pada aktivitas penonton sendiri dalam mengandaikan berbagai pikiran dan motivasi yang berada pada gambar-gambar yang disaksikan. Gambar-gambar atau imaji-imaji itu tidak saja diproyeksikan oleh sebuah proyektor, tapi juga merupakan proyeksi dari kehidupan batiniah dari penontonnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dunia virtual&lt;/strong&gt;. Imaji atau gambar film mempunyai ketigadimensionalan dari gambar dalam kaca atau cermin. Perbedaannya dengan ketidakdimensionalan dari ruang yang nyata hanya terletak pada “virtualitasnya”. Kalau kita lupa bahwa layar proyeksi mempunyai batas (berbingkai), maka hilanglah batas antara ruang bioskop dan ruang filmis (ruang yang terdapat pada gambar-gambar di layar). Kamera yang berpindah-pindah tempat sewaktu syuting, menyingkapkan berbagai segi dari ruang yang sebenarnya, dimana kejadian filmis itu terjadi. Karena ketika kesadaran akan batas ruang itu hilang, maka kita (penonton) masuk ke dalam ruang filmis tersebut hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Waktu filmis&lt;/strong&gt;. Karena imaji-imaji filmis ini menimbulkan ilusi tentang kenyataan karena ketigadimensionalannya dan gerak yang ada padanya, maka imaji inipun mempunyai dimensi waktu, berlangsungnya waktu serta tangga waktu merupakan segi-segi dari waktu filmis tersebut. Film yang baik senantiasa menimbulkan ilusi bahwa kejadian filmis itu berlangsung dalam batas waktu yang pasti lebih lama dari waktu kita menonton. Masa lampau, masa kini dan bahkan masa nanti dapat dialami dalam waktu yang singkat (misalnya melaui flashback dan sebagainya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Proyeksi dan identifikasi&lt;/strong&gt;. Yang dimaksud dengan proyeksi adalah proses penonton masuk ke dalam kejadian filmis yang ia lihat dilayar. Sedangkan identifikasi merupakan suatu proses penonton menyerap kejadian di layar dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penghayatan filmis&lt;/strong&gt;. Dalam mengalami dan menghayati film terjadi proyeksi dan identifikasi. Proses ini memiliki tiga segi, yaitu : &lt;strong&gt;&lt;em&gt;proyeksi dan identifikasi optik&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (imaji-imaji filmis yang dilihat pada layar, dilihat penonton melalui lensa kamera), &lt;strong&gt;&lt;em&gt;proyeksi dan identifikasi emosional&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (melalui identifikasi optik ini terjadi identifikasi dan proyeksi emosional. Perpindahan kamera dalam menyingkapkan ruang kejadian filmis itu berlangsung secara logis dan bermotivasi, sebagaimana yang telah dikemukakan), proyeksi dan identifikasi imajiner (kenyataan pada saat penonton melihat film, secara imajinatif penonton berada di antara tokoh-tokoh dan benda-benda dalam ruang filmis itu, dan bahwa sewaktu-waktu ia melihat kejadian-kejadian dalam ruang itu melalui penglihatan salah seorang tokoh).&lt;br /&gt;Jadi, imaji-imaji film pada layar membangun suatu realitas imajiner, suatu titik pertemuan antara dunia luar dengan dunia “batiniah” dari penonton. Film menjadi semacam stasiun antara kenyataan dan imajinasi. Sifat paradoksal dari film ini memungkinkan kontak antara penonton dan universum film. Suatu kontak dimana penonton sekaligus menghayati dirinya sebagai outsider dan insider&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : pojokspy.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-7673861788781950518?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/7673861788781950518/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=7673861788781950518' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/7673861788781950518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/7673861788781950518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2008/12/film-dan-ilusi.html' title='Film dan Ilusi'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-3152505741178359554</id><published>2008-12-24T05:49:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T05:50:21.551-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film Making'/><title type='text'>Elemen warna dalam seni visual</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dalam seni Visual, ada tiga elemen dasar yang paling penting untuk menciptakan sebuah karya visualisasi yang mengekplorasi imajinasi kreatif manusia. Ketiga elemen dasar visual tersebut adalah Color(warna), Shape (bentuk) dan Texture (tekstur). Ketiganya menyatu dalam kombinasi yang diciptakan oleh para Filmmaker dan TV maker untuk dapat memberikan rasa keindahan bagi penikmatnya/penontonnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah, dalam industri televisi dan film, elemen Warna seringkali menjadi perdebatan karena warna sangat erat hubungannya dengan referensi, kombinasi dan percampuran. Nah, kali ini penulis mencoba mengingatkan kita semua darimana warna dasar untuk Televisi berasal?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Warna putih sebagai Color Reference adalah percampuran antara warnaMerah (30%), Hijau (59%) dan Biru (11%). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Itulah mengapa "WhiteBalance" dilakukan pada kamera dengan menggunakan objek berwarna putih. Ini terjadi karena sinyal warna putih akan selalu berubah tergantung dari kondisi pencahayaan dan suhu yang berbeda yaitu DayLight atau Tungsten.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Warna Percampuran lain adalah:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yellow = Red + Green&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Magenta= Red + Blue&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cyan = Green + Blue&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sedangkan "the word of RGB (Red, Green, Blue)" juga mempunyai arti. Mengapa kita menyebutnya sebagai RGB? bukan GBR atau BRG? ini ada hubungannya dengan Human Skin Tones dimana warna kulit manusia didominasi oleh elemen warna Red (Merah), lalu Green (Hijau) dan terakhir Blue (Biru). Atau sering dikenal dengan rumus R&gt;G&gt;B. Itulah mengapa dalam teknik Chroma Key digunakan latar belakang warna biruatau hijau bukan merah.Warna Hitam saat ini telah menjadi "the color of cool". &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hitam adalah warna penegas, pemberontak, klasik, elegan, tanpa kompromi, dan berbagai sebutan lainnya. Bahkan kedua elemen visual Shape (Bentuk) dan Texture (Teksture) sangat dipengaruhi oleh warna hitam. Lihat saja Play Station 2, iPOD, Handphone, Laptop, dsb menjadi lebih indah dengan warna hitam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tulisan ini ditulis dari berbagai referensi Create Magazine, Buku2xproduksi televisi dan pengetahuan pribadi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semoga bermanfaat untuk anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : pojokspy.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-3152505741178359554?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/3152505741178359554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=3152505741178359554' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/3152505741178359554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/3152505741178359554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2008/12/elemen-warna-dalam-seni-visual.html' title='Elemen warna dalam seni visual'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-4851351743452689170</id><published>2008-12-24T05:47:00.001-08:00</published><updated>2008-12-24T06:16:31.649-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TELEVISI'/><title type='text'>Teknik Live Reporting</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Daya tarik televisi sebagai media sebagian sangat tergantung pada kemampuannya untuk menayangkan sebuah event secara langsung. Menariknya siaran live, tidak hanya karena pada unsur partisipasi dan kehadiran stasiun tersebut pada event yang dimaksud, tapi pada asumsi yang dimunculkan, bahwa apa yang kita saksikan tak termediasi, tak terkontaminasi dan akurat. Oleh karena itu kemampuan Live Report sangat penting. Live Report menggabungkan konsep program berita dan reality show. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dibawah ini beberapa tips untuk menghasilkan Live Report yang baik &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Pre – Reporting Preparation&lt;br /&gt;  - Check and Re-check, kebenaran even/topic yang menjadi subyek laporan. Mencakup &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;       (waktu, tempat dan nara sumber)&lt;br /&gt;  - Lakukan riset bahan melalui telpon, internet ataupun media lainnya.&lt;br /&gt;  - Persiapan personal dan teknis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. On Location&lt;br /&gt;   - Kumpulkan semua informasi dan data awal yang didapat dari lapangan&lt;br /&gt;   - Get ambiance of the venue&lt;br /&gt;   - Pastikan anda tidak menghadapi kendala teknis ketika ”on air”.&lt;br /&gt;   - Bekerjalah dengan efektif dan efesien, ” time is everything ” here.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. 30 detik sebelum On air&lt;br /&gt;   - Pastikan anda merasa nyaman dengan suasana tempat anda akan melaporkan dan anda &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;        nyaman dengan diri anda sendiri&lt;br /&gt;   - Anda memiliki semua materi siaran dan menguasainya&lt;br /&gt;   - Anda percaya diri dengan penampilan anda&lt;br /&gt;   - Fokuskan pikiran anda pada materi laporan, bukan pada yang lain&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;     - Menghafal atau pointers&lt;br /&gt;   - Use effective and appropriate non verbal language ( mimic, gesture, head movement and off &lt;/div&gt;        course … smile)&lt;br /&gt;   - Jangan pernah lupa memberikan atribusi untuk data yang anda kutip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : pojokspy.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-4851351743452689170?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/4851351743452689170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=4851351743452689170' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/4851351743452689170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/4851351743452689170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2008/12/teknik-live-reporting.html' title='Teknik Live Reporting'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-1501020551184696820</id><published>2008-12-24T05:45:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T05:46:06.506-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film Making'/><title type='text'>Struktur Film</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Alur cerita (plot)&lt;/strong&gt; adalah penjabaran dari cerita sebuah film, terdiri dari rentetan-rentetan kejadian bermotivasi dan berhubungan secara sebab-akibat. Struktur menanjak kepada cara untuk menyusun dan mengintegrasikan kejadian-kejadian dari plot tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Haug P. Manogian : The Filmmaker’s Art, New York London, hal 30&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Esensi dari struktur film terletak pada pengaturan berbagai unit cerita atau ide sedemikian rupa sehingga bisa dipahami. Struktur adalah &lt;em&gt;blueprint&lt;/em&gt;; kerangka desain yang menyatukan berbagai unsur film dan merepresentasikan jalan pikiran dari pembuat film. Struktur terdapat dalam semua bentuk karya seni. Pada film ia mengikat aksi (&lt;em&gt;action&lt;/em&gt;)`dan ide menjadi suatu kesatuan yang utuh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Struktur yang baik adalah struktur yang sederhana tapi penuh relief. Penyusunan pikiran dan perasaan si seniman film ditentukan oleh faktor-faktor :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. keutuhan (semua unsur dalam film mesti bertalian dengan subyek utamanya.&lt;br /&gt;2. ketergabungan (harus berhubungan antar unsur, dan menunjukkan kesimpulan).&lt;br /&gt;3. tekanan (tekanan akan menentukan posisi dari unit-unit utama dan sampingan film) .&lt;br /&gt;4. interes (berhubungan dengan “isi” dari setiap unit).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Struktur film terdiri dari struktur lahiriah dan struktur batiniah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam struktur lahiriah, terdapat unsur-unsur atau unit-unit yang membangun yaitu : &lt;em&gt;shot&lt;/em&gt;; dapat dirumuskan sebagai peristiwa yang direkam oleh film tanpa interupsi. Unsur berikutnya adalah scene atau adegan; &lt;em&gt;scene&lt;/em&gt; terbentuk apabila beberapa &lt;em&gt;shot&lt;/em&gt; disusun secara berarti dan menimbulkan suatu pengertian yang lebih luas tapi utuh. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Banyaknya shot, panjang pendeknya &lt;em&gt;shot&lt;/em&gt; dalam sebuah adegan akan menentukan ritme dari adegan itu. Selain &lt;em&gt;shot&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;scene&lt;/em&gt;, adapula &lt;em&gt;sequence&lt;/em&gt; atau babak; babak terbentuk apabila beberapa adegan disusun secara berarti dan logis. Babak memiliki &lt;em&gt;ritme&lt;/em&gt; permulaan, pengembangan dan akhir.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Struktur batiniah ditentukan oleh sejumlah unsur :&lt;br /&gt;1. &lt;em&gt;Eksposisi&lt;/em&gt; (keterangan tentang temoat, waktu, suasana, watak)&lt;br /&gt;2. &lt;em&gt;Point of attack&lt;/em&gt; (konfrontasi awal dari kekuatan-kekuatan yang saling bertentangan)&lt;br /&gt;3. &lt;em&gt;Komplikasi&lt;/em&gt; (menuturkan keterlibatan-keterlibatan antar unsur pendukung cerita)&lt;br /&gt;4. &lt;em&gt;Discovery&lt;/em&gt; / penemuan (informasi-informasi baru dalam pertengahan cerita)&lt;br /&gt;5. &lt;em&gt;Reversal&lt;/em&gt; / pembalikan (terjadinya komplikasi baru antar pendukung cerita)&lt;br /&gt;6. &lt;em&gt;Konflik&lt;/em&gt; (perbenturan antara kekuatan-kekuatan yang bertentangan)&lt;br /&gt;7. &lt;em&gt;Rising Action&lt;/em&gt; (pengungkapan pengembangan plot utam)&lt;br /&gt;8. &lt;em&gt;Krisis &lt;/em&gt;(timbul apabila komplikasi-komplikasi menuntut keputusan penting dari tokoh)&lt;br /&gt;9. &lt;em&gt;Klimaks&lt;/em&gt; (puncak paling tinggi dari semua ketegangan dan intensitas. Biasanya timbul  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;     bersamaan dengan krisis)&lt;br /&gt;10. &lt;em&gt;Falling action&lt;/em&gt; (klimaks menurun dan menuju kesimpulan)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;11. &lt;em&gt;Kesimpulan&lt;/em&gt; (tahap semua pertanyaan dijawab, masalah utama dipecahkan dan diatasi. Dalam cerita tragedi disebut katarsis, dan happy end dalam suatu komedi.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : pojokspy.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-1501020551184696820?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/1501020551184696820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=1501020551184696820' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/1501020551184696820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/1501020551184696820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2008/12/struktur-film.html' title='Struktur Film'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-1590966439943817133</id><published>2008-12-24T05:41:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T05:42:51.954-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film Making'/><title type='text'>Sinematografi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tentang Sinematografi&lt;br /&gt;Sejarah sinematografi sangat panjang, namun di sini tidak akan dibahas tentang “perjalanan” sinematografi dari awal. Kemajuan teknologi akan terus berkembang, demikian juga dengan teknologi sinematografi, sehingga kini dikenal dengan sinematografi digital. Kemajuan ini tentu saja akan lebih memudahkan para sineas dalam berkarya. Sebelum lebih lanjut membahas sinematografi, baiknya kita fahami dulu makna dari sinematografi itu sendiri. Sinematografi adalah kata serapan dari bahasa Inggris cinematograhy yang berasal dari bahasa latin kinema ‘gambar‘. Sinematografi sebagai ilmu serapan merupakan bidang ilmu yang membahas tentang teknik menangkap gambar dan menggabung gabungkan gambar tersebut hingga menjadi rangkaian gambar yang dapat menyampaikan ide.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sinematografi memiliki objek yang sama dengan fotografi yakni menangkap pantulan cahaya yang mengenai benda. Karena objeknya sama maka peralatannya pun mirip. Perbedaannya fotografi menangkap gambar tunggal, sedangkan sinematografi menangkap rangkaian gambar. Penyampaian ide pada fotografi memanfaatkan gambar tunggal, sedangkan pada sinematografi memanfaatkan rangkaian gambar.Jadi sinematografi adalah gabungan antara fotografi dengan teknik rangkaian gambar atau dalam senematografi disebut montase atau montage.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;D.O.P&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;D.O.P atau Director of Photography adalah seorang seniman yang melukis dengan cahaya. Dia harus familiar dengan komposisi dan semua aspek teknik pengendalian kamera dan biasanya dipanggil untuk menyelesaikan permasalahan teknis yang muncul selama perekaman film. D.O.P sangat jarang mengoperasikan kamera. Kerja D.O.P sangat dekat dengan sutradara untuk mengarahkan teknik pencahayaan dan jangkauan kamera untuk setiap pengambilan gambar. “Itu adalah salah satu alasan utama kita untuk berusaha mendapatkan uang untuk menjadi entertain. Karena jika bukan untuk bakat dan pengetahuan sinematografer tidak ada jalan untuk membuat dunia kata-kata penulis kedalam gambar yang bisa dilihat oleh semua orang” demikian kata Sinematografer Michael Benson.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang berpikir bahwa sutradara mengatur seorang aktor apa yang harus dia lakukan dan D.O.P mengambil gambar. Ini benar, tetapi ada banyak lagi proses selain hal tersebut. Perubahan dari script ke dalam layar lebar adalah melalui lensa seorang D.O.P. Pembuatan film adalah bekerja bersama dengan apa yang ada disana, dan memfilter apa yang ada disini melalui suatu alat yang disebut kamera. Sampai frame pertama digunakan, ini hanyalah sebuah kontrak, ide, konsep, script dan harapan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sinematografi tidaklah hanya melihat melalui kamera dan mengambil gambar. Namun tentu saja memerlukan mata yang tajam dan imaginasi yang kreatif. Ini juga memerlukan pengetahuan tentang kimia dan fisika, persepsi sensor yang tepat dan tetap fokus kepada detail. Hampir dari semua itu memerlukan kemampuan untuk memimpin dan juga mendengar, untuk menjadi bagian dari tim kreatif dan proses, dapat dengan memberikan saran yang membangun dan kritis. Sinematografer memerlukan waktu yang panjang dalam pekerjaannya dan memerlukan pengamat, waktu yang pendek untuk masuk ke dunia yang baru &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Bekerja dengan Sutradara&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Tanggung jawab utama dari D.O.P adalah untuk menciptakan jiwa dan perasaan dalam gambar dengan pencahayaan mereka. Tergantung kepada gaya sutradara, anda dapat memutuskan untuk memilih penampilan film anda sendiri, atau, biasanya setelah meeting dengan sutradara dan biasanya dilakukan bagian artistik yang anda pilih untuk mengatur teknik pencahayaan yang sesuai. Atau sutradara memiliki ide sendiri seperti apa bentuk film ini dan ini akan menjadi tugas D.O.P untuk memenuhi keinginan ini. Semua jalan kerja yang berbeda-beda ini hanyalah panduan yang menyenangkan dalam usaha untuk memenuhi harapan sutradara dan memberikan apa yang dia inginkan dan semoga memberikan kebanggaan dan kesetiaan seorang sutradara.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sutradara dan sinematografer seharusnya secara konstan berdiskusi tentang angle kamera, warna, pencahayaan, blocking dan pergerakan kamera. Sutradara tahu apa yang dia inginkan. Bagaimana dia mengerjakan ini biasanya tergantung kepada sinematografer. Sinematografer menawarkan ide dan menerima penolakan. Sutradara adalah kapten dari kapal. Seberapa banyak atau sebatas mana kolaborasi yang dia inginkan adalah keputusannya&lt;br /&gt;Sinematografer Darius Khondji mengatakan ”Saya melihat pekerjaan saya adalah untuk membantu director dalam memvisualisasikan film. Ini akan menjadi proses yang terus-menerus, ada banyak hubungan dengan sutradarara tidak hanya sebatas profesional, sering kali menjadi teman dekat dalam kolaborasi kami. “&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Sebagai seorang manager, saya mempelajari banyak hal tentang bagaimana mengatur orang. Saya belajar bagaimana merencanakan dan apa peran penting sebuah tim. Saya belajar cara menangani lokasi, bekerja sebagai AD, mengendarai mobil, dan sebagian pertunjukan, bahkan sebagai pemegang kunci. &lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Semua posisi adalah pelajaran yang tidak ternilai,” kata Neil Roach&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Salah satu pelajaran terpenting yang telah dipelajari Neil Roach sepanjang karirnya tentang pembuatan film adalah mengenai kolaborasi. “Saat anda bekerja dengan sutradara yang tepat, anda dapat menghasilkan kerja yang menakjubkan” Dia berkata, “Tidak menjadi masalah dengan sutradara, yang harus anda lakukan adalah anda bekerja yang terbaik. Karena tugas alami seorang kameramen adalah selalu berkata ‘tidak’. Tidak, anda menginginkan terlalu banyak cahaya. Atau ‘tidak’ anda tidak dapat melakukan ini dan itu. Dalam hati, saya selalu menggambarkan ini untuk menyenangkan diri saya sendiri, dan memperoleh apa yang saya inginkan pada waktu yang sama, memberikan pegawai apapun yang mereka inginkan.”&lt;br /&gt;Sebagai seorang kepala departemen senior, D.O.P diharapkan dapat menjadi contoh keseluruhan unit. Sering kali hanya individu dari sinematografer yang bekerja sebatas kualitas fotografi saja. Ketepatan waktu, perilaku kru, pakaian, kesopanan semua menjadi satu, setidaknya bagian dari D.O.P sehingga mereka menetapkan standar profesional untuk setiap kru. D.O.P bertangung jawab untuk semua hal yang berkaitan dengan fotografi pencahayaan film , exposure, komposisi, kebersihan, dll, yang semua itu adalah tanggung jawab mereka&lt;br /&gt;“Operator kamera memainkan peran yang terpenting dalam membuat film dengan sutradara. Seorang operator pemula akan tidak percaya diri dengan sutradara. Ada segitiga sutradara, kamera (dan operator) , serta aktor” Michael Benson menjelaskan “Saat segitiga tersebut rusak, jalur komunikasi juga akan rusak. Ini dapat menjadi berbagai bentuk, tetapi segitiga tersebut adalah hal terpenting dari film dan pencerita dapat berafiliasi dengan ini. Operator adalah orang yang tahu jika suatu pengambilan sudah fokus. Saat ini ada suatu kesalahan bahwa teknologi dapat membetulkannya. Tetapi jika pengambilan tidak fokus, tidak ada teknologi yang dapat merubah supaya fokus”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Grip&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Grip bertanggung jawab pada dolly track dan semua gerakan yang dilakukannya. Dia juga bertanggung jawab untuk memindahkan tripod untuk setup selanjutnya: focus puller biasanya bersama dengan kamera. Salah satu hal terpenting adalah kamera tidak boleh dipindahkan saat dia masih berada di tripod. Grip juga bertanggung jawab terhadap gedung, atau mengatur gedung, mengawasi gedung, setiap konstruksi yang diperlukan untuk mendukung jalur atau pergerakan kereta supaya bisa berjalan. Tingkat dan kerataan kerja dorongan track adalah kunci sukses pengambilan gambar. Perawatan jalur dolly dan peralatannya adalah tugas grip. Mereka akan sering membangun atau membuat beberapa hal kecil untuk memperbaiki kamera di hampir setiap objek&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Gaffer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gaffer adalah seorang kepada elektrik dan akan bekerja langsung dengan D.O.P. Beberapa D.O.P akan menentukan bentuknya dan pintu gudang dan yang tidak dia inginkan- ini tergantung kepada bagaimana mereka ingin bekerja bersama, Sering D.O.P akan dekat dengan gaffer daripada anggota kru lain. Mereka sangat vital untuk kesuksesannya&lt;br /&gt;Sejak pertama kali sinematografer Ward Russell “naik“ menjadi Director Photography, dia memberikan nasihat kepada gaffernya “Saya selalu memberitahukan kamu bahwa kamu dapat belajar dari bayangan daripada dengan melihat cahaya Anda dapat mengatakan arah, kelembutan, intensitas, dan perbandingan kepada bayangan. Bayangan memberikan kamu kontras dan kontras yang memberikan kamu bentuk dan drama. Exposure saya selalu sesuai, tidak lebih, seberapa detail saya ingin melihat dalam bayangan sama dengan seberapa terang saya ingin dari cahaya. Untuk saya, sekali anda memiliki titik yang tepat untuk cahaya, proses kreatifnya adalah seberapa banyak cahaya yang dapat anda ambil“&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Kamera Film&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Manusia telah dibohongi oleh film selama berabad-abad. Salah satu alasannya adalah oleh satu peralatan kecil sederhana (yang juga merupakan peralatan dasar sinematografer), kamera film, untuk merekam langsung dari imaginasi kita. Hal pokok dari kamera film adalah beberapa kotak, salah satunya dengan lensa di depan dan mekanisme yang dapat ditarik sesuai dengan lama film setidaknya enam belas kali setiap detik.&lt;br /&gt;Hal lainnya memiliki panjang yang sesuai untuk mekanisme film, dengan ruang yang tersisa untuk mengambil gambar setelah exposure. Saat gambar-gambar dari alat ini diproyeksikan oleh mekanisme yang sesuai, mereka memberikan representasi dari scene asli dengan semua pergerakannya yang ada didalamnya untuk ditampilkan dengan benar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagian mesin yang sangat tepat ini memiliki sejumlah fungsi, yang masing-masing memerlukan pemahaman dan perawatan, dari kamera untuk tetap menghasilkan yang terbaik dan konsisten. Seorang kameramen pemula harus mencoba untuk familiar dengan itu semua dan nyaman dengan pengoperasian kamera, sehingga dia dapat berkonsentrasi untuk aspek kreatif dari cinematography. Pergerakan mekanisme film adalah berbeda dengan kamera saat hanya sebagai sebuah kamera. Ilusi dari pergerakan gambar diciptakan oleh pergantian fotografi yang cepat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menghasilkan gambar yang bergerak cepat dengan panjang tertentu dari gambar yang ada adalah yang menjadi perhatian dari pandangan manusia. Jika gambar dipancarkan ke retina, mata manusia akan melihat gambar, singkatnya, secara keseluruhan dan seterusnya, untuk periode yang singkat, gambar akan tetap berada di dalam manusia saat menjadi redup atau menghilang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika gambar kedua ditembakkan ke retina manusia akan dapat melihat dua gambar yang berkelanjutan tanpa ada sorotan yang pertama.. Proses flashing gambar yang berkelanjutan ini akan membuat otak menganggap tidak ada jarak antara dua gambar tersebut dan pergerakannya lembut. Laju flashing gambar ke mata adalah sepuluh flash setiap detiknya, dalam laju ini efek kedip akan tidak terasa. Hanya di sekitar enam belas atau delapan belas gambar baru per detik yang menyebabkan pergerakan dianggap sebagai suatu pergerakan yang dapat diterima dan efek kedip dapat dikurangi sampai ke titik yang dapat diabaikan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Seiring pergantian abad, laju frame menjadi 18 frame per detik (fps) menjadi sesuatu yang umum. Saat ini baik kamera dan proyektor masih dengan tuas tangan dan memiliki kecepatan 2 putaran per detik yang akan menghasilkan laju frame, yang sangat nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : pojokspy.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-1590966439943817133?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/1590966439943817133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=1590966439943817133' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/1590966439943817133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/1590966439943817133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2008/12/sinematografi.html' title='Sinematografi'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-6146596750421518806</id><published>2008-12-16T05:12:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T05:52:55.383-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BELAJAR IKLAN'/><title type='text'>Definisi Iklan, Efek dan Iklan Korporat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Definisi Iklan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;    Iklan adalah setiap bentuk komunikasi yang dimaksudkan untuk memotivasi seseorang pembeli potensial dan mempromosikan penjual suatu produk atau jasa, untuk mempengaruhi pendapat publik, memenangkan dukungan publik untuk berpikir atau bertindak sesuai dengan keinginan si pemasang iklan.&lt;br /&gt;Sedangkan menurut Paul Copley, &lt;i&gt;advertising is by and large seen as an art – the art of persuasion – and can be defined as any paid for communication designed to inform and/ or persuade. &lt;/i&gt;Dimana iklan adalah sebuah seni dari persuasi dan dapat didefinisikan sebagai desain komunikasi yang dibiayai untuk meninformasikan dan atau membujuk.&lt;br /&gt;Dari beberapa pengertian diatas, pada dasarnya iklan merupakan sarana komunikasi yang digunakan komunikator dalam hal ini perusahaan atau produsen untuk menyampaikan informasi tentang barang atau jasa kepada publik, khususnya pelanggannya melalui suatu media &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Selain itu, semua iklan dibuat dengan tujuan yang sama yaitu untuk memberi informasi dan membujuk para konsumen untuk mencoba atau mengikuti apa yang ada di iklan tersebut, dapat berupa aktivitas mengkonsumsi produk dan jasa yang ditawarkan. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peranan Iklan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;    “Advertising can be used to build up a long-term image for a product or trigger quick sales ”&lt;/i&gt;. Artinya, iklan dapat digunakan untuk membangun citra jangka panjang untuk suatu produk  atau sebagai pemicu penjualan-penjualan cepat.     Disadari atau tidak, iklan dapat berpengaruh tetapi juga dapat berlalu begitu cepat. Iklan sangat unik karena iklan dapat mencapai tujuan meskipun disampaikan dengan panjang lebar dan terkadang membingungkan. Karena kita membayar iklan maka kita dapat memilih media yang sesuai untuk pemasangan atau penayangan iklan, sehingga pesan di dalamnya dapat sampai pada kelompok sasaran yang dituju. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Iklan televisi mengambil peran penting, dalam :&lt;br /&gt;1. Membangun dan mengembangkan citra positif bagi suatu perusahaan dan produk yang dihasilkan, melalui proses sosialisasi yang terencana dan tertata dengan baik.&lt;br /&gt;2. Membentuk publik opini yang positif terhadap perusahaan atau produk tersebut.&lt;br /&gt;3. Mengembangkan kepercayaan masyarakat terhadap produk konsumsi dan perusahaan yang memproduksinya.&lt;br /&gt;4. Menjalin komunikasi secara efektif dan efisien dengan masyarakat luas, sehingga dapat terbentuk pemahaman dan pengertian yang sama terhadap suatu produk atau jasa yang ditawarkan pada masyarakat oleh perusahaan tersebut. Mengembangkan alih pengetahuan tentang suatu perusahaan yang memungkinkan masyarakat memiliki simpati, empati, dan bahkan dalam kaitanya dengan kegiatan &lt;i&gt;go public &lt;/i&gt;merasa ikut memilikinya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;        &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Karakteristik Daya Tarik Iklan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Daya tarik iklan mempunyai karakteristik sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bermakna, menunjukkan manfaat yang membuat produk itu lebih diinginkan atau lebih menarik konsumen.&lt;br /&gt;Dapat dipercaya, konsumen harus percaya bahwa produk atau jasa akan memberikan manfaat yang dijanjikan.&lt;br /&gt;Khas, harus menjelaskan mengapa produk itu lebih baik ketimbang merek pesaing. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Elemen-Elemen Iklan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui apakah iklan suatu produk sesuai dengan keinginan atau dapat menarik perhatian masyarakat maka diperlukan elemen-elemen iklan sebagai berikut :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Elemen &lt;i&gt;heard words&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;Maksudnya adalah kata-kata yang terdengar dalam iklan yang dapat membuat audiens semakin mengerti akan maksud pesan iklan yang disampaikan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Elemen &lt;i&gt;music&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya adalah musik yang terdapat dalam tayangan iklan termasuk iringan musik maupun lagu yang ditampilkan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Elemen &lt;i&gt;seen words&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya adalah kata-kata yang terlihat pada tayangan iklan yang dapat mempengaruhi benak pemirsa.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Elemen &lt;i&gt;picture&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya adalah gambar atau tayangan iklan meliputi obyek yang digunakan, figur yang digunakan, adegan yang ditampilkan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Elemen &lt;i&gt;colour&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya adalah komposisi atau keserasian warna gambar serta pengaturan cahaya yang terdapat dalam tampilan tayangan iklan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Elemen &lt;i&gt;movement&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya adalah gerakan yang ada terlihat pada tayangan iklan yang dapat mempengaruhi emosi seseorang untuk larut di dalamnya meliputi fragmen cerita dari adegan yang ditampilkan. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Efek Iklan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Suatu iklan baik komersil maupun korporat dipublikasikan tentunya diharapkan untuk memiliki suatu pengaruh atau efek. Efek iklan menurut &lt;i&gt;Hierarchy of effects’ steps &lt;/i&gt;  :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;The message &lt;/i&gt;(pesan)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Messages are sent / put unto effect &lt;/i&gt;(pesan disampaikan)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;The messages are received &lt;/i&gt;(pesan diterima)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Understandings are taken from them &lt;/i&gt;(pesan mulai dimengerti)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;The effects of these understandings on thought andattitude take place&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;(pengaruh dari pengertian tersebut diimplementasikan melalui pemikiran dan sikap)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;A change behaviour follows &lt;/i&gt;(ada perubahan sikap yang mengikuti)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Definisi Citra&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Citra (image) adalah kesan, perasan, gambaran dari publik terhadap perusahaan ; kesan yang dengan sengaja diciptakan dari suatu obyek, orang atau organisasi .&lt;br /&gt;Teori citra di atas digunakan karena memiliki hubungan yang erat dengan iklan korporat itu sendiri. Telah diketahui bahwa iklan korporat memiliki tujuan untuk menciptakan citra yang positif bagi khalayak umum. &lt;/p&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Definisi Komunikasi Massa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; adalah komunikasi yang dilakukan melalui media &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; modern. Sedangkan media yang dimaksudkan adalah &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; kabar, televisi, radio dan lain sebagainya. Keunggulan komunikasi melalui media &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; adalah dapat disampaikan secara serempak kepada khlayak. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;        &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kekuatan Media Massa Televisi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan media &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; televisi dibandingkan dengan media &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; lainnya Efisiensi biaya; televisi mampu menjangkau masyarakat yang sangat luas.&lt;br /&gt;Kelebihan ini menimbulkan efisiensi biaya untuk menjangkau setiap orang.&lt;br /&gt;Banyak pengiklan memandang televisi sebagai media yang paling efektif untuk menyampaikan pesan-pesan komersialnya.&lt;br /&gt;Dampak yang kuat; iklan di televisi sampai di pemirsa dalam bentuk audio visual. Kreatifitas pengiklan lebih dapat dieksploitasi dan dioptimalkan dengan mengkombinasikan gerak, keindahan, kecantikan, suara, musik, drama, warna, humor, maupun ketegangan.&lt;br /&gt;Pengaruh yang kuat; kebanyakan pemirsa melewatkan waktunya di depan televisi yang merupakan sarana hiburan, sumber berita, sarana pendidikan, dll. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Sebagaimana kebanyakan pembeli, pemirsa televisi lebih cenderung memilih produk yang diiklankan di televisi daripada produk yang tidak mereka kenal.&lt;br /&gt;Yang menjadi penekanan pada penelitian ini adalah poin kekuatan media &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; televisi nomor dua dan tiga, yaitu televisi adalah suatu alat komunikasi yang memiliki pengaruh dimana objek penelitian yang diteliti juga dipublikasikan melalui media &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; televisi. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Iklan Sebagai Salah Satu Bentuk Komunikasi Massa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut Tilman dan Kirkpatrick iklan merupakan komunikasi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang menawarkan janji kepada konsumen. Melalui pesan yang informatif sekaligus persuasif menjanjikan tentang adanya barang dan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan, tempat memperolehnya dan kualitas barang dan jasa.&lt;br /&gt;Menurut Wright  iklan merupakan media komunikasi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Pembedaan iklan dengan teknik komunikasi pemasaran yang lain adalah komunikasi yang non-personal, jadi iklan memakai media dengan menyewa ruang dan waktu. Disamping itu peranan iklan antara lain dirancang untuk memberikan saran pada orang supaya mereka membeli suatu produk tertentu membentuk hasrat memiliknya dengan mengkonsumsinya secara tepat. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Media Exposure &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt; Menurut Rosengren, terpaan tayangan adalah penggunaan media oleh khalayak yang meliputi jumlah waktu yang digunakan dalam berbagai media, jenis isi media, media yang dikonsumsi dan berbagai hubungan antara khalayak dengan isi media yang dikonsumsi atau dengan media secara keseluruhan.&lt;br /&gt;Selain itu model difusi informasi juga menyatakan bahwa salah satu saluran komunikasi yang penting adalah media &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Karena itu, model difusi informasi mengasumsikan bahwa media &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; mempunyai efek yang berbeda-beda pada titik-titik waktu yang berlainan, mulai darimenimbulkan tahu sampai mempengaruhi adopsi atau rejeksi.&lt;br /&gt;Terpaan media berusaha mencari data khalayak tentang penggunaan media baik jenis media, frekuensi penggunaan maupun durasi penggunaan atau &lt;i&gt;longevity. &lt;/i&gt;Frekuensi penggunaan media mengumpulkan data khalayak tentang berapa kali sehari seorang menggunakan media dalam satu minggu (untuk meneliti program harian), berapa kali dalam sebulan seorang menggunakan media dalam satu tahun (untuk program bulanan).&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Audiens &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap proses komunikasi selalu ditujukan kepada pihak tertentu sebagai penerima pesan yang disampaikan oleh komunikator. Dalam sosiologi komunikasi &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;, penerima atau audiens adalah mereka yang menjadi khalayak dari media &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang bersangkutan, dimana khalayak tersebut di atas bersifat luas, heterogen dan anonim.&lt;br /&gt;Pada awalnya, audiens adalah sekumpulan penonton drama, permainan dan tontonan. Audiens biasanya berjumlah besar dibanding dengan keseluruhan populasi dan berbagai perkumpulan sosial biasa. Dengan demikian, audiens adalah pertemuan publik, berlangsung dalam rentang waktu tertentu, dan terhimpun bersama oleh tindakan individual untuk memilih secara sukarela sesuai dengan harapan tertentu bagi masalah menikmati, mengagumi, mempelajari,&lt;br /&gt;merasa gembira, tegang, kasihan atau lega. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian dan Ciri Iklan Korporat &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Iklan korporat didefinisikan sebagai sebuah media yang telah dibayar untuk lebih berupaya dalam memberikan keuntungan bagi citra suatu perusahaan daripada hanya sekedar produk atau jasa yang ditawarkan. Beberapa orang mengatakan bahwa iklan korporat merupakan salah satu bentuk &lt;i&gt;Public Relations &lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;Corporate Communications &lt;/i&gt;yang dibayar dan mempunyai penekananan pada cara sebuah organisasi bisa menggunakan media &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; untuk meningkatkan citra.&lt;br /&gt;Menurut &lt;i&gt;Publisher Information Bureau &lt;/i&gt;(PIB) sebuah iklan dapat dikatakan sebagai iklan korporat jika mempunyai satu atau lebih dari ciri-ciri sebagai berikut:&lt;br /&gt;Mempunyai unsur mendidik, menginformasikan, menanamkan kesan pada publik berkenaan dengan kebijakan perusahaan, fungsi perusahaan, fasilitas perusahaan, tujuan-tujuan perusahaan, cita-cita perusahaan, dan standarstandar yang berlaku di dalam perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;Mempunyai maksud untuk membangun opini yang menguntungkan tentang perusahaan dengan menekankan pada kompetensi manajemen perusahaan, unsur-unsur ilmiah dan alamiah yang digunakan perusahaan, keahlian yang digunakan dalam perusahaan, perkembangan teknologi perusahaan, pengembangan produk, kontribusi perusahaan terhadap perkembangan&lt;br /&gt;masyarakat dan kesejahteraan masyarakat. Dan di sisi lain, dapat menutup opini yang tidak menguntungkan serta mencegah sikap-sikap yang negatif terhadap perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;    Membangun kualitas investasi akan keamanan dan kestabilan perusahaan atau untuk meningkatkan struktur keuangan perusahaan.&lt;br /&gt;Mempunyai niat untuk “menjual” perusahaan sebagai tempat yang baik untuk dijadikan temapat mata pencaharian. Seringkali, iklan korporat dirancang seakan-akan meminta para lulusan perguruan tinggi atau orang dengan kemampuan tertentu untuk bekerja di perusahaan tersebut. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tujuan Iklan Korporat &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Iklan korporat dirancang dengan dua tujuan akhir, yaitu :&lt;br /&gt;1. Menciptakan citra yang positif bagi perusahaan.&lt;br /&gt;2. Mengkomunikasikan sudut pandang organisasi terhadap sosial, bisnis, dan permasalahan             lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aplikasi tujuan yang lebih khusus adalah :&lt;br /&gt;1. Menaikkan atau mendorong motivasi kerja pegawai dan melancarkan hubungan dengan                para tenaga kerja.&lt;br /&gt;2. Membantu mengurangi kebingungan para konsumen dan menjawab  pertanyaan penanam         modal terhadap suatu sistem yang baru diberlakukan dalam perusahaan.&lt;br /&gt;3. Membantu dalam mengadakan pembedaan perusahaan yang berdiri.&lt;br /&gt;4. Memperkenalkan identitas perusahaan induk lebih dari sekedar bersandar semata-mata             pada nama produk.&lt;br /&gt;Tujuan-tujuan dari iklan korporat di atas mengindikasikan bahwa iklan korporat mempunyai dua sasaran yaitu publik internal dan publik eksternal secara sekaligus serta terlibat dalam mempromosikan organisasi sesuai dengan maksud yang telah menjadi ide dasar iklan korporat yang telah ditentukan sebelumnya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jenis Iklan Korporat &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga jenis iklan korporat yang paling dasar, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Iklan Citra Korporat (Corporate &lt;i&gt;Image Advertising)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Iklan citra korporat merupakan iklan korporat yang menjalankan fungsi menaikkan citra perusahaan di mata publik baik internal maupun eksternal.&lt;br /&gt;Ketika sebuah perusahaan memiliki usaha untuk menaikkan citra perusahaan secara keseluruhan akan mempengaruhi kecenderungan konsumen dalam memilih produk. Tetapi hal yang membedakan di sini adalah iklan citra korporat tidak dirancang untuk secara langsung dan dalam waktu yang singkat dapat mempengaruhi produk pilihan konsumen, tetapi kebanyakan iklan citra korporat bermaksud untuk citra secara umum dan menguntungkan bagi perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Iklan Pembelaan/Sokongan (Advocay &lt;i&gt;Advertising)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Iklan korporat jenis ini mempunyai misi untuk berusaha menetapkan posisi organisasi pada suatu permasalahan sosial, politik, dan lingkungan yang sangat penting. Iklan pembelaan / sokongan adalah sebuah iklan yang dibuat untuk mempengaruhi opini publik terhadap permasalahan-permasalahan yang menjadi perhatian perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Iklan Berorientasi Sosial (Cause-&lt;i&gt; Related Advertising)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Iklan korporat jenis ini menunjukkan hubungan sebuah perusahaan dengan hal-hal kegiatan sosial seperti memberantas kemiskinan, gerakan pemberantasan buta huruf, mengekang penyalahgunaan obat-obatan terlarang.&lt;br /&gt;Iklan dengan orientasi sosial ini merupakan bagian dari sistem pemasaran yang disebut dengan &lt;i&gt;cause-related marketing. &lt;/i&gt;Konsep dasar di balik &lt;i&gt;causerelated advertising &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;cause-related marketing &lt;/i&gt;ini adalah bahwa perusahaan menjadi donatur organisasi non-profit sebagai ganti penggunaan nama perusahaan berhubungan dengan kampanye promosi pada kegiatan sosial.&lt;br /&gt;Tujuan dari iklan berorientasi sosial ini adalah menaikkan citra perusahaan sehubungan dengan kegiatan sosial yang didananai oleh perusahaan tersebut. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-6146596750421518806?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/6146596750421518806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=6146596750421518806' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/6146596750421518806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/6146596750421518806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2008/12/definisi-iklan-efek-dan-iklan-korporat.html' title='Definisi Iklan, Efek dan Iklan Korporat'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-1955415769395241691</id><published>2008-12-05T07:52:00.000-08:00</published><updated>2008-12-05T08:08:23.936-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TELEVISI'/><title type='text'>Teknis Tayangan Berita Televisi</title><content type='html'>Penulis : Dede Molkan&lt;br /&gt;Sumber : jurnalistikuinsgd.wordpress.com&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-Hal Teknis dalam Televisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-Hal Teknis dalam Televisi yang Harus Diperhitungkan:&lt;br /&gt;-Pesan Media Televisi sifatnya sekilas sehingga pesan cepat terlupakan&lt;br /&gt;-Metode paling sederhana di dalam penempatan gambar di televisi adalah:&lt;br /&gt;  Metode TRIANGGULASI(menempatkan benda tepat di bagian tengah layar)&lt;br /&gt;  Ketika mengambil gambar seseorang, harus diperhitungkan komposisi pada ruang kosong di  &lt;br /&gt;  atas kepala.Inilah yang disebut: HEAD ROOM (ruang kepala)&lt;br /&gt;  Ketika melakukan pengambilan gambar, kamera tidak boleh melewati garis arah gerakan,&lt;br /&gt;  disebut: GARIS IMAJINER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang harus diperhatikan:&lt;br /&gt;- Televisi sifatnya sekilas à pesan cepat terlupakanKonsekuensi: harus membuat kata/kalimat yang mudah diingat&lt;br /&gt;- Pesan Televisi disajikan dalam bentuk audio-visual(suara dan gambar) à “No Picture no News”Konsekuensi: jangan memberikan penjelasan terhadap gambar.&lt;br /&gt;- Gambar dalam televisi sangat terbatasKonsekuensi:kamera harus merekam apa yang ingin diketahui pemirsa&lt;br /&gt;- Televisi lebih mengutamakan gambar (visual)Konsekuensi:- mendahulukan ada gambarnya, ketimbang artistik gambar.&lt;br /&gt;- pemirsa lebih tertarik pada gambar dari pada kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KEMASAN BERITA TELEVISI:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. BERITA COPY&lt;br /&gt;- Berita Copy, merupakan cara paling dasar dan sederhanadalam menyampaikan berita di televisi&lt;br /&gt;- Berita Copy dibuat, jika peristiwanya sangat penting&lt;br /&gt;- Bisa dibuat dengan cepat, karena tidak perlu persiapanyang terlalu banyak.&lt;br /&gt;- Tidak ada gambar, karena berita baru saja terjadi, bahkanmungkin masih berlangsung.&lt;br /&gt;- Bisa dilakukan dengan cara “phono” (penyiar meneleponlangsung reporter yang berada di lokasi kejadian)&lt;br /&gt;- Jika memiliki perangkat SNG, bisa ditayangkan langsungdari lokasi kejadian à on the spot&lt;br /&gt;- Presenter tampil di layar, membacakan berita copysecara utuh dari awal sampai akhir&lt;br /&gt;- Lamanya berita copy antara 30-45 detik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. READERS / GRAFIX&lt;br /&gt;- Readers/Grafix, merupakan cara paling dasar berikutnya&lt;br /&gt;- Format ini digunakan jika sebuah peristiwa, baru sajaterjadi dan reporter belum memiliki akses untuk merekamgambar kejadian ke dalam kaset video.&lt;br /&gt;- Presenter hanya tampil membacakan intro, diikuti dengantayangan grafis (data, angka, peta lokasi, still foto, dll.)&lt;br /&gt;- Presenter masih terus membacakan berita, ketika gambaratau grafis tersebut ditayangkan.- akhir dari berita readers/grafix, bisa di wajah anchoratau di gambar/grafix yang ditayangkan- Lamanya berita Readers/Grafix: 15-30 detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. CLIPS ONLY&lt;br /&gt;- Intro dibacakan Anchor, disusul dengan Sync Narasumber&lt;br /&gt;- Berita Clips Only, akan dimunculkan jika Narasumbermerupakan orang yang sangat penting&lt;br /&gt;- Atau jika sync dari narasumber “menghebohkan”&lt;br /&gt;- Intro yang dibacakan Anchor maksimum 3 kalimat&lt;br /&gt;- Lamanya berita Clips Only: 40-45 detik&lt;br /&gt;- Intro memuat: Topline, Background dan Context&lt;br /&gt;- Topline: kalimat pertama dari sebuah intro- Background: latar belakang fakta, mengapa peristiwa terjadi&lt;br /&gt;- Context: kejadian lain yang terkait dengan peristiwa itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. OoV (Out of Vision)&lt;br /&gt;- Berita hanya dibacakan Anchor tanpa Voice Over (VO)&lt;br /&gt;- Ketika membacakan intro, Anchor muncul di layar,disusul dengan gambar tanpa VO.&lt;br /&gt;- Ketika gambar sedang ditayangkan, Anchor masih tetapmembacakan berita OoV.&lt;br /&gt;- Ketika gambar selesai, Anchor masih membacakan berita&lt;br /&gt;- Alasan dibuatnya berita OoV:&lt;br /&gt;   - tidak cukup waktu untuk dibuat jadi berita paket&lt;br /&gt;   - tidak cukup kuat untuk dibuat jadi berita paket&lt;br /&gt;   - Lamanya berita OoV: 45 detik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. BERITA PAKET (PACKAGE)&lt;br /&gt;- Unsur penting yang harus ada dalam berita paket:&lt;br /&gt;   a. Intro à dibacakan oleh Anchor&lt;br /&gt;   b. Sequences à gambar-gambar dari peristiwa berita&lt;br /&gt;   c. Sync à suara langsung dari narasumber&lt;br /&gt;   d. Voice Over (VO) à narasi berita di-dubbing oleh Reporter&lt;br /&gt;   e. Stand-Up à reporter tampil di layar mengakhiri berita&lt;br /&gt;   f. Natural Sound (natsound) à suara alami di lokasi peristiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kata-kata dalam VO, tidak boleh sama dengan sync, jika sama disebut redundant.&lt;br /&gt;- Ketika Stand-Up, akan muncul: identitas Reporter,identitas Stasiun Televisi dan lokasi tempat kejadian&lt;br /&gt;- Stand-Up merupakan “Standard Out Cue” (SoC)&lt;br /&gt;- SOC : tanda akhir dari sebuah berita à disebut juga Pay 0ffKalimat SoC&lt;br /&gt;misalnya:“Ida Bagus Oka, Metro TV melaporkan dari Denpasar Bali…”&lt;br /&gt;- Lamanya Berita Paket: 1 menit 45 detik (maksimum)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Struktur Berita Paket:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;  Intro dibacakan Anchor ……………………. 10 detik&lt;br /&gt;  Voice Over dubbing oleh Reporter .……… 10 detik&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Bridge to Sync-1&lt;br /&gt;  Sync-1 (korban dari kejadian) ………………… 30 detik&lt;br /&gt;  Voice Over dubbing oleh Reporter .……… 10 detik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Bridge to Sync-2&lt;br /&gt;  Sync-2 (pihak bertanggung jawab) …………… 30 detik&lt;br /&gt;  Sequence tanpa V/O……………………………. 8 detik&lt;br /&gt;  Pay off/SOC/VO Penutup ……………..…… 15 detik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stand-Up ReporterTotal berita paket……………….1.45 menit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah Berita Paket (package) terdapat:&lt;br /&gt;1. Intro&lt;br /&gt;2. Angle&lt;br /&gt;3. Sequence&lt;br /&gt;4. Voice Over&lt;br /&gt;5. Vox Pop&lt;br /&gt;6. Stand-Up&lt;br /&gt;7. Grafix&lt;br /&gt;8. Nat Sound / Atmosfer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Intro = kalimat pertama dari berita&lt;br /&gt;- Angle = sisi yang akan diangkat dalam pemberitaan&lt;br /&gt;- Sequence = gambar-gambar yang akan diambil oleh kameramen&lt;br /&gt;- Voice Over = narasi yang akan mengisi tayangan sequence&lt;br /&gt;- Vox Pop = pendapat singkat dari orang-orang tentang peristiwa&lt;br /&gt;- Stand-Up = Reporter berbicara ke Pemirsa menghadap kamera&lt;br /&gt;- Grafix = data-data diluar sequence: gambar, foto, sketsa, peta lokasi, dll.&lt;br /&gt;- Nat Sound = atmosfher, suara alami yang terekam di lokasi kejadian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita bruntung semua unsur di atas bisa didapat di satu lokasi kejadian Contohnya pada peristiwa Kebakaran atau Penggusuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALUR PERJALANAN BERITA SEBELUM DITAYANGKAN&lt;br /&gt; Sekembalinya dari lapangan, Reporter harus segera melaporkepada Produser, mengenai berita yang baru saja diliputnya.&lt;br /&gt; Jika Produser setuju berita itu dibuat menjadi “berita paket”,maka Reporter langsung membuat intro berita.&lt;br /&gt; Setelah intro selesai, Reporter melakukan preview dan logging(mencatat gambar-gambar yang akan dipakai dan memilih sync)&lt;br /&gt; Selanjutnya Reporter menulis naskah berita (narasi untuk VO),disesuaikan dengan gambar dan sync yang dipilih Reporter&lt;br /&gt; Setelah naskah berita (narasi) selesai, Reporter melakukanperekaman suara (dubbing)&lt;br /&gt; inilah yang disebut voice over&lt;br /&gt; Terakhir mengedit gambar dan menggabungkannya dengannarasi (mixing), hingga menjadi hasil edit yang siap untukditayangkan, disebut final cut&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-1955415769395241691?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/1955415769395241691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=1955415769395241691' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/1955415769395241691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/1955415769395241691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2008/12/teknis-tayangan-berita-televisi.html' title='Teknis Tayangan Berita Televisi'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-8315342152483175344</id><published>2008-12-05T06:52:00.000-08:00</published><updated>2008-12-05T07:06:26.222-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Radio'/><title type='text'>Harmonisasi Pemberitaan dan Pemasaran Radio</title><content type='html'>Sumber : internews.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARMONISASI PEMBERITAAN DAN PEMASARAN RADIO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Hubungan Pemberitaan dan Periklanan  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    a. Untuk menarik perhatian pendengar sekaligus pengiklan, radio wajib menunjukkan&lt;br /&gt;        kredibilitasnya.&lt;br /&gt;    b. Terkait usaha menjual produk jurnalistik, tantangan terbesarnya melindungi integritas&lt;br /&gt;        independensi materi pemberitaan itu.&lt;br /&gt;    c. Dalam konteks periklanan, karya jurnalistik berpeluang besar mengalami konflik dengan&lt;br /&gt;        target ekonomi radio.&lt;br /&gt;    d. Menafikan independensi pemberitaan untuk menyenangkan sponsor iklan, mempercepat&lt;br /&gt;        keruntuhan fondasi bisnis radio karena keputusan ini memperlemah integritas radio dan&lt;br /&gt;        kebijakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Landasan Pemikiran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Landasan Sikap:&lt;br /&gt;    - Karya jurnalistik seharusnya ditentukan semata-mata melalui ‘kebijakan pemberitaan’.&lt;br /&gt;    - Sponsor karya pemberitaan tidak berhak mendikte atau mempengaruhi isi pemberitaan.&lt;br /&gt;    - Isi pemberitaan seharusnya nyata berbeda dibandingkan isi periklanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Panduan :&lt;br /&gt;    - Manajer berperan menyusun panduan berisi ketentuan hubungan pemberitaan dan&lt;br /&gt;        penjualan harus dimiliki radio.&lt;br /&gt;    - Panduan berisi rambu-rambu tentang kebijakan karya pemberitaan yang boleh dan tidak&lt;br /&gt;       diiklankan.&lt;br /&gt;    - Panduan dibuat tertulis dan dimiliki divisi pemberitaan maupun penjualan.&lt;br /&gt;    - Manajer berkewajiban menyamakan persepsi panduan ini antara divisi pemberitaan maupun&lt;br /&gt;       penjualan dan kalangan periklanan.&lt;br /&gt;    - Fakta yang pernah terjadi: akibat panduan ini tidak terkomunikasikan dengan baik,&lt;br /&gt;       kesimpangsiuran kebijakan pemberitaan dan periklanan, membuat radio pada posisi&lt;br /&gt;       memalukan di hadapan pendengar dan klien periklanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Isi Panduan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    - Apa yang dimaksud sebagai isi pemberitaan, dan isi pemberitaan seperti apa yang boleh&lt;br /&gt;       disponsori dan tidak.&lt;br /&gt;    - Apakah ada pemberitaan yang diperlakukan khusus dan tidak termasuk dalam kebijakan&lt;br /&gt;       yang sudah disusun. Bila ada apa alasannya.&lt;br /&gt;    - Bila divisi pemberitaan bermaksud merancang isi khusus untuk memenuhi kebutuhan&lt;br /&gt;       periklanan, advetorial misalnya, bagaimana kebijakan dan aturannya.&lt;br /&gt;    - Bagaimana sistem dan prosedur antara profesi pemberitaan dan pemasaran berkomunikasi,&lt;br /&gt;       khususnya yang menyangkut gagasan pemasaran.&lt;br /&gt;    - Siapakah dalam struktur organisasi radio yang berhak dan bertanggung jawab mengijinkan&lt;br /&gt;       memproduksi advetorial atau pemberitaan boleh disponsori iklan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Pertanyaan Penting Hubungan Pemberitaan dan Pemasaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    - Apa dampak atau konsekuensi jangka pendek dan jangka panjang bila radio membuat atau&lt;br /&gt;       tidak membuat sistem dan prosedur hubungan pemberitaan dengan pemasaran ?&lt;br /&gt;    - Apa persepsi pendengar ketika mereka mendengar sponsor atau iklan dalam pemberitaan,&lt;br /&gt;       termasuk advetorial. Bagaimana dengan kekhawatiran pendengar yang mempertanyakan&lt;br /&gt;       kemungkinan iklan atau sponsor mempengaruhi kebijakan pemberitaan, atau nampaknya&lt;br /&gt;       akan mempengaruhi isi pemberitaan. Akankah hal ini mengganggu citra dan reputasi radio ?&lt;br /&gt;    - Bagaimana manajer menjelaskan keputusan mengijinkan advetorial dan sponsor&lt;br /&gt;       pemberitaan kepada pendengar, personil siaran dan pemberitaan di radio ?&lt;br /&gt;    - Apakah manajer akan menuangkan secara tertulis ketentuan hubungan pemberitaan dan&lt;br /&gt;       pemasaran di radio, termasuk regulasi advetorial dan sponsor dalam pemberitaan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Peran Pucuk Manajemen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Pucuk pimpinan radio:&lt;br /&gt;    - Seharusnya segera terlibat dalam proses pembuatan panduan advetorial, sponsor dan iklan&lt;br /&gt;       dalam pemberitaan. Ia selanjutnya bertanggung jawab memastikan bahwa proposal divisi&lt;br /&gt;       pemasaran tidak melanggar rambu iklan dalam pemberitaan, yang dapat mengganggu&lt;br /&gt;       integritas radio.&lt;br /&gt;    - Melakukan kajian dan tinjauan ulang setiap kesepakatan periklanan atau sponsor dalam&lt;br /&gt;       pemberitaan radio, terhadap kemungkinan yang mengganggu kredibilitas divisi&lt;br /&gt;       pemberitaan, profesionalnya dan citra radio.&lt;br /&gt;    - Menjadi penentu akhir terhadap proses dan aplikasi advetorial serta iklan dalam&lt;br /&gt;       pemberitaan radio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Pola Komunikasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Siapapun di radio seyogyanya bertanggung jawab terhadap kredibilitas pemberitaan, sekaligus&lt;br /&gt;    bisnis radio yang sukses. Radio dapat menjembatani pengertian antara seluruh unsur&lt;br /&gt;    pemberitaan dengan unsur pemasaran melalui berbagai cara:&lt;br /&gt;    - Pucuk pimpinan dapat mengundang seluruh manajer divisi mengamati dan mendiskusikan&lt;br /&gt;       produk pemberitaan&lt;br /&gt;    - Manajer Pemberitaan berbicara di hadapan kelompok klien untuk menjelaskan mengapa dan&lt;br /&gt;       bagaimana kebijakan editorial dibuat.&lt;br /&gt;    - Manajer Pemberitaan dapat membuat presentasi berkala bagi profesional pemasaran&lt;br /&gt;       mengenai proses perencanaan, peliputan dan produksi pemberitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. HAL HAKIKI &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Bagi radio berkategori komersial (swasta), hak dan sekaligus kewajibannya adalah memproduksi siaran-siaran yang bermuara di pendapatan komersial. Apabila radio mengaku sebagai radio swasta, kegagalan terbesarnya adalah merugi ! Kecuali anda mengelola radio publik dan radio komunitas yang tidak mengandalkan iklan.&lt;br /&gt;    Jurnalisme radio merupakan ranah yang memiliki batasan ketat, terutama mengenai kehormatan independensi, kejujuran dan kemandirian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-8315342152483175344?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/8315342152483175344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=8315342152483175344' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/8315342152483175344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/8315342152483175344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2008/12/harmonisasi-pemberitaan-dan-pemasaran.html' title='Harmonisasi Pemberitaan dan Pemasaran Radio'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-2591105599801247383</id><published>2008-12-05T06:46:00.000-08:00</published><updated>2008-12-05T07:07:46.580-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnalistik'/><title type='text'>Teknik Menulis Berita</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href="http://baticnews.wordpress.com/2008/10/14/teknik-menulis-berita/" rel="bookmark" title="TEKNIK MENULIS BERITA"&gt;TEKNIK MENULIS BERITA&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;      &lt;div class="postinfo"&gt;Sumber : baticnews.wordpress.com&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;             &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://baticnews.files.wordpress.com/2008/10/news.jpg"&gt;&lt;img class="alignleft size-thumbnail wp-image-169" title="news" src="http://baticnews.files.wordpress.com/2008/10/news.jpg?w=95&amp;amp;h=96" alt="" height="96" width="95" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh &lt;strong&gt;Bagja Hidayat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menulis adalah pekerjaan seni. Pelukis terkenal Sudjojono pernah ditanya seseorang, “Bagaimana Anda melukis?” Sudjojono malah balik bertanya, “Apakah saudara punya buku panduan naik sepeda?” Begitulah. Menulis berita pun tak jauh beda dengan pekerjaan melukis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, karena berita menyajikan fakta-fakta, ada kaidah-kaidah tertentu yang tak boleh ditinggalkan seorang wartawan. Ada begitu banyak buku panduan dan teknik menulis berita yang sudah diterbitkan yang ditulis wartawan senior, meski pokok-pokoknya mengacu pada satu hal. Jika pun makalah ini ditulis, hanya sedikit pokok-pokok yang bisa dijelaskan, karena menulis berita tidak mungkin diuraikan secara sistematis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berbeda dengan majalah yang sifat beritanya lebih analisis, berita keras tidak boleh beropini. Sehingga tulisan hanya menyajikan fakta-fakta. Dan waktu juga menjadi perhatian lainnya. Berita majalah berbentuk feature berita sehingga sifanya tidak tergantung waktu. Sedangkan koran yang terbit harian sifat beritanya pun terbatas oleh waktu. Esok harinya, sudah ada berita baru sebagai perkembangan berita sebelumnya. Apalagi media dotcom yang melaporkan perkembangan dari jam ke jam bahkan dari menit ke menit. Di sini hanya akan dibatasi menulis berita keras.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Judul&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Judul berita sebisa mungkin dibuat dengan kalimat pendek, tapi bisa menggambarkan isi berita secara keseluruhan. Pemberian judul ini menjadi penentu apakah pembaca akan tertarik membaca berita yang ditulis atau tidak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Menggunakan kalimat aktif agar daya dorongnya lebih kuat. Seorang penulis novel terkenal, Stephen King, pernah mencemooh penulis yang menggunakan kalimat aktif. “Kalimat pasif itu aman,” kata King. Mungkin benar, tapi memberi judul berita bukan soal aman atau tidak aman. Judul aktif akan lebih menggugah. Bandingkan misalnya judul “Suami Istri Ditabrak Truk di Jalan Tol” dengan “Truk Tronton Tabrak Suami Istri di Jalan Tol”. Judul kedua, rasanya, lebih hidup dan kuat. Namun pemberian judul aktif tidak baku. Ada judul berita yang lebih kuat dengan kalimat pasif. Biasanya si subyek berita termasuk orang terkenal. Misalnya judul “Syahril Sabirin Divonis 3 Tahun Penjara.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Persoalan judul menjadi menarik seiring munculnya media berita internet. Memberi judul untuk koran yang waktunya sehari tidak akan memancing pembaca jika mengikuti peristiwa yang terjadi, karena peristiwa itu sudah basi dan ditulis habis di media dotcom. Memberi judul untuk koran sebaiknya memikirkan dampak ke depan. Misalnya, judul “Syahril Sabirin Divonis 3 Tahun Penjara.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi koran yang terbit esok pagi, misalnya, judul ini basi karena media dotcom dan radio (juga) televisi, sudah memberitakannya begitu vonis dijatuhkan. Untuk mengetahui dampak ke depan setelah vonis dijatuhkan, wartawan yang meliput harus kerja lebih keras. Misalnya dengan bertanya ke sumber-sumber dan Syahril sendiri soal dampak dari vonis itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pembaca, tentu saja ingin tahu perkembangan berikutnya pada pagi hari setelah mendengar berita tersebut dari radio, televisi dan membaca internet malam sebelumnya. Namun, soal judul untuk koran dan media dotcom dengan cara seperti ini masih menjadi perdebatan. Karena judul “Syahril Sabirin Divonis…” masih kuat ketika ditulis esok harinya. Ini hanya soal kelengkapan saja. Jika dotcom dan media elektronik hanya membuat breaking news-nya saja, koran-karena mempunyai waktu tenggat lebih lama-bisa melengkapi dampak-dampak tersebut di tulisannya, meski memakai judul yang sama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Lead&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Selain judul, lead bisa menjadi penentu seorang pembaca akan melanjutkan bacaannya atau tidak. Sehingga beberapa buku panduan menulis berita menyebut lebih dari 10 lead yang bisa dipakai dalam sebuah berita. Namun, hal yang tak boleh dilupakan dalam menulis lead adalah unsur 5W + 1H (Apa/What, Di mana/Where, Kapan/When, Mengapa/Why, Siapa/Who dan Bagaimana/How) . Pembaca yang sibuk, tentu tidak akan lama-lama membaca berita. Pembaca akan segera tahu apa berita yang ditulis wartawan hanya dengan membaca lead. Tentu saja, jika pembaca masih tertarik dengan berita itu, ia akan melanjutkan bacaannya sampai akhir. Dan tugas wartawan terus memancing pembaca agar membaca berita sampai tuntas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Lead terkait dengan peg atau biasa disebut pelatuk berita. Seorang reporter ketika ditugaskan meliput peristiwa harus sudah tahu “pelatuk” apa yang akan dibuat sebelum menulis berita. Pelatuk berbeda dengan sudut berita. Ada satu contoh. Misalkan seorang reporter ditugaskan meliput banjir yang merendam ratusan rumah dan warga mengungsi. Yang disebut sudut berita adalah peristiwa banjir itu sendiri, sedangkan peg adalah warga yang mengungsi. Mana yang menarik dijadikan lead? Anda bisa memilih sendiri. Membuat lead soal mengungsi mungkin lebih menarik dibanding banjir itu sendiri. Karena ini menyangkut manusia yang secara langsung akan berhubungan dengan pembaca. Berita lebih menyentuh jika mengambil lead ini. Manusia, secara lahiriah, senang menggunjingkan manusia lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Badan Berita&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Penentuan lead ini juga membantu reporter menginventarisasi bahan-bahan berita. Sehingga penulisan berita menjadi terarah dan tidak keluar dari lead. Inilah yang disebut badan berita. Ada hukum lain selain soal unsur pada poin 1 tadi, yakni piramida terbalik. Semakin ke bawah, detail-detail berita semakin tidak penting. Sehingga ini akan membantu editor memotong berita jika space tidak cukup tanpa kehilangan pentingnya berita itu sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Untuk lebih mudahnya, susun berita yang berawal dari lead itu secara kronologis. Sehingga pembaca bisa mengikuti seolah-olah berita itu suatu cerita. Teknik ini juga akan membantu reporter memberikan premis penghubung antar paragraf. Hal ini penting, karena berita yang melompat-lompat, selain mengurangi kejelasan, juga mengurangi kenyamanan membaca.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Cek dan ricek bahan yang sudah didapat. Dalam berita, akurasi menjadi hal yang sangat penting. Jangan sungkan untuk menanyakan langsung ke nara sumber soal namanya, umur, pendidikan dan lain-lain. Bila perlu kita tulis di secarik kertas lalu sodorkan ke hadapannya apakah benar seperti yang ditulis atau tidak. Akurasi juga menyangkut fakta-fakta. Kuncinya selalu cek-ricek-triple cek.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bahasa&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Bahasa menjadi elemen yang penting dalam berita. Bayangkan bahwa pembaca itu berasal dari beragam strata. Bahasa yang digunakan untuk berita hendaknya bahasa percakapan. Hilangkan kata bersayap, berkabut bahkan klise. Jika narasumber memberikan keterangan dengan kalimat-kalimat klise, seorang reporter yang baik akan menerjemahkan perkataan narasumber itu dengan kalimat-kalimat sederhana. Tentu saja kita tidak mengerti jargon-jargon yang seperti, “Disiplin Mencerminkan Kepribadian Bangsa” yang ditulis besar-besar pada spanduk. Siapa yang peduli bangsa? Berita yang bagus adalah berita yang dekat dengan pembaca.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Menulis lead yang bicara. Untuk mengujinya, bacalah lead atau berita tersebut keras-keras. Jika sebelum titik, nafas sudah habis, berarti berita yang dibuat tidak bicara, melelahkan dan tidak enak dibaca. Ada buku panduan yang menyebut satu paragraf dalam sebuah berita paling panjang dua-tiga kalimat yang memuat 20-30 kata. Untuk menyiasatinya cobalah menulis sambil diucapkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Berita yang bagus adalah berita yang seolah-olah bisa didengar. Prinsipnya sederhana, makin sederhana makin baik. Seringkali reporter terpancing menuliskan berita dengan peristiwa sebelumnya jika berita itu terus berlanjut, sehingga kalimat jadi panjang. Untuk menghindarinya, jangan memulai tulisan dengan anak kalimat atau keterangan. Agar jelas, segera tampilkan nilai beritanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Menghidari kata sifat. Menulis berita dengan kata sifat cenderung menggurui pembaca. Pakailah kata kerja. Menulis berita adalah menyusun fakta-fakta. Kata “memilukan”, misalnya, tidak lagi menggugah pembaca dibanding menampilkan fakta-fakta dengan kata kerja dan contoh-contoh. Tangis perempuan itu memilukan hati, misalnya. Pembaca tidak tahu seperti apa tangis yang memilukan hati itu. Menuliskan fakta-fakta yang dilakukan si perempuan saat menangis lebih bisa menggambarkan bagaimana perempuan itu menangis. Misalnya, rambutnya acak-acakan, suaranya melengking, mukanya memerah dan lain-lain. “Don’t Tell, But Show!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Menuliskan angka-angka. Pembaca kadang tidak memerlukan detail angka-angka. Kasus korupsi seringkali melibatkan angka desimal. Jumlah Rp 904.775.500, lebih baik ditulis “lebih dari Rp 904 juta atau lebih dari Rp 900 juta”.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Ekstrak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Jangan pernah menganggap pembaca sudah tahu berita yang ditulis. Dalam menulis berita seorang reporter harus menganggap pembaca belum tahu peristiwa itu, meski peristiwanya terus berlanjut dan sudah berlangsung lama. Tapi juga jangan menganggap enteng pembaca, sehingga timbul kesan menggurui. Menuliskan ekstrak peristiwa sebelumnya dalam berita dengan perkembangan terbaru menjadi penting.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Panduan ini tidak mutlak untuk menulis berita. Masih banyak hal yang belum dijelaskan dalam makalah ini. Hal paling baik bisa menulis berita yang enak dibaca adalah mencobanya. Jadi, selamat mencoba. (Penulis, wartawan Tempo News Room).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Referensi:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Simbolon, Parakitri T., 1997. Vademekum Wartawan. Jakarta. Kepustakaan Populer Gramedia&lt;br /&gt;2. Hadad, Toriq dan Bambang Bujono (Ed)., 1997. Seandainya Saya Wartawan Tempo. Jakarta. Institut Studi Arus Informasi dan Yayasan Alumni Tempo.*&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-2591105599801247383?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/2591105599801247383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=2591105599801247383' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/2591105599801247383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/2591105599801247383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2008/12/teknik-menulis-berita.html' title='Teknik Menulis Berita'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-5858008962524150883</id><published>2008-12-05T06:43:00.000-08:00</published><updated>2008-12-05T06:44:57.749-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Radio'/><title type='text'>Jurnalistik Radio</title><content type='html'>Sumber : baticnews.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurnalistik Radio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEFINISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurnalistik radio (radio journalism, broadcast journalism) adalah proses produksi berita dan penyebarluasannya melalui media radio siaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurnalistik radio adalah “bercerita” (storytelling), yakni menceritakan atau menuturkan sebuah peristiwa atau masalah, dengan gaya percakapan (conversational).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KARAKTERISTIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Auditif. untuk didengarkan, untuk telinga, untuk dibacakan atau disuarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spoken Language. Menggunakan bahasa tutur atau kata-kata yang biasa diucapkan dalam obrolan sehari-hari (spoken words). Kata-kata yang dipilih mesti sama dengan kosakata pendengar biar langsung dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas. Tidak bisa diulang. Karenanya harus jelas, sederhana, dan sekali ucap langsung dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Global. Tidak detail, tidak rumit. Angka-angka dibulatkan, fakta-fakta diringkaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRINSIP PENULISAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ELF - Easy Listening Formula. Susunan kalimat yang jika diucapkan enak didengar dan mudah dimengerti pada pendengaran pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KISS - Keep It Simple and Short. Hemat kata, tidak mengumbar kata. Menggunakan kalimat-kalimat pendek dan tidak rumit. Gunakan sesedikit mungkin kata sifat dan anak kalimat (adjectives).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WTYT - Write The Way You Talk. Tuliskan sebagaimana diucapkan. Menulis untuk “disuarakan”, bukan untuk dibaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu Kalimat Satu Nafas. Upayakan tidak ada anak kalimat. Sedapat mungkin tiap kalimat bisa disampaikan dalam satu nafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ELEMEN PEMBERITAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;News Gathering – pengumpulan bahan berita atau peliputan. Teknik reportase: wawancara, studi literatur, pengamatan langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;News Production – penyusunan naskah, penentuan “kutipan wawancara” (sound bite), backsound, efek suara, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;News Presentation – penyajian berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;News Order – urutan berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEKNIS PENULISAN: PILIHAN KATA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spoken Words. Pilih kata-kata yang biasa diucapkan sehari-hari (spoken words), e.g. jam empat sore (16.00 WIB), 15-ribu rupiah (Rp 15.000), dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sign-Posting. Sebutkan jabatan, gelar, atau keterangan sebelum nama orang. Atribusi/predikat selalu mendahului nama, e.g. Ketua DPR –Agung Laksono— mengatakan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stay away from quotes. Jangan gunakan kutipan langsung. Ubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung, e.g. Ia mengatakan siap memimpin demo (”Saya siap memimpin demo,” katanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Avoid abbreviation. Hindari singkatan atau akronim, tanpa menjelaskan kepanjangannya lebih dulu, e.g. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri –BEM UIN—Bandung menggelar… (Ketua BEM UIN Bandung –Fulan—mengatakan…).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subtle repetition. Ulangi secara halus fakta-fakta penting seperti pelaku atau nama untuk memudahkan pendengar memahami dan mengikuti alur cerita, e.g. Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono mengatakan… Menurut Presiden…. Kepala Negara juga menegaskan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Present Tense. Gunakan perspektif hari ini. Untuk unsur waktu gunakan kata-kata “kemarin”, “hari ini”, “besok”, “lusa”, bukan nama-nama hari (Senin s.d. Minggu). Mahasiswa UIN Bandung melakukan aksi demo hari ini… Besok mereka akan melanjutkan aksi protesnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka. Satu angka (1-9) ditulis pengucapannya. Angka 1 ditulis “satu” dst. Lebih dari satu angka, ditulis angkanya. Angka 25 atau 345 jangan ditulis: duapuluh lima, tigaratus empatpuluh lima. Angka ratusan, ribuan, jutaan, dan milyaran, sebaiknya jangan gunakan nol, tapi ditulis: lima ratus, depalan ribu, 15-juta, 145-milyar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata uang. Ditulis pengucapannya di belakang angka, e.g. 600-ribu rupiah (Rp 600.000), 500-ribu dolar Amerika Serikat (US$ 50.000)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANDA BACA KHUSUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dash. tanda garis pisah (–) untuk sebelum nama atau kata penting atau butuh penekanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punctuation. Tanda Sengkang, yaitu tanda-tanda pemenggalan (-) untuk memudahkan pengucapan singkatan kata yang dieja. M-U-I, B-A-P, W-H-O, P-U-I, dsb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis Miring. Jika perlu, gunakan garis miring satu (/) sebagai pengganti koma atau sebagai tanda jeda untuk ambil nafas, garis miring dua (//) untuk ganti titik, dan garis miring tiga (///) untuk akhir naskah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang Pemilu 2009/ sedikitnya sudah 54 partai politik/ mendaftarkan diri ke Departemen Hukum dan HAM// Mereka akan diverifikasi untuk ikut Pemilu. Menurut pengamat politik –Arby Sanit/ banyaknya parpol itu menunjukkan animo elite untuk berkuasa masih tinggi///&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRODUK JURNALISTIK RADIO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copy – Berita pendek, durasi 15-20 detik. Biasanya berita penting, harus cepat diberitakan, disampaikan di sela-sela siaran (breaking news) atau program reguler insert berita (news insert) tiap menit 00 tiap jam misalnya. Berupa Straight News.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Voicer – Laporan Reporter. Terdiri dari pengantar (cue) penyiar di studio dan laporan reporter di tempat kejadian, termasuk sound bite dan/atau live interview.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paket. Panjangnya 2-8 menit. Isinya paduan naskah berita, petikan wawancara (soundbite).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feature. Durasi 10-30 menit. Paduan antara berita, wawancara, ulasan redaksi, musik pendukung, dan rekaman suasana (wildtracking). Membahas tema tertentu yang mengandung unsur human interest. Bisa pula berupa dokumenter (documentary).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vox Pop. Singkatan dari vox populi (suara rakyat). Berisi rekaman suara opini masyarakat awam tentang suatu masalah atau peristiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cue: Menjelang Pemilu 2009, sedikitnya sudah 54 partai politik mendaftarkan diri ke Departemen Hukum dan HAM, guna diverifikasi sehingga bisa ikut Pemilu. Bagaimana tanggapan masyarakat tentang banyaknya parpol tersebut, berikut ini petikan wawancara kami dengan beberapa warga masyarakat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sound Bite : 1. “Bagus lah, biar banyak pilihan…” 2. “Saya sih mau golpu aja, gak ada partai yang bagus sih menurut saya mah…” 3. “Saya akan setia pada parpol pilihan saya, tidak akan kepengaruh oleh parpol baru, belum tentu lebih bagus ka…” dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NEWS PROGRAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buletin (Paket berita) – Berisi rangkaian berita-berita terkini (copy, straight news) –bidang ekonomi, politik, sosial, olahraga, dan sebagainya; lokal, regional, nasional, ataupun internasional. Durasi 30 menit atau lebih.Durasi bisa lebih lama jika diselingi lagu dan “basa-basi” siaran seperti biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;News Insert – insert berita.Berisi info aktual berupa Straight News atau Voicer. Durasi 2-5 menit bergantung panjang-pendek dan banyak-tidaknya berita yang disajikan. Biasanya disajikan setiap jam tertentu. Bisa berupa breaking news, disampaikan penyiar secara khusus di sela-sela siaran non-berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majalah Udara — Berisi straight news, wawancara, dialog interaktif, feature pendek, dokumenter, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talkshow – Dialog interaktif atau wawancara langsung (live interview) di studio dengan narasumber, atau melalui telepon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REFERENSI:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asep Syamsul M. Romli, Broadcast Journalism: Panduan Menjadi Penyiar, Reporter, dan Scriptwriter, Penerbit Nuansa Bandung, 2004; Imelda Reynolds (ed.), Pedoman Jurnalistik Radio, Internews Indonesia, 2000; JB Wahyudi, Dasar-Dasar Jurnalistik Radio dan Televisi, Pustaka Utama Grafiti Jakarta, 1996; Torben Brandt dkk. (editor), Jurnalisme Radio: Sebuah Panduan Praktis, UNESCO Jakarta-Kedubes Denmark Jakarta 2001. Copyright (C) ASM. Romli.*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4415493358663432833-5858008962524150883?l=kuliahkomunikasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/feeds/5858008962524150883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4415493358663432833&amp;postID=5858008962524150883' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/5858008962524150883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4415493358663432833/posts/default/5858008962524150883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2008/12/jurnalistik-radio.html' title='Jurnalistik Radio'/><author><name>Phyrman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05915995775082017456</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4415493358663432833.post-7192289495219240819</id><published>2008-11-27T10:57:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T08:11:33.816-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kamera'/><title type='text'>Modul Kamera Video</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BXtCeSLU-I4/SS7y4-YGiyI/AAAAAAAAAAM/RCEA4B3pik4/s1600-h/Untitled-1.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 206px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BXtCeSLU-I4/SS7y4-YGiyI/AAAAAAAAAAM/RCEA4B3pik4/s320/Untitled-1.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273419274328116002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style="'width:187.5pt;" filled="t"&gt;  &lt;v:fill color2="black"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\NEWSTA~1.SCT\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.png" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Penulis : Yusrizal&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;News Cameraman Astro Awani&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 14pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 14pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 14pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 14pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Basic Camera Operation&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 14pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Camera video ada berbagai macam merk, bentuk, dan varian. Begitu juga media penyimpanan gambar juga bermacam-macam. Contoh-contoh merk terkenal antara lain: Sony, Panasonic, Phillip, Ikegami, JVC, dan lain-lain. Dari berbagai merk tersebut masing-masing mempunyai beragam varian dan bentuk. Mulai kamera amatir, semi profesional, dan kamera profesional. Media penyimpanan gambar antara lain: Betacam, Dvcam, Dvc-pro, MiniDV, maupun berbentuk card (kartu memori). Seperti Panasonic p2 dan xperss card sony sxs xd&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 14pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 30pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Bagi pengguna pemula/amatir biasanya dengan mode auto sudah cukup untuk mendapatkan gambar standar. Tatapi dalam kondisi tertentu, mode auto tidak bisa kita pakai untuk mendapatkan gambar sesuai dengan kemauan kita. Itulah sebabnya kenapa para Cameraman profesional sering menggunakan mode manual dalam mengoperasikan kamera. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm 14pt 21pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;The Main Control&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 14pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; enam control dasar pada kamera:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 14pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Exposure:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Aperture&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Shutter Speed&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;(ND Filter)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;(Gain)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;
